Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Kemanusiaan
Warga Menjerit! Sumut, Aceh, dan Sumbar Lumpuh Total Diterjang Banjir dan Tanah Longsor
“Aaaargh! Ayah ayok yah! Ayah cepat ayah! Ya Allah! Banjirnya makin besar, Astagfirulloh! Ini kami terkepung, loteng kami sudah masuk air!” Jeritan para warga pecah, ketika banjir dan tanah longsor menghantam rumah mereka. Suara panik bersahut-sahutan, saling memanggil dan meminta tolong. Para Ibu berteriak mencari keluarganya, anak-anak ketakutan, dan mereka saling menyelamatkan. Seketika, semuanya menjadi lautan air dan tanah dalam hitungan menit.Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat digulung banjir besar dan tanah longsor yang begitu dahsyat baru-baru ini. Para korban yang terkejut dan panik terpaksa melarikan diri dengan peralatan seadanya, ada yang menggunakan pintu rumah dan kayu sebagai pelampung, hingga ada yang bertahan di atap. Salah satu faktor bencana di wilayah Sumatera Utara yaitu karena dampak Siklon Tropis Senyar yang berkembang di perairan Aceh Timur, Selat Malaka. Sehingga, memicu cuaca ekstrim, berupa hujan lebat, gelombang tinggi dan angin kencang tanpa jeda. Arus banjir dan tanah longsor menjadi begitu cepat, menyapu pohon, bangunan, dan orang-orang yang tidak sempat berlari. Anak-anak berdiri ketakutan di atap rumah yang hampir tenggelam, tubuh mereka menggigil, kaki mereka pegal karena tidak berani duduk, sekali saja mereka lengah, arus bisa menyeret mereka pergi.Diantara mereka juga ada yang tidak sempat menyelamatkan diri. Sehingga, puluhan orang meninggal dunia, beberapa masih hilang, dan banyak yang terluka. Di balik angka-angka itu, ada wajah-wajah yang ketakutan, ada harapan yang putus, ada keluarga yang hancur seketika. Saat ini, para warga bertahan dengan mengungsi ke titik yang lebih aman. Mereka sangat kelelahan, kedinginan, dan kelaparan menghadapi kejadian ini. Tak sedikit dari mereka yang kesakitan akibat menabrak dinding kaca, terjatuh, cedera pada kaki, tangan hingga kepala. Fasilitas umum, jembatan, jalanan hingga jaringan internet lumpuh total! Bencana ini meninggalkan jejak kerusakan yang membuat ribuan keluarga kehilangan rumah karena terendam, harta benda, dan rasa aman. Kini mereka berada di posko-posko seadanya, berdesakan, berharap ada makanan hangat untuk anak-anak mereka, berharap ada selimut kering untuk mengusir dingin yang menusuk tulang, berharap ada obat untuk luka yang mulai memburuk. Mereka tidak punya apa pun lagi. Yang tersisa hanya harapan bahwa pertolongan akan datang.#TemanBaik, Rp100 ribu yang kita sisihkan menjadi harapan bagi para warga Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat yang sedang berjuang melawan rasa takut dan kehilangan. mari bersama menggenggam tangan saudara kita agar mereka tidak sendirian melawan masa sulit ini. Yuk klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 144.467.092
3 hari lagi
Dari Rp 200.000.000
Donasi
Anak
Alami Sakit Jantung Langka! Alfi Sering Terkejut Saat Tidur Hingga Sesak Napas
“Aku beri Ia nama Alfi Syahr (2 bln), artinya seribu bulan, harapanku agar hidupnya seindah cahaya bulan. Tapi kenyataannya tak seindah itu, hari-hari anakku justru diisi dengan tangisan kesakitan karena napasnya yang sering tersengal.”