Panggilan Mendesak

camp
Anak

Terancam Buta! Bantu Syafira Bisa Melihat

“Walau dunianya gelap karena penyakit yang membuat matanya tak bisa melihat, ada cahaya yang menerangi kami, yaitu senyumannya. Kami menjadi kuat karena senyumannya yang hangat setiap Ia mendengar suara kami.” -Siti Mariam, Orang tua Syafira-Sejak membuka matanya di dunia, Syafira Nur Hidayat (3 thn) harus berjuang. Ia seharusnya masuk inkubator karena lahir secara prematur dengan berat badan 1,5 Kg, tapi terpaksa dibawa pulang lebih cepat karena kendala biaya.Orang tuanya sempat lega karena Syafira tumbuh dengan baik dan normal. Namun, memasuki usia 3 bulan, dunianya redup. Pupil matanya tiba-tiba memutih, dokter menyampaikan hal yang mengiris hati, Syafira kehilangan penglihatannya!Ia didiagnosa ROP stage 5, yaitu saraf matanya sudah putus dan hipotiroid kongenital yang membuat tumbuh kembangnya terlambat. Kenyataan ini memukul keras hati orang tuanya, apalagi saat itu tidak ada biaya untuk tes darah Syafira. Kesembuhan Syafira harus dibayar mahal, orang tuanya sampai menggadaikan motor. Secara rutin, Ia harus diberikan terapi hormon melalui obat seumur hidup dan fisioterapi di poli rehab medik seminggu sekali di RSCM. Di tengah keterbatasan keuangan, sebisa mungkin orang tuanya membawa Syafira berobat ke rumah sakit yang jaraknya jauh. Ayahnya bekerja sebagai pelayan toko mebel dengan gaji Rp50 ribu sehari, lalu mencari tambahan sebagai kenek dan membantu jualan sayur di malam hari. Kini, Syafira masih belum bisa berjalan. Orang tuanya masih menanti hari di mana ia bisa melangkah, meski pelan. Tapi biaya pengobatan, transportasi, susu khusus, dan obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya terus bertambah. Di tengah keterbatasan, mereka terus bertahan.#TemanBaik, mari bantu Syafira untuk melanjutkan pengoabtan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 11.874.000
1 hari lagi Dari Rp 11.724.000
Donasi
camp
Anak

Clarissa Bertahan dari Masalah Otak, Jantung Bocor dan Mata Katarak!

