Panggilan Mendesak

camp
Kemanusiaan

Aksi Berbagi Nasi Bungkus

Berbagi nasi bungkus dan santunan adalah sebuah gerakan sosial yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Hal ini yang rutin dilakukan Denny Reksa.Bukan tokoh masyarakat bukan pula pejabat, Denny Reksa juga tidak memiliki yayasan sosial. Namun, jiwa sosialnya begitu tinggi. Nasi bungkus tersebut dibawa keliling, mulai dari Kota Surabaya hingga Terminal Purbaya.Denny Reksa yang merupakan mantan pewarta mengatakan, rutinitas membagikan nasi bungkus setiap Jumat sejatinya sudah lama dilakukan. Terhitung sudah 10 tahun dia membagikan nasi bungkus dan santunan untuk orang yang membutuhkan. Dia tidak lelah mencari tunawisma, lansia, penyandang disabilitas, hingga kaum duafa di Kota Surabaya. Berkembangnya waktu, kini aktivitas sosialnya tidak hanya dilakukan di Surabaya, tetapi juga di Mojokerto, Malang, hingga Semarang. Denny Reksa mengajak berbagai komunitas.TemanBaik, yuk dukung terus semangat berbagi Denny Reksa. TemanBaik juga bisa ikut serta dengan cara: Klik “Donasi Sekarang”Isi nominal donasiBoleh memilih donasi lewat mana saja, bisa dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antarbank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).
Dana terkumpul Rp 34.989.075
14 hari lagi Dari Rp 52.000.000
Donasi
camp
Anak

Alami TB Meningitis Hingga Fungsi Ginjalnya Terganggu, Sultan Terancam Harus Cuci Darah!

“Nak, yang kuat ya, jangan pernah menyerah melawan sakitmu. Ayah selalu di sini, terus mendampingimu, menggenggam harapan untukmu, apa pun keadaanmu.Ayah juga akan terus mendampingimu, bagaimanapun kondisimu.”“Setiap hari Ayah merindukan suaramu yang dulu memanggil ‘ayah’ dengan penuh ceria, yang kini hanya bisa Ayah dengar kembali dalam ingatan Ayah. Tapi Ayah tidak akan berhenti percaya, akan ada mukjizat yang diberikan Tuhan bagi yang berusaha.”Perkenalkan, aku Uden Efendi, hanya tukang ojek pangkalan di Cisarua yang setiap hari menggantungkan harapan dari upah yang tak menentu. Namun, penghasilanku yang tak seberapa itu kini juga harus mencukupi pengobatan anakku, Sultan Aly Shaheer Arrafif (10 bln).Anakku baru berusia 4 tahun, tapi Ia sudah harus menanggung penyakit yang mengerikan akibat TB meningitis yang menyerang otaknya. Awalnya penyakit ini datang dengan gejala demam, Ia juga lebih sering tertidur. Pihak rumah sakit mengatakan anakku baik-baik saja.Hingga akhirnya kesadaran anakku hilang seiring waktu, tubuhnya terus berkeringat tanpa henti dan Ia mulai sering kejang-kejang. Rasanya duniaku seolah berhenti saking terkejutnya. Aku hanya bisa panik, melarikannya dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya karena keterbatasan ruang intensif.Sejak itu, tak ada lagi anakku yang aktif, ceria dan pandai bicara. Kini, pemandanganku hanya anakku yang terbaring lemah, tubuhnya kaku karena sering kejang. Bahkan, untuk sekedar bergerak bahkan memanggilku saja, dia sudah tidak mampu. Napasnya sering sesak, harus menggunakan alat bantu napas oksigen. Makan dan minum pun harus mengandalkan selang NGT yang ditancapkan melalui hidungnya, dia tidak mampu mengunyah.Sudah 10 bulan Ia bertahan dari penyakitnya, kondisinya terus memburuk hingga fungsi ginjalnya terganggu. Anakku mengalami dehidrasi berat hingga kembali harus dirawat secara intensif. Anakku dihadapkan dengan kemungkinan terburuk, yaitu cuci darah. Seolah berdiri di ujung harapan, aku begitu ketakutan kehilangannya. Sementara itu, biaya pengobatan anak membuatku terpuruk. Keluarga kami sangat sederhana, penghasilanku dari narik ojek harus dibagi untuk menafkahi empat anak. Sejak anakku sakit, istriku akhirnya ikut serta mencari nafkah sebagai ibu rumah tangga.Bahkan, satu-satunya tanah yang aku miliki, sudah aku relakan untuk dijual demi anakku bisa terus pengobatan. Sementara itu, aku anakku membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, oksigen, selang NGT, obat yang tidak dicover BPJS dan kebutuhan lainnya, Aku yakin, suatu saat anakku bisa kembali seperti dulu, berlari, tertawa dan bisa merasakan kehidupan seperti anak-anak pada umumnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Sultan tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Sultan! 
Dana terkumpul Rp 3.018.003
4 hari lagi Dari Rp 32.625.000
Donasi
camp
Kemanusiaan

Gerakan Berbagi Makan Siang Gratis untuk Kaum Duafa

#Berbagitakkanrugi merupakan aktivitas atau gerakan membagikan makan siang gratis kepada orang-orang yang membutuhkan yang diadakan saat akhir pekan. Kegiatan ini sudah kami lakukan sejak tahun 2022. Tujuan utama gerakan ini adalah kami ingin mengajak teman semua untuk sama-sama bergerak membantu orang-orang yang sedang membutuhkan bantuan. Kami tidak ingin menjadi organisasi ataupun komunitas.Kami berencana membuat kegiatan ini menjadi kegiatan rutin setiap seminggu sekali di sekitaran Kota Pekanbaru. Maka dari itu, karena kegiatan ini merupakan kegiatan yang baik, kami ingin mengajak Teman-temanBaik untuk ikut berpartisipasi di dalamnya.   Selain itu, kami juga berencana untuk tetap melakukan kegiatan #Berbagitakkanrugi di bulan Ramadhan dengan membagikan makan gratis untuk saudara-saudara kita berbuka puasa. Kami senang apabila TemanBaik ikut mendukung gerakan ini. Dana yang terkumpul akan dibelikan bahan-bahan makanan yang nantinya akan diolah menjadi makan sehat dan bergizi. Bantuan untuk gerakan #Berbagitakkanrugi dapat disalurkan dengan cara klik Donasi Sekarang 
Dana terkumpul Rp 12.922.058
9 hari lagi Dari Rp 20.400.000
Donasi

Pilihan Campaign