Panggilan Mendesak

camp
Anak

Bertaruh Harapan ke Jakarta, Demi Jantung Kecil Naziya yang Terus Berjuang

“Tanpa kepastian biaya hidup, aku membawa anakku berobat ke Jakarta dengan bermodal keberanian dan harapan. Namun, ujian kembali menghempasku. Siapa sangka, ditengah perjuangan itu, tiba-tiba aku mengalami sakit pada organ hati!”“Namun, dibalik semua kesulitan pasti ada kemudahan. Syukurlah Tuhan masih memberi kekuatan dan kesembuhan agar saya bisa kembali berjuang untuk anakku. Hanya satu hal yang membuatku tetap bertahan, keinginan untuk melihat anakku tumbuh sehat, bermain, dan menikmati masa kecilnya seperti anak-anak lainnya.” -Verawati, Orang tua Naziya-Duniaku terasa berhenti sejenak di hari kelahiran anakku, Naziya Chaerunnisa Kanza (1 thn). Tiba-tiba saja dokter datang dengan wajah serius dan mengatakan anakku mengalami kelainan jantung bawaan. Perasaan bersalah langsung menyergapku, apalagi karena ku melahirkannya secara prematur di usia kandungan 8 bulan.Tidak ada yang lebih menyakitkan, selain melihat anakku harus berjuang untuk tetap hidup. Sekedar bernapas saja, Ia terengah-engah. Tubuhnya tampak lemah dan mungil karena susah naik berat badan. Belum lagi, wajahnya akan berubah warna kebiruan setiap sakitnya kambuh.Anakku harus menjalani pengobatan dari Medan ke Jakarta.Perjalanan ini bukan hanya soal jarak, tetapi juga tentang tenaga, waktu dan biaya yang terus aku usahakan meski dengan segala keterbatasan. Aku akhirnya berhutang dan menjual barang yang bisa dijual agar anakku bisa terus berobat. Hingga saat ini, anakku sudah menjalani 2 kali kateterisasi jantung, CT scan, rontgen hingga echo jantung. Saat ini, anakku masih menanti tindakan lanjutan dari dokter. Aku yakin, setiap pengobatan yang melelahkan ini, akan membawa anakku menuju kesembuhan yang aku impikan. Namun, pengobatannya masih panjang dan aku harus terus mengeluarkan biaya yang besar. Suamiku hanya bekerja sebagai pengemudi taksi online, penghasilannya tak menentu. Ia juga tidak bisa bekerja selama mendampingi anak kami berobat ke Jakarta.Anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Naziya tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Naziya!  
Dana terkumpul Rp 2.858.002
7 hari lagi Dari Rp 50.000.000
Donasi
camp
Kesehatan

Ma, Aku Ingin Bisa Berjalan dan Sekolah Lagi

Kondisi kaki Kiki ( 12 tahun ) sejak lahir memang sudah berbeda, tidak seperti anak normal lainnya. Bisa dibilang itu awal mula ia mengidap Osteogenesis imperfecta. Penyakit genetik langka yang ditandai dengan tulang rapuh dan lemah, sehingga menyebabkan mudah patah.Sempat dilakukan penambahan urat di kedua kakinya di RSUD Arifin Achmad supaya kondisi kaki bisa lurus. Walaupun sempat bisa berjalan sampai usianya 2 tahun, namun kondisinya kembali memburuk setelah ia terjatuh  dan kakinya mengalami patah tulang. Sudah dilakukan belasan operasi di RS Eka Hospital dan RSCM Jakarta, namun belum ada perubahan maksimal untuk Kiki. Ia harus terus menjalani pengobatan untuk menghindari kerapuhan tulang yang nantinya dapat membuatnya tak bisa berjalan.Akibat osteogenesis imperfecta yang dideritanya, Kiki kini tak bisa sekolah, hanya bisa berobat dan minum obat serta susu tulang dengan rutin.Orang tua berharap ada keajaiban untuk Kiki bisa sembuh. Karena dokter mengatakan alat yang dibutuhkan untuk kaki Kiki hanya bisa dipesan dari luar negeri dengan biaya yang sangat mahal.  Sedangkan ibunya hanya bekerja sebagai tukang urut dengan penghasilan pas-pasan. Perjalanan Kiki masih panjang. Ia ingin bisa berjalan dan meraih cita-citanya menjadi penghafal Al-Qur'an.Yang bisa kita bantu saat ini ialah memenuhi kebutuhan obat yang tidak ditanggung BPJS serta kebutuhan lainnya selama masa pengobatan Kiki. TemanBaik, jangan biarkan tulangnya rapuh, bangkitkan semangatnya dengan bantuanmu.Bantuan TemanBaik dapat disalurkan dengan cara klik Donasi Sekarang
Dana terkumpul Rp 20.532.589
1 hari lagi Dari Rp 70.355.000
Donasi
camp
Pendidikan

Perjuangan Anak Tukang Ojek Menyelesaikan Pendidikan Demi Mimpi Jadi Content Creator

Di dalam hatinya, Aisa menyimpan mimpi besar, yaitu menjadi seorang content creator profesional yang mampu berkarya dan memberikan dampak positif bagi banyak orang. Ia terus belajar, mengikuti perkembangan dunia digital, dan mengasah kemampuan kreatifnya, meski sering kali harus berjalan tanpa kepastian finansial yang cukup.Saat ini, Aisya Cahya Nurlita (20 thn) sedang menjalani hari-harinya sebagai mahasiswa Akutansi di Universitas Dian Nusantara. Di tengah perjuangannya mengejar mimpi untuk menyelesaikan kuliah, Ia juga dibayang-bayangi beratnya biaya sekolah.Kondisi keuangan keluarganya tidak mudah. Di sela waktu luangnya, Aisya berupaya mencari pekerjaan agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan biaya kuliahnya. Ayahnya merupakan pengemudi ojek yang penghasilannya tidak tetap, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sulit.Namun di tengah keterbatasan itu, kedua orang tuanya tidak pernah berhenti memberikan dukungan. Mereka selalu berkata dengan penuh harap, “Mama dan Bapak ingin melihat kamu menjadi sarjana dan sukses di masa depan.”Ada satu hal yang selalu melekat kuat di pikiran Aisya, yang tak pernah benar-benar bisa Ia lupakan. Ibunya pernah mengambil pekerjaan sebagai buruh cuci baju meski sedang sakit, semua hanya demi mendapatkan nafkah tambahan agar Aisya bisa terus bersekolah dan melanjutkan pendidikannya.Kini, di tengah keterbatasan dan keraguan yang kadang datang dari lingkungan, Aisa memilih untuk tetap bertahan. Ia tidak ingin menyerah, karena di setiap langkahnya ada harapan orang tua yang terus ia jaga.Aisya hanya ingin lulus kuliah, menjadi pribadi yang mandiri, sukses, dan kelak mampu mengangkat derajat keluarga. Ia juga berharap dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anaknya nanti, tanpa kekurangan, tanpa hinaan, dan tanpa rasa takut akan masa depan.Namun, saat ini Ia terkendala biaya kuliah semester dan perlengkapan untuk belajar. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Aisya tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Aisya! 
Dana terkumpul Rp 175.000
14 hari lagi Dari Rp 5.925.000
Donasi

Pilihan Campaign