Panggilan Mendesak

camp
Keagamaan

Wujudkan Pembangunan Asrama Yatim Panti Babussalam

Ada 89 anak yang kami asuh di sini, namun sayangnya kami kurang ruangan untuk bisa memberikan yang terbaik bagi mereka. Untuk sekian puluh anak, kami hanya punya tiga ruangan tidur yang ukurannya sangat terbatas. Kegiatan anak-anak banyak namun kami terbatas untuk bisa memfasilitasinya.Assalamualaikum, TemanBaik  kami dari Panti Asuhan Babussalam, Cisalak, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, yang bermaksud untuk mengajak semua di sini memberikan bantuannya bagi anak-anak asuh kami.Total ada 89 anak asuh yang tinggal bersama kami di sini, terdiri dari yatim, piatu, dhuafa, dan anak-anak terlantar. Begitu banyaknya anak-anak di sini namun kami hanya memiliki satu ruangan untuk berkegiatan, 1 ruang kelas, dan 3 kamar tidur dengan ukuran yang tidak terlalu luas.Kami ingin mereka bisa belajar lebih nyaman lagi di ruangan yang lebih baik, selain itu juga anak-anak perempuan ini di sini membutuhkan ruangan yang lebih untuk kegiatan mereka. Panti kami sekarang memang menjadi sentral belajar agama bagi warga sekitar. Posisinya yang strategis bersebelahan dengan masjid membuat banyak yang datang untuk bersama-sama berkumpul. Rencananya bantuan dari TemanBaik akan kami gunakan untuk membangun ruang kelas dan menambah sarana MCK supaya semakin nyaman lagi anak-anak tinggal di sini. TemanBaik, anak-anak di Panti Asuhan Babussalam membutuhkan kita semua untuk bisa mendapatkan ruangan kelas, supaya mereka semakin nyaman belajar dan menjalankan kesehariannya. Yuk, kita bantu dengan cara: Klik “Donasi Sekarang”Isi nominal donasiPilih metode pembayaran, kalau ingin lebih praktis kamu bisa berdonasi dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay, atau kamu juga bisa berdonasi dengan cara transfer antar bank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).
Dana terkumpul Rp 8.559.062
15 hari lagi Dari Rp 200.000.000
Donasi
camp
Keagamaan

Belum Punya Gereja, Kami Terpaksa Ibadah di Bangunan Bekas Posyandu

Untuk sementara, ibadah dilangsungkan di bangunan bekas posyandu yang diperluas dengan material swadaya dan seng bekas sumbangan warga. Tentunya ini sudah mendapat izin pemerintah desa.Hai TemanBaik, Inilah penampakan tempat ibadah bagi kami jemaat di Dusun Wairhubing, Desa Watuliwung, Kecamatan. Kangae, Kabupaten. Sikka - Nusa Tenggara Timur. Sekilas,  Gereja Stasi Santo Agustinus Wairhubing ini mungkin terlihat seperti bukan tempat ibadah pada umumnya bukan? Ya memang, karena ini bangunan bekas posyandu yang diperluas dengan material swadaya dan seng bekas sumbangan warga. Bahkan kalau jemaatnya banyak, kami harus pasang terpal di luar supaya nggak kepanasan. Sangat sederhana, bahkan jauh dari kata mewah, tapi di sinilah kami memanjatkan doaSelama ini, jemaat masih bergotong royong untuk pembebasan tanah guna pembangunan gereja dengan cara lelang lagu, patungan,  penjualan kaos berlogo Stasi St. Agustinus dan usaha kreatif. Meskipun dari segi ekonomi sangat kurang, namun kami tetap antusias dan nggak menurunkan sedikit pun semangat kami untuk segera memiliki gereja sendiri. Dengan total 258 KK atau 947 jiwa, kami bergotong royong membagi tugas dalam pembangunan gereja ini. Pelan-pelan kami usahakan agar kebutuhan gereja terpenuhi walaupun sebenarnya sulit. Sebab gereja masih membutuhkan kelengkapan bangku, sound system, meja dan lainnya. Semoga kerja keras kami ini membuahkan hasil, dan nantinya kami bisa segera memiliki gereja sendiri. Untuk TemanBaik yang mau membantu pembangunan Gereja Stasi Santo Agustinus Wairhubing, dapat menyalurkannya dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini ya!
Dana terkumpul Rp 69.355.101
3 hari lagi Dari Rp 200.000.000
Donasi
camp
Anak

