Panggilan Mendesak

camp
Anak

Ibu Harus Banting Tulang Sendirian, demi Operasi Jantung Bocorku

Kalau nggak minum obat, nanti kondisi jantungku bisa lebih parah dan tekanan paru yang tinggi bikin aku sulit dioperasi, Kak. Hai Kak,Kenalin, aku Angelyn (5th) dari Blitar, Jawa Timur. Aku menderita kelainan jantung bawaan (jantung bocor) sejak lahir, tapi baru ketahuan saat umurku 5 bulan. Ibu bilang, waktu itu ia khawatir banget dengan kondisiku yang berat badannya nggak stabil. Katanya, aku rewel. Padahal, kebutuhan ASI-ku tercukupi sekali. Napasku juga ngos-ngosan seperti orang habis lari Kak, sampai ada cekungan di leherku. Ketika posyandu, petugas medis malah mengira, kalau aku menderita gizi buruk. Lalu, aku diperiksa ke RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar. Di sana, aku melewati banyak tindakan medis, seperti echo dan thorax. Ternyata, aku menderita jantung bocor. Sedih banget, Kak.2018, harusnya aku berangkat ke RS Harapan Kita, Jakarta, untuk tindakan selanjutnya. Namun, ibu baru bisa membawaku ke sana 4 tahun kemudain, karena uangnya baru kekumpul. Kondisiku juga sering drop, sampai jadwal kateterisasiku tertunda.  Aku pengen cepat sembuh Kak, supaya ibu nggak capek lagi. Jangan tanya ayahku dimana ya, Kak! Semenjak pisah sama ibu, ia nggak pernah kasih nafkah untuk kami berdua. Sementara, aku harus tetap minum obat-obatan, khusus untuk mengurangi beban jantung, mengeluarkan cairan, dan hipertensi paru. Kak, bolehkah aku dibantu? Ibu kesusahan memenuhi kebutuhan pengobatan ke rumah sakit. Kalau kakak mau bantu, salurkan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini ya!
Dana terkumpul Rp 21.082.061
7 hari lagi Dari Rp 59.402.000
Donasi
camp
Anak

Bermula Kejang 2 Jam, Kini 4 Tahun Anakku Tak Bisa Apapun Akibat Gangguan Otak!

“Berawal dari kejang selama 2 jam pada hari itu, kini anakku sudah hampir 4 tahun tak bisa apa-apa. Kejang panjang itu membuat oksigen tak sempat mengalir ke otaknya, hingga Ia harus menanggung lumpuh otak seumur hidupnya!”“Setiap hari aku meratapi dengan tangis, hari-harinya hanya bisa terbaring tak berdaya. Namun, di matanya pula aku menemukan sepercik harapan, seolah berkata ingin terus berjuang. Ia selalu tersenyum dengan hangat, itulah yang menjadi alasanku berupaya demi kesembuhannya…” -Siti Nurhayati, Orangtua Hadi-Rasa syukurku begitu dalam hanya dengan melihat anakku, Muhammad Hadi Ramdani (4 tahun), masih bisa bernapas hingga hari ini. Setiap helaan napasnya terasa seperti anugerah yang begitu berharga.Masih hangat ingatanku yang sempat melalui hari-hari mengerikan itu, ketika anakku seminggu tak sadarkan diri di ruang PICU. Ia didiagnosa epilepsi (gangguan saraf otak), meningitis dan mikrosefali (ukuran otak lebih kecil dari ukuran normal).Padahal anakku lahir sehat dan tumbuh normal, tapi ternyata hanya sampai usia 1 tahun. Selanjutnya, penyakit itu datang menjadi mimpi buruknya. Ia mengalami demam tinggi, muntah-muntah, kejang-kejang hebat hingga akhirnya tak sadarkan diri. Kini, tubuhnya kaku dan lemah. Ia masih mengalami kejang 2-3 kali setiap hari. Rasanya begitu pilu melihat anakku melewatkan masa kecilnya dengan terbujur di tempat tidur, sementara anak-anak lain seusianya berlari dan tertawa riang di luar sana.Setiap bulan kami harus bolak-balik ke rumah sakit untuk kontrol dan terap. Tapi aku kesulitan sekali menghadapi biaya pengobatannya. Bahkan, aku tak mampu membeli susu khusus untuk nutrisinya hingga Ia mengalami gizi buruk.Aku merasa berdosa sekali anakku harus mengalami semua situasi ini. Apalagi Ia harus menjalani tindakan EEG dan MRI ulang di rumah sakit. Rasanya aku hampir  pasrah, karena bingung, harus mencari kemana lagi ongkos perjalanan dari Cianjur ke rumah sakit Jakarta?Segala perhiasan dan harta benda lainnya sudah ku jual tak bersisa. Suamiku bekerja sebagai kuli bangunan, itu juga dapat upah kalau ada panggilan kerja. Sedangkan aku tak bisa bekerja karena 24 jam harus merawat anakku yang lemah.Saat ini anakku sangat membutuhkan ongkos transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, susu khusus untuk kebutuhan gizinya dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Hadi tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Hadi!
Dana terkumpul Rp 2.552.001
1 hari lagi Dari Rp 10.398.000
Donasi
camp
Lingkungan

