Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Sesak Napas Akibat Sakit Jantung, Arshaka Kesulitan Minum Susu Hingga Kurang Gizi
“Anakku harus operasi jantung di usianya yang baru 2 bulan! Tubuhnya yang begitu kecil dan rapuh, tapi harus menghadapi dinginnya peralatan medis yang mengerikan. Aku sendiri tak kuasa menahan ketakutanku, apalagi setelah itu anakku justru masuk PICU akibat infeksi paru-paru!”“Kini anakku masih sering mengalami sesak napas hingga Ia kesulitan untuk minum susu. Tubuhnya kian kurus, bahkan anakku sampai mengalami kekurangan gizi! Tak ada yang lebih menyakitkan bagiku, selain melihat anak berjuang keras hanya untuk bertahan hidup.” -Siti Maryani, Orang tua Arshaka-Puta pertamaku satu-satunya, Arshaka Gaffi Kiandra (5 bln), tiba-tiba mengalami sesak napas di usianya yang baru 3 minggu. Aku semakin panik ketika Ia masuk ke IGD dan dokter datang dengan wajah serius, katanya anakku mengalami kelainan jantung!Seketika tubuhku gemetar hebat, hatiku hancur berkeping-keping. Kenapa harus anakku? Belum sempat pulih dari keterkejutan itu, anakku harus masuk NICU. Aku hanya bisa menatap tubuh mungilnya yang dipenuhi selang, sementara air mataku terus mengalir tanpa henti.Dengan sisa tenaga dan harapan, aku membawa Arshaka dari Purwakarta ke Jakarta untuk menjalani operasi jantung pertamanya. Namun ternyata, itu bukan akhir dari perjuangan kami, karena dokter berkata, Arshaka masih harus menjalani beberapa kali operasi lanjutan.Saat ini anakku mudah lelah dan sakit. Ia tidak boleh beraktivitas di luar rumah, karena kondisinya terlalu rentan. Terkadang, napas tiba-tiba sesak hingga harus menggunakan alat bantu napas oksigen atau buru-buru kami bawa ke rumah sakit.Melihat kondisi anakku yang terus menderita, tentu saja membuatku begitu sedih dan rasanya nyaris menyerah. Apalagi beban itu semakin berat karena biaya pengobatan yang besar, sementara penghasilan suamiku sebagai kuli bangunan sangat terbatas.Bahkan, setelah operasi, aku harus memutuskan pulang kampung karena kehabisan uang selama hidup di Jakarta. Padahal, anakku masih harus kontrol rutin. Setelah mendapat pinjaman uang di kampung, baru aku kembali ke Jakarta membawa Arshaka berobat lagi.Meski hidup terasa di ujung kekuatan, tapi anakku terus bertahan. Ia dengan senyum kecilnya membuatku sadar, Tuhan tidak salah menitipkan ujian ini kepadaku. Mungkin aku memang ibu pilihan, yang dipercaya untuk menjaga seorang anak istimewa.Arshaka kembali harus menjalani operasi jantung lanjutan, tapi kendala biaya kembali menghadang. Anakku membutuhkan ongkos ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Arshaka tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Arshaka!
