Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Nyawanya Terancam! Dareen Harus Segera Operasi Jantung ke Jakarta
“Belum sembuh rasa traumaku karena kehilangan nyawa anakku, tapi kini aku harus menghadapi ketakutan yang sama. Bayi yang baru saja aku lahirkan mengalami mengalami penyakit yang sama seperti kakaknya yang telah lebih dulu berpulang akibat kelainan jantung bawaan.”“Teringat lagi aku perjuangan dulu, saat aku harus tidur 14 hari di ruang tunggu rumah sakit karena tak punya cukup uang untuk sewa tempat tinggal. Kini kondisinya sama, aku harus tergesa meminjam uang sana-sini untuk membeli tabung oksigen untuk anakku yang sesak napas. Hatiku terus berdoa, semoga Tuhan kali ini memberi akhir yang berbeda.” -Vera Anggraini, Ibunda Dareen-Sejak lahir, sesak napas sudah menyerang anakku, Muhammad Dareen Arrayyan Taysir (21 hari). Awalnya dokter bilang ada masalah pada paru-paru anakku, sehingga anakku harus menginap di dalam inkubator rumah sakit. Aku bahkan belum sempat menyentuh wajah mungilnya, tapi anak yang baru kudengar tangisnya ini hanya bisa ku pandang dari luar kotak kaca dengan selang di hidungnya untuk bisa bernapas. Aku hanya bisa berdiri menatapnya dan terus berdoa agar Tuhan memberi keajaiban untuknya.Namun, harapanku berubah menjadi pahit ketika dokter mendapati jantung anakku terdengar bising. Ia juga harus menjalani transfusi darah karena protein dalam sel darah merahnya menurun. Bahkan, anakku harus pindah ke rumah sakit yang lebih besar untuk pemeriksaan lanjutan. Hingga akhirnya diagnosa kelainan jantung itu datang pada anakku, rasanya bagai disambar petir! Tubuhku gemetar, air mataku tak terbendung. Ingatan tentang anakku yang telah tiada dulu kembali berputar di kepala, membuat dadaku sesak. Tapi kali ini, aku tak boleh menyerah demi Dareen.Dokter bilang Dareen harus segera dioperasi di Jakarta. Tapi bagaimana caranya? Aku bahkan tak punya cukup uang untuk biaya keberangkatan dari Pekanbaru, apalagi biaya selama di sana. Semua tabungan selama ini sudah habis untuk pengobatan anakku sebelumnya yang telah berpulang.Kini, aku bahkan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan anakku yang bergantung dengan 3 tabung oksigen sehari dan selang NGT sebagai jalur makannya. Suamiku bekerja sebagai buruh bongkar barang, penghasilannya terbatas dan juga digunakan untuk menghidupi 6 anggota keluarga.Itupun suamiku tak bisa bekerja karena juga harus ikut mendampingi anak kami yang kami pengobatan. Sementara anakku membutuhkan biaya untuk berangkat ke Jakarta, membeli obat dan alat medis yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya selama di perantauan.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Dareen tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Dareen!
Dana terkumpul
Rp 31.775.020
15 hari lagi
Dari Rp 34.957.000
Donasi
Anak
Napasnya Sesak dan Dadanya Sakit, Daviena Harus Operasi Jantung ke Jakarta
“Anakku selalu menangis sambil memegang dadanya setiap mengalami sesak napas! Aku panik, takut kehilangan, namun hanya bisa menggendongnya erat sambil berlari ke rumah sakit, tanpa mampu meredakan sedikitpun rasa sakit yang Ia tanggung.”“Kini, operasi adalah satu-satunya jalan untuk menyelamatkan nyawa anakku. Tapi bagaimana bisa kami mewujudkannya? Suamiku hanyalah buruh serabutan di pasar burung. Meski sudah kerja mati-matian, tapi penghasilannya bahkan belum cukup untuk memenuhi kebutuhan harian.” -Ummu Hanifa, orang tua Daviena-Kehadiran anakku, Daviena Nur Latiefah (2 thn), seharusnya menjadi anugerah paling indah dalam hidup kami. Tapi kebahagiaan itu datang bersama kecemasan. Belum sempat aku menatap wajah dan memeluknya, Ia harus dirawat di ruang intensif rumah sakit karena lahir prematur.Setiap hari, aku dan suami ketar-ketir, berharap bisa membawa Daviena pulang dalam keadaan sehat. Namun, harapan itu sirna ketika dokter menyampaikan kenyataan pahit. Daviena di diagnosa jantung bocor, sebelah kanak (7mm) dan kiri (5mm).Hatiku luar biasa terguncang, apalagi anakku juga didiagnosa