Campaign cover image

Saya Wilson Purba dan Saya Positif Covid-19

Saya Wilson Purba dan saya pasien positif COVID-19. Kenapa bisa positif? mungkin karena belakangan abai, dari awal bulan lalu sudah rajin cuci tangan, ke kosan ganti baju, terus habis itu selalu pakai masker.


Nah tapi belakangan untuk cuci tangan dan mungkin jaga jarak mungkin abai, karena mungkin capek kali ya, bosen kayak gini terus dari bulan maret sampai hari ini, itu harus kita lakukan. Mungkin dianggap sepele jadinya, karena mungkin saja kita sehat-sehat aja kok dan nggak menunjukkan gejala-gejala.


Tapi ternyata tidak menunjukkan gejala itu kan bukan berarti tidak terkena dampaknya, contohnya saya, tidak mengalami gejala apapun sama sekali kaya nggak bantuk, indra perasa aman, penciumannya juga masih aman, tidak pusing, tidak mual tidak diare semuanya aman.


Namun saat dites 7 September lalu, saya positif dari hasil swab test yang diadakan oleh BIN.  Saya kondisinya saat ini masih sehat-sehat saja dan di isolasi dan saat ini di Wisma Atlet Kemayoran Jakarta.


Nah mungkin saya bisa jadi pelajaran ke teman-teman karena memang selama 1 bulan terakhir saya abai, saya ngerasa bosan di kosan dan ada excuse di kosan kan cuma 3x4 meter, ngapain di kosan gitu, dan ketika temen-temen ngajak ketemu dan saya mengiyakan, pengen cerita sharing soal ini itu, nah tetapi ternyata itu salah.


Karena saya tau saya positif tanggal 11 September dan beberapa minggu kemarin mengadakan pertemuan dengan teman-teman yang sempet makan, ngobrol, dan minum sambil buka masker. Apakah mungkin mereka bisa kena? tentunya bisa.


Tapi untungnya sebagian teman-teman sudah rapid test dan SWAB test dan sudah ada yang keluar hasilnya, alhamdulillah hasilnya non reaktif dan negatif.  Namun juga masih ada yang baru mau keluar hasilnya, saya cuma bisa berdoa kalau semoga hasilnya negatif.


Salah satu hal yang saya khawatirkan, saya takut aja nularin orang-orang. Nanti dikiranya saya egois gitu, makanya saya ke Wisma Atlet untuk bisa isolasi karena statusnya saya positif dan tidak mungkin untuk isolasi Mandiri .


Nah mungkin teman-teman bisa menjadikan saya pelajaran, pelajaran untuk tidak bertemu dulu dan tetap jangan abai untuk cuci tangan, ganti baju, tolong jangan abai, kita tidak pernah tau dari mana virus ini datang.


Dan mungkin kalau kita masih muda, badan kita masih kuat itu fine-fine aja, tapi gimana sama orang di sekitar kita, gimana kabarnya, itu yang nggak kita tahu, kita kan nggak mau menyakiti teman-teman atau orang-orang yang kita sayang.


Mungkin sekarang untuk ngasih rasa kasih sayang bisa diganti, dari yang dulunya ngobrol-ngobrol langsung, sekarang bisa lewat online atau virtual. Memang rasanya berbeda, tapi ada yang harus kita tahan, kalau kita sayang mereka caranya untuk tidak bertemu dengan mereka sementara.


Karena angkanya semakin tinggi kasus ini dan banyak gejala-gejala baru yang dialami bahkan ada sindrom yang cukup mematikan untuk pasien, saya bukan mentakut-takuti tapi itu kenyataan dan sudah ada bukti ilmiahnya dan itu sangat membahayakan untuk kita dan orang disekitar kita.


Saya minta teman-teman Jadikan saya pelajaran karena saya abai,  Semoga kedepannya teman-teman semua bisa lebih bijak untuk menerapkan protokol kesehatan, bosen iya capek iya tapi mohon dilakukan karena ini demi kebaikan teman-teman dan keluarga teman-teman semua.


Ya semoga dengan kita semua bisa bisa bijak menerapkan protokol kesehatan ini kita bisa hasilnya negatif bisa sehat-sehat semuanya, angka positif dan angka kematian bisa semakin turun, sementara akan sembuh bisa semakin tinggi, dan semoga normal baru normal ini bisa kita terapkan benar-benar kehidupan kita.

Teman-teman Jangan ngeluh teman-teman semangat karena saya saja positif tapi saya masih semangat untuk bisa menjalani hidup. Semoga ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua.


Kisah dari Teman Kita Wilson Purba harus kita jadikan pelajaran, kita ngga boleh abai dan juga harus tetap menjaga protokol kesehatan untuk menekan angka penyebaran virus. Agar teman-teman kita di garda terdepan (dokter) bisa bekerja dengan maksimal.


Kalau angka penyebaran virus tidak turun, banyak dokter yang terpaksa pakai jas hujan plastik sebagai APD. Teman Baik juga bisa ikut bantu dokter yang membutuhkan bantuan APD yang sesuai dengan cara klik tombol Donasi Sekarang dan masukkan nominal yang diinginkan.


Yuk mari kita sama-sama tanam kebaikan selagi masih ada kesempatan.

 

BenihBaik.com telah memiliki Izin Pengumpulan Uang di Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik di Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Kominfo BenihBaik.com
Kemensos BenihBaik.com