Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Kemanusiaan
Dukung Flying Doctor untuk Menjangkau Kesehatan Masyarakat di Pedalaman
Sebagian wilayah pedalaman Indonesia masih mengalami tantangan besar terhadap akses layanan kesehatan. Banyak masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil sulit untuk mendapatkan akses ke fasilitas kesehatan yang memadai. Flying Doctor atau Dokter Terbang merupakan suatu inisiatif yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat kepada masyarakat di daerah terpencil yang susah terjangkau. Beberapa tempat yang menjadi daerah prioritas program Dokter Terbang yaitu: 1. Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Oktober 2024 2. Luwu Utara, Sulawesi Selatan, November 2024 3. Rote Ndao, NTT, November 2024 4. Kepulauan Aru, Maluku, Desember 2024Dari keempat wilayah tersebut dengan berbagai isu kesehatan di wilayah pedalaman Indoensia, doctorSHARE berdedikasi untuk memberikan akses kesehatan yang efisien danlengkap kepada masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan terisolasi di Indonesia melalui program Flying Doctor.Tim Dokter Terbang kami terlibat langsung dalam memberikan bantuan medis darurat, melakukan kampanye kesehatan, dan menyediakan pelayanan kesehatan bagi 500 pasien untuk satu lokasi yang sulit dijangkau oleh sistem kesehatan konvensional.Dukungan dan perhatian sahabat dapat membantu program kami untuk menyediakan: 1. Peralatan Medis : Peralatan medis modern dan dapat diandalkan untuk memberikan diagnosis dan perawatan yang tepat kepada pasien. Serta memastikan bahwa kami memiliki persediaan obat-obatan yang cukup. 2. Pendidikan dan Pelatihan : Pelayanan medis 500 pasien, 10 opersi mayor, 20 operasi minor, 50 pemeriksaan USG dan antenatal. Serta pelatihan dokter kecil di setiap lokasi. 3. Operasional Lapangan : Biaya operasional termasuk transportasi udara, logistik medis, dan administrasi lapangan. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memastikan kelancaran operasi di lapangan, sehingga kami dapat merespons dengan cepat dan efisien dalam setiap situasi darurat#TemanBaik bisa ikut kontribusi membangun RSA dr Lie Dharmawan II, dengan cara Donasi Sekarang di bawah ini
Dana terkumpul
Rp 10.394.003
6 hari lagi
Dari Rp 1.522.950.000
Donasi
Anak
Pirlo Butuh Cuci Darah untuk Bertahan Hidup
Di balik senyum kecilnya anak umur 5 tahun ini, ternyata didiagnosa dokter menderita gagal ginjal kronis stadium 5. Kedua ginjalnya tak mampu lagi berfungsi secara maksimal. Akibat penyakit yang dideritanya, dalam seminggu Pirlo harus 2x ke rumah sakit untuk menjalani cuci darah. Selang infus dan tajamnya jarum suntik renggut masa kecilnya.Sejak tahun 2021, Pirlo harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya hanya bisa bertahan hidup dari cuci darah.Semua bermula ketika ia mengalami muntah darah dan infeksi saluran kencingnya selama 3 bulan lamanya. Setelah dibawa ke rumah sakit untuk melakukan serangkaian pemeriksaan, rupanya Pirlo menderita gangguan ginjal hingga cairan sudah menyebar ke organ pencernaan lainnya.Kata dokter, tak ada jalan lain selain cuci darah secara rutin di rumah sakit agar kesehatannya tidak terus memburuk.Di tengah perjuangannya bisa sembuh dari penyakit kronis ini, Pirlo ditemani Bu Ida sang ibunda tercinta dengan harapan bisa berjuang bersama. Mendoakan dan meyakinkan Pirlo bisa sembuh dari penyakit yang dideritanya. Namun, itu saja tak cukup, biaya pengobatan dan kontrol rutin di rumah sakit membutuhkan biaya yang tak sedikit karena jarak rumah Pirlo ke rumah sakit sekitar 5 jam dan memerlukan biaya ongkos transportasi sekitar 500 RB.Sementara, ayah Pirlo yang hanya bekerja sebagai petugas keamanan dengan upah 1.700.000 perbulan tak sanggup untuk memenuhi biaya pengobatan itu pun sudah di potong dengan pinjaman2 untuk berobat Pirlo jadi perbulan cuma menerima 500 rb. Belum lagi, dia juga harus memenuhi kebutuhan harian 3 anak lainnya. Lalu, bagaimana Pirlo mendapatkan biaya pengobatan? Padahal, Pirlo sangat membutuhkan dan hanya bisa bertahan dari cuci darah.Jika pengobatan dan cuci darah Pirlo sampai terlewat nyawanya bisa terancam.#TemanBaik, Bu Ida saat ini membutuhkan bantuanmu untuk obati ginjal anaknya yang sakit. Mari kita sama-sama ulurkan tangan untuk biaya pengobatan Pirlo dengan cara:1. Klik “Donasi Sekarang”2. Isi nominal donasi3. Pilih metode pembayaran Lebih praktis dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antarbank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).