Perjuangan Bocah Penghafal Al-Qur’an untuk Sembuh dari Sakit Jantung

“‘Ibu harus memilih, operasi dilanjutkan dengan risiko usia anak hanya bertahan 6 hari, atau dihentikan dengan harapan ia bisa hidup hingga 30 tahun?’ Ucap dokter sambil memperlihatkan video kondisi anakku di meja operasi. Hatiku hancur, dengan penuh air mata, aku memilih kesempatan hidup untuknya.”“Hingga akhirnya aku diizinkan menjenguk anakku, hatiku pedih sekali. Lehernya dilubangi, dada dan mulutnya ditancapkan selang-selang besar, tangan hingga kakinya diikat. Aku terus menguatkan hati demi harapan agar anakku bisa tetap terus dan kelak bisa terus mewujudkan impiannya menghafal Al-Qur’an.” -Susi Susanti, Orang tua Andra-Anakku Andra Rais Alhanan (18 bln) adalah kebanggaanku. Di usianya yang masih dini, Ia sudah mulai jadi penghafal Al-Qur’an. Di sela-sela waktu Ia minum obat jantungnya, suara indahnya yang melantunkan ayat suci menjadi penguat hatiku untuk terus berjuang demi pengobatannya. Di tengah rasa sakit yang dialaminya, anakku bahkan masih terus mengingat ayat dari Allah. Ia meringis sambil mengatakan, “Andra nggak apa-apa Bu, nanti juga sembuh karena Andra sudah baca surat Alfatihah dan ayat kursi 11 kali.” Ditelannya semua rasa sakit itu demi menenangkan orang tuanya.Namun, saat Ia harus masuk ruang operasi, aku mendengar Ia menangis. Dengan hati gemetar, aku bertanya pada suster, berharap itu bukan suara anakku. Tapi ternyata itu Andra. Tapi tak ada yang bisa aku perbuat, karena tidak diizinkan masuk untuk sekedar memeluknya, karena Ia berada di ruang steril.Penyakit jantung itu mulai mengintai anakku sejak usianya 2 tahun. Ia tiba-tiba kehilangan nafsu makan dan tubuhnya lemah. Hingga akhirnya dokter menemukan ada kebocoran jantung pada anakku. Hanya obat yang menjadi satu-satunya harapan agar kebocoran jantungnya menutup sendiri.Namun, kenyataan berkata lain. Kondisi anakku terus memburuk, jantungnya membengkak dan napasnya sesak.  Aku begitu ketakutan, karena seiring waktu badannya membiru,  Ia sering menangis dan keringat dingin. Setiap detik rasanya harapanku sempat hilang.Anakku sudah menjalani operasi bedah jantung. Kondisinya sekarang tidak bisa beraktivitas seperti anak lainnya. Ia masih kesulitan bernapas, bahkan rambut di kepalanya juga ikut bergerak setiap Ia berupaya mencari udara. Setiap malam, aku akan menangis ketakutan melihat keadaannya, dihantui rasa kehilangan.Perjalanan pengobatan anakku masih sangat panjang, tapi keadaan ekonomi kami semakin terpuruk. Suamiku hanya bekerja sebagai petugas keamanan dengan penghasilan yang pas-pasan. Aku bahkan sempat berhutang ke bank dengan menjaminkan tempat usaha milik saudara, hanya demi menyelamatkan nyawa anakku.Sampai hari ini, aku masih terus berjuang karena anakku masih membutuhkan biaya untuk membeli obat yang tidak dicover BPJS, transportasi ke rumah sakit, membeli vitamin dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Andra tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Andra!
Dana terkumpul Rp 1.825.000
2 hari lagi Dari Rp 9.150.000
Donasi

Pilihan Campaign