Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Lehernya Sampai dilubangi, Arka Alami Pneumonia, Cerebral Palsy dan Epilepsi
“Leher anakku harus dilubangi untuk jalur napasnya! Saat Arka masuk ruang PICU, aku kehilangan seluruh kekuatan yang kupunya. Aku menangis tanpa henti, dan Arka juga ikut meneteskan air mata saat melihatku.”“Namun keesokan harinya, anakku justru menyambutku dengan senyuman meski kondisinya sedang kritis. Ia seolah mengungkapan bahwa Ia tak ingin melihatku bersedih. Sejak itu, harapan tumbuh, aku percaya sekecil apapun peluangnya anakku pasti akan terus berjuang untuk sembuh.” -Citra Meviani, Orang tua Arka-Tiga jam setelah lahir, anakku, Arka Antoni (7 thn), tidak mengeluarkan suara apapun. Tidak menangis maupun merintih. Bahkan sebelum sempat aku merasakan hangat tubuhnya di pelukanku, Arka harus dibawa ke ruang NICU dan dipasangi ventilator agar bisa bernapas.Di hari yang seharusnya membahagiakan, aku justru hanya bisa menangis tanpa henti usai melahirkan. Aku kira kondisinya akan membaik usai dirawat di rumah sakit, tapi dokter justru mengatakan HB anakku rendah. Tubuh kecilnya yang masih berusia 2 hari, harus ditusuk jarum suntik berkali-kali untuk transfusi darah.Bayangkan saja, anakku harus menerima 4 kantong darah sekaligus! Ia juga mengalami infeksi paru-paru (pneumonia) hingga sesak napas hebat. Selama 27 hari dirawat di PICU rumah sakit dengan alat medis menempel di tubuhnya, akhirnya dokter memutuskan agar anakku harus operasi trakeostomi (membuat lubang di lehernya sebagai jalur napasnya).Seolah belum cukup. dokter juga menyatakan bahwa Arka mengidap cerebral palsy dan epilepsi. Hatiku seketika runtuh. Tuhan, seandainya penyakit bisa ditukar, aku rela dan menanggung semuanya menggantikan anakku. Aku tidak tega, apalagi Ia makan dan minum harus melalui selang NGT karena lehernya dilubangi.Anakku sudah 5 kali menjalani pergantian alat trakeostomi. Selama itu pula aku menunggu di depan ruang operasi sambil menahan napas. Sering kali ia mengalami kejang, bahkan sempat gagal napas ketika operasi. Namun, anakku terus bertahan meski berkali-kali dihadapkan dengan maut. Ketegaran anakku membuatku ingin terus berjuang untuk kesembuhannya. Suamiku bekerja sebagai pedagang dengan penghasilan yang tidak menentu, kadang hanya Rp600 ribu seminggu. Kami masih harus membesarkan empat anak lainnya. Pernah suatu malam Arka harus masuk UGD, dan aku hanya membawa uang Rp20 ribu. Bahkan susu Arka pun sudah habis. Namun Tuhan menggerakkan hati orang lain. Keluarga pasien yang sekamar dengan Arka tiba-tiba memberiku uang Rp200 ribu. Pertama kalinya hari itu, aku bisa menghela napas lega, bisa membeli susu dan pampers untuk anakku. Aku yakin, akan ada keajaiban lainnya yang menanti anakku. Saat ini, anakku membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, alat medis, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Arka tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Arka!
Dana terkumpul
Rp 15.952.011
4 hari lagi
Dari Rp 23.310.000
Donasi
Kemanusiaan
Opick x Syifa Hadju BUKBAR Berbagi Kebaikan untuk Anak Pejuang Kanker Bersama MLBB
Di layar, kita terbiasa melihat pertandingan. Ada strategi, ada semangat, ada harapan untuk menang.Namun di luar layar, ada perjuangan lain yang jauh lebih sunyi dan jauh lebih berat.Di Indonesia, banyak anak sedang berjuang melawan kanker. Usia mereka masih sangat muda, namun hari-hari mereka harus diisi dengan pengobatan, ruang perawatan, dan rasa sakit yang tidak seharusnya mereka rasakan.Melalui kolaborasi MLBB Indonesia, bersama Opick dan Syifa Hadju, kami ingin mengajak kamu berhenti sejenak dan melihat perjuangan ini dengan hati.Bagi anak-anak pejuang kanker,harapan adalah hal yang paling berharga.Harapan untuk sembuh. Harapan untuk kembali bermain. Harapan untuk menjalani masa kecil seperti anak-anak lainnya.Opick percaya,kebaikan yang dilakukan dengan ikhlasakan selalu menemukan jalannya.Syifa Hadju percaya,setiap anak berhak mendapatkan masa depanyang penuh senyum dan mimpi.Dan kami percaya,ketika komunitas bergerak bersama,harapan itu bisa dijaga agar tetap hidup.Dana yang terkumpul akan disalurkan untuk membantu pengobatan, pendampingan, serta meringankan beban keluarga anak-anak pejuang kanker. Yuk, ikut kontribusi dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 2.870.000
7 hari lagi
Dari Rp 100.000.000
Donasi
Kemanusiaan
Sehatkan Papua, Bangkitkan Harapan Rakyat untuk Hidup Lebih Baik
Di pedalaman Papua, akses layanan kesehatan masih menjadi perjuangan berat. Jarak tempuh yang jauh, jalanan licin, serta minimnya transportasi membuat masyarakat kesulitan mendapatkan pertolongan saat sakit. Bahkan, obat penurun panas atau vitamin sederhana pun sulit ditemukan.Namun, di tengah keterbatasan itu, pos Satgas TNI hadir sebagai titik terang. Mereka menjadi tempat perlindungan dan harapan, menyediakan bantuan medis secara cuma-cuma tanpa syarat. Dengan dukungan yang tepat, pos-pos ini bisa menjadi garda terdepan kesehatan masyarakat.#TemanBaik, kita bisa bantu melengkapi pos Satgas TNI dengan obat-obatan dasar, vitamin, dan alat medis yang dibutuhkan. Tak hanya untuk warga, tapi juga untuk para prajurit yang turut menghadapi risiko penyakit berbahaya seperti malaria.Setiap bantuan yang #TemanBaik berikan akan menyentuh kehidupan nyata—membantu anak kecil yang menggigil demam, ibu hamil yang butuh gizi, dan orang tua yang lemah tak bisa berjalan jauh mencari pengobatan. Kesehatan adalah hak, bukan kemewahan.Mari jadi jembatan harapan untuk saudara-saudari kita di Papua. Bersama, kita bisa hadirkan senyum sehat dan hidup yang lebih baik. Karena bagi mereka, #TemanBaik adalah cahaya yang tak pernah padam.
Dana terkumpul
Rp 10.458.008
5 hari lagi
Dari Rp 100.000.000
Donasi