Dana terkumpul
Rp 26.315.548
2 hari lagi
Dari Rp 50.000.000
Donasi
Anak
Selain Sakit Jantung, Arjuna Juga Mengalami Lumpuh Akibat Ada Nanah di Otaknya!
“‘Tidak apa-apa Nak, jika kamu sudah terlalu lelah berjuang dan tak ingin lagi berada di pangkuan Ibu. Ibu ikhlas,’ bisikku lirih di telinganya. Dua puluh hari ia terbaring koma, dan aku tak lagi sanggup menahan perih karena anakku menderita.”“Ada gumpalan nanah di dalam jaringan otak anakku! Tiga bulan penuh ia harus dirawat inap di rumah sakit. Seluruh tabunganku habis untuk pengobatannya, hingga aku dan anakku harus terusir dari kontrakan. Di saat nyawa anakku dipertaruhkan, hidupku seakan di ujung jurang.” -Vani Susanti, Orang tua Arjuna-Selain otaknya terinfeksi virus, anakku Arjuna Sutarno Putra (7 thn) juga mengalami kelainan jantung bawaan. Penghasilan suamiku yang hanya berasal dari berdagang pisang sering kali tak cukup untuk menutup biaya pengobatan Arjuna. Setiap hari kami berjuang dengan keterbatasan.Saat ini, kondisi anakku berbeda dari anak-anak seusianya. Ia belum mampu berjalan karena ada stroke di bagian kanan tubuhnya, dan berat badannya sulit naik. Sesak napas kerap datang tanpa aba-aba, membuatku harus memberikan uap hingga tiga kali sehari agar anakku bisa bernapas sedikit lebih lega.Mimpi buruk anakku bermula ketika Ia berusia 1 tahun. Aku melihat kukunya membiru. Awalnya aku mengira Ia hanya kedinginan. Namun aku curiga, kian hari kukunya semakin menggelap. Saat aku bawa ke dokter, barulah ketahuan Ia punya penyakit jantung.Selama 6 tahun sakit, anakku belum pernah menjalani operasi. Ia lebih sering keluar-masuk rumah sakit akibat abses di otaknya. Untuk penyakit jantungnya, ia hanya bergantung pada antibiotik. Jika sakitnya kambuh, Ia akan memegang kepalanya untuk menunjukkan Ia kesakitan. Meski hidupnya dipenuhi penderitaan, tapi anakku semangat untuk sembuh. Ia anak yang aktif dan pantang menyerah. Dengan napas terengah-engah, Ia tetap berusaha belajar berjalan meski tubuhnya tak mampu mengimbangi keinginannya. Ia belum bisa bicara, jadi aku tak tahu apa yang Ia rasakan selama ini. Anakku akan menjalani operasi kateterisasi jantung karena karena kondisi abses otaknya mulai membaik. Namun, biaya pengobatannya sangat berat. Aku sudah menggadaikan motor demi menyewa ambulans agar anakku bisa dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar. Rumah pun telah tergadai, barang berharga dijual, dan utang kepada teman-teman menjadi jalan terakhir agar Arjuna tetap bisa berobat selama ini. Saat ini anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, nebulizer dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Arjuna tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Arjuna!
Dana terkumpul
Rp 11.324.998
6 hari lagi
Dari Rp 11.380.000
Donasi