Panggilan Mendesak

camp
Anak

Alami Sakit Jantung Langka! Alfi Sering Terkejut Saat Tidur Hingga Sesak Napas

“Aku beri Ia nama Alfi Syahr (2 bln), artinya seribu bulan, harapanku agar hidupnya seindah cahaya bulan.  Tapi kenyataannya tak seindah itu, hari-hari anakku justru  diisi dengan tangisan kesakitan karena napasnya yang sering tersengal.”“Setiap malam, aku dan suamiku tidak pernah tidur nyenyak. Putra kecilku itu sering tiba-tiba terkejut di tengah tidurnya, hingga membuat Ia menangis dan berakhir dengan sesak napas. Inilah rasa sakit luar biasa dalam hidup yang pernah aku alami, yaitu menyaksikan anakku menderita tanpa tahu cara menyembuhkannya…” -Lovita, Orang tua Alfi-Kehidupanku berubah drastis, ketika Alfi lahir dengan penyakit jantung langka! Baru saja aku berjuang manahan sakit melahirkannya, tapi selanjutnya aku harus mendengar anakku divonis penyakit mematikan. Dokter mengatakan anakku harus segera menjalani operasi di Jakarta. Bagaimana mungkin aku membawanya dari Bengkulu ke Jakarta? Aku hanya seorang guru honorer, sedangkan suamiku bekerja sebagai satpam. Penghasilan kami bahkan sering kali hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi aku tidak boleh menyerah. Demi Alfi, aku berjuang mencari bantuan ke mana pun.Siapa sangka, Tuhan menjawab doa itu, ternyata masih banyak yang peduli pada anakku. Kami mendapat bantuan dana dari pemerintah untuk berangkat ke Jakarta. Aku percaya, ini adalah bentuk kasih Tuhan yang dikirim melalui orang-orang berhati mulia.Dalam kondisi tubuh yang masih lemah usai operasi caesar, aku tetap membawa Alfi yang baru berusia 17 hari menempuh perjalanan jauh ke Jakarta. Tapi sesampainya di sana, cobaan belum berhenti. Tubuh mungil Alfi tiba-tiba menguning dan mengalami diare, hingga harus segera dirawat di rumah sakit.Kini, setiap hari aku harus menyaksikan anakku berjuang. Napasnya sering tersengal, ia sulit menyusu, dan kerap menangis kesakitan karena sembelit. Setelah menjalani pemeriksaan echo jantung, dokter memutuskan bahwa Alfi harus menjalani operasi jantung pada Desember 2025 mendatang.Namun, masalah biaya kembali menjadi beban yang begitu berat. Selama di perantauan, pengeluaran sangat besar. Sementara aku dan suami tidak bisa bekerja sementara, karena harus mendampingi anak pengobatan.Aku membutuhkan biaya untuk ongkos ke rumah sakit, penginapan selama di Jakarta, obat yang tidak dicover BPJS, susu anak dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Alfi  tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Alfi!
Dana terkumpul Rp 15.204.500
5 hari lagi Dari Rp 21.715.500
Donasi
camp
Anak

Selain Penyakit Langka, Hanna Juga Menderita Sakit Jantung Hingga Virus CMV!

