Testimoni

Penerima BeasiswaGrabScholar 2025

Sheva Tranggana

main logo
logo

Universitas Padjadjaran

Statistika

Latar Belakang Penerima Beasiswa

 

Namaku Sheva Tranggana. Keluargaku bukan keluarga yang banyak bercerita soal kesulitan. Tapi aku tumbuh cukup besar untuk melihat sendiri bagaimana pandemi mengubah segalanya. Ayahku terkena PHK. Keesokan harinya beliau tidak terpuruk, tidak mengeluh, tidak meminta siapapun merasa kasihan. Beliau mendaftar jadi Mitra Grab dan mulai berkendara. Aku tidak akan pernah melupakan itu. Suatu waktu, nama Grab muncul lagi dalam hidupku, kali ini lewat video TikTok yang memperkenalkan GrabScholar, aku tidak bisa begitu saja melewatinya. Rasanya seperti bertemu kembali dengan sesuatu yang dulu sudah pernah menolong keluargaku diam-diam. Aku merasa jalan yang pernah ayahku tempuh, kini tumbuh kesempatan bagiku untuk melangkah lebih jauh melalui pendidikan.


Tantangan sebelum mendapat GrabScholar

 

Musuh terberat ku bukan keadaan atau lingkungan. Musuh terberatku adalah diriku sendiri. Aku pernah berada di fase di mana aku tahu aku punya mimpi dengan ambisi yang sangat besar tapi tidak sungguh-sungguh memperjuangkannya. Menunggu mood dulu. Menunggu semangat datang dulu. Dan ketika hasilnya mengecewakan, aku lebih mudah menyalahkan keadaan daripada jujur pada diri sendiri. Fase itu melelahkan. Bukan karena hidupnya berat, tapi karena aku terus-menerus berselisih dengan versi diriku yang aku tahu bisa lebih baik. GrabScholar hadir di tengah proses itu. Dan anehnya, yang paling menggerakkan selain dari bantuannya, muncul kenyataan bahwa ada pihak lain yang sudah lebih dulu percaya padaku sebelum aku sepenuhnya percaya pada diri sendiri.

 

Arti pendidikan untuk Penerima Beasiswa

 

Aku tidak pernah melihat pendidikan sebagai tangga menuju jabatan atau gaji tertentu. Bagiku pendidikan adalah cara manusia tetap tumbuh. Setiap kali aku belajar sesuatu yang baru, ada sesuatu yang bergeser dalam cara aku memandang dunia. Aku jadi lebih lambat menghakimi. Lebih sadar bahwa apa yang aku tahu masihlah sangat sedikit. Ketidaktahuan menjadi hal yang lazim dalam kehidupan ini. Dan justru disitu letak indahnya. Pendidikan bukan tentang menjadi orang yang tahu segalanya. Ia tentang menjadi orang yang tidak takut mengakui masih banyak yang belum ia mengerti. Selama manusia masih hidup, belajar tidak pernah benar-benar selesai. Dan aku baik-baik saja dengan itu.

 

Manfaat mendapatkan GrabScholar

 

Jujur, yang aku rasakan setelah hadirnya GrabScholar ini bukanlah hal yang mudah dijelaskan. Memang, uang saku dan biaya kuliah dari GrabScholar menjadi hal yang sangat membantuku dalam berkuliah. Akan tetapi, yang paling membekas adalah perasaan bahwa ada yang percaya padaku. Dan kepercayaan itu berat, tapi dengan cara yang baik. Ia membuatku tidak bisa lagi sembarangan dengan waktu dan pilihan yang aku buat setiap harinya. Dari sana aku mulai bergerak lebih serius. Aku ikut lomba, dan pulang membawa Juara 3 di Knowledge Knockout PAKUAN 2025. Aku juga jadi Project Supervisor di StatDay, salah satu acara terbesar di Universitas Padjadjaran, dan belajar bahwa tanggung jawab itu tidak selesai ketika acaranya usai tapi ketika semua orang yang kamu pimpin merasa pekerjaannya berarti. Perjalanan itu berlanjut sampai aku berhasil masuk babak semifinal di Statistics Analyst Competition Gammafest 2026 dan masih berlanjut hingga kini. Aku tidak menceritakan ini untuk terlihat hebat. Aku menceritakannya karena semua itu tumbuh dari orang yang dulu sering menunggu mood dulu bahkan sebelum memulai. GrabScholar tidak mengubahku secara ajaib, tapi ia memberi aku alasan untuk tidak lagi menunda menjadi versi diriku yang lebih baik.

 

Rencana Masa Depan

 

Aku ingin berbagi dengan cara yang tidak habis setelah sekali diberikan. Aku sedang belajar Statistika dan makin ke sini aku makin sadar bahwa ilmu ini bisa dipakai untuk memahami masalah manusia dengan lebih jujur. Siapa yang paling rentan? Di mana bantuan paling dibutuhkan? Program apa yang benar-benar berdampak dan mana yang hanya bagus di atas kertas? Pertanyaan-pertanyaan itu yang ingin aku jawab suatu hari nanti. Aku tidak tahu persis bentuknya nanti seperti apa. Tapi aku tahu satu hal yang aku pegang kuat sampai sekarang yaitu GrabScholar pernah jadi cahaya di perjalananku. Dan aku ingin ketika giliranku tiba, aku tidak menyimpan cahaya itu untuk diri sendiri saja.

Testimoni & Cerita Penerima BeasiswaGrabScholar 2025

Aldea Cyntia Alyuzra Nasution

Aldea Cyntia Alyuzra Nasution

Universitas Sumatera Utara

Akuntansi

Perkenalkan, nama saya Aldea Cyntia. Ayah saya bekerja sebagai mitra GrabCar, sehingga sejak dulu saya sudah cukup dekat dengan ekosistem Grab dan sering mendengar tentang berbagai program yang diadakan oleh Grab.Saya pertama kali mengetahui program GrabScholar dari internet dan juga TikTok. Waktu masih SMA, saya sempat mencoba mendaftar program ini, tetapi saat itu saya belum berhasil lolos. Namun, pengalaman tersebut membuat saya semakin termotivasi untuk terus berkembang dan mencoba lagi di kesempatan berikutnya.Saat sudah memasuki dunia perkuliahan, saya kembali mendaftar GrabScholar dengan persiapan yang lebih matang, dan saya sangat bersyukur karena kali ini saya berhasil lolos. Bagi saya, kesempatan ini bukan hanya bentuk dukungan pendidikan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus belajar, berkembang, dan memberikan dampak positif ke depannya.

Beasiswa Banner Mobile

Daftarkan dirimu sekarang di Program Beasiswa
GrabScholar 2026!

Masa depanmu menanti. Bergabunglah bersama ribuan pelajar lainnya yang telah meraih manfaat dari beasiswa GrabScholar. Klik tombol di bawah untuk mulai mengisi formulir.