Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Tanpa Ibu, Aisyah Kecil Harus Menghadapi Down Syndrome dan Sakit Jantung
“Empat tahun lalu, adik kandungku wafat dan menitipkan putri kecilnya, Aisyah Hasnah Shofia Panjait (10 thn). Namun, Aisyah harus hidup dengan kelainan jantung bawaan dan berkebutuhan khusus. Sebagai single parent dengan dua anak, aku sering kesulitan biaya pengobatan Aisyah yang melampaui kemampuanku.”“Rasa bersalah menggerogotiku tiap Aisyah bertanya, ‘kapan saya sembuh?’ Meski Ia anak yang istimewa, tapi Ia paham tubuhnya berbeda. Pertanyaan itu membuat hatiku hancur, karena tak bisa memberikan yang terbaik. Apalagi Ia adalah amanah dari Almarhumah adikku yang harus ku jaga...” -Rosma Dewi, keluarga dari Aisyah-Sejak lahir, kondisi tubuh Aisyah sudah berbeda. Kaki, tangan, dan bibirnya sering membiru setiap Ia menangis maupun mandi. Namun, Namun karena kami bukan keluarga yang paham medis, tak ada yang benar-benar mengerti apa yang sedang terjadi pada Aisyah.Hingga usianya menginjak 3 tahun, Aisyah mengalami sesak napas hebat hingga dilarikan ke rumah sakit. Di sanalah kami mendengar kabar yang menghantam hati, yaitu Aisyah mengalami kebocoran jantung. Keluarga begitu terpukul dan tak siap mendengar kenyataan pahit itu.Sejak saat itu, Aisyah tidak bisa beraktivitas seperti anak lainnya, pertumbuhannya terhambat, dan cepat lelah. Napasnya sesak jika berjalan agak jauh. Ketika kambuh, Aisyah akan jongkok dan menenangkan dirinya sendiri, berupaya meringankan sesak di dadanya.Selama lebih dari tiga tahun, Aisyah menjalani berbagai pengobatan dan terapi. Namun kenyataannya, tak ada kemajuan berarti. Dokter mengatakan, tanpa pengobatan lanjutan, Aisyah bisa berisiko mengalami stroke, pembengkakan tubuh, bahkan kehilangan nyawanya. Aisyah dirujuk ke Jakarta, dan demi membawanya ke sana, aku terpaksa menjual emas warisan dari Ibundanya. Warisan terakhir dari adikku, yang kini ikut terpakai demi menyelamatkan anak yang ia titipkan sebelum pergi. Namun setelah sampai di Jakarta, masalah baru muncul. Biaya hidup di kota besar sangat tinggi, sementara Aisyah masih harus menunggu jadwal operasinya. Aku yang sehari-hari hanya berdagang di rumah, dengan penghasilan pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari keluarga.Sementara Ayah kandung Aisyah bekerja serabutan, penghasilannya tak menentu. Saat ini Aisyah masih menunggu jadwal operasinya selama di Jakarta. Aisyah membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, kursi roda, obat yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Aisyah tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Aisyah!
