Panggilan Mendesak

camp
Kemanusiaan

Membangun Kemandirian, Pemberdayaan Wanita Disabilitas melalui Pelatihan Menjahit

Sebagai wujud nyata kasih yang tidak berhenti pada kata-kata, GKI Pondok Indah bersama para jemaat tergerak untuk menghadirkan terang harapan bagi mereka yang berjuang dalam keterbatasan. Program bantuan ini ditujukan bagi Yayasan Irma Agusti, lembaga yang membantu pemberdayaan perempuan disabilitas dan masyarakat rentan agar lebih mandiri. Kasih dihadirkan dalam tindakan nyata,yang memulihkan, menguatkan, dan menghidupkan kembali semangat hidup.Program ini difokuskan untuk pengembangan pelatihan menjahit bagi para penerima manfaat di bawah binaan Yayasan Irma Agusti. Bantuan ini akan digunakan untuk penyediaan peralatan menjahit, bahan praktik, serta dukungan operasional kegiatan pelatihan.Inisiatif ini lebih dari sekadar bantuan materi, tapi juga wujud kasih yang memberi ruang bagi setiap individu untuk bangkit, belajar, dan menemukan kembali makna hidup melalui karya tangan mereka sendiri.Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi, membuka peluang usaha mandiri, serta menapaki jalan menuju kehidupan yang lebih sejahtera. Bagi jemaat GKI Pondok Indah, program ini juga menjadi ajakan untuk menumbuhkan semangat kepedulian sosial, bahwa setiap bentuk kasih yang diberikan, sekecil apapun, dapat menjadi berkat yang mengubah kehidupan sesama.Lebih dari itu, inisiatif ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong kolaborasi dan pemberdayaan berkelanjutan antara gereja, lembaga sosial, dan komunitas lokal. Karena kasih sejati adalah ketika kita berjalan bersama, saling menopang, dan menghadirkan keadilan sosial yang memberi ruang bagi semua untuk bertumbuh.#TemanBaik, Rp100 ribu kita bisa menyalakan harapan dan masa depan yang lebih cerah bagi sesama. Yuk klik Donasi Sekarang di bawah ini untuk ikut berpartisipasi!
Dana terkumpul Rp 35.831.000
13 hari lagi Dari Rp 120.000.000
Donasi
camp
Anak

Sudah menjalani Operasi 7 Kali! Leher Haziq dilubangi Akibat Penyakit Jantung

“Usianya baru 3 tahun, tapi tubuh kecil anakku sudah melalui 7 kali operasi! Aku hampir mengira sudah tidak ada lagi harapan hidup anakku, saat Ia sempat koma 1 bulan. Tapi, seperti keajaiban dari Tuhan, ia tetap bertahan dan berjuang hidup.”“Dokter sebenarnya menyarankan agar anakku dioperasi ke Malaysia, tapi aku hanya bisa pasrah karena terkendala biaya. Akhirnya, aku memilih jalan lain, yaitu anakku menjalani operasi pembuatan lubang pada lehernya sebagai jalan napasnya. Itu pun aku juga kesulitan, karena harus membeli alat medis yang mahal…” -Sarmina, Orang tua Haziq-Meski sudah operasi berkali-kali, tetapi anakku, Haziq Al Ghifari (3 thn), masih sering mengalami sesak napas hingga dilarikan ke ICU. Ia tidak pernah tidur nyenyak, sejak penyakit kelainan jantung dan kelainan darah mulai menggerogoti hidupnya.Waktu itu usianya masih 2 bulan, Haziq tiba-tiba sering menangis tak terkendali hingga badannya membiru. Tapi aku semakin terkejut ketika Ia kejang hingga tak sadarkan diri. Dunia terasa runtuh di depan mata, tapi aku juga harus buru-buru membawanya ke rumah sakit.Tapi rumah sakit menolak menangani karena aku tak mampu membayar biaya Rp10 juta per malam! Tangisku histeris, kemana saya cari biaya sebanyak itu? Sementara aku takut kehilangan nyawa anakku. Hingga akhirnya, anakku dirujuk untuk berobat ke rumah sakit umum.Dua bulan lamanya anakku mengalami kritis! Selama itu, aku berjuang sekuat tenaga, mulai dari meminjam uang sampai menggadaikan rumah  demi pengobatannya. Syukurlah, anakku juga sangat berjuang untuk hidupnya, Ia perlahan membuka mata dan pulih.Kian hari, anakku semakin semangat untuk sembuh. Ia tak pernah menangis ketika ditusuk jarum infus. Bahkan, Haziq selalu bilang, “sembuh Haziq,” atau “Haziq sayang ibu,” hatiku rasanya pecah oleh haru dan bahagia.Namun, pengobatan anakku masih panjang dan biaya yang dibutuhkan juga terus membengkak. Suamiku bekerja keras sebagai penyadap karet dan pelayan di rumah makan, tapi penghasilannya tetap tak mencukupi. Bahkan, pernah suatu kali, aku hanya punya Rp17 ribu hasil pinjaman tetangga, itu pun hanya cukup untuk bensin dan membeli pampers eceran. Untuk susu, suamiku harus meminjam lagi ke rekan kerjanya.Anakku masih butuh biaya untuk bolak-balik ke rumah sakit, tiket pesawat untuk berobat dari Riau ke Jakarta, obat yang tidak dicover BPJS uang sewa rumah selama berobat anak di Jakarta, susu, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Haziq tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Haziq!
Dana terkumpul Rp 14.333.000
3 hari lagi Dari Rp 14.313.000
Donasi
camp
Anak

