Campaign cover image

Gerakan Mahasiswa Bantu Pekerja Informal Harian

Lonjakan tertinggi kasus positif Covid-19 di Indonesia terdapat di DKI Jakarta. Atas peristiwa tersebut, pada tanggal 20 Maret 2019 lalu, Gubernur DKI Jakarta menerapkan kebijakan “Tanggap Darurat Bencana Corona” selama 14 hari. Sebagian besar aktivitas rutin di DKI Jakarta lumpuh lantaran banyak pekerja yang melaksanakan Work From Home (WFH) dan seluruh lembaga pendidikan dari tingkat Sekolah Dasar hingga Universitas melaksanakan kelas jauh. Situasi ini, sangat berdampak pada kondisi ekonomi para pekerja sektor non-formal seperti Pedagang Kaki Lima, Ojek Online, Tukang Sampah, dan lain sebagainya.

Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) menganggap wabah Covid-19 merupakan peristiwa yang perlu dihadapi bersama, secara gotong royong. Berdasarkan hal tersebut, sejak diberlakukan status Tanggap Darurat Bencana Corona di DKI Jakarta, DPP GMNI telah menyediakan tempat cuci tangan dan membagikan nasi bungkus gratis kepada para pekerja non-formal, yang berada di sekitar Wisma Trisakti. Wisma Trisakti, atau Sekretariat DPP GMNI sendiri, terletak di Jalan Johar Baru II No.13, Jakarta Pusat.

Gerakan sederhana yang dilakukan oleh DPP GMNI ini, ternyata disambut baik dan sangat berarti bagi para pekerja non-formal. Oleh karenanya, DPP GMNI berencana memperluas jangkauan wilayah gerakan, dengan 11 wilayah tambahan di cabang-cabang GMNI yang tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Bekasi dan Kota Serang. Isi bantuan pun akan ditingkatkan menjadi penyaluran sabun antiseptik dan pebagian sembilan bahan pokok (sembako). Penyaluran bantuan akan dilakukan oleh para mahasiswa pengurus GMNI di tingkatan cabang bersangkutan.

Bagi rekan-rekan mahasiswa dan masyarakat luas yang ingin berpartisipasi dalam gerakan ini, DPP GMNI menerima bantuan dalam bentuk UANG dan atau BARANG. Sebagai gambaran, harga sembako+sabun antiseptik berkisar antara Rp 200.000-300.000 per paketnya. Di dalamnya sudah ada beras, minyak goreng, gula, garam, sabun, mie instan, telor. 

Jumlah orang yang kami bisa bantu mungkin tak seberapa, mengingat jumlah pekerja informal seperti PKL dan Ojol ada sekitar 30 juta jiwa di seluruh Indonesia. Tapi berbuat nyata lebih baik daripada hanya berwacana.

Teman-teman dapat berpartisipasi dengan cara:

1.    Klik “DONASI SEKARANG”

2.    Masukkan Nominal DONASI

3.    Pilih Metode DONASI. Lebih praktis lewat OVO, DANA, LinkAja, Sakuku, BCA KlikPay, KlikBCA atau Go-Pay. Bisa juga lewat Transfer Bank (Mandiri, BRI, BNI dan BCA). Bisa juga lewat Kartu Kredit

4.    Jangan lupa juga untuk SHARE Campaign Ini di media sosial. Langsung SHARE di Whatsapp, di Line, di Facebook, di Twitter. 

#MahasiswaBergerakPeduliSesama 

 

BenihBaik.com telah memiliki Izin Pengumpulan Uang di Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik di Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Kominfo BenihBaik.com
Kemensos BenihBaik.com