Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Kesehatan
Ma, Aku Ingin Bisa Berjalan dan Sekolah Lagi
Kondisi kaki Kiki ( 12 tahun ) sejak lahir memang sudah berbeda, tidak seperti anak normal lainnya. Bisa dibilang itu awal mula ia mengidap Osteogenesis imperfecta. Penyakit genetik langka yang ditandai dengan tulang rapuh dan lemah, sehingga menyebabkan mudah patah.Sempat dilakukan penambahan urat di kedua kakinya di RSUD Arifin Achmad supaya kondisi kaki bisa lurus. Walaupun sempat bisa berjalan sampai usianya 2 tahun, namun kondisinya kembali memburuk setelah ia terjatuh dan kakinya mengalami patah tulang. Sudah dilakukan belasan operasi di RS Eka Hospital dan RSCM Jakarta, namun belum ada perubahan maksimal untuk Kiki. Ia harus terus menjalani pengobatan untuk menghindari kerapuhan tulang yang nantinya dapat membuatnya tak bisa berjalan.Akibat osteogenesis imperfecta yang dideritanya, Kiki kini tak bisa sekolah, hanya bisa berobat dan minum obat serta susu tulang dengan rutin.Orang tua berharap ada keajaiban untuk Kiki bisa sembuh. Karena dokter mengatakan alat yang dibutuhkan untuk kaki Kiki hanya bisa dipesan dari luar negeri dengan biaya yang sangat mahal. Sedangkan ibunya hanya bekerja sebagai tukang urut dengan penghasilan pas-pasan. Perjalanan Kiki masih panjang. Ia ingin bisa berjalan dan meraih cita-citanya menjadi penghafal Al-Qur'an.Yang bisa kita bantu saat ini ialah memenuhi kebutuhan obat yang tidak ditanggung BPJS serta kebutuhan lainnya selama masa pengobatan Kiki. TemanBaik, jangan biarkan tulangnya rapuh, bangkitkan semangatnya dengan bantuanmu.Bantuan TemanBaik dapat disalurkan dengan cara klik Donasi Sekarang
Dana terkumpul
Rp 13.061.587
10 hari lagi
Dari Rp 70.355.000
Donasi
Kemanusiaan
Dukung Flying Doctor untuk Menjangkau Kesehatan Masyarakat di Pedalaman
Sebagian wilayah pedalaman Indonesia masih mengalami tantangan besar terhadap akses layanan kesehatan. Banyak masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil sulit untuk mendapatkan akses ke fasilitas kesehatan yang memadai. Flying Doctor atau Dokter Terbang merupakan suatu inisiatif yang dibentuk untuk memberikan pelayanan kesehatan yang cepat dan tepat kepada masyarakat di daerah terpencil yang susah terjangkau. Beberapa tempat yang menjadi daerah prioritas program Dokter Terbang yaitu: 1. Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Oktober 2024 2. Luwu Utara, Sulawesi Selatan, November 2024 3. Rote Ndao, NTT, November 2024 4. Kepulauan Aru, Maluku, Desember 2024Dari keempat wilayah tersebut dengan berbagai isu kesehatan di wilayah pedalaman Indoensia, doctorSHARE berdedikasi untuk memberikan akses kesehatan yang efisien danlengkap kepada masyarakat yang tinggal di daerah terpencil dan terisolasi di Indonesia melalui program Flying Doctor.Tim Dokter Terbang kami terlibat langsung dalam memberikan bantuan medis darurat, melakukan kampanye kesehatan, dan menyediakan pelayanan kesehatan bagi 500 pasien untuk satu lokasi yang sulit dijangkau oleh sistem kesehatan konvensional.Dukungan dan perhatian sahabat dapat membantu program kami untuk menyediakan: 1. Peralatan Medis : Peralatan medis modern dan dapat diandalkan untuk memberikan diagnosis dan perawatan yang tepat kepada pasien. Serta memastikan bahwa kami memiliki persediaan obat-obatan yang cukup. 2. Pendidikan dan Pelatihan : Pelayanan medis 500 pasien, 10 opersi mayor, 20 operasi minor, 50 pemeriksaan USG dan antenatal. Serta pelatihan dokter kecil di setiap lokasi. 3. Operasional Lapangan : Biaya operasional termasuk transportasi udara, logistik medis, dan administrasi lapangan. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk memastikan kelancaran operasi di lapangan, sehingga kami dapat merespons dengan cepat dan efisien dalam setiap situasi darurat#TemanBaik bisa ikut kontribusi membangun RSA dr Lie Dharmawan II, dengan cara Donasi Sekarang di bawah ini
Dana terkumpul
Rp 10.560.003
1 hari lagi
Dari Rp 1.522.950.000
Donasi
Kemanusiaan
Mari Bangkitkan Harapan Pendidikan untuk Anak-anak Korban Banjir Sumatra
Banjir itu datang begitu cepat. Dalam satu malam, air merendam rumah-rumah di Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat. Namun yang ikut tenggelam bukan hanya dinding dan perabot, melainkan rutinitas belajar dan mimpi anak-anak.Buku pelajaran hanyut bersama arus. Seragam sekolah basah, robek, dan tak lagi bisa dipakai. Tas dan sepatu hilang entah ke mana. Ruang kelas berubah menjadi genangan lumpur. Sejak hari itu, sekolah bukan lagi tempat yang bisa mereka datangi.Di posko pengungsian, anak-anak duduk berjejal bersama keluarga mereka. Tidak ada meja belajar, tidak ada buku, tidak ada papan tulis. Hal yang ada hanya rasa lelah, dingin, dan trauma. Beberapa anak masih terbangun di malam hari karena takut mendengar suara hujan. Namun di balik ketakutan itu, ada satu hal yang tetap mereka simpan erat keinginan untuk tetap sekolah. Oleh karena itu, BenihBaik.com dan Eurocham Indonesia ingin mengajak member Eurocham untuk berdonasi demi pendidikan anak-anak korban banjir Sumatra. Bagi anak-anak korban banjir, pendidikan bukan sekadar kegiatan belajar, tapi harapan untuk bangkit. Tanpa dukungan, mereka berisiko tertinggal pelajaran, kehilangan semangat belajar, bahkan terpaksa putus sekolah karena orang tua harus memprioritaskan kebutuhan bertahan hidup.Padahal, satu bencana seharusnya tidak menghapus masa depan mereka. Saat ini, banyak anak korban banjir sangat membutuhkan dukungan pendidikan darurat. Mulai dari gedung tempat belajar, perlengkapan sekolah, kegiatan penyembuhan trauma anak akibat bencana, dan lainnya.#TemanBaik, kita bisa membantu menjaga mimpi mereka tetap hidup. Duit Rp100.000 yang kita sisihkan dapat menjadi langkah awal agar anak-anak korban banjir Sumatra kembali, kembali menulis cita-cita dan kembali percaya bahwa masa depan mereka masih ada dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 100.791.023
11 hari lagi
Dari Rp 500.000.000
Donasi