Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Lingkungan
Mari Menanam Mangrove Pada Perayaan Central Market Greenversary 2025!
Bumi sedang berjuang! Di pesisir yang dulu hijau dan teduh, kini banyak akar mangrove yang tak lagi menjulang. Padahal, di sanalah kehidupan bermula, tempat ikan bertelur, burung beristirahat, dan manusia berlindung dari abrasi serta badai. Tanpa mangrove, laut kehilangan pelindungnya, dan bumi kehilangan salah satu penjaganya.Tahun ini, di ulang tahunnya yang ke-3, Central Market ingin merayakan sesuatu yang lebih dari sekadar perayaan. Melalui kampanye “Central Market Greenversary 2025”, Amantara berkolaborasi dengan BenihBaik.com ingin mengajak #TemanBaik untuk menanam kehidupan. Selama dua hari, 22-23 November 2025, #TemanBaik diundang hadir di Central Market PIK untuk menikmati rangkaian acara inspiratif, seperti talkshow, workshop ramah lingkungan, hingga pameran produk hijau dari UMKM lokal. Tapi lebih dari itu, mengubah momen ulang tahun menjadi aksi nyata menjaga bumi. Dengan berdonasi Rp50.000, #TemanBaik dimanapun berada bisa menanam satu bibit pohon mangrove.Selain itu, setiap pembelanjaan di Central Market selama kampanye ini akan dikonversi menjadi poin kontribusi yang turut mendukung aksi penghijauan ini. Satu bibit yang akan tumbuh, mengakar, dan menjadi pelindung bagi kehidupan di pesisir. Mari rayakan kebaikan dengan cara yang paling indah, menanam harapan untuk bumi. Setiap pohon yang tumbuh hari ini adalah doa yang hidup untuk masa depan yang lebih hijau dan penuh kehidupan. #TemanBaik, yuk klik Donasi Sekarang untuk menanam satu bibit mangrove demi bumi yang lebih baik!
Dana terkumpul
Rp 0
1 hari lagi
Dari Rp 150.000.000
Donasi
Lingkungan
Mari Selamatkan Indonesia yang terancam kehilangan hutan mangrove!
“Indonesia terancam kehilangan hutan mangrove seluas 19.501 hektare per tahun!"“Pernahkah kamu membayangkan, angin laut yang dulu sejuk kini berupa panas. Laut yang dulu penuh kehidupan, kini mulai sunyi dan punah. Ombak yang dulu menenangkan, kini menggerus daratan tanpa ampun! Ya, itulah gambaran bumi kita tanpa pohon mangrove.”Indonesia memiliki hutan mangrove seluas 3,44 juta hektare atau setara 23% total mangrove dunia. Namun, pesisir kita sudah kehilangan ribuan hektar hutan mangrove. Satu per satu pohon mangrove ditebang dan mati karena rusaknya ekosistem.Bahkan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengingatkan betapa mendesaknya untuk kita terus menjaga dan melakukan rehabilitasi mangrove. Betapa tidak, satu pohon mangrove saja merupakan satu napas baru untuk bumi. Mangrove bukan sekedar pohon biasa di pinggir pantai, tapi mereka merupakan benteng alami yang menjaga garis pantai dari abrasi. Akar-akarnya pohon mangrove menjadi tempat berlindung ribuan ikan, kepiting dan biota laut lainnya. Daun-daun pohon mangrove menjadi penyaring udara, menahan panas menahan panas bumi. Sedangkan batangnya, menahan ombak dan arus laut agar pantai tidak terkikis dan membuat pasir mengendap, sehingga membentuk daratan baru.Sedangkan tanpa mangrove, kita bisa lihat sendiri dampak nyatanya pada alam kita saat ini. Dimana air laut semakin naik ke daratan, rumah-rumah penduduk pesisir mulai tergenang, dan kehidupan nelayan semakin sulit karena susah mendapat hasil laut.Oleh karena itu, BenihBaik.com dan Indosat ingin mengajak #TemanBaik semua untuk menanam pohon mangrove melalui donasi. Setiap donasi #TemanBaik menjadi satu langkah menyelamatkan ekosistem laut, satu napas baru untuk bumi, hingga satu perlindungan bagi desa pesisir agar tak hilang tersapu ombak.#TemanBaik, mari menjadikan pohon sebagai sumber kehidupan dan menjaga bumi kita agar anak-anak kelak bisa berdiri di tepi pantai yang sama, dengan pohon mangrove yang rimbun, bukan ombak yang menggerus daratan. Yuk Klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 1.525.003
