Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Kemanusiaan
Warga Panik! Gunung Semeru Meletus Hingga Berstatus Siaga
“Gunung Semeru kembali meletus! Kali ini, ledakannya sangat menggelegar, hingga awan panas menggumpal tinggi dan menyebar cepat hingga sejauh 8,5 Km.”“Warga yang awalnya hanya memandang dari jauh, tiba-tiba diliputi kepanikan ketika abu pekat bergerak mendekat menelan langit. Warga berlarian dan menjerit histeris, memanggil anggota keluarga yang terpisah agar menyelamatkan diri. Kepanikan masal itu membuat situasi semakin mencekam.”Letusan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini terjadi pada Rabu (19/11/2025) pukul 16.00 WIB. Dalam sekejap, kedamaian para saudara kita yang tinggal di sekitar lereng gunung lenyap.Para ahli dari MAGMA Indonesia juga merekam dugaan awan panas guguran yang terus berlangsung, bahkan setelah erupsi awal. Kini, gunung yang berada di Jawa Timur ini telah berubah status, dari Level II (Waspada) naik menjadi Level III (Siaga).Peringatan keras dikeluarkan, yaitu masyarakat dilarang beraktivitas dan mendekati area dalam radius 2,5 kilometer dari puncak. Hal itu karena risiko batu pijar dapat meluncur kapan pun dan bisa mengancam nyawa.Selain itu, warga diminta ekstra waspada terhadap potensi awan panas, aliran lava, dan lahar yang dapat mengalir melalui sungai-sungai berhulu Semeru. Di mana sungai-sungai tersebut diantaranya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, termasuk anak-anak sungainya.Begitulah teror yang dirasakan sejuta nafas di lereng Semeru. Rumah-rumah mereka tertutup debu, napas menjadi sesak, dan ketakutan membayang di mata anak-anak. Suara sirine peringatan menggema di udara, dan banyak yang langsung naik ke tempat yang lebih aman.Situasi ini bukan lagi sekadar bencana alam. Ini adalah krisis kemanusiaan yang terjadi di depan mata kita. Di tengah kepanikan itu, kita bisa memberikan mereka harapan dan bantuan berupa sembako, obat-obatan, masker debu, dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, Rp100 ribu kita bisa membuat para warga di sekitar Gunung Semeru tidak merasa sendiri. Mari beri mereka harapan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 3.012.000
13 hari lagi
Dari Rp 250.000.000
Donasi
Kemanusiaan
Hidup Sebatang Kara, Bantu Edy Sembuh dari Penyakit Saraf di Kaki
TemanBaik, perkenalkan saya Rustandi Eddy (63 tahun). Saat ini saya hidup sebatang kara dan tengah berjuang sembuh dari penyakit saraf kaki berat. Penyakit ini berawal pada tahun 2019, di mana saat itu saya sedang berada di bengkel dan selesai makan sate. Namun ketika hendak berdiri saya tidak bisa, kedua kaki saya terasa sakit sekali. Setelah diperiksakan, dokter mengatakan tensi saya 200. Sudah 2 kali berobat namun tidak juga ada perubahan, bahkan saya sudah gonta ganti dokter untuk mengobati penyakit saya ini, tapi saya tidak kunjung sembuh. Sampai akhirnya saya diberi surat pengantar untuk tes Elektroensefalogram (EEG) ke RSHS Bandung. Setelah diperiksa, menurut EEG saya didiagnosis pengidap penyakit saraf kaki berat. “Sudah minum herbal dan berobat terapi serta berobat kampung. Kalau tidak makan obat, sakitnya luar biasa bahkan tidak ada ngantuk walau 7 hari 7 malam,” ucap EdySaya membutuhkan bantuan Temanbaik untuk berobat, karena saya hidup sebatang kara, tidak memiliki anak dan juga istri. saya juga tidak berpenghasilan lagi karena tidak bisa jalan.Biaya untuk berobat selama ini hasil dari menjual harta benda yang ada di rumah dan sumbangan dari keluarga serta orang-orang baik. Jika tidak ada bantuan yang dikirim saya tidak makan. TemanBaik, maukah bantu saya sembuh dari penyakit saraf kaki berat ini? Saya ingin bisa bekerja lagi dan mencukupi kebutuhan sehari-hari saya. bantuan dari TemanBaik nantinya akan saya gunakan untuk berobat, menebus obat resep dokter dan makan.Bantuan dari TemanBaik dapat disalurkan dengan cara: Klik “Donasi Sekarang”Isi nominal donasiPilih metode pembayaran, kalau ingin lebih praktis kamu bisa berdonasi dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay, atau kamu juga bisa berdonasi dengan cara transfer antar bank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).
