Panggilan Mendesak

camp
Kesehatan

Saya Lumpuh Total! Ingin Bisa bergerak Lagi

Tahun 2019 kejadian naas menimpa saya waktu itu. Saya jatuh dari pohon kelapa yang mengakibatkan saya menderita kelumpuhan sampai sekarang karena patah tulang. Kondisi kelumpuhan saya dimulai dari dada ke bawah yang mati rasa, saya tidak bisa merasakan apa-apa. Kondisi saya semakin parah dengan adanya luka di kedua sisi bokong saya yang membuat saya hanya bisa berbaring.Saya tidak tahu harus berbuat apa lagi. Kaki saya bahkan tidak bisa diluruskan, saya benar-benar lumpuh. Kegiatan mandi dan mengganti perban pun harus dibantu oleh orang tua saya karena saya sudah tidak bisa melakukannya sendiri.Kondisi orang tua yang sudah sangat tua, membuat saya tidak tega apabila mereka terus mengurus keperluan saya sehari-hari. Saya tidak mau mereka kelelahan mengurus saya yang sudah tidak bisa apa-apa ini. Sekarang untuk keperluan sehari-hari kami dibantu tetangga dan masyarakat sekitar. Saya membutuhkan bantuan TemanBaik untuk membeli kebutuhan ganti perban dan obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit. TemanBaik, saya Lumpuh. Saya ingin sembuh dan bisa bergerak lagi.
Dana terkumpul Rp 8.041.006
1 hari lagi Dari Rp 10.000.000
Donasi
camp
Keagamaan

Belum Punya Gereja, Kami Terpaksa Ibadah di Bangunan Bekas Posyandu

Untuk sementara, ibadah dilangsungkan di bangunan bekas posyandu yang diperluas dengan material swadaya dan seng bekas sumbangan warga. Tentunya ini sudah mendapat izin pemerintah desa.Hai TemanBaik, Inilah penampakan tempat ibadah bagi kami jemaat di Dusun Wairhubing, Desa Watuliwung, Kecamatan. Kangae, Kabupaten. Sikka - Nusa Tenggara Timur. Sekilas,  Gereja Stasi Santo Agustinus Wairhubing ini mungkin terlihat seperti bukan tempat ibadah pada umumnya bukan? Ya memang, karena ini bangunan bekas posyandu yang diperluas dengan material swadaya dan seng bekas sumbangan warga. Bahkan kalau jemaatnya banyak, kami harus pasang terpal di luar supaya nggak kepanasan. Sangat sederhana, bahkan jauh dari kata mewah, tapi di sinilah kami memanjatkan doaSelama ini, jemaat masih bergotong royong untuk pembebasan tanah guna pembangunan gereja dengan cara lelang lagu, patungan,  penjualan kaos berlogo Stasi St. Agustinus dan usaha kreatif. Meskipun dari segi ekonomi sangat kurang, namun kami tetap antusias dan nggak menurunkan sedikit pun semangat kami untuk segera memiliki gereja sendiri. Dengan total 258 KK atau 947 jiwa, kami bergotong royong membagi tugas dalam pembangunan gereja ini. Pelan-pelan kami usahakan agar kebutuhan gereja terpenuhi walaupun sebenarnya sulit. Sebab gereja masih membutuhkan kelengkapan bangku, sound system, meja dan lainnya. Semoga kerja keras kami ini membuahkan hasil, dan nantinya kami bisa segera memiliki gereja sendiri. Untuk TemanBaik yang mau membantu pembangunan Gereja Stasi Santo Agustinus Wairhubing, dapat menyalurkannya dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini ya!
Dana terkumpul Rp 69.355.101
7 hari lagi Dari Rp 200.000.000
Donasi
camp
Anak

Alami Lumpuh Otak dan Mikrosefali, Anak Saya Tidak Bisa Aktivitas Apapun

“Dokter bilang kemungkinan sembuh anak saya kecil, tapi setidaknya pengobatan mengurangi rasa sakit yang Ia derita. Rasa frustasi dan rapuh sudah saya telan dalam perjalanan saya untuk memperjuangkan kesembuhan anak saya selama 5 tahun terakhir. Saya masih menggantungkan harapan saya kepada mukjizat, suatu hari saya ingin melihat anak saya bisa mandiri dan  bisa berbicara agar saya tahu apa yang Ia rasakan dan Ia inginkan.” -Desi Lestari, Orang Tua Dafa-Tak pernah saya sangka sebelumnya, ternyata Tuhan menitipkan saya anak spesial ini. Muhammad Dafa Perdana (5 thn), buah hati yang sejak kecil membuat saya dan keluarga heran dengan kondisinya. Ia tampak berbeda, tidak ada perkembangan sama sekali seperti anak pada umumnya.Di usianya yang sudah 3 bulan, Dafa tidak bisa tengkurap dan lehernya belum bisa tegak. Saat dibawa ke dokter, hasilnya menunjukkan anak saya mengalami kelumpuhan otak dan kondisi kepalanya berukuran lebih kecil dari anak normal.Pantas saja tumbuh kembangnya terganggu, ternyata otaknya juga tidak berkembang.Hingga saat ini Ia tidak bisa berjalan, duduk, maupun bicara seperti anak seusianya. Ia hidup hanya untuk berbaring, tanpa bisa melakukan aktivitas apapun. Tanpa ada orang lain di sekelilingnya, Dafa tidak bisa hidup karena semua aktivitasnya membutuhkan bantuan. Makan dan minum harus disuapi, buang air kecil maupun besar dilakukan di atas kasur menggunakan pampers. Ia juga sangat kurus, mungkin tidak selera karena hanya bisa mengkonsumsi makanan yang lunak saja. Bahkan berat badannya hanya 7 Kg, Ia harus minum susu khusus untuk menambah berat badannya. Terkadang Ia juga sering mengalami kejang.Tapi saya sebagai orang tua selalu memperjuangkan kesembuhan anak. Saya selalu rutin membawa anak fisioterapi dengan harapan agar Dafa suatu saat bisa berkembang dan beraktivitas secara mandiri. Namun saya terkendala biaya untuk anak saya terapi wicara, dia juga butuh alat bantu dengar, membeli susu khusus, pampers, serta vitamin.Suami saya hanya bekerja sebagai satpam, tapi kalau lagi libur biasanya menjalani pekerjaan tambahan sebagai pengemudi ojek. Namun, motor juga sudah dijual karena untuk pengobatan anak yang berkebutuhan khusus. Jadi, kadang pinjam motor tetangga yang menganggur untuk berupaya mencari tambahan biaya.#TemanBaik, mari bantu Dafa untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 12.529.000
2 hari lagi Dari Rp 16.786.000
Donasi

Pilihan Campaign