“Setiap malam, aku dan suamiku tidak pernah tidur nyenyak. Putra kecilku itu sering tiba-tiba terkejut di tengah tidurnya, hingga membuat Ia menangis dan berakhir dengan sesak napas. Inilah rasa sakit luar biasa dalam hidup yang pernah aku alami, yaitu menyaksikan anakku menderita tanpa tahu cara menyembuhkannya…” -Lovita, Orang tua Alfi-Kehidupanku berubah drastis, ketika Alfi lahir dengan penyakit jantung langka! Baru saja aku berjuang manahan sakit melahirkannya, tapi selanjutnya aku harus mendengar anakku divonis penyakit mematikan. Dokter mengatakan anakku harus segera menjalani operasi di Jakarta. Bagaimana mungkin aku membawanya dari Bengkulu ke Jakarta? Aku hanya seorang guru honorer, sedangkan suamiku bekerja sebagai satpam. Penghasilan kami bahkan sering kali hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi aku tidak boleh menyerah. Demi Alfi, aku berjuang mencari bantuan ke mana pun.Siapa sangka, Tuhan menjawab doa itu, ternyata masih banyak yang peduli pada anakku. Kami mendapat bantuan dana dari pemerintah untuk berangkat ke Jakarta. Aku percaya, ini adalah bentuk kasih Tuhan yang dikirim melalui orang-orang berhati mulia.Dalam kondisi tubuh yang masih lemah usai operasi caesar, aku tetap membawa Alfi yang baru berusia 17 hari menempuh perjalanan jauh ke Jakarta. Tapi sesampainya di sana, cobaan belum berhenti. Tubuh mungil Alfi tiba-tiba menguning dan mengalami diare, hingga harus segera dirawat di rumah sakit.Kini, setiap hari aku harus menyaksikan anakku berjuang. Napasnya sering tersengal, ia sulit menyusu, dan kerap menangis kesakitan karena sembelit. Setelah menjalani pemeriksaan echo jantung, dokter memutuskan bahwa Alfi harus menjalani operasi jantung pada Desember 2025 mendatang.Namun, masalah biaya kembali menjadi beban yang begitu berat. Selama di perantauan, pengeluaran sangat besar. Sementara aku dan suami tidak bisa bekerja sementara, karena harus mendampingi anak pengobatan.Aku membutuhkan biaya untuk ongkos ke rumah sakit, penginapan selama di Jakarta, obat yang tidak dicover BPJS, susu anak dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Alfi tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Alfi!
Dana terkumpul
Rp 14.845.500
7 hari lagi
Dari Rp 14.290.000
Donasi
Anak
Algio Butuh Pengobatan Lanjutan untuk Sembuh dari Penyakit Jantung Bawaan
“Jika pengobatan terhenti, nyawa Algio bisa jadi taruhannya,’ itu kata dokter saat menjelaskan kondisi anakku. Ibu mana yang tak hancur perasaannya?”“Maafkan mama Nak, tak sanggup menebus biaya obatmu selama 4 hari hingga sesak nafas itu nyaris membuat nyawamu terancam! Nyeri sekali hati Mama melihat kondisimu.” ungkap Elvi Putri Yeni, Orang tua Algio, Rasanya seperti badai yang tak terduga, anak yang aku tunggu kehadirannya berakhir di meja operasi. Padahal saat Ia baru lahir dan dibawa perawat ke pelukanku, Ia tampak tampan serta gagah. Aku beri dia nama yang gagah pula, Muhammad Algio Fahzato (1 thn).Tapi warna biru pada tubuhnya seperti fakta bisu, yang tak berbicara tapi jelas menunjukkan penyakitnya. Dokter pun melakukan pemeriksaan dan Algio dinyatakan penyakit jantung bawaan. Anakku harus masuk NICU rumah sakit selama 10 hari.Dokter akhirnya merujuk Algio melanjutkan pengobatan ke Jakarta. Penghasilan suami yang bekerja sebagai petani tak memungkinkan bawa anak dari Sumatera Barat ke Jakarta. Tapi syukurlah, saat itu neneknya Algio dan kerabat dekat yang kasihan bersedia meminjamkan uang.Berangkat dengan perasaan takut, aku membawa Algio operasi ke Jakarta. Tak akan pernah kulupa, tatapan anakku yang saat itu seperti mengadu kesakitan akibat garis-garis dadanya bekas operasi bedah saat itu. Ia seperti lelah, tapi jiwanya harus bertarung.Meski sudah operasi, kondisi anakku kadang masih sering kesulitan bernafas dan tiap menangis tubuhnya membiru. Saturasinya masih di bawah 90 persen! Tapi saya masih bersyukur anak saya masih kuat dan bertahan.Anak saya masih harus menjalani kontrol rutin dan operasi lanjutan. Namun aku takut sekali tidak bisa membawa Algio untuk tindakan ke Jakarta lagi karena tidak ada biaya. Transportasi naik pesawat mahal, belum lagi biaya untuk obatnya yang tidak tercover BPJS, vitamin, susu, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, mari bantu Algio untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 10.470.006
5 hari lagi
Dari Rp 10.674.000
Donasi