“Anakku harus merasakan pahitnya ditolak 3 rumah sakit sekaligus dengan alasan kamar IGD penuh! Padahal, saat itu kondisi tubuh anakku kaku, demamnya sangat tinggi hingga matanya mendelik ke atas. Dalam kepanikan,  rumah sakit keempat mau menerima anakku, itupun hanya di kamar rawat inap biasa.”“Namun, kondisi anakku justru semakin memburuk karena Ia belum juga mendapatkan perawatan yang semestinya. Saat itulah duniaku terasa berhenti, apalagi anakku tiba-tiba mengalami henti napas! Perasaan takut semakin menyergap, melihat selang medis memenuhi hampir seluruh wajah anakku. Dokter mendiagnosa anakku mengalami beberapa masalah pada otaknya!” -Wiwit Suliswati, Orang tua Clarissa-Anakku, Clarissa Salsabila, didiagnosa infeksi otak, epilepsi, hingga hidrosefalus (penumpukan cairan berlebih pada otaknya). Demi bertahan hidup, Ia harus menjalani operasi pemasangan selang dari kepala menuju perutnya untuk mengurangi penumpukan cairan yang menekan otaknya.Namun, belum selesai rasa sakit yang harus ditanggungnya, buah hatiku juga harus menerima diagnosa jantung bocor dan katarak pada kedua matanya. Hatiku hancur berkeping-keping karena berita buruk yang terus-menerus menghantam anakku seolah tak diberi ruang untuk bernapas merasa lega. Akibat terlalu banyak menahan rasa sakit, kini anakku tidak bisa melakukan apapun selain berbaring dengan tubuhnya yang kaku. Clarissa harus menjalani fisioterapi secara rutin agar fungsi gerak tubuhnya perlahan bisa kembali, serta operasi pemasangan lensa agar ia dapat melihat dunia dengan lebih jelas.Terkadang ia mengalami demam, batuk, tremor, bahkan kejang-kejang. Setiap kali sakitnya kambuh, aku hanya bisa menggendongnya, mengelus punggungnya, dan berdoa agar rasa sakit itu segera berlalu. Saat menangis, tubuhnya bisa membiru, dan jika kondisinya semakin parah, aku harus segera membawanya ke rumah sakit.Biaya pengobatan Clarissa sangat besar. Tak jarang aku harus meminjam uang ke sana kemari hanya untuk membawanya berobat. Suamiku hanyalah seorang buruh pabrik, dan setiap malam ia masih menjaga warung kopi demi menambah sedikit biaya untuk pengobatan anak kami.Aku sendiri tak bisa bekerja karena harus sepenuhnya merawat Clarissa. Meski begitu, sesekali aku mencoba mengambil pekerjaan mencuci dan menggosok pakaian. Sekecil apa pun penghasilan itu, akan selalu aku usahakan, demi kesembuhan anakkuSaat ini, anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, alat bantu napas dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Clarissa tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Clarissa!
Dana terkumpul Rp 25.608.000
5 hari lagi Dari Rp 24.508.000
Donasi
camp
Kemanusiaan

Hidup Sebatang Kara, Bantu Edy Sembuh dari Penyakit Saraf di Kaki

TemanBaik, perkenalkan saya Rustandi Eddy (63 tahun). Saat ini saya hidup sebatang kara dan tengah berjuang sembuh dari penyakit saraf kaki berat. Penyakit ini berawal pada tahun 2019, di mana saat itu saya sedang berada di bengkel dan selesai makan sate. Namun ketika hendak berdiri saya tidak bisa, kedua kaki saya terasa sakit sekali. Setelah diperiksakan, dokter mengatakan tensi saya 200. Sudah 2 kali berobat namun tidak juga ada perubahan, bahkan saya sudah gonta ganti dokter untuk mengobati penyakit saya ini, tapi saya tidak kunjung sembuh. Sampai akhirnya saya diberi surat pengantar untuk tes Elektroensefalogram (EEG) ke RSHS Bandung. Setelah diperiksa, menurut EEG saya didiagnosis pengidap penyakit saraf kaki berat. “Sudah minum herbal dan berobat terapi serta berobat kampung. Kalau tidak makan obat, sakitnya luar biasa bahkan tidak ada ngantuk walau 7 hari 7 malam,” ucap EdySaya membutuhkan bantuan Temanbaik untuk berobat, karena saya hidup sebatang kara, tidak memiliki anak dan juga istri. saya juga tidak berpenghasilan lagi karena tidak bisa jalan.Biaya untuk berobat selama ini hasil dari menjual harta benda yang ada di rumah dan sumbangan dari keluarga serta orang-orang baik. Jika tidak ada bantuan yang dikirim saya tidak makan. TemanBaik, maukah bantu saya sembuh dari penyakit saraf kaki berat ini? Saya ingin bisa bekerja lagi dan mencukupi kebutuhan sehari-hari saya. bantuan dari TemanBaik nantinya akan saya gunakan untuk berobat, menebus obat resep dokter dan makan.Bantuan dari TemanBaik dapat disalurkan dengan cara: Klik “Donasi Sekarang”Isi nominal donasiPilih metode pembayaran, kalau ingin lebih praktis kamu bisa berdonasi dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay, atau kamu juga bisa berdonasi dengan cara transfer antar bank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).
Dana terkumpul Rp 29.867.989
1 hari lagi Dari Rp 30.000.000
Donasi

Pilihan Campaign