mengalami penyempitan saluran paru-paru. Tapi kami hanyalah keluarga sederhana di Surakarta. Biaya untuk perjalanan dan perawatannya kota besar terasa mustahil kami penuhi.Akhirnya, anakku hanya bergantung obat-obatan saja, sambil aku mengumpulkan uang untuk membawanya ke Jakarta. Sejak itu, Ia jadi mudah drop, kejang hebat, bahkan sesak napasnya sering membuatnya sampai tak sadarkan diri. Ia masih mengandalkan selang NGT untuk makan dan minumnya. Aku sendiri selalu berusaha kuat, meski rasanya tertekan sekali melihat kondisi anak dan memikirkan biaya berobatnya. Pernah Daviena dan kakaknya sama-sama sakit, aku sampai kalang kabut pinjam uang untuk mereka berobat.Namun, seberat apapun jalan yang Tuhan beri, akan selalu ada harapan bagi yang mau berjuang. Aku juga pernah tiba-tiba diberikan pekerjaan menjahit oleh tetangga disaat aku kehabisan uang untuk berobat Daviena. Upahnya cukup untuk biaya berobat Daviena hari itu.Aku tak akan berhenti berjuang sampai anakku sembuh. Aku merasa selalu dikuatkan oleh tatapan mata anakku yang penuh cinta dan keceriaan, aku tahu Ia juga sedang berjuang, berusaha sekuat tenaga untuk sembuh.Kini, di tengah keterbatasan yang kami hadapi, Daviena sangat membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, pergantian selang NGT secara rutin, susu, serta kebutuhan harian lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Daviena tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Daviena!
Dana terkumpul
Rp 2.558.007
6 hari lagi
Dari Rp 18.930.000
Donasi
Kesehatan
Terlunta di Jakarta Demi Kesembuhan, Habib Faizal Lawan Diabetes Hingga Sakit Jantung
“Akibat terlalu sering mengkonsumsi minuman manis, aku diduga mengalami kanker di leher jantung. Awalnya aku didiagnosis diabetes, tapi ternyata penyakit itu terus menjalar hingga aku mengalami 3 kali serangan jantung!”“Sudah 9 bulan aku terlunta-lunta demi berjuang berobat di kota Jakarta.ari masjid ke masjid aku mencari tempat berteduh untuk sekadar beristirahat setelah menjalani pengobatan di rumah sakit. Biaya untuk kebutuhan sehari-hari dan pengobatan pun kian menipis, namun tekadku untuk sembuh tak pernah pupus.”Perkenalkan #TemanBaik, aku Habib Faizal Al Aydrus (56 thn), seorang ustadz yang mengajar mengaji di Lubuk Linggau, Bengkulu. Sejak usiaku 47 tahun, aku sudah harus menerima kenyataan yang berat. Aku mengalami diabetes kronis dengan kadar gula pernah mencapai angka 400. Aku juga didiagnosis mengalami gangguan paru-paru akibat sering menghirup asap rokok. Padahal, seumur hidup aku tidak pernah merokok. Namun karena lingkungan tempat tinggalku yang tidak sehat, akulah yang harus menanggung semua penderitaan ini.Hari demi hari, tubuhku menjadi mudah lelah dan sangat lemah. Aku sering tiba-tiba pingsan akibat tekanan darah dan kolesterolku naik tanpa peringatan. Dadaku sering sesak, nyerinya sampai menembus punggungku. Jantungku sering berdebar hebat, kepalaku pusing, malam yang panjang selalu ku lalui tanpa tidur nyenyak. Siapa sangka, dokter menyampaikan kabar yang membuat tubuhku gemetar. Aku mengalami Brugada Tipe 1, kondisi jantung yang sangat berbahaya. Dokter merujuk agar aku melanjutkan pengobatan di Jakarta. Kebun dan motor sudah ku jual, sama sekali tidak ada wali yang membantu. Di tengah kesulitanku itu, bantuan dari Allah datang. Murid-murid dan jamaah haji yang dengan tulus menggalang dana agar gurunya bisa sembuh. Aku sangat ingin sembuh, karena aku masih memiliki anak yang berusia 13 tahun yang masih membutuhkan orang tuanya. Aku ingin tetap hidup untuk melihat anakku tumbuh dewasa. Aku masih ingin beribadah, berdakwah, dan mengajar anak-anak majelis.Aku harus menjalani operasi pemasangan ICD, alat bantu untuk mengatur irama detak jantung. Namun, aku sudah kehabisan tabungan selama pengobatan di Jakarta selama ini. Sementara aku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Habib Faizal tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Habib Faizal !
Dana terkumpul
Rp 1.850.001
2 hari lagi
Dari Rp 16.842.880
Donasi