Panggilan Mendesak

camp
Anak

Kepalanya Terbentur Hingga 7 Kali! Daljiro Alami Pembengkakan Otak

“Kepala anakku terbentur sebanyak 7 kali akibat jatuh! Akhirnya Ia mengalami epilepsi GTC dan trauma kepala.”“Hatiku sudah hancur, tapi lebih hancur lagi saat aku terpaksa membawanya pulang diam-diam tanpa sepengetahuan rumah sakit. Aku benar-benar sudah tak sanggup membayar tagihan rumah sakit. Ya Allah, semoga ini terakhir kalinya anakku tak bisa mendapat pengobatan yang seharusnya....” -Wahyu, Ayah Daljiro-Saat usia 1,5 tahun, Daljiro El Jaler Anditya (3 thn) terjatuh hingga kepalanya terbentur 2 kali. Selang 2 jam setelahnya, Ia tidak bisa berjalan normal, langkahnya oleng, tubuhnya tak stabil, hingga Ia lagi-lagi kembali terjatuh dan kepalanya terbentur berulang kali. Aku panik dan ketakutan, apalagi setelah itu anakku mengalami kejang-kejang tiap setengah jam. Dokter bilang ada pembengkakan di otak anakku dan kemungkinan harus dioperasi. Seketika tubuhku lemas mendengar kabar buruk itu, tapi aku juga tak berdaya. Sempat aku bersyukur, anakku tak perlu melakukan operasi karena pembengkakan di kepala anakku mereda berkat minum obat. Tapi ternyata, obat yang menyembuhkan otaknya sangat keras hingga merusak organ hati dan ginjalnya.Sejak itu, anakku hidup dalam kondisi rentan dan harus dalam pengawasan. Ia bisa kejang sewaktu-waktu dan emosinya menjadi tidak stabil. Ia juga tidak boleh kelelahan dan tidak bisa beraktivitas seperti anak lainnya. Prihatin sekali melihat kondisi anak.Meski begitu, anakku tak pernah menyerah. Ia selalu hafal jam minum obatnya, bahkan Ia sering mengingatkanku untuk minum obat. Tapi biaya pengobatannya terus membengkak, bahkan kami terpaksa mengundur saat anak butuh cek saraf. Aku hanya seorang buruh bangunan dengan penghasilan Rp70 ribu perhari. Kadang aku juga membantu membersihkan tempat ibadah dan jaga malam, demi bisa sekedar bisa beli beras. Bahkan, aku pernah menjual baju yang kupakai demi pengobatan anak.Sementara anak harus berobat rutin ke rutin dari Pacitan ke rumah sakit di Yogyakarta, minum obat rutin, obat yang tidak dicover, dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, Daljiro butuh kita sekarang. Ayo bantu lanjutkan pengobatannya, klik Donasi Sekarang sebelum terlambat!
Dana terkumpul Rp 18.101.005
8 hari lagi Dari Rp 27.132.000
Donasi
camp
Anak

