Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Derita Kelainan Jantung, Kondisi Anak Petani Kopi Ini Tak Stabil dan Sering Drop
Galang (2 tahun) merupakan anak petani kopi yang sudah sejak lahir berjuang sembuh dari penyakit kelainan jantung bawaan.Seperti penderita lainnya, Galang jadi mudah lelah dan pertumbuhannya pun terhambat. Galang sempat dilarikan ke RSUD Dr. H. Abdul Moeloek di Bandar Lampung karena kondisinya tersebut.Meskipun sejak lahir sudah menderita kelainan jantung, namun Galang masih dalam perawatan dan pengobatan. Saat ini kondisi saturasi oksigennya sering turun dan tidak stabil di RS Harapan Kita.Anak petani kopi ini akan mengalami dehidrasi berat serta drop apabila tidak segera ditangani. Berbagai upaya dilakukan orang tua demi bisa menyelamatkan Galang. Walaupun dengan biaya seadanya untuk tinggal di Jakarta.TemanBaik, Galang terbaring lemah di RS Harapan Kita. Ia akan menjalani operasi BCPS. Orang tua berharap kesembuhan Galang agar mereka bisa segera pulang ke daerah mengingat kebutuhan mereka sangat banyak selama berada di Jakarta.Maukah TemanBaik membantu mereka? Ada biaya kos, kebutuhan operasional dan obat-obatan di luar BPJS yang harus mereka penuhi.Bantuan TemanBaik dapat disalurkan dengan cara klik Donasi Sekarang
Dana terkumpul
Rp 18.848.000
14 hari lagi
Dari Rp 36.000.000
Donasi
Anak
Perjuangan Hidup Khalisa yang Kehilangan Ginjal Kanan dan Tumor di Ginjal Kiri
“Ginjal kanan Khalisa sudah diangkat dan ginjal kirinya terkena tumor! Saat saudara kembarnya tumbuh sehat menikmati masa kecil, berlari bebas, dan rambutnya semakin panjang, sementara Khalisa hanya bisa duduk diam dengan kepala botak bekas kemoterapi.”“Hatiku hancur melihat sorot matanya yang seolah bertanya, mengapa nasibnya tak sebaik kembarannya. Sedangkan Ia sering tiba-tiba drop dan menjalani hari-hari dengan melawan masa kritis. Namun, aku memilih terus percaya, kelak Khalisa bisa sembuh, itulah impian sederhana yang kupegang agar tak berhenti untuk kesembuhannya.” -Ria Utami, Orang tua Khalisa-Anakku, Khalisa Aghnia Bahira (3 thn), harus mengenal kata kanker ginjal sejak usianya baru 1 tahun! Semua terjadi secara tiba-tiba, aku mendapati ada benjolan di perut kanannya. Hatiku gelisah, hasil USG menunjukkan ada sesuatu yang tumbuh pada ginjal anakku.Khalisa dirujuk ke rumah sakit besar. Saat itulah semua terungkap, kondisi ginjalnya sudah sangat parah. Demi menyelamatkan nyawanya, dokter memutuskan untuk mengangkat ginjal kanan Khalisa. Aku berharap setelah operasi penderitaan anakku berakhir, namun ternyata kabar yang lebih buruk kembali menghantamku.Dokter mengatakan di ginjal kiri Khalisa bersarang tumor ganas stadium 4. Duniaku rasanya runtuh! Apalagi dokter mengatakan hanya transplantasi ginjal dan kemoterapi seumur hidup yang bisa memberi Khalisa harapan untuk sembuh.Saat ini,perut Khalisa masih bengkak dan keras, dengan jahitan panjang bekas operasi. Kepalanya tak bisa tegak dan Ia kesulitan berjalan. Ucapannya belum jelas, tapi ia kerap mengeluh sakit di perut dan kepalanya. Setiap rintihannya, membuat hatiku teriris.Namun, dibalik semua penderitaannya, Khalisa tetap berusaha ceria meski jarum infus menusuk tubuhnya. Ia masih cerewet, suka bernyanyi dan bermain di ruang kemoterapi. Ia juga menyampaikan, ‘Ma, aku mau sekolah sama Yaya (kembarannya),’ itulah impian yang membuat perasaanku terenyuh.Perjuangan Khalisa masih sangat panjang. Penghasilan suamiku sebagai teknisi tak sebanding dengan besarnya biaya pengobatan. Demi anaknya, ia rela mengambil pekerjaan tambahan sebagai tukang ojek. Aku pun berusaha membantu sebisaku, menjual dagangan tetangga jika ada kesempatan, hanya untuk menambah ongkos ke rumah sakit. Kehabisan beras dan token listrik sudah menjadi hal biasa bagi keluarga kami. Barang berharga telah kujual demi pengobatan Khalisa.Saat ini, Khalisa masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, serta kebutuhan penunjang lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Khalisa tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Khalisa!
