Panggilan Mendesak

camp
Anak

Bermula dari Kejadian Sepele, Dipta Berujung Didiagnosa Kanker Darah

“Semua bermula dari kejadian yang terlihat begitu sepele, anakku terjatuh ketika masih duduk di bangku TK! Tak ada firasat sedikitpun di hatiku bahwa itu akan menjadi awal penderitaannya.  Tubuhnya semakin hari makin lemah, berat badannya turun drastis, wajahnya pucat, hingga akhirnya Ia tak lagi mampu berjalan.”“Anakku langsung masuk ICU rumah sakit selama 15 hari, terasa begitu panjang dan menyiksanya rasanya bagiku sebagai ibunya. Setiap detik aku hanya bisa memohon dan berharap keajaiban datang, tapi aku malah mendapatkan kabar mengerikan. Anakku didiagnosa kanker darah stadium 2!” -Juleha, Orang tua Dipta-Tiada satu hari pun berlalu tanpa rasa sakit yang terus datang pada kedua tulang kaki anakku, Dipta Anindia (6 thn). Aku harus selalu mendengar rintihan dan tangisnya menahan nyeri yang tak kunjung hilang. Tubuhnya sampai lemas karena, penyakit ini terus menghabisinya.Begitu banyak perjuangan yang sudah dilalui anakku untuk bertahan hidup. Mulai dari transfusi darah, kemoterapi, hingga operasi. Ia juga sering bolak-balik rumah sakit untuk menjalani rawat inap, seminggu tinggal di rumah sakit lalu seminggu kembali pulang, hanya untuk kembali berjuang lagi.Namun, semua pengobatan itu belum mampu menghilangkan penderitaan anakku. Efek kemoterapi membuat anakku sering mual, sulit makan, tenggorokan dan gusinya terasa perih. Sebagai ibu, hatiku hancur melihatnya harus menahan sakit sebesar itu di usia yang masih sangat kecil.Meski begitu, Dipta adalah anak yang sangat kuat. Ia hampir tak pernah menangis saat jarum suntik menusuk tubuhnya. Semua tindakan medis dijalaninya dengan tegar tanpa banyak mengeluh. Bahkan perjalanan jauh selama 5 jam menuju rumah sakit pun ia hadapi tanpa mengeluh. Sementara itu, kendala terbesar pengobatan anakku adalah biaya. Demi membawa anakku berobat dari Cirebon ke rumah sakit di Bandung selama ini, aku menjual motor dan barang-barang di rumah.Suamiku hanyalah seorang kuli bangunan, terkadang berjualan bakso ikan saat ada waktu senggang. Sedangkan aku sebagai ibu rumah tangga juga berusaha mencari tambahan nafkah agar pengobatan anakku tetap berjalan.Selain itu, aku juga perlu biaya untuk membeli obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Dipta tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Dipta!  
Dana terkumpul Rp 2.608.000
12 hari lagi Dari Rp 16.080.000
Donasi
camp
Anak

