Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Keagamaan
Atap Bocor dan Plafon Hancur, Jamaah Musholla Al Ikhlas Tetap Bertahan untuk Bersujud
“Harapan masyarakat sangat sederhana, mereka hanya ingin memiliki musholla yang aman, tidak bocor saat hujan, dan membuat masyarakat bisa beribadah dengan tenang serta lebih khusyuk dalam bersujud kepada Allah.”Di tengah padatnya pemukiman di kawasan Cilincing, berdiri sebuah tempat ibadah sederhana bernama Musholla Al Ikhlas yang dibangun sejak tahun 2008. Selama bertahun-tahun, musholla ini menjadi tempat warga bersujud, mengaji, dan mendekatkan diri kepada Allah. Ketua musholla, Bapak Tajudin (62 tahun), selalu merawat musholla agar tetap menjadi tempat ibadah yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Walau dana yang tersedia hanya berasal dari kotak amal yang jumlahnya sangat terbatas, tapi ketulusan beliau begitu menghangatkan hati masyarakat.Namun kini, kondisi Musholla Al Ikhlas sangat memprihatinkan. Plafon mulai hancur, cat dinding kusam dan mengelupas, serta atap sering bocor ketika hujan turun. Saat hujan deras datang, jamaah terpaksa berpindah-pindah tempat agar tidak terkena tetesan air. “Hati saya sedih setiap kali melihat jamaah terganggu saat hujan turun. Saya hanya ingin masyarakat bisa beribadah dengan tenang dan khusyuk,” ungkap Pak Tajudin lirih.Bahkan, terkadang lampu mengalami korsleting hingga membuat suasana ibadah menjadi tidak nyaman. Di tengah keterbatasan itu, warga tetap bertahan untuk beribadah dengan penuh kesabaran.Hingga saat ini, belum ada pembangunan yang bisa dilakukan karena keterbatasan biaya. Padahal musholla sangat membutuhkan perbaikan segera, mulai dari pemasangan plafon baru, pengecatan ulang, pembelian baja ringan, semen, pasir, hingga biaya jasa tukang.Meski dalam kondisi terbatas, semangat jamaah untuk tetap datang beribadah tidak pernah luntur. Mereka terus berharap suatu hari Musholla Al Ikhlas bisa berdiri lebih layak, kokoh, dan nyaman untuk anak-anak hingga orang tua yang setiap hari menggantungkan tempat ibadahnya di sana.#TemanBaik, yuk, bantu renovasi Musholla Al Ikhlas agar warga bisa beribadah dengan nyaman tanpa takut atap bocor dan bangunan yang rapuh. Semoga setiap bantuan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir!
Dana terkumpul
Rp 710.000
11 hari lagi
Dari Rp 20.000.000
Donasi
Pendidikan
Perjuangan Anak Tukang Ojek Menyelesaikan Pendidikan Demi Mimpi Jadi Content Creator
Di dalam hatinya, Aisa menyimpan mimpi besar, yaitu menjadi seorang content creator profesional yang mampu berkarya dan memberikan dampak positif bagi banyak orang. Ia terus belajar, mengikuti perkembangan dunia digital, dan mengasah kemampuan kreatifnya, meski sering kali harus berjalan tanpa kepastian finansial yang cukup.Saat ini, Aisya Cahya Nurlita (20 thn) sedang menjalani hari-harinya sebagai mahasiswa Akutansi di Universitas Dian Nusantara. Di tengah perjuangannya mengejar mimpi untuk menyelesaikan kuliah, Ia juga dibayang-bayangi beratnya biaya sekolah.Kondisi keuangan keluarganya tidak mudah. Di sela waktu luangnya, Aisya berupaya mencari pekerjaan agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan biaya kuliahnya. Ayahnya merupakan pengemudi ojek yang penghasilannya tidak tetap, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sulit.Namun di tengah keterbatasan itu, kedua orang tuanya tidak pernah berhenti memberikan dukungan. Mereka selalu berkata dengan penuh harap, “Mama dan Bapak ingin melihat kamu menjadi sarjana dan sukses di masa depan.”Ada satu hal yang selalu melekat kuat di pikiran Aisya, yang tak pernah benar-benar bisa Ia lupakan. Ibunya pernah mengambil pekerjaan sebagai buruh cuci baju meski sedang sakit, semua hanya demi mendapatkan nafkah tambahan agar Aisya bisa terus bersekolah dan melanjutkan pendidikannya.Kini, di tengah keterbatasan dan keraguan yang kadang datang dari lingkungan, Aisa memilih untuk tetap bertahan. Ia tidak ingin menyerah, karena di setiap langkahnya ada harapan orang tua yang terus ia jaga.Aisya hanya ingin lulus kuliah, menjadi pribadi yang mandiri, sukses, dan kelak mampu mengangkat derajat keluarga. Ia juga berharap dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anaknya nanti, tanpa kekurangan, tanpa hinaan, dan tanpa rasa takut akan masa depan.Namun, saat ini Ia terkendala biaya kuliah semester dan perlengkapan untuk belajar. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Aisya tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Aisya!