Anak Petugas Kebersihan Berjuang dari Sakit Jantung

“Kalau bukan karena uluran tangan pemerintah waktu itu, mungkin aku sudah kehilangan anakku. Aku hanya petugas kebersihan dengan gaji pas-pasan, tak sanggup membiayai ongkos operasi dari Karawang ke Jakarta.”“Sementara itu, hatiku hancur ketika tubuhnya yang masih begitu kecil harus menghadapi meja operasi yang begitu menakutkan. Tapi hanya itu satu-satunya jalan untuknya sembuh, tak ada yang bisa ku lakukan selain memeluknya.” -Saburi, Orang tua Fathir-Setelah vaksin, hidup Fathir Ahmad Azzamy (1 thn) berubah drastis! Tiba-tiba Ia demam berhari-hari. Saat diperiksa dokter, Ia menangis keras, tapi bibir dan kukunya membiru. Saat itulah aku dihantam kenyataan pahit, anakku didiagnosa sakit jantung.Kondisinya lemah, napasnya cepat sekali tiap menangis. Ia harus di echo jantung dan dirawat di rumah sakit. Ketiba tiba waktunya operasi di Jakarta, aku sempat kebingungan, mau tinggal di mana? Biaya makan dan kebutuhan selama di luat kota jadi beban yang menghimpit. Tapi dibalik kesulitan, Tuhan selalu hadirkan jalan. Perjuangan anakku untuk sembuh diikuti dengan keajaiban yang menyertainya, kami dapat tumpangan di rumah singgah dan dapat sedikit pinjaman selama hidup di Jakarta.Pasca operasi, anakku mulai membaik. Ia anak yang aktif, jadi kadang ketika Ia berjalan aku selalu menggandeng tangannya atau kadang menggendongnya karena Ia tidak boleh kelelahan. Penyakit itu bisa datang tiba-tiba dan Ia bisa menangis sampai sesak napas tak terkendali. Masih ada operasi lanjutan yang harus dilalui anakku, tapi lagi-lagi kendala biaya tak bisa terhindari. Padahal, setelah operasi kemarin pun, napasnya masih sering sesak hingga Ia harus menginap di rumah sakit. Tak terbayangkan, jika perjuangan ini berhenti di tengah jalan…Perjuangan ini belum usai. Aku sudah kehabisan cara. Tak ada lagi barang berharga yang bisa kujual, sementara anakku masih harus kontrol rutin, butuh obat-obatan yang tak semua ditanggung BPJS, dan keperluan penting lainnya. #TemanBaik, Fathir butuh kita sekarang. Ayo bantu lanjutkan pengobatannya, klik Donasi Sekarang sebelum terlambat!
Dana terkumpul Rp 5.033.002
11 hari lagi Dari Rp 8.813.500
Donasi

Pilihan Campaign