Panggilan Mendesak

camp
Kemanusiaan

Investasi Hidup, Nutrisi untuk Harapan Anak Pejuang Kanker

Setiap anak seharusnya bisa tumbuh sehat, berlarian bebas, dan mengejar mimpi tanpa batas. Namun, bagi anak-anak pejuang kanker di Yayasan Pita Kuning, hari-hari mereka diisi dengan perjuangan panjang melawan rasa sakit, obat-obatan, dan perawatan intensif yang tak mudah.Di balik senyum kecil mereka, ada tubuh rapuh yang berjuang keras melawan sel kanker. Di balik mata yang berbinar, ada doa sederhana agar esok masih bisa bangun dengan kekuatan baru. Untuk bisa bertahan, mereka tak hanya membutuhkan perawatan medis, tetapi juga dukungan nutrisi dan vitamin yang sangat penting menjaga daya tahan tubuh mereka.Bayangkan, di usia mereka yang masih begitu belia, harus melewati kemoterapi dan terapi medis yang melelahkan. Tubuh kecil itu sangat membutuhkan asupan vitamin agar tidak mudah drop, agar tetap kuat, agar tetap bisa tersenyum di tengah rasa sakit.Melalui kolaborasi Panin Sekuritas dan Panin Asset Management bersama BenihBaik dan Pita Kuning, kami mengajak Anda untuk ikut mendampingi mereka. Setiap donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan nutrisi anak-anak pejuang kanker ini.Kebaikan Anda, sekecil apa pun, akan menjadi energi besar bagi mereka untuk terus bertahan, melawan, dan tumbuh dengan penuh harapan.Mari kita wujudkan doa sederhana mereka: tetap sehat, tetap kuat, dan tetap tersenyum. Klik “Donasi Sekarang” dan jadilah bagian dari perjuangan mereka hari ini.
Dana terkumpul Rp 22.135.004
9 hari lagi Dari Rp 100.000.000
Donasi
camp
Anak

3 Tahun Bertahan dari Jantung Bocor, Arkana Belum Juga Mendapat Jadwal Operasi

“Saat kambuh, napas anakku tersengal, bibir dan kukunya kembali membiru. Ia akan menangis pelan dan berkata, “sakit…” Hati orang tua mana yang tidak hancur melihatnya?” “Setiap kali itu terjadi, aku langsung menggendongnya sambil memasangkan oksigen agar sesaknya segera reda. Momen paling menyayat hati adalah saat Ia harus masuk ICU, rasanya seperti separuh nyawaku ikut terbaring bersamanya.” -Uun Unayah, Orang tua Arkana-Tangisan kencang anakku, Muhammad Arkana Mumtaz (3 thn), malam itu terasa berbeda. Bibir hingga kuku jari dan tangannya membiru. Kian hari, berat badannya tak kunjung naik. Aku mulai khawatir, dengan hati gemetar aku memberanikan diri membawanya periksa ke rumah sakit. Namun, kenyataan membuat ketakutanku memuncak. Dokter menyampaikan hal yang tak pernah ku bayangkan, anakku didiagnosa jantung bocor! Sejak itu, anakku sering mengalami sesak napas dan dan mudah lelah.Masa kecil yang seharusnya diisi dengan tawa dan langkah-langkah kecilnya yang mulai berlari hanya dalam angan. Jangankan berjalan, anakku bahkan belum bisa duduk secara mandiri. Ia lebih banyak berbaring, atau berada di dalam gendonganku.Namun, Arkana adalah anak yang aktif dan ceria. Di balik tubuhnya yang lemah, Ia tetap berusaha tersenyum. Hal itu membuat hatiku semakin perih sekaligus lebih kuat. sedih melihatnya tidak mampu melakukan apapun, tapi juga optimis bahwa Ia semangat untuk sembuh.Sudah lebih dari tiga tahun aku membawa anakku bolak-balik berobat ke rumah sakit di Jakarta. Dalam sebulan, bisa dua kali kami harus kontrol. Dari Kampungku di Serang, Banten, menempuh jarak kurang lebih 143 kilometer demi kesembuhan anakku.Namun hingga hari ini, Arkana belum juga mendapatkan jadwal operasi yang sangat Ia butuhkan. Sementara biaya pengobatannya terus berlanjut dan semakin membengkak. Suamiku hanyalah seorang buruh kebun dengan penghasilan terbatas. Pernah aku benar-benar di titik terendah, mencari pinjaman ke sana kemari sampai larut malam, namun tak ada yang bisa meminjamkan. Alhamdulillah, Allah pertemukan kami dengan orang baik yang padahal tak aku kenal, yang dengan tulus menolong sehingga kami bisa membawa Arkana kontrol ke Jakarta.Harapanku satu, melihat Arkana berlari kecil memanggilku tanpa harus terengah-engah. Saat ini anakku masih membutuhkan biaya untuk bolak-balik ke rumah sakit, biaya obat yang tidak dicover BPJS, #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Arkana tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Arkana!
Dana terkumpul Rp 6.677.000
14 hari lagi Dari Rp 6.612.000
Donasi
camp
Anak

