Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Algio Butuh Pengobatan Lanjutan untuk Sembuh dari Penyakit Jantung Bawaan
“Jika pengobatan terhenti, nyawa Algio bisa jadi taruhannya,’ itu kata dokter saat menjelaskan kondisi anakku. Ibu mana yang tak hancur perasaannya?”“Maafkan mama Nak, tak sanggup menebus biaya obatmu selama 4 hari hingga sesak nafas itu nyaris membuat nyawamu terancam! Nyeri sekali hati Mama melihat kondisimu.” ungkap Elvi Putri Yeni, Orang tua Algio, Rasanya seperti badai yang tak terduga, anak yang aku tunggu kehadirannya berakhir di meja operasi. Padahal saat Ia baru lahir dan dibawa perawat ke pelukanku, Ia tampak tampan serta gagah. Aku beri dia nama yang gagah pula, Muhammad Algio Fahzato (1 thn).Tapi warna biru pada tubuhnya seperti fakta bisu, yang tak berbicara tapi jelas menunjukkan penyakitnya. Dokter pun melakukan pemeriksaan dan Algio dinyatakan penyakit jantung bawaan. Anakku harus masuk NICU rumah sakit selama 10 hari.Dokter akhirnya merujuk Algio melanjutkan pengobatan ke Jakarta. Penghasilan suami yang bekerja sebagai petani tak memungkinkan bawa anak dari Sumatera Barat ke Jakarta. Tapi syukurlah, saat itu neneknya Algio dan kerabat dekat yang kasihan bersedia meminjamkan uang.Berangkat dengan perasaan takut, aku membawa Algio operasi ke Jakarta. Tak akan pernah kulupa, tatapan anakku yang saat itu seperti mengadu kesakitan akibat garis-garis dadanya bekas operasi bedah saat itu. Ia seperti lelah, tapi jiwanya harus bertarung.Meski sudah operasi, kondisi anakku kadang masih sering kesulitan bernafas dan tiap menangis tubuhnya membiru. Saturasinya masih di bawah 90 persen! Tapi saya masih bersyukur anak saya masih kuat dan bertahan.Anak saya masih harus menjalani kontrol rutin dan operasi lanjutan. Namun aku takut sekali tidak bisa membawa Algio untuk tindakan ke Jakarta lagi karena tidak ada biaya. Transportasi naik pesawat mahal, belum lagi biaya untuk obatnya yang tidak tercover BPJS, vitamin, susu, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, mari bantu Algio untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 10.040.006
8 hari lagi
Dari Rp 10.674.000
Donasi
Anak
Anak Tukang Cuci Berjuang Sembuh dari Bibir Sumbing dan Sindrom 13!
“Anakku didiagnosa sindrom 13 patau! Sebuah kelainan langka yang menyebabkan membuatnya lahir dengan banyak keterbatasan, dari bibir sumbing hingga gangguan penglihatan. Rasanya duniaku runtuh begitu mendengar kondisinya.”“Setiap hari aku menatapnya terbaring di ranjang rumah sakit, tubuh mungilnya dipenuhi selang dan alat medis. Aku ingin kuat, tapi air mata tak pernah benar-benar kering. Demi terus berjuang untuknya, aku bahkan terpaksa meminjam uang ke rentenir. Aku hanya ingin anakku ada kesempatan untuk hidup.” -Suharti, Orang tua Zaini-Anakku, Muhammad Zaini (18 bln), langsung masuk ICU begitu lahir. Berat badannya sangat rendah dan bibirnya memang sudah sumbing. Perasaanku kacau sekali saat itu! Bayangkan saja, dua minggu anakku harus di ruangan untuk pasien yang mengalami kritis.Aku kira anakku sembuh setelah diizinkan pulang dari rumah sakit, tapi setelah itu ternyata tiba-tiba Ia mengalami sesak napas, demam tinggi hingga kejang-kejang. Setelah kembali dilarikan ke rumah sakit, barulah anakku ketahuan ada kelainan sindrom.Lagi-lagi aku bagai tertampar oleh kenyataan! Apalagi sejak itu anakku jadi sering mengalami sesak napas hingga harus bergantung pada alat oksigen. Pernah Ia sampai 20 hari di PICU rumah sakit karena kesulitan bernapas, aku sampai berhutang kemana-mana untuk biayanya.Saat ini anakku sudah menjalani 2 kali operasi bibir sumbingnya. Melihat perubahan pada bibirnya yang semakin membaik, rasanya hatiku menjadi hangat karena bahagia. Perlahan, anakku mulai terlihat seperti anak-anak lainnya. Namun, Ia masih membutuhkan selang NGT untuk makan dan minumnya. Ia juga belum bisa melakukan apapun, selain berbaring di tempat tidur. Aku tidak akan menyerah demi kesembuhannya, aku lihat sendiri perubahan anakku lebih baik dan tidak ingin menyia-nyiakan perjuanganya.Anakku harus menjalani operasi lanjutan pada bibirnya, tapi lagi-lagi biaya yang besar menjadi kendala. Aku bekerja sebagai tukang cuci dan gosok, sedangkan suamiku bekerja sebagai kuli bangunan. Penghasilan kami sangat terbatas, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari.Sementara anakku membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, mengganti selang NGT rutin dan kebutuhan lainnya.