Mari Selamatkan Indonesia yang terancam kehilangan hutan mangrove!

“Indonesia terancam kehilangan hutan mangrove seluas 19.501 hektare per tahun!"“Pernahkah kamu membayangkan, angin laut yang dulu sejuk kini berupa panas. Laut yang dulu penuh kehidupan, kini mulai sunyi dan punah. Ombak yang dulu menenangkan, kini menggerus daratan tanpa ampun! Ya, itulah gambaran bumi kita tanpa pohon mangrove.”Indonesia memiliki hutan mangrove seluas 3,44 juta hektare atau setara 23% total mangrove dunia. Namun, pesisir kita sudah kehilangan ribuan hektar hutan mangrove. Satu per satu pohon mangrove ditebang dan mati karena rusaknya ekosistem.Bahkan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengingatkan betapa mendesaknya untuk kita terus menjaga dan melakukan rehabilitasi mangrove. Betapa tidak, satu pohon mangrove saja merupakan satu napas baru untuk bumi. Mangrove bukan sekedar pohon biasa di pinggir pantai, tapi mereka merupakan benteng alami yang menjaga garis pantai dari abrasi. Akar-akarnya pohon mangrove menjadi tempat berlindung ribuan ikan, kepiting dan biota laut lainnya. Daun-daun pohon mangrove menjadi penyaring udara, menahan panas menahan panas bumi. Sedangkan batangnya, menahan ombak dan arus laut agar pantai tidak terkikis dan membuat pasir mengendap, sehingga membentuk daratan baru.Sedangkan tanpa mangrove, kita bisa lihat sendiri dampak nyatanya pada alam kita saat ini. Dimana air laut semakin naik ke daratan, rumah-rumah penduduk pesisir mulai tergenang, dan kehidupan nelayan semakin sulit karena susah mendapat hasil laut.Oleh karena itu, BenihBaik.com dan Indosat ingin mengajak #TemanBaik semua untuk menanam pohon mangrove melalui donasi. Setiap donasi #TemanBaik menjadi satu langkah menyelamatkan ekosistem laut, satu napas baru untuk bumi, hingga satu perlindungan bagi desa pesisir agar tak hilang tersapu ombak.#TemanBaik, mari menjadikan pohon sebagai sumber kehidupan dan menjaga bumi kita agar anak-anak kelak bisa berdiri di tepi pantai yang sama, dengan pohon mangrove yang rimbun, bukan ombak yang menggerus daratan. Yuk Klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 1.925.003
5 hari lagi Dari Rp 150.000.000
Donasi

Pilihan Campaign