Panggilan Mendesak

camp
Beasiswa Pendidikan

Bantu Wujudkan Cita-Cita Sekar dengan Beasiswa Pendidikan!

Sekar terlahir dari keluarga sederhana. Kondisi ekonomi yang terbatas, membuat kedua orang tuanya kesulitan membayar tunggakan sekolah dan baju sekolahnya.Hai Ka,Aku Anintiya Sekar (12th) dari Palembang. Aku duduk di bangku kelas 6 SD Negeri 87 Palembang. Aku terlahir dari keluarga sederhana, semua kebutuhan sekolahku juga jadinya terbatas, Ka. Ibu buruh cuci dan ayah penarik becak. Pulang sekolah, aku membantu kedua orang tua dengan menjaga adik-adikku. Kalau malam, aku membantu ibu membuat makanan untuk dijual lagi di sekolah. Sekarang, ibu dan ayah sedang kesulitan membelikan perlengkapan dan seragam sekolah, juga membayar tunggakan SPP sekolah, Ka. Meski begitu, aku tetap semangat dan rajin belajar, kok. Buktinya, aku berhasil masuk 10 besar di kelasku. Aku selalu bermimpi sekolahku bisa lancar terus, supaya aku jadi orang sukses dan bisa menaikan derajat kedua orang tuaku. Apalagi kalau aku sampai bisa memberangkatkan mereka naik haji. Dukung mimpiku ini ya, Ka! TemanBaik, yuk kita bantu Sekar meraih cita-citanya dan kebutuhan sekolahnya melalui #SemuaBisaBelajar dengan cara klik tombol Donasi Sekarang di bawah ini ya!
Dana terkumpul Rp 1.210.000
11 hari lagi Dari Rp 1.030.000
Donasi
camp
Anak

Nyawa Sarfaraz Bergantung Pada Transplantasi Hati

“Perut anak saya kian membesar hingga Ia tidak bisa duduk, Kondisinya saat ini memprihatinkan, sering diare berulang, demam, muntah darah, keluar darah dari hidung dan BAB darah. Nyawa anak saya bisa diselamatkan dengan  transplantasi hati, tapi saya tidak ada biaya. Apalagi anak saat itu sempat kritis, keuangan sangat menipis selama anak pengobatan di Jakarta.” -Kardina Rafsayani, orang tua Sarfaraz-Awalnya saya tidak tahu jika ciri-ciri yang ditunjukkan anak saya, Sarfaraz Rafsa Utama (1 thn), merupakan sakit serius. Matanya terlihat kuning dan BAB-nya berwarna putih. Seperti anak mengalami dehidrasi.Namun setelah diperiksa, Sarfaraz menderita atresia bilier atau saluran empedunya bermasalah. Perutnya semakin membesar akibat cairan menumpuk di hati. Di dalam perutnya tersebut penuh kandungan racun yang tiap hari bisa bertambah dan membuat perutnya semakin membesar. Akhirnya kondisi tubuhnya semakin lemah membuatnya terpaksa harus terkulai lemah di rumah sakit.Akhirnya Sarfaraz dirujuk pengobatan ke Jakarta. Rasanya sedih, khawatir dan terpukul jadi satu, tapi saya harus kuat karena anak masih membutuhkan saya. Tanpa pikir panjang, saya menguras semua tabungan demi membawa anak pengobatan dari Kalimantan ke Jakarta.Sejauh ini Sarfaraz sudah mendapat tindakan biopsi dan masih harus kontrol rutin menjelang transplantasi hati. Tindakan ini harus dilakukan, sebab nyawa Sarfaraz jadi taruhannya. Saya yakin anak saya semangat sembuh, karena ketika sakitnya tidak kambuh, anak saya selalu ceria dan sering tersenyum kepada orang tuanya. Tapi saat ini saya kesulitan biaya, suami bekerja hanya sebagai karyawan swasta dan biaya pengobatan anak sangat besar.Saat ini saya membutuhkan biaya untuk operasi transplantasi hati anak, jika tak segera mendapatkan tersebut, racun yang ada di perutnya akan menyebar ke organ tubuhnya yang lain dan melemahkan fungsinya.#TemanBaik, mari selamatkan nyawa Sarfaraz agar bisa melakukan transplantasi hati dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 63.953.218
7 hari lagi Dari Rp 150.000.000
Donasi
camp
Kesehatan

