Panggilan Mendesak

camp
Kemanusiaan

Aksi Berbagi Nasi Bungkus

Berbagi nasi bungkus dan santunan adalah sebuah gerakan sosial yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Hal ini yang rutin dilakukan Denny Reksa.Bukan tokoh masyarakat bukan pula pejabat, Denny Reksa juga tidak memiliki yayasan sosial. Namun, jiwa sosialnya begitu tinggi. Nasi bungkus tersebut dibawa keliling, mulai dari Kota Surabaya hingga Terminal Purbaya.Denny Reksa yang merupakan mantan pewarta mengatakan, rutinitas membagikan nasi bungkus setiap Jumat sejatinya sudah lama dilakukan. Terhitung sudah 10 tahun dia membagikan nasi bungkus dan santunan untuk orang yang membutuhkan. Dia tidak lelah mencari tunawisma, lansia, penyandang disabilitas, hingga kaum duafa di Kota Surabaya. Berkembangnya waktu, kini aktivitas sosialnya tidak hanya dilakukan di Surabaya, tetapi juga di Mojokerto, Malang, hingga Semarang. Denny Reksa mengajak berbagai komunitas.TemanBaik, yuk dukung terus semangat berbagi Denny Reksa. TemanBaik juga bisa ikut serta dengan cara: Klik “Donasi Sekarang”Isi nominal donasiBoleh memilih donasi lewat mana saja, bisa dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antarbank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).
Dana terkumpul Rp 35.019.075
9 hari lagi Dari Rp 52.000.000
Donasi
camp
Anak

Hati Seorang Ibu Diuji Lagi, Bunga Berjuang Menghadapi Dua kebocoran Jantung!

“Bunga merupakan anakku yang kini menjadi satu-satunya pelipur lara yang tersisa di pelukanku. Belum sempat luka mengering karena kepergian anakku yang lain akibat gagal ginjal, kini aku kembali diuji, menyaksikan Bunga berjuang melawan penyakit mematikan yang mengancam nyawanya.”“Hati mana yang tak hancur menghadapi kenyataan seperti ini. Rasanya seperti kehilangan belum selesai, tapi sudah harus bersiap menghadapi kehilangan berikutnya…” -Citra Handayani, Orang tua Bunga-Sejak lahir ke dunia, tangisan Bunga Jihan Kurniawan (8 bln) justru membawa kabar yang begitu berat bagiku sebagai ibunya. Dokter mengatakan anakku mengalami down syndrom disertai penyakit jantung bawaan.Pada awal-awal kehidupannya, bukan pelukan hangat di rumah yang dijalani anakku, melainkan dinginnya kamar rumah sakit dengan pengawasan alat medis. Setiap anakku menangis, tubuhnya akan membiru dan Ia akan berjuang luar biasa untuk sekedar bernapas karena sesak.Semakin hancur lagi hatiku, ketika ternyata ada dua lubang bocor pada jantung anakku! Bahkan, untuk terapi fisik saja anakku tidak bisa karena terlalu beresiko bagi jantungnya. Sejak itu, hidup anakku diisi dengan bolak-balik rumah sakit. Meski sudah pengobatan, anakku hingga kini masih sering mengalami demam, batu, flu dan sesak napas yang tak pernah absen datang. Satu-satunya harapan Bunga untuk terus bertahan adalah operasi jantung dan itu harus dilakukan di Jakarta.Tentu saja, biaya yang besar menjadi penghalang besar bagiku untuk melanjutkan pengobatan anakku. Suamiku hanyalah seorang penjaga toko, sedangkan aku berupaya mencari penghasilan tambahan dengan menjadi buruh cuci panggilan dari rumah ke rumah.Aku dan keluarga kecilku hanya tinggal di kontrakan sederhana dan menjalani kehidupan yang serba terbatas. Ada masa uang yang ku punya sisa Rp 50 ribu rupiah, sementara anakku membutuhkan tabung oksigen dan susu khusus yang harganya di luar jangkauanku.Akhirnya, dengan terpaksa aku berutang sana-sini untuk membeli tabung oksigen, demi menyelamatkan napas kecilnya. Suamiku juga menjalani pekerjaan tambahan sebagai tukang ojek panggilan, tapi tetap saja keadaan begitu sempit.Aku hanya ingin anakku bisa tumbuh sehat. Ia membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Bunga tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Bunga! 
Dana terkumpul Rp 10.522.000
12 hari lagi Dari Rp 10.512.000
Donasi
camp
Keagamaan

Atap Bocor dan Plafon Hancur, Jamaah Musholla Al Ikhlas Tetap Bertahan untuk Bersujud

“Harapan masyarakat sangat sederhana, mereka hanya ingin memiliki musholla yang aman, tidak bocor saat hujan, dan membuat masyarakat bisa beribadah dengan tenang serta lebih khusyuk dalam bersujud kepada Allah.”Di tengah padatnya pemukiman di kawasan Cilincing, berdiri sebuah tempat ibadah sederhana bernama Musholla Al Ikhlas yang dibangun sejak tahun 2008. Selama bertahun-tahun, musholla ini menjadi tempat warga bersujud, mengaji, dan mendekatkan diri kepada Allah. Ketua musholla, Bapak Tajudin (62 tahun), selalu merawat musholla agar tetap menjadi tempat ibadah yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Walau dana yang tersedia hanya berasal dari kotak amal yang jumlahnya sangat terbatas, tapi ketulusan beliau begitu menghangatkan hati masyarakat.Namun kini, kondisi Musholla Al Ikhlas sangat memprihatinkan. Plafon mulai hancur, cat dinding kusam dan mengelupas, serta atap sering bocor ketika hujan turun. Saat hujan deras datang, jamaah terpaksa berpindah-pindah tempat agar tidak terkena tetesan air. “Hati saya sedih setiap kali melihat jamaah terganggu saat hujan turun. Saya hanya ingin masyarakat bisa beribadah dengan tenang dan khusyuk,” ungkap Pak Tajudin lirih.Bahkan, terkadang lampu mengalami korsleting hingga membuat suasana ibadah menjadi tidak nyaman. Di tengah keterbatasan itu, warga tetap bertahan untuk beribadah dengan penuh kesabaran.Hingga saat ini, belum ada pembangunan yang bisa dilakukan karena keterbatasan biaya. Padahal musholla sangat membutuhkan perbaikan segera, mulai dari pemasangan plafon baru, pengecatan ulang, pembelian baja ringan, semen, pasir, hingga biaya jasa tukang.Meski dalam kondisi terbatas, semangat jamaah untuk tetap datang beribadah tidak pernah luntur. Mereka terus berharap suatu hari Musholla Al Ikhlas bisa berdiri lebih layak, kokoh, dan nyaman untuk anak-anak hingga orang tua yang setiap hari menggantungkan tempat ibadahnya di sana.#TemanBaik, yuk, bantu renovasi Musholla Al Ikhlas agar warga bisa beribadah dengan nyaman tanpa takut atap bocor dan bangunan yang rapuh. Semoga setiap bantuan menjadi pahala jariyah yang terus mengalir!
Dana terkumpul Rp 710.000
14 hari lagi Dari Rp 20.000.000
Donasi

Pilihan Campaign