Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
7 Tahun Menanti Kehadirannya, Anakku Malah Didiagnosa Atresia Bllier dan Jantung Bocor!
“Setelah 7 tahun menanti dengan doa dan harapan, akhirnya aku dikaruniai buah hati pertamaku. Ironisnya, kebahagiaan itu meredup ketika anakku didiagnosa penyakit langka yang mematikan, atresia billier. Tak berhenti sampai disitu, anakku juga didiagnosa penyakit jantung.”“Di balik tubuh kecilnya yang lemah, ia sudah melewati masa kritis yang begitu berat, bahkan saat operasi yang dijalani dinyatakan gagal. Kini, anakku harus cangkok hati! Aku sebagai orang tua akan tetap berjuang, demi anakku bisa tumbuh besar dalam keadaan sehat.” -Siti Aisyah, Orang tua Nada-Setiap malam anakku, Nada Putri Masruri (2 thn), hampir tak pernah benar-benar tidur. Ia sering menangis karena rasa tidak nyaman di tubuhnya. Aku hanya bisa memeluknya, mencoba menenangkan, meski hatiku juga hancur melihatnya menderita. Tubuh anakku sangat kurus dan ringkih, karena nutrisinya tidak terserap dengan baik. Ia tidak bisa berjalan dan sering menangis, tapi bukan karena ingin bermanja dengan orang tuanya, tapi karena Ia selalu merasa ada yang salah pada tubuhnya.Penyakit ini bermula saat tubuhnya tampak menguning dan kotoran BAB-nya berwarna pucat. Dokter kemudian menjelaskan bahwa saluran empedu di tubuh anakku tidak terbentuk dengan sempurna atau mengalami sumbatan, sehingga perlahan merusak organ hatinya. Aku mencoba berharap anakku menjalani terapi obat yang disarankan dokter, tapi harapan itu perlahan menyusut ketika tubuh anakku tak merespon. Perutnya terus membuncit karena organ hatinya membengkak. Gatal tak tertahankan di seluruh tubuhnya membuatnya tidak sengaja melukai wajahnya sendiri karena garukan. Di tengah kecemasan itu, aku semakin terpukul karena Ia juga didiagnosa sakit jantung. Akibatnya, Ia jadi sering sesak napas dan mudah lelah. Di tengah penyakit berat yang menyusul datang, anakku harus menjalani operasi kasai untuk empedunya yang tersumbat.Namun, operasi yang dijalani anakku dengan taruhan hidup dan mati itu gagal! Dokter mengatakan langkah terakhir dan satu-satunya hanyalah transplantasi hati. Hati kami hancur, tentu. Tapi jika aku lemah, bagaimana dengan anakku?Biayanya besar dan kondisi gizi anakku belum optimal, langkah itu luar biasa berat bagiku. Aku sudah menjual perhiasan, motor, bahkan menghabiskan tabungan untuk pengobatan anakku selama ini. Suamiku hanya pegawai di rumah sakit, sedangkan aku hanya guru TK. Penghasilan kami tak sebanding dengan biaya pengobatannya yang sangat besar. Sementara itu, anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Nada tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Nada!
Dana terkumpul
Rp 2.499.008
3 hari lagi
Dari Rp 20.706.000
Donasi
Anak
Ditinggal Ayah, Ibu Berjuang Sendiri Mendampingi Haura yang Alami Sederet Penyakit
Cobaan semakin berat ketika Ayah Haura memilih pergi meninggalkan keluarga saat usia haura baru 2 bulan, tanpa kabar dan tanpa tanggung jawab. Tinggallah Ibu dari Haura yang harus bertahan sendiri, merawat empat anaknya yang masih kecil sambil merawat Haura yang sakit.Setiap minggu, Ibunya harus bolak-balik puluhan kilometer untuk membawa Haura ke rumah sakit. Tapi seringkali pada akhirnya langkah itu terhenti karena tidak ada biaya. Sementara Ibunya hanya mengandalkan sisa tabungan yang makin menipis karena tidak punya penghasilan… -Syafrini, orang tua Haura-Haura Adzkia Shalfina (21 bln) lahir secara prematur, tubuh mungilnya belum siap lahir ke dunia. Sejak pertama kali membuka mata, Ia sudah harus berjuang di ruang NICU. Di sana, napasnya kerap terhenti seolah Ia kelelahan untuk bertahan.Suara napasnya lirih, tubuhnya lemah, bahkan untuk menyusu pun Ia tidak mampu. Alat medis menjadi penopang hidupnya di hari-hari awal Ia lahir. Setelah pulang ke rumah, perjuangan itu tak juga mereda dan