Wajahnya Dipenuhi Selang! Febrian Harus Operasi Bedah Jantung di Jakarta

“Wajah mungil anakku kini dipenuhi selang dan alat medis! Setiap kali aku menatapnya, dadaku sesak. Ia bahkan sulit menggerakkan kepalanya, karena hampir seluruh wajahnya tertutup alat-alat yang membantu napasnya tetap berjalan.”“Seharusnya Ia sedang belajar tersenyum, bukan berjuang untuk bernapas. Aku hanya bisa berdoa sambil memeluk harapan yang sama kuatnya seperti perjuangannya untuk tetap terus hidup.” -Hanif Fahtul, Orang tua Febrian-Sejak hari pertama saya, Febrian Ananda Putra (10 bln),  hadir ke dunia, Ia sudah menanggung ujian besar. Ia mengalami sakit jantung bawaan lahir. Kini usianya baru 7 bulan, dan kami harus bolak-balik berobat ke RS Pusat Jantung Harapan Kita, Jakarta.Penyakit ini baru kami ketahui saat usianya 2,5 bulan, ketika ia dibawa imunisasi. Saat itu napasnya terlihat jauh lebih cepat dari bayi lain. Wajahnya pucat, lalu perlahan tangan, kaki, dan bibirnya mulai membiru. Hati saya seakan runtuh melihat kondisi itu.Dokter menjelaskan bahwa penyakit jantung itu membuat pembuluh darah anak saya tertukar, darah kotor dan darah bersih mengalir terbalik. Sejak lahir tubuh kecilnya berjuang tanpa henti. Penanganan awal berupa operasi BAS sudah dilakukan, namun itu belum cukup.Anak saya masih membutuhkan satu kali operasi bedah jantung besar agar bisa bertahan dan tumbuh seperti anak-anak lainnya. Namun, saat ini kondisinya kembali menurun. Sudah tiga hari Ia demam, tubuhnya sering membiru, dan Ia tidak kuat beraktivitas sedikit pun. Kelelahan kecil saja bisa sangat berbahaya baginya.Saya berharap anak saya mendapat kesempatan untuk hidup lebih lama, bernapas tanpa rasa sesak, dan merasakan masa depan yang layak Ia miliki. Tapi biaya pengobatan yang sering tidak bisa aku sanggupi, bahkan untuk sekedar transportasi dari Pacitan ke rumah sakit di Jakarta, obat yang tidak dicover BPJS dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Febrian tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Febrian!
Dana terkumpul Rp 955.000
1 hari lagi Dari Rp 2.000.000
Donasi
camp
Anak

Sudah 6 kali Operasi! Alvarendra Alami Usus Buntu Hingga Paru-paru Tak Berkembang

“3 kali anakku harus dirawat inap, bahkan masuk PICU hingga 2 bulan! Kondisi kesehatanku juga sempat drop, karena emosi terkuras akibat ketakutan kehilangan anakku dan kelelahan fisik. Di saat terberat itu, suamiku justru memilih pergi, meninggalkan aku dan anak kami yang tengah berjuang melawan sakitnya.”“Untuk bertahan hidup, aku terpaksa mengandalkan uang pemberian dari Ibuku yang sudah renta. Aku juga mencoba mengais rezeki dengan berjualan minuman, tapi sering kali harus kutinggalkan karena harus mendampingi anakku.” -Novrida, orang tua Alvarendra-Alvarendra Arroyyan (2 thn), adalah penyejuk hatiku, buah hati yang seharusnya tumbuh dalam pelukan dan tawa. Namun, sejak masih dalam kandungan, hidupnya justru telah diuji. Ia mengalami usus buntu dan ketika lahir secara prematur, paru-parunya belum berkembang sempurna.Tak ada hangatnya rumah, tak ada pelukan dariku di awal hidupnya. Sejak lahir, anakku harus tinggal di rumah sakit. Enam bulan lamanya, hari-harinya dihabiskan di balik dinding ruang perawatan, menghirup aroma obat-obatan, jauh dari kasih sayang seorang ibu yang hanya bisa menatapnya dengan doa.Tubuh mungil anakku telah menanggung banyak luka. Enak kali operasi sudah Ia lalui, mulai dari tindakan mengeluarkan cairan yang terus menumpuk di paru-parunya hingga operasi pada ususnya. Tapi anakku luar biasa, Ia mampu bertahan dari semua rasa sakit yang tak bisa Ia ucapkan.Saat ini, kondisi anakku lebih banyak diam karena belum lancar berbicara. Namun,  setiap menjalani terapi motorik dan belajar berjalan, senyum cerianya selalu hadir, walau batuk-batuk masih datang karena masalah paru-parunya. Ia juga mengalami gizi buruk karena hanya mampu menerima asupan susuPengobatan harus terus dijalani, tapi aku mulai terhimpit oleh keterbatasan biaya. Dalam seminggu, bisa empat kali aku harus membawanya ke rumah sakit yang berjarak 30 menit dari rumah kami di Pulogadung, Jakarta Timur. Biaya transportasi menjadi beban berat bagiku yang tak memiliki penghasilan tetap. Belum lagi, ada juga obat yang tidak dicover BPJS, susu, dan kebutuhan lainnya untuk anakku.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Alvarendra tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Alvarendra!
Dana terkumpul Rp 10.459.000
11 hari lagi Dari Rp 10.440.000
Donasi

Pilihan Campaign