Dana terkumpul
Rp 11.064.500
11 hari lagi
Dari Rp 10.421.000
Donasi
Anak
Alami Lumpuh Otak dan Mikrosefali, Anak Saya Tidak Bisa Aktivitas Apapun
“Dokter bilang kemungkinan sembuh anak saya kecil, tapi setidaknya pengobatan mengurangi rasa sakit yang Ia derita. Rasa frustasi dan rapuh sudah saya telan dalam perjalanan saya untuk memperjuangkan kesembuhan anak saya selama 5 tahun terakhir. Saya masih menggantungkan harapan saya kepada mukjizat, suatu hari saya ingin melihat anak saya bisa mandiri dan bisa berbicara agar saya tahu apa yang Ia rasakan dan Ia inginkan.” -Desi Lestari, Orang Tua Dafa-Tak pernah saya sangka sebelumnya, ternyata Tuhan menitipkan saya anak spesial ini. Muhammad Dafa Perdana (5 thn), buah hati yang sejak kecil membuat saya dan keluarga heran dengan kondisinya. Ia tampak berbeda, tidak ada perkembangan sama sekali seperti anak pada umumnya.Di usianya yang sudah 3 bulan, Dafa tidak bisa tengkurap dan lehernya belum bisa tegak. Saat dibawa ke dokter, hasilnya menunjukkan anak saya mengalami kelumpuhan otak dan kondisi kepalanya berukuran lebih kecil dari anak normal.Pantas saja tumbuh kembangnya terganggu, ternyata otaknya juga tidak berkembang.Hingga saat ini Ia tidak bisa berjalan, duduk, maupun bicara seperti anak seusianya. Ia hidup hanya untuk berbaring, tanpa bisa melakukan aktivitas apapun. Tanpa ada orang lain di sekelilingnya, Dafa tidak bisa hidup karena semua aktivitasnya membutuhkan bantuan. Makan dan minum harus disuapi, buang air kecil maupun besar dilakukan di atas kasur menggunakan pampers. Ia juga sangat kurus, mungkin tidak selera karena hanya bisa mengkonsumsi makanan yang lunak saja. Bahkan berat badannya hanya 7 Kg, Ia harus minum susu khusus untuk menambah berat badannya. Terkadang Ia juga sering mengalami kejang.Tapi saya sebagai orang tua selalu memperjuangkan kesembuhan anak. Saya selalu rutin membawa anak fisioterapi dengan harapan agar Dafa suatu saat bisa berkembang dan beraktivitas secara mandiri. Namun saya terkendala biaya untuk anak saya terapi wicara, dia juga butuh alat bantu dengar, membeli susu khusus, pampers, serta vitamin.Suami saya hanya bekerja sebagai satpam, tapi kalau lagi libur biasanya menjalani pekerjaan tambahan sebagai pengemudi ojek. Namun, motor juga sudah dijual karena untuk pengobatan anak yang berkebutuhan khusus. Jadi, kadang pinjam motor tetangga yang menganggur untuk berupaya mencari tambahan biaya.#TemanBaik, mari bantu Dafa untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 11.666.000
5 hari lagi
Dari Rp 16.786.000
Donasi