rasa cemas orang tuanya justru semakin menghantui.Kondisi Haura tak menunjukkan perubahan, dokter saat itu mendiagnosa Haura hanya mengalami gizi buruk. Namun kondisinya tetap mengkhawatirkan, dengan hati berdebar dan penuh ketakutan, orang tuanya membawanya ke rumah sakit.Saat itulah, kenyataan pahit satu per satu terungkap. Ada lubang di jantung kecilnya, Ia juga didiagnosa laringomalasia (jaringan pita suara lemah), GERD, hipertiroid, serta kekurangan gizi. Ia harus makan dan minum menggunakan selang NGT yang dimasukkan melalui hidungnya, karena napasnya sesak setiap menyusui.Hidup Haura sejak itu tak pernah lepas dari tabung oksigen untuk bisa terus bernapas. Ia sering muntah, napasnya sering bunyi, mudah diare, bahkan sulit buang air. Ia tidak boleh kelelahan sama sekali, karena beresiko kesehatannya menurun drastis. Tak ada yang bisa menggambarkan perih hati Ibunya menyaksikan Haura sudar menderita sejak lahir, apalagi jika Haura harus masuk rumah sakit. Demi pengobatan anaknya, ibunya rela menjual motor, telepon genggam hingga meminjam uang ke banyak orang. Padahal kebutuhan terus berdatangan, Haura masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, alat medis, dan kebutuhan lainya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan haura tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup haura!
Dana terkumpul
Rp 13.859.021
8 hari lagi
Dari Rp 42.462.000
Donasi
Anak
Hati Seorang Ibu Diuji Lagi, Bunga Berjuang Menghadapi Dua kebocoran Jantung!
“Bunga merupakan anakku yang kini menjadi satu-satunya pelipur lara yang tersisa di pelukanku. Belum sempat luka mengering karena kepergian anakku yang lain akibat gagal ginjal, kini aku kembali diuji, menyaksikan Bunga berjuang melawan penyakit mematikan yang mengancam nyawanya.”“Hati mana yang tak hancur menghadapi kenyataan seperti ini. Rasanya seperti kehilangan belum selesai, tapi sudah harus bersiap menghadapi kehilangan berikutnya…” -Citra Handayani, Orang tua Bunga-Sejak lahir ke dunia, tangisan Bunga Jihan Kurniawan (8 bln) justru membawa kabar yang begitu berat bagiku sebagai ibunya. Dokter mengatakan anakku mengalami down syndrom disertai penyakit jantung bawaan.Pada awal-awal kehidupannya, bukan pelukan hangat di rumah yang dijalani anakku, melainkan dinginnya kamar rumah sakit dengan pengawasan alat medis. Setiap anakku menangis, tubuhnya akan membiru dan Ia akan berjuang luar biasa untuk sekedar bernapas karena sesak.Semakin hancur lagi hatiku, ketika ternyata ada dua lubang bocor pada jantung anakku! Bahkan, untuk terapi fisik saja anakku tidak bisa karena terlalu beresiko bagi jantungnya. Sejak itu, hidup anakku diisi dengan bolak-balik rumah sakit. Meski sudah pengobatan, anakku hingga kini masih sering mengalami demam, batu, flu dan sesak napas yang tak pernah absen datang. Satu-satunya harapan Bunga untuk terus bertahan adalah operasi jantung dan itu harus dilakukan di Jakarta.Tentu saja, biaya yang besar menjadi penghalang besar bagiku untuk melanjutkan pengobatan anakku. Suamiku hanyalah seorang penjaga toko, sedangkan aku berupaya mencari penghasilan tambahan dengan menjadi buruh cuci panggilan dari rumah ke rumah.Aku dan keluarga kecilku hanya tinggal di kontrakan sederhana dan menjalani kehidupan yang serba terbatas. Ada masa uang yang ku punya sisa Rp 50 ribu rupiah, sementara anakku membutuhkan tabung oksigen dan susu khusus yang harganya di luar jangkauanku.Akhirnya, dengan terpaksa aku berutang sana-sini untuk membeli tabung oksigen, demi menyelamatkan napas kecilnya. Suamiku juga menjalani pekerjaan tambahan sebagai tukang ojek panggilan, tapi tetap saja keadaan begitu sempit.Aku hanya ingin anakku bisa tumbuh sehat. Ia membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Bunga tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Bunga!
Dana terkumpul
Rp 10.522.000
15 hari lagi
Dari Rp 10.512.000
Donasi