Sudah menjalani Operasi 7 Kali! Leher Haziq dilubangi Akibat Penyakit Jantung

“Usianya baru 3 tahun, tapi tubuh kecil anakku sudah melalui 7 kali operasi! Aku hampir mengira sudah tidak ada lagi harapan hidup anakku, saat Ia sempat koma 1 bulan. Tapi, seperti keajaiban dari Tuhan, ia tetap bertahan dan berjuang hidup.”“Dokter sebenarnya menyarankan agar anakku dioperasi ke Malaysia, tapi aku hanya bisa pasrah karena terkendala biaya. Akhirnya, aku memilih jalan lain, yaitu anakku menjalani operasi pembuatan lubang pada lehernya sebagai jalan napasnya. Itu pun aku juga kesulitan, karena harus membeli alat medis yang mahal…” -Sarmina, Orang tua Haziq-Meski sudah operasi berkali-kali, tetapi anakku, Haziq Al Ghifari (3 thn), masih sering mengalami sesak napas hingga dilarikan ke ICU. Ia tidak pernah tidur nyenyak, sejak penyakit kelainan jantung dan kelainan darah mulai menggerogoti hidupnya.Waktu itu usianya masih 2 bulan, Haziq tiba-tiba sering menangis tak terkendali hingga badannya membiru. Tapi aku semakin terkejut ketika Ia kejang hingga tak sadarkan diri. Dunia terasa runtuh di depan mata, tapi aku juga harus buru-buru membawanya ke rumah sakit.Tapi rumah sakit menolak menangani karena aku tak mampu membayar biaya Rp10 juta per malam! Tangisku histeris, kemana saya cari biaya sebanyak itu? Sementara aku takut kehilangan nyawa anakku. Hingga akhirnya, anakku dirujuk untuk berobat ke rumah sakit umum.Dua bulan lamanya anakku mengalami kritis! Selama itu, aku berjuang sekuat tenaga, mulai dari meminjam uang sampai menggadaikan rumah  demi pengobatannya. Syukurlah, anakku juga sangat berjuang untuk hidupnya, Ia perlahan membuka mata dan pulih.Kian hari, anakku semakin semangat untuk sembuh. Ia tak pernah menangis ketika ditusuk jarum infus. Bahkan, Haziq selalu bilang, “sembuh Haziq,” atau “Haziq sayang ibu,” hatiku rasanya pecah oleh haru dan bahagia.Namun, pengobatan anakku masih panjang dan biaya yang dibutuhkan juga terus membengkak. Suamiku bekerja keras sebagai penyadap karet dan pelayan di rumah makan, tapi penghasilannya tetap tak mencukupi. Bahkan, pernah suatu kali, aku hanya punya Rp17 ribu hasil pinjaman tetangga, itu pun hanya cukup untuk bensin dan membeli pampers eceran. Untuk susu, suamiku harus meminjam lagi ke rekan kerjanya.Anakku masih butuh biaya untuk bolak-balik ke rumah sakit, tiket pesawat untuk berobat dari Riau ke Jakarta, obat yang tidak dicover BPJS uang sewa rumah selama berobat anak di Jakarta, susu, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Haziq tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Haziq!
Dana terkumpul Rp 15.128.001
12 hari lagi Dari Rp 25.948.000
Donasi
camp
Kemanusiaan

Investasi Hidup, Nutrisi untuk Harapan Anak Pejuang Kanker

Setiap anak seharusnya bisa tumbuh sehat, berlarian bebas, dan mengejar mimpi tanpa batas. Namun, bagi anak-anak pejuang kanker di Yayasan Pita Kuning, hari-hari mereka diisi dengan perjuangan panjang melawan rasa sakit, obat-obatan, dan perawatan intensif yang tak mudah.Di balik senyum kecil mereka, ada tubuh rapuh yang berjuang keras melawan sel kanker. Di balik mata yang berbinar, ada doa sederhana agar esok masih bisa bangun dengan kekuatan baru. Untuk bisa bertahan, mereka tak hanya membutuhkan perawatan medis, tetapi juga dukungan nutrisi dan vitamin yang sangat penting menjaga daya tahan tubuh mereka.Bayangkan, di usia mereka yang masih begitu belia, harus melewati kemoterapi dan terapi medis yang melelahkan. Tubuh kecil itu sangat membutuhkan asupan vitamin agar tidak mudah drop, agar tetap kuat, agar tetap bisa tersenyum di tengah rasa sakit.Melalui kolaborasi Panin Sekuritas dan Panin Asset Management bersama BenihBaik dan Pita Kuning, kami mengajak Anda untuk ikut mendampingi mereka. Setiap donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan nutrisi anak-anak pejuang kanker ini.Kebaikan Anda, sekecil apa pun, akan menjadi energi besar bagi mereka untuk terus bertahan, melawan, dan tumbuh dengan penuh harapan.Mari kita wujudkan doa sederhana mereka: tetap sehat, tetap kuat, dan tetap tersenyum. Klik “Donasi Sekarang” dan jadilah bagian dari perjuangan mereka hari ini.
Dana terkumpul Rp 23.430.007
4 hari lagi Dari Rp 100.000.000
Donasi

Pilihan Campaign