“Rasanya bagai disambar petir, ketika dokter mengatakan anakku terkena virus CMV yang tertular dariku saat di dalam kandungan! Lebih perih lagi hatiku, karena penyakit ini akan menetap seumur hidup di tubuh anakku!”“Tangisku tak berhenti sampai disitu, anakku juga mengalami kelainan langka yang disebut ring kromosom 18! Kelainan ini menyebabkan gangguan pada telinga, penglihatan, tenggorokan tumbuh dan kembang anakku.” -Almi Selvia, Orang tua Hanna-Saat usianya masih 3 bulan, aku merasa ada yang berbeda pada Hanna Meiska Humaira (1 thn). Kulitnya sering merah, kering dan gatal. Tapi, justru dari situlah kenyataan pahit terungkap, dokter menemukan anakku mengalami kelainan jantung dan down syndrom.Seiring pemeriksaan lanjutan, muncul diagnosa baru, Hanna juga mengalami kelainan pada otaknya. Kini, di usianya yang seharusnya ceria bermain, Hanna belum bisa tengkurap, berjalan, atau berbicara. Setiap minggu, ia langganan demam, dengan kulit yang kasar dan kemerahan.Dokter bilang tidak ada tindakan operasi untuk Hanna, hanya fisioterapi agar tumbuh kembangnya semakin tidak tertinggal. Sejak itu, rumah sakit sebagai rumah kedua bagiku dan anakku. Setiap minggu, aku bolak-balik ke rumah sakit sambil menggendong Hanna menempuh perjalan jauh dari Lampung ke Jakarta, hanya berdua. Sementara itu, suamiku berjuang mencari nafkah sebagai petani untuk pengobatan anak yang kian membengkak. Terkadang, aku juga ikut membantu berjualan makanan demi menambah dana untuk biaya pengobatan anak.Meski hidup di tengah keterbatasan, tapi aku tak pernah berhenti berharap keajaiban bagi anakku. Setiap kali Hanna menunjukkan perkembangan kecil, seperti pertama kali bisa tengkurap, rasanya harapanku untuk kesembuhannya semakin memuncak.Syukurlah, sesekali ada orang baik di rumah sakit yang membantu biaya pengobatan anakku. Namun, seringkali aku harus menahan perih karena kesulitan membayar transportasi ke Jakarta, membeli obat yang tak ditanggung BPJS, dan memenuhi kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Hanna tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Hanna!
Dana terkumpul Rp 4.117.000
5 hari lagi Dari Rp 20.789.000
Donasi
camp
Anak

Akibat ISK Hingga Thalasemia, Naufal Sampai Alami Gangguan Emosi dan Perilaku

“Operasi buah zakar telah dijalani anakku dengan penuh harapan. Namun kenyataan berkata lain, penyakit itu tak kunjung sembuh seolah tak memberi jeda! Kondisi anakku semakin diperparah dengan gangguan pencernaan dan darah yang kerap tiba-tiba mengalir dari hidungnya akibat kelainan darah yang dideritanya.”“Aku benar-benar kehilangan kata-kata saat dokter menyampaikan bahwa anakku harus menjalani rawat inap. Pikiranku dihantui kecemasan, antara ketakutan melihat kondisi anakku yang memburuk dan keterbatasan biaya yang harus kuhadapi untuk pengobatannya.” -Nurhayati, Orang tua Naufal-Setiap kali ada panggilan kerja, suamiku hanya memperoleh upah Rp50 ribu. Namun, penghasilannya sebagai montir mobil bahkan jauh dari kata cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah keterbatasan itu, anakku, Naufal Arya Nurhadi (4 bln), membutuhkan biaya pengobatan yang tidak sedikit.Hingga saat ini, Naufal belum bisa makan dengan sempurna karena masalah pencernaannya yang belum pulih. Ia harus menjalani transfusi darah secara rutin ke rumah sakit, serta kontrol berkala akibat Infeksi Saluran Kemih (ISK) sebagai persiapan untuk operasi lanjutan.Saat mencoba berjalan, Naufal sering terjatuh dan belum mampu berbicara seperti anak seusianya. Ya, penyakit ini tak hanya menggerogoti tubuh kecilnya, tetapi juga mempengaruhi emosi dan perilakunya. Ia harus menjalani terapi bicara dan terapi perilaku agar tumbuh kembangnya tidak semakin tertinggal.Hampir setiap hari aku dan suamiku berjuang mengantarkan anak pengobatan ke rumah sakit. Kami hanya ingin satu hal, melihat anak kami membaik, bisa berbicara dengan lancar, emosinya lebih terkontrol, dan tidak terus bergantung pada obat-obatan.Namun, perjuangan menuju kesembuhan terasa semakin berat karena biaya pengobatan yang masih panjang. Suamiku hanya bekerja jika ada panggilan, dan ketika harus mengantar anak berobat, Ia terpaksa kehilangan kesempatan mencari nafkah.Sementara itu, aku sering kali kebingungan memikirkan biaya transportasi ke rumah sakit, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, serta kebutuhan lainnya yang terus datang tanpa bisa ditunda.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Naufal tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Naufal!
Dana terkumpul Rp 11.471.502
7 hari lagi Dari Rp 21.073.000
Donasi

Pilihan Campaign