Campaign cover image

Solidaritas Masyarakat Informal Kota Yogyakarta Melawan Covid-19

Pandemi Covid-19 bukan hanya mengakibatkan ancaman dan kerentanan kesehatan. Tetapi membawa ancaman dan dampak yang cukup besar bagi perekonomian, terutama mereka yang bekerja di sektor informal. Bagi mereka yang bekerja dengan upah harian seperti pengendara ojek online, buruh harian, pemulung, pengantar koran, dan pekerja harian lainnya mengalami penurunan pendapatan. 

Bu Semi, seorang ibu dengan tiga orang anak yang kesehariannya bekerja sebagai penjual koran mengaku sudah sangat sulit untuk berjualan lagi. “Jalanan sekarang sepi seperti tahun 1970an, nggak ada yang bisa ditawari buat beli koran”, ujar Bu Semi. Salah satu dari anak Bu Semi bekerja sebagai driver ojek online yang juga harus berhenti mencari penumpang karena memang tidak adanya orderan bahkan juga berhenti mengambil layanan pesan antar akibat banyak warung makan yang juga sudah tutup. Selain memiliki tiga orang anak, Bu Semi juga masih merawat ibunya yang sudah sangat renta dan harus menggunakan pampers setiap harinya. Terbatasnya pengahasilan Bu Semi sejak tanggal 23 Maret 2020 akibat pandemi Covid-19 membuat beliau memikirkan solusi alternatif terkait pampers untuk ibunya, dengan memanfaatkan kain bekas yang kemudian dapat dicuci kembali sebagai alternatif. Belum lagi Bu Semi masih menanggung anak bungsunya yang masih kelas 6 SD dalam memberikan fasilitas internet/pulsa mengingat metode belajar di sekolah saat kondisi ini mengandalkan metode daring. 

Saat ini, ibu Semi tergabung dalam Paguyuban Kalijawi Yogyakarta. Paguyuban ini merupakan sebuah kelompok yang beranggotakan lebih dari 1500 jiwa penduduk bantaran sungai Gajahwong dan Winongo. Anggota Paguyuban Kalijawi hampir seluruhnya adalah pekerja informal. Situasi ini membuat meraka semakin hari tidak dapat memenuhi  kebutuhan sehari – hari.

Untuk memberikan rasa aman bagi mereka, saya Yuli Kusworo bersama Yayasan Arkom Indonesia (YAI) dan seluruh jaringan komunitas perkotaan berencana membangun solidaritas bagi anggota masyarakat Kalijawi selama masa Pandemi Covid-19. Untuk itu, kami berencana menghimpun dana untuk membantu penyediaan kebutuhan pokok mereka dengan melakukan konsep belanja bersama yaitu dengan menandai titik supplier kebutuhan pokok untuk dapat didistribusikan  di komunitas dengan pemanfaatan ojek online dan lain sebagainya. Proses ini dibangun dengan semangat berjejaring yang dimiliki oleh beberapa komunitas dampingan YAI seperti Paguyuban Kalijawi, Paguyuban Pringgomukti, dan Paguyuban Selaka Kotagede.

Kami berharap dana yang terhimpun bisa mencapai Rp 130 juta. Seluruh dana ini akan dibelikan paket sembako berisi Beras 15 kg, Minyak Goreng 2 l, Telur 2 kg, Perlengkapan Khusus untuk Wanita dan. Harga per paket adalah Rp 434 ribu. Sedangkan masyarakat yang dibantu sebanyak 300 KK. Semoga teman-teman semua dapat ikut dalam gerakan solidaritas ini. (SID) 

#SolidaritasUntukSesama 

Teman-teman dapat membantu campaign ini dengan:

1.    KLIK “Donasi Sekarang”

2.    ISI Nominal Donasi

3.    PILIH Metode Donasi. Lebih praktis donasi lewat OVO, DANA, LinkAja, Sakuku, BCA KlikPay, KlikBCA atau Go-Pay. Bisa juga lewat Transfer Bank (BCA, Mandiri, BRI, BNI). Atau lewat Kartu Kredit.

4.    Jangan lupa untuk SHARE Campaign Ini di media sosial dan ke teman-teman lainnya.


P.S. : Mohon bukti transfer (khusus untuk donatur yang melakukan transfer melalui Bank Mandiri, BRI dan BNI) dapat dikirim ke no Whatsapp 0822-2521-2377 a.n. Annisa

    Pencairan Dana 2.500.000

    Ke rekening ****9888 a/n PT. IND JAMU & FARMASI SIDO MUNCUL


    Pencairan tahap 2 dana donasi Sidomuncul untuk biaya distribusi paket sembako kepada mitra penyalur Yayasan Arkom Jogja

    Pencairan Dana 130.000.000

    Ke rekening ****9888 a/n PT. IND JAMU & FARMASI SIDO MUNCUL


    Pencairan tahap 1 donasi PT. Sidomuncul untuk pengadaan dan penyaluran 860 lebih paket sembako untuk Masyarakat Jogja oleh Yayasan Arkom

    Melawan Pandemi Dari Bantaran Kali

    Terpancar juga keceriaan di wajah mereka. Kami berterima kasih kepada semua TemanBaik yang telah berdonasi. Semoga solidaritas ini terjalin sampai pandemi usai

    Melawan Pandemi Dari Bantaran Kali

    Tak sedikit dari ibu-ibu ini yang terharu ketika Kami membagikan sembako

    Melawan Pandemi Dari Bantaran Kali

    Ibu-ibu yang tinggal di bantaran Kali Gajahwong dan Winongo merupakan pekerja informal. Bekerja sebagai buruh tani, buruh pabrik, pedagang dll. Ketika pandemi datang, banyak mereka yang tak bekerja lagi.

    Paket 10-2-2

    Selama bulan Mei 2020, Komunitas Arkom telah membagikan lebih dari 100 paket sembako kepada masyarakat yang tinggal di bantaran sungai Gajahwong dan Winongo. Setiap paket berisi beras 10 kg, minyak goreng 2 liter dan telur 2 kilogram.

 

BenihBaik.com telah memiliki Izin Pengumpulan Uang di Kementerian Sosial Republik Indonesia dan Tanda Daftar Penyelenggara Sistem Elektronik di Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Kominfo BenihBaik.com
Kemensos BenihBaik.com