Dana terkumpul
Rp 11.015.005
1 hari lagi
Dari Rp 10.983.000
Donasi
Anak
Tidurnya Tak Tenang, Bronkitis Akut Buat Rasya Batuk Hebat dan Sesak Napas
“Di tengah tidur pulasnya, anakku sering tiba-tiba terbangun akibat batuk hebat yang menyiksa. Napasnya sampai sesak, dadanya naik turun susah payah. Perih sekali hatiku melihat anakku yang bahkan tidak diberikan kesempatan tidur dengan tenang karena penyakit.”“Terkadang muncul perasaan kecewa pada diriku sendiri, apakah aku salah dalam merawat anakku? Namun, ketika aku melihat semangat anakku yang selalu bilang ingin ketemu ‘dokter kakek,’ atau tidak pernah tantrum tiap minum obat, itulah yang membuatku tegar meski langkah terasa berat karena kondisi keuangan yang sulit.” -Natalia Tri, Orang tua Rasya-Penyakit bronkitis ini terus menggerogoti tubuh anakku, Rasya Athaya (6 thn)! Rasa panik menghantamku, setiap kali anakku mulai demam, flu dan batuk yang membuat napasnya sesak. Aku hanya bisa menggendongnya erat dan berlari menuju rumah sakit terdekat, sambil berdoa di setiap langkah agar ia baik-baik saja.Tak hanya itu, tubuhnya kerap menolak makanan. Apa yang masuk seringkali dimuntahkan kembali. Berat badannya terus menurun hingga kini Rasya masuk dalam kategori stunting, dengan berat badan hanya 17 kilogram. Tubuhnya tampak begitu ringkih, rapuh, seolah mudah hancur.Ada saat-saat aku menangis diam-diam sambil mengusap kepalanya ketika Ia berkata pelan, “Aku ingin sekolah.” Kalimat itu membuatku sangat sedih, Ia hanya ingin hidup sehat dan bermain seperti teman-temannya. Sebuah harapan kecil yang entah kapan bisa Ia rasakan.Di sisi lain, aku terus diliputi kecemasan. Bagaimana aku harus membawanya berobat esok hari, sementara uang di dompet tinggal seadanya? Suamiku hanyalah karyawan minimarket, penghasilannya cukup untuk makan sehari-hari. Bahkan untuk membeli susu khusus demi mencukupi gizinya pun terasa begitu berat. Namun sebagai orang tua, aku hanya bisa terus bertahan, demi satu harapan, melihat anakku tumbuh sehat dan tersenyum tanpa rasa sakit.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Rasya tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Rasya!
Dana terkumpul
Rp 4.380.222
13 hari lagi
Dari Rp 4.327.722
Donasi
Anak
Kelenjar Getah Bening Menggerogoti Leher Anak Tukang Sapu Jalan!
Halo TemanBaik,Nama saya Asgar Rukmana (36 tahun), orang tua dari Arka Fadhil Albaihaki (5 tahun). Dengan hati yang berat, saya ingin berbagi cerita tentang perjalanan kecil kami yang sedang berjuang melawan penyakit kelenjar.Beberapa waktu lalu, Arka mulai sering mengeluh lemas, demam naik-turun, dan pembengkakan di area lehernya. Awalnya kami pikir itu hanya gejala ringan seperti kurang istirahat atau flu biasa. Namun, setelah pemeriksaan lebih lanjut, dokter menyampaikan bahwa Arka mengalami gangguan pada kelenjar yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.Mendengar itu, dunia serasa runtuh bagi kami. Melihat anak kecil yang biasanya ceria, kini harus bolak-balik rumah sakit, menjalani tes, suntikan, dan pemeriksaan membuat hati kami remuk. Arka sering bertanya, “Ayah, kapan sembuh? Aku mau main lagi…” dan setiap kali itu terucap, rasanya dada ini sesak karena belum bisa memberi jawaban pasti.Kami sebagai orang tua tentu ingin memberikan pengobatan terbaik. Namun biaya yang terus bertambah—mulai dari rawat jalan, obat-obatan, hingga pemeriksaan laboratorium—sering kali jauh melampaui kemampuan kami. Meski begitu, kami tetap berusaha bertahan demi kesembuhan Arka.Hari ini, dengan segala kerendahan hati, kami memohon bantuan dan doa dari TemanBaik, agar Arka dapat melanjutkan pengobatannya tanpa terhenti. Sekecil apa pun dukungan yang diberikan sangat berarti bagi kami. Bagi Arka, setiap bantuan adalah harapan baru agar ia bisa kembali berlarian, tertawa, dan menikmati masa kecilnya seperti anak-anak lain.Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca cerita kami. Semoga kebaikan Teman baik menjadi jalan kesembuhan bagi Arka.Salam hormat,Asgar Rukmana & keluarga
Dana terkumpul
Rp 2.542.500
2 hari lagi
Dari Rp 2.205.000
Donasi