Riska Ingin Bisa Melangkah, Meski Hidrosefalus dan Epilepsi Menghentikannya

“Meski penyakit membuat kepala anakku terus membesar hingga ia sulit menjaga keseimbangan dan sering oleh, tapi Ia tetap semangat untuk belajar berjalan. Ia tak pernah menyerah dengan kaki yang terus terjatuh setiap Ia mencoba melangkah. Ia tetap bertekad pada keinginannya untuk sembuh dan bisa bersekolah.”“Demi biaya pengobatan anak, aku rela mengetuk pintu demi  pintu rumah warga, memohon pekerjaan sebagai kuli cuci dan gosok pakaian. Upah suamiku sebagai buruh bangunan seringkali jauh dari kata cukup, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, demi anak, aku harus terus bertahan.” -Rima Wahyuni, Orang tua Riska-Separuh tubuh anakku, Riska Shaqueena Al-Bari (5 thn), kaku, tidak dapat bergerak luwes seperti anak-anak pada umumnya. Hatiku selalu dipenuhi ketakutan, ketika tubuhnya mulai kejang, muntah, hingga akhirnya hilang kesadaran. Pikiranku kacau, apakah Ia akan membuka mata kembali atau tidak?Selain itu, beban biaya menambah berat cobaan yang harus aku pikul. Bahkan, aku pernah benar-benar kehabisan uang untuk pulang seusai membawa anak operasi. Di tengah lelah saat itu, kuasa Allah datang lebih hebat dari apapun. Tiba-tiba seorang sopir taksi dengan tulus menawarkan mengantarkan aku dan anakku pulang secara gratis. Tangisku pecah, aku tak menyangka masih ada kebaikan yang menjaga anakku.Penyakit ini sudah lama berada di tubuh anakku, tepatnya sejak usianya 3 tahun. Ia tiba-tiba kejang, aku begitu panik dan langsung menggendongnya ke klinik. Namun, saat itu anakku dirujuk ke rumah sakit dan langsung ditangani di ruang IGD.Di tengah keresahan, ternyata hari itu menjadi salah satu hari paling berat dalam hidupku. Dokter mengatakan anakku didiagnosa hidrosefalus (penumpukan cairan di otak) dan epilepsi (gangguan sistem saraf di otak). Sejak itu, hidup anakku lebih banyak diisi oleh rasa sakit.Anakku harus menjalani dua kali operasi besar pemasangan selang di kepalanya, untuk mengurangi kelebihan cairan di kepalanya. Namun, kondisi anakku tak banyak perubahan yang signifikan sesuai harapan. Ia lebih banyak menghabiskan waktunya dengan sedikit aktivitas.Namun, aku tetap berupaya membawa anakku setiap minggu dan kontrol obat setiap bulan, dengan jarak tempuh sekitar satu jam perjalanan. Aku sampai harus tinggal di rumah orang tua agar lebih dekat ke rumah sakit dan bisa mendampingi anakku sepenuhnya.Aku percaya, kesembuhan itu ada, entah melalui tangan medis atau melalui kuasa Allah. Tak pernah putus asa aku menanti anakku suatu hari sembuh dan bisa hidup normal seperti anak-anak lainnya. Namun, kendala biaya ini seperti menghalangi harapanku.Saat ini, anakku membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, alat medis, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Riska  tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Riska!
Dana terkumpul Rp 5.786.000
3 hari lagi Dari Rp 5.316.000
Donasi

Pilihan Campaign