Dana terkumpul
Rp 27.836.984
5 hari lagi
Dari Rp 30.000.000
Donasi
Anak
Anak Kuli Bangunan Sampai Kejang Akibat Penyakit Jantung
“Sesak napas dan kejang-kejang itu sudah menjadi bagian hidup anakku. Tubuhnya yang kecil itu begitu rapuh akibat menanggung derita. Tatapan matanya penuh harap dan keteguhan, itulah yang menguatkanku, aku belajar artinya sebenarnya bertahan dan berjuang.”“Tak usah ditanya bagaimana perjuanganku. Demi anakku, aku rela melakukan apapun, bahkan sampai meminjam uang pada rentenir, hanya agar bisa membawanya berobat dari Lampung ke Jakarta. Saat Ia dirawat di rumah sakit, aku berjuang bukan hanya karena rasa takut kehilangan, tapi juga karena uangku semakin menipis. Aku tidak tahu harus mencari ke mana lagi.” -Jamala Sari, orang tua Aisyah-Ada yang terasa janggal ketika berat badan anakku, Aisyah Humairah (3 thn), mulai menurun saat usianya baru 6 bulan. Ia sering batuk dan flu yang tak kunjung sembuh, kadang juga napasnya terdengar sesak. Tapi aku berusaha menenangkan diri, mencoba berpikir bahwa semuanya akan baik-baik saja.Namun, ketenangan itu hancur ketika Aisyah tiba-tiba demam tinggi dan kejang-kejang. Saat melihat tubuh kecilnya menegang dan wajahnya memucat, aku panik luar biasa. Aku langsung menggendongnya ke rumah sakit dengan air mataku yang terus mengalir. Dalam hati, aku tahu ada sesuatu yang tidak beres.Dan benar saja. Saat dokter mengatakan anakku mengalami jantung bocor, rasanya hidupku bagai diterjang badai. Anakku yang selama ini kupikir hanya flu biasa, ternyata harus berjuang melawan penyakit mematikan.Anakku harus dirawat inap di rumah sakit. Setiap hari aku hanya bisa menangis, memandangi wajah mungilnya yang lemah sambil berdoa agar Tuhan memberinya kekuatan. Namun, 9 bulan dirawat, tak ada tindakan berarti karena rumah sakit di daerah kami tidak memiliki peralatan untuk operasi jantung.Akhirnya, dengan sisa tenaga dan keberanian, aku meminjam uang ke sana-sini demi membawa Aisyah berobat ke Jakarta. Aku yang pergi membawa harapan, tapi setelah di Jakarta, aku harus menerima kabar buruk lagi. anakku didiagnosa lambung (gerd berat) dan penyakit THT.Kini, anakku masih dirawat di rumah sakit. Ia sering demam dan sesak napas, hidupnya bergantung pada tabung oksigen. Setiap kali jarum suntik menembus kulitnya, aku hanya bisa membelai kepalanya dan berbisik lembut, “sabar ya, Nak, Ibu di sini.”Anakku sedang menunggu jadwal operasi. Namun, aku terkendala biaya selama di Jakarta. Suamiku hanya bekerja sebagai buruh babat rumput dan kuli bangunan harian, penghasilannya sangat terbatas untuk kebutuhan sehari-hari.Sementara itu, anakku membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, alat medis, stroller, susu dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Aisyah tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Aisyah!
Dana terkumpul
Rp 2.269.000
8 hari lagi
Dari Rp 20.377.000
Donasi