9 hari lagi
Dari Rp 150.000.000
Donasi
Kesehatan
Ayahku Dibacok Orang Tak Dikenal! Tangan dan Kepalanya Luka Parah
“Ayahku dibacok orang tak dikenal! Akibat penganiayaan itu, beliau mengalami luka parah pada tangan dan kepalanya. Namun, di tengah rasa sakitnya, ayahku mengatakan, ‘tangan yang luka ini harus bisa dipakai lagi, biar bisa bekerja lagi.’ Kata-kata itu seperti menamparku, tak sedikitpun ayah menyerah pada nasib”“Justru aku khawatir, karena dokter bilang Ayah bisa cacat permanen jika pengobatannya terhenti. Sementara aku terkendala biaya karena proses pengobatannya cukup panjang. Tuhan, Ayahku adalah orang baik, beri kami jalan untuk menyelamatkannya..” -Imafatun Khasanah, anak Bapak Sukarno-Kejadian mencekam itu terjadi pada 21 Juli 2025, sekitar pukul 01.00 dini hari. Ayahku, Sukarno (49 thn), sedang mengecek blower yang tiba-tiba mati di kandang ayam yang lokasinya gelap dan jauh dari pemukiman.Kemudian Ayah menemukan kabel blower sudah dipotong oleh seseorang. Penasaran, Ayah pun langsung mendekati orang tersebut untuk memastikan. Tapi tak disangka, Ayah langsung dibacok secara membabi buta oleh orang tak dikenal itu.Dalam kondisi tak berdaya dan hampir pingsan, Ayah berupaya menelepon ke bos kandang ayam dan keluarga. Namun, bantuan baru datang 1 jam kemudian, karena sudah tengah malam dan lokasinya jauh. Selama 1 jam itu, ayahku hanya bisa pasrah dan berdoa sambil menahan sakit.Air mata keluargaku tak berhenti mengalir melihat kondisi ayah saat itu. Apalagi dokter mengatakan otot dan tendon pergelangan tangan ayah putus, 5 tulang jarinya patah, ligamen pergelangan tangannya robek, otot jari tangannya putus, luka terbuka di kepala dan lengan.Saat kami tiba di rumah sakit, air mata kami tak berhenti jatuh. Dokter mengatakan bahwa otot dan tendon pergelangan tangan Ayah putus, lima tulang jarinya patah, ligamen pergelangan tangan robek, otot jari putus, serta luka terbuka di kepala dan lengan.Kini, tangan Ayah mengalami gangguan gerak dan nyeri hebat! Ia mencoba menggerakkan jarinya, terlihat jelas rasa sakit yang tak tertahankan di wajahnya. Tapi Ayah selalu berupaya sembuh, beliau selalu berupaya menggerakkan tangannya agar tidak kaku.Perlahan, dengan keteguhan dan doa, Ayah sudah mulai makan sendiri, meski dengan bersusah payah. Namun, Ayah belum bisa kembali bekerja di kandang ayam seperti dulu, dan belum bisa beraktivitas menggunakan kekuatan tangan.Melihat kondisi Ayah tentu sangat berat bagi keluargaku, tapi kami masih bersyukur ayah masih diberikan keselamatan. Aku juga belajar tentang arti bertahan, apalagi setiap kali Ayah mulai menggerakkan tangannya, rasanya seperti menyaksikan keajaiban kecil.Ayah masih harus terus di bawah pengawasan dokter, namun keluargaku terkendala biaya untuk pengobatannya. Ayah masih harus kontrol ke dokter, makan makanan bernutrisi untuk perbaikan tulangnya, obat yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Sukarno tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Sukarno!
Dana terkumpul
Rp 3.761.001
13 hari lagi
Dari Rp 3.000.000
Donasi