Dana terkumpul
Rp 15.992.000
4 hari lagi
Dari Rp 12.609.000
Donasi
Anak
Harapan Anak Buruh Tani untuk Operasi Jantung ke Jakarta!
“Terima kasih, Tuhan! Di tengah beratnya perjuangan mendampingi pengobatan jantung anakku di Jakarta, Engkau masih membukakan jalan. Aku mendapat pekerjaan sebagai kuli bangunan selama 18 hari, sehingga aku ada penghasilan untuk anak melanjutkan pengobatan.”“Hatiku semakin dipenuhi haru dan kebahagiaan melihat kondisi anakku perlahan membaik. Anakku begitu hebat, Ia tak mau kalah untuk berjuang seperti orang tuanya. Perjalanan jauh dari Sulawesi ke Jakarta untuk pengobatan tak sia-sia. Namun aku sadar, ini belum akhir. Jalan menuju kesembuhan masih panjang dan badai biaya masih terus berlanjut.” -La Sukarti, Orang tua Amira-Usianya baru 27 hari saat pertama kali anakku, Amira (9 thn), menunjukkan gejala demam, batuk dan sesak napas tanpa henti. Saat itu, tak pernah terlintas di benakku bahwa ujian besar telah menanti. Dokter menyampaikan bahwa Ia infeksi paru-paru dan ada sesuatu yang tidak normal pada jantungnya.Dokter mengatakan penyakit paru-paru anakku bisa sembuh dengan minum obat. Sementara kondisi jantungnya kemungkinan bisa sembuh sendiri saat usianya 7 tahun, asalkan anakku istirahat cukup. Dengan harapan itu, kami menjalani rawat jalan hingga ia berusia dua tahun.Namun, harapan itu pupus saat Amira berusia 9 tahun. Ia tampak berbeda dari anak-anak pada umumnya, seperti gampang lelah dan sering batuk. Tidurnya tak pernah banyak, hampir setiap malam Ia tiba-tiba terbangun dengan berteriak disertai sesak napas. Saat aku membawa anakku ke rumah sakit, Ia langsung menjalani kateterisasi jantung karena didiagnosa jantung bocor. Hatiku bagai disambar petir, penyakit yang dulu aku kira telah berlalu, ternyata masih bersarang di tubuh kecilnya.Dokter mengatakan satu-satunya cara menyelamatkan anakku dengan operasi bedah jantung di Jakarta. Sejak hari itu, aku bekerja dari pagi hingga larut malam, mengumpulkan penghasilan tambahan. Namun sekeras apa pun aku bekerja, upah sebagai buruh tani terasa begitu kecil, berobat ke Jakarta seperti angan-angan.Syukurlah, keluarga besar tak tinggal diam. Dengan segala keterbatasan, mereka ikut patungan agar Amira bisa berangkat berobat ke Jakarta. Kini, anakku telah menjalani berbagai tindakan medis dan sedang menunggu jadwal operasi.Namun perjuangan ini belum selesai. Bolak-balik dari Sulawesi ke Jakarta membutuhkan biaya yang sangat besar. Aku masih harus menebus obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, dan memenuhi kebutuhan hidup selama di Jakarta. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Amira tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Amira!
Dana terkumpul
Rp 13.998.520
14 hari lagi
Dari Rp 12.900.000
Donasi