Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Setahun Lebih Tak Kunjung Operasi, Rianti Bertahan dari Kelainan Jantung
“Dokter telah memasang ring kedua kalinya pada anak saya karena tak kunjung mendapat jadwal operasi. Kami sudah kehabisan biaya, saya hanya penjual seblak di depan rumah, itu pun sambil menggendong anak. Anak saya belum bisa berjalan, tapi semangatnya sangat tinggi untuk belajar berjalan sambil berpegangan. Bahkan Ia sampai kelelahan dan ngos-ngosan, ketika saya suruh berhenti dia akan menangis.” -Refti Ika Purwanti, Orang tua Rianti-Anak ketiga saya, Rianti Anindira Kanza (2 thn), didiagnosa kelainan jantung bawaan. Penyakit ini terlihat saat usianya 6 bulan, yaitu kuku tangan, kaki, hingga bibirnya tampak membiru. Kondisinya semakin parah ketika menangis, Ia akan mengalami sesak nafas. Saya akhirnya membawa anak periksa ke dokter, hasilnya buat saya terkejut. Salah satu katup jantung Rianti tidak terbentuk sempurna dan terjadi penyempitan pembuluh darah. Dokter langsung mengambil tindakan kateterisasi dan pemasangan ring di jantung anak saya agar tidak mengalami sesak.Anak saya dirujuk untuk melanjutkan pengobatan di Jakarta untuk operasi. Saya nekat menjual semua harta yang saya punya demi bisa membawa anak dari Karimun, Riau, menuju Jakarta. Tapi sesampainya di Jakarta, anak saya tidak bisa langsung mendapatkan tindakan karena harus mengantri.Hampir 2 bulan saya menunggu jadwal operasi anak di Jakarta, tapi hasilnya nihil. Akhirnya kami pun kembali pulang ke kampung tanpa adanya tindakan apapun pada anak saya. Saya sudah kehabisan biaya hidup selama di Jakarta. Kini sudah setahun lebih anak saya masih belum juga mendapatkan kabar mengenai jadwal operasi. Selama ini anak saya hanya melakukan kontrol rutin ke rumah sakit di kota. Tentu saja kondisi anak saya memburuk, Ia semakin membiru dan sulit menelan makanan.Anak saya masih harus terus menjalani kontrol rutin ke rumah sakit di kota yang tidak ditanggung BPJS, saya sudah tidak ada biaya. Penghasilan suami saya juga terbatas meski saya juga sudah bantu kerja tambahan. Anak saya masih butuh dana untuk operasi, transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, susu, dan kebutuhan anak lainnya.#TemanBaik, mari bantu Rianti agar bisa melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 21.977.001
12 hari lagi
Dari Rp 26.772.000
Donasi
Kesehatan
8 Tahun Alami Hipertiroid, Pedagang Kue Sempat Alami Kelumpuhan sementara
“8 tahun lamanya aku menderita hipertiroid! Aku tidak punya biaya untuk berobat, karena aku hanyalah seorang pedagang kue keliling yang penghasilannya pas-pasan.”“Akibatnya, tubuhku semakin lemah dan akhirnya aku mengalami kelumpuhan semantara pada kaki dan kanan. Aku tak lagi bisa mencari nafkah dan juga tidak bisa lagi berobat karena tidak memiliki biaya.”Aku Febi Wahyudi (36 thn), kondisiku sempat memburuk hingga harus dilarikan ke IGD. Saat itu, tubuhku tak mampu digerakkan, jantung berdebar begitu kencang, keringat dingin mengucur, dan saya hanya bisa terbaring lemah. Aku hanya bisa terus berdoa sepanjang waktu, jangan sampai ini menjadi akhir dari hidupku.Dokter memberikan penanganan, termasuk pemberian kalium untuk mengatasi kelumpuhan, serta obat-obatan yang kini harus aku konsumsi secara rutin. Aku juga harus menjalani fisioterapi dan mengkonsumsi vitamin yang tidak semuanya ditanggung BPJS.Syukurlah, kondisiku berangsur membaik meski perjuanganku dengan penyakit ini belum selesai. Aku masih harus minum obat dan masih kesulitan melakukan aktivitas berat. Saat penyakit ini kambuh, aku hanya bisa terbaring di tempat tidur, menahan pusing akibat vertigo hingga telingaku terasa berdengung.Di tengah kondisi ini, aku tetap berusaha bertahan. Aku mulai berjualan kue kembali meski dalam jumlah kecil. Penghasilanku terbatas, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari. Aku berupaya meminjam uang pada orang-orang terdekat demi pengobatanku.Aku ingin sembuh, karena tidak ingin melihat ibuku terus menangis karena melihat kondisiku yang memprihatinkan. Namun, aku kesulitan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Febi tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Febi!
Dana terkumpul
Rp 1.205.000
6 hari lagi
Dari Rp 4.600.000
Donasi
Kesehatan
Awalnya Hanya Bersin Berdarah, Ternyata Pak Antoni Didiagnosa Tumor Nasofaring!
“Akhirnya, aku memberanikan diri menulis pesan ini, demi harapan kesembuhan belahan jiwaku. Suamiku adalah sosok yang kuat, menjadi sandaranku, namun saat ini beliau sedang menghadapi penyakit yang begitu kejam.”“Dokter mendiagnosa suamiku menderita tumor nasofaring, yaitu kanker ganas di rongga hidungnya. Akibatnya, suamiku mengalami nyeri hebat yang menjalar ke area wajahnya, kesulitan bernapas, mimisan tiba-tiba, hingga penurunan berat badan secara drastis.” -Suparti, Istri dari Antoni-Suamiku, Antoni Marsudi, harus menjalani ujian yang berat di usianya ke-44 tahun. Tak pernah terpikirkan olehku, sakit yang awalnya terlihat sepele itu ternyata membawa petaka bagi keluargaku. Bermula dari suamiku yang mengalami pusing, telinga berdengung, dan bersin disertai darah dari hidung.Saat itu, aku dan suami berpikir itu hanya alergi biasa. Saat berobat ke puskesmas, suamiku hanya diberikan obat dan mengira Ia akan segera sembuh. Namun, harapan itu memudar ketika suamiku kembali bersin-bersin dan justru semakin banyak darah yang keluar. Akhirnya aku membawa suamiku ke rumah sakit, dan hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa ada cairan pada sinusnya (bagian hidung). Aku cukup kaget karena ternyata suamiku harus dioperasi. Namun, cobaan sebenarnya ternyata bukan itu, ditemukan ada tumor nasofaring pada suamiku.Rasanya bagai disambar petir di siang bolong, aku tak pernah berpikir suamiku mengalami penyakit semengerikan itu. Suamiku harus melalui 3 kali operasi untuk menyelamatkan nyawanya. Sejak itu, kondisi suamiku juga semakin menurun.Tubuh suamiku kian hari kian lemah, sering pusing, mual, sesak napas dan bahkan kejang. Sekedar untuk bernapas saja, terkadang harus dibantu dengan alat oksigen. Ia yang dulu kuat bekerja, kini hanya bisa terbaring dan bergantung sepenuhnya padaku. Kami sudah tidak ada sumber dana lagi karena suami tak lagi bisa mencari nafkah. Tabungan habis terkuras karena pengobatannya sangat panjang. Aku sendiri selalu berupaya mencari jalan keluar agar suami bisa berobat, meski harus pinjam uang sana-sini.Saat ini, Suamiku membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, alat medis dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Antoni tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Antoni!
Dana terkumpul
Rp 1.975.000
6 hari lagi
Dari Rp 22.330.000
Donasi