Demi Sembuh dari Tumor Payudara Stadium 3, Aku Terpaksa Menitipkan Anakku Ke Pondok Yatim

“Akibat keterbatasan ekonomi, dua anakku yang masih bailta harus ikut merasakan pahitnya keadaan ini. Aku terpaksa menitipkan mereka di pondok yatim dan dhuafa agar mereka bisa dirawat tanpa biaya. Mereka seharusnya mendapatkan pelukan dan kasih sayangku, tapi malah harus terpisah dari orang tuanya.”“Aku didiagnosis menderita kanker payudara stadium 3B! Penyakit ini berkembang begitu ganas hingga kini aku terancam kehilangan payudaraku. Setiap hari aku hanya bisa berharap pada sebuah keajaiban, berharap penyakit ini hilang begitu saja. Aku sudah tidak tahu lagi harus mencari biaya dari mana untuk bisa bertahan dan terus berjuang”Perkenalkan, namaku Kamsah (35 thn), saat ini aku sedang berjuang sembuh demi bisa kembali berkumpul bersama anak-anakku yang sangat ku rindukan. Meski pengobatan kemoterapi membuat seluruh tubuhku sakit dan seluruh rambutku rontok, tapi aku ikhlas menjalaninya. Penyakit ini bermula saat aku berusia 33 tahun. Awalnya aku mengalami batuk dan sesak napas. Aku kira hanya sakit biasa, tapi tiba-tiba ada benjolan di payudara kiriku yang membuatku merasa khawatir. Saat aku periksa ke dokter, kenyataan seakan menghantamku. Ternyata ada tumor ganas bersarang di payudaraku dan kista di ovariumku!Sejak itu, perjuanganku dimulai. Seketika aku ketakutan, sedih, dan duniaku terasa gelap. Tumor ini menyebar dengan cepat, sehingga aku langsung menjalani operasi biopsi payudara. Selain itu, aku juga operasi pengangkatan ovarium kanan dan kiri.Kini, sudah hampir dua tahun aku berjuang melawan penyakit ini. Tubuhku sudah tak lagi sekuat dulu, aku jadi mudah sekali kelelahan. Aku sudah tidak bisa lagi mencuci, mengepel, mengangkat barang karena tubuhku yang rentan.Dokter akhirnya memutuskan aku harus operasi pengangkatan payudara demi menyelamatkan nyawaku. Namun, perjuanganku tak hanya melawan penyakit, tapi juga harus bertahan dalam keterbatasan ekonomi.Aku sudah menjual kendaraan, barang elektronik hingga perabotan rumah untuk pengobatanku selama ini. Bahkan, aku terpaksa menyewakan tempat tinggalku hingga aku terpaksa tinggal di rumah bedeng. Suamiku juga terpaksa meninggalkan pekerjaannya karena harus fokus mendampingiku berobat.Pernah suatu waktu, kami sampai kehabisan ongkos untuk pulang dari rumah sakit hingga harus bermalam di masjid rumah sakit. Meski perjalanan ini sangat berat, di dalam hatiku masih tersimpan  harapan suatu hari nanti aku bisa sembuh atau setidaknya mencapai remisi dari kanker ini. Saat ini, aku membutuhkan biaya untuk transportasi dari Banten ke rumah sakit di Jakarta, obat yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Kamsah tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Kamsah!
Dana terkumpul Rp 3.852.001
11 hari lagi Dari Rp 12.750.000
Donasi

Pilihan Campaign