Dana terkumpul
Rp 175.000
13 hari lagi
Dari Rp 5.925.000
Donasi
Kesehatan
Di Tengah Sakit Hipertiroid, Bu Siska Harus Merawat Suami Stroke dan Anak Disabilitas
“Sejak suamiku terkena stroke, aku mencoba menggantikan perannya mencari nafkah demi menyambung hidup dan biaya pengobatannya. Namun takdir kembali menguji, tubuhku sendiri jatuh sakit karena hipertiroid. Di tengah kondisi yang serba terbatas, aku juga harus merawat anak kami yang mengalami disabilitas.”“Kebingungan, takut, dan putus asa menggerayangi hidupku, entah bagaimana lagi mencari uang untuk pengobatan suamiku. Bahkan, untuk makan sehari-hari saja, terkadang aku harus menunggu bantuan saudara dan teman. Sementara jika pengobatan suamiku terhenti, nyawanya akan terancam.” -Siska, Istri Bapak Iskandar-Penyakit itu datang pada suamiku, Iskandar (47 thn), ketika keluarga kami baru saja mendapatkan rezeki. Saat itu, suamiku baru saja mulai bekerja lagi menjadi supir travel setelah setahun lamanya menganggur. Kami sempat berpikir kehidupan perlahan akan membaik. Namun ternyata, kebahagiaan itu hanya berlangsung sesaat.Ketika sedang membawa penumpang ke Dumai, suamiku meneleponku dengan suara yang tersendat-sendat. Ia bilang tangan dan kakinya mendadak lemah. Seketika rasa cemas mengahantamku, dan aku langsung memintanya segera ke rumah sakit sambil berdoa semoga tidak ada hal buruk.Namun kenyataan yang ada begitu menghancurkan. Dokter mengatakan ada penyumbatan di otak suamiku, bahkan terdapat di tiga bagian otaknya hingga mencapai batang otak. Seketika tubuhku terasa lemas, rasanya seperti dunia runtuh di depan mata.Hingga hari ini, suamiku sudah menjalani perawatan di rumah sakit, kontrol rutin hingga terapi. Tubuhnya masih sering lemas, sulit berbicara, serta kesemutan dan kebas yang membuat aktivitas sehari-harinya sangat terbatas. Suamiku yang dulu pekerja keras, kini harus berjuang melawan sakit di atas tempat tidur.Semua tabungan sudah terkuras habis demi pengoatan. Bahkan aku terpaksa menjual barang-barang berharga di rumah demi menyelamatkan suamiku. Aku mencoba bertahan dengan berjualan kecil-kecilan di rumah, penghasilanku tak menentu, paling besar dapat Rp20 ribu.Di tengah keterbatasan itu, suamiku membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Iskandar tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Iskandar!
Dana terkumpul
Rp 480.004
11 hari lagi
Dari Rp 3.510.000
Donasi