Dana terkumpul
Rp 5.775.000
4 hari lagi
Dari Rp 5.775.000
Donasi
Hewan
Dukung Aksi Andreas Nainggolan, Driver Ojol yang Jadi Pahlawan Penyelamat bagi Kucing Terlantar
Di dunia ini, hidup manusia berdampingan dengan habitat kehidupan para kucing. Apabila ada dari mereka yang kelaparan atau menderita luka, tak sedikit pula manusia yang peduli menolong. Itulah yang dilakukan oleh Andreas Nainggolan.Pria asal Magelang, Jawa Tengah yang berprofesi sebagai driver ojek online (ojol) itu sehari-hari hidup dengan merawat kucing-kucing sakit dan terlantar. Dia pun mendirikan shelter rescue sederhana yang diberi nama Shelter Miau Miau Cats Rescue sejak 2017.Saat ini, Andreas merawat 65 kucing di shelternya. Kegiatan yang rutin dilakukan selama ini adalah memberikan pakan, vitamin serta obat-obatan pada kucing yang sedang sakit ringan. Apabila ada kucing yang sakit berat, dia membawanya ke dokter hewan. Semua biaya tersebut dia tanggung sendiri dan ada juga beberapa sumbangan dari para donatur. Sehari-hari, dia juga menerima kucing-kucing terlantar yang dititipkan dari orang lain. Andreas juga bergerak cepat apabila ada panggilan atau pesan yang dikirim kepadanya untuk menyelamatkan kucing terlantar di jalan atau pasar. Namun kendalanya sekarang adalah banyaknya jumlah kucing yang ditampung juga memperbesar biaya operasional yang harus dia keluarkan. Kondisi ekonomi saat ini tidak dalam keadaan baik, sehingga donatur banyak yang mengundurkan diri karena kondisi finansial mereka yang terpuruk.TemanBaik, Andreas Nainggolan butuh bantuan kamu untuk bisa menyelamatkan kucing-kucing yang terlantar di jalan. Yuk kita bantu Andreas agar tetap menjadi pahlawan penyelamat kucing terlantar dengan cara:Klik “Donasi Sekarang”Isi nominal donasiPilih metode pembayaran, bisa dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antar bank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).
Dana terkumpul
Rp 8.662.023
12 hari lagi
Dari Rp 12.220.000
Donasi
Kesehatan
Bermula dari Tumor, Evi Didiagnosa Kanker Paru-paru Stadium Akhir!
“Berawal dari kejadian sederhana saat menjemput anak pulang sekolah, jariku terkilir ketika membuka jendela angkot. Ada bunyi seperti tulang retak, sakitnya tak tertahankan! Selama 3 bulan aku terapi pijat, tapi justru jariku semakin membengkak!”“Siapa sangka, dokter rumah sakit bilang ada tumor di jariku! Tapi ada kecurigaan lain, setelah pemeriksaan lanjutan, aku dinyatakan kanker paru-paru stadium 4! duniaku seketika runtuh dalam sekejap” -Evi Rahmawati (41 thn)-Aku pernah hampir putus asa, karena tak sanggup menahan sakit ini. Tak hanya di jariku, sakit juga tiba-tiba muncul pada pinggangku. Bagai mimpi tanpa henti, ternyata aku didiagnosa mengalami penyempitan tulang belakang sehingga sarafku terjepit.Tumor ganas di jariku pun semakin mengkhawatirkan, hingga dokter menyarankan amputasi. Namun, berat bagiku untuk kehilangan anggota tubuh. Akhirnya, dokter pun memutuskan untuk operasi pengangkatan tumor, serta rekonstruksi tulang jariku diganti dengan tulang betis.Kini, aku pun mulai menjalani kemoterapi. Syukurlah, sakit di pinggangku mulai berkurang. Aku lebih banyak menghabiskan waktu dengan berbaring, karena masih terasa sakit untuk duduk atau banyak bergerak. Segala aktivitasku dibantu suami.Sejak pengobatan, aku jadi semangat untuk sembuh. Apalagi suami selalu sabar merawatku dan aku masih memiliki 3 anak yang masih membutuhkan kehadiranku sebagai ibuya. Meski kadang aku harus minum obat pereda nyeri jika kambuh, atau menyaksikan rambutku yang rontok akibat kemoterapi.Namun, perjuangan ini tidaklah mudah. Biaya pengobatan dan kebutuhan sehari-hari membengkak. Suamiku sebelumnya bekerja sebagai penjaga konter hp, tapi sekarang penghasilannya terhenti, karena Ia tidak bisa mencari nafkah demi mengurusku.Selama ini biaya sehari-hari dan pengobatanku lebih banyak mengandalkan bantuan dari saudara, bahkan pemilik toko tempat suamiku bekerja. Sekarang aku bingung, harus meminjam uang kemana lagi.Saat ini aku membutuhkan biaya untuk ongkos ke ke rumah sakit, pampers, makanan bergizi dan kebutuhan lainnya untuk terus melanjutkan perjuangan ini.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ibu Evi tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ibu Evi!
Dana terkumpul
Rp 3.470.000
5 hari lagi
Dari Rp 2.320.000
Donasi