Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Kemanusiaan
Secangkir Kasih untuk Anak-Anak Istimewa Rumah Ceria Down Syndrome
Di balik setiap senyum anak dengan Down Syndrome, ada dunia yang penuh warna, dunia yang mengajarkan kita tentang ketulusan, kesabaran, dan cinta tanpa syarat.Anak-anak di Rumah Ceria Down Syndrome by POTADS, tumbuh dengan semangat yang luar biasa. Mereka mungkin belajar dengan cara yang berbeda, tetapi mereka mencintai dengan sepenuh hati, berusaha dengan seluruh jiwa, dan selalu membawa kehangatan bagi siapa pun yang ada di sekitarnya.Di setiap langkah kecil mereka, ada perjuangan besar demi bisa mandiri, diterima, dan dipercaya. Oleh karena itu, melalui program Pelatihan Barista dan Pengadaan Mesin Kopi, GKI Pondok Indah bersama jemaat ingin menjadi bagian dari perjalanan itu. GKI Pondok Indah ingin membuka pintu kesempatan agar anak-anak istimewa ini dapat belajar meracik kopi, menyalurkan kreativitas mereka, dan menemukan rasa percaya diri dari setiap cangkir yang mereka hasilkan.Bayangkan, wajah mereka yang akan berseri saat berhasil membuat secangkir kopi pertama. Tangan kecil mereka yang bekerja dengan penuh semangat, mata mereka yang berbinar karena merasa mampu. Di sanalah kasih bekerja nyata, bukan sekadar memberi, tetapi memberdayakan.GKI Pondok Indah ingin membantu mewujudkan ruang belajar yang penuh cinta dan penerimaan, tempat di mana anak-anak Down Syndrome bisa tumbuh, berlatih, dan menemukan kebahagiaan dalam karya mereka sendiri.Mari bersama menghadirkan secangkir kasih yang menghangatkan hati. Di setiap tetes kopi yang mereka seduh, tersimpan cinta, harapan, dan doa dari anak-anak istimewa yang berani bermimpi di dunia yang kadang lupa memberi mereka ruang.#TemanBaik, Rp100 ribu yang kita berikan adalah bagian dari cerita indah ini. Dimana setiap anak istimewa bisa berdiri tegak dan berkata, “Aku bisa.” Yuk, klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 24.008.000
3 hari lagi
Dari Rp 35.000.000
Donasi
Anak
Anak Petugas Kebersihan Berjuang dari Sakit Jantung
“Kalau bukan karena uluran tangan pemerintah waktu itu, mungkin aku sudah kehilangan anakku. Aku hanya petugas kebersihan dengan gaji pas-pasan, tak sanggup membiayai ongkos operasi dari Karawang ke Jakarta.”“Sementara itu, hatiku hancur ketika tubuhnya yang masih begitu kecil harus menghadapi meja operasi yang begitu menakutkan. Tapi hanya itu satu-satunya jalan untuknya sembuh, tak ada yang bisa ku lakukan selain memeluknya.” -Saburi, Orang tua Fathir-Setelah vaksin, hidup Fathir Ahmad Azzamy (1 thn) berubah drastis! Tiba-tiba Ia demam berhari-hari. Saat diperiksa dokter, Ia menangis keras, tapi bibir dan kukunya membiru. Saat itulah aku dihantam kenyataan pahit, anakku didiagnosa sakit jantung.Kondisinya lemah, napasnya cepat sekali tiap menangis. Ia harus di echo jantung dan dirawat di rumah sakit. Ketiba tiba waktunya operasi di Jakarta, aku sempat kebingungan, mau tinggal di mana? Biaya makan dan kebutuhan selama di luat kota jadi beban yang menghimpit. Tapi dibalik kesulitan, Tuhan selalu hadirkan jalan. Perjuangan anakku untuk sembuh diikuti dengan keajaiban yang menyertainya, kami dapat tumpangan di rumah singgah dan dapat sedikit pinjaman selama hidup di Jakarta.Pasca operasi, anakku mulai membaik. Ia anak yang aktif, jadi kadang ketika Ia berjalan aku selalu menggandeng tangannya atau kadang menggendongnya karena Ia tidak boleh kelelahan. Penyakit itu bisa datang tiba-tiba dan Ia bisa menangis sampai sesak napas tak terkendali. Masih ada operasi lanjutan yang harus dilalui anakku, tapi lagi-lagi kendala biaya tak bisa terhindari. Padahal, setelah operasi kemarin pun, napasnya masih sering sesak hingga Ia harus menginap di rumah sakit. Tak terbayangkan, jika perjuangan ini berhenti di tengah jalan…Perjuangan ini belum usai. Aku sudah kehabisan cara. Tak ada lagi barang berharga yang bisa kujual, sementara anakku masih harus kontrol rutin, butuh obat-obatan yang tak semua ditanggung BPJS, dan keperluan penting lainnya. #TemanBaik, Fathir butuh kita sekarang. Ayo bantu lanjutkan pengobatannya, klik Donasi Sekarang sebelum terlambat!
Dana terkumpul
Rp 5.163.002
1 hari lagi
Dari Rp 8.813.500
Donasi
Anak
Tubuh Lemah Kayla Bertahan dari Infeksi Hati dan Kurang Gizi
“Perjuangan dan tangis mewarnai perjalanan saya sebagai seorang ibu tunggal yang mencari nafkah dengan berjualan gorengan milik orang lain. Satu dari tiga anak saya sedang berjuang hidup dari penyakit infeksi hati.”“Setiap minggu saya harus menebus obat dengan nominal Rp400 ribu. Sudah sebulan lamanya, saya terpaksa meminjam uang agar pengobatan anak tidak terputus. Hari-hari saya penuh kecemasan.” -Jelita, Orang tua Kayla-Tak lama setelah lahir, demam tinggi menyergap tubuh kecil Kayla Zahra Qamela (5 bln). Puskesmas hanya menyarankan kompres untuk menurunkan demamnya, mengingat Kayla lahir prematur, tanpa memberikan obat yang diperlukan. Namun, 3 hari Kayla tak ada perubahan. Diwarnai dengan perasaan khawatir, Ibunya membawa Kayla ke rumah sakit. Naluri seorang ibu terbukti benar, Kayla langsung dilarikan ke IGD, dipasangi selang oksigen dan NGT karena napasnya yang semakin lemah.Beberapa hari dirawat, Kayla dirujuk pindah rumah sakit yang lebih besar karena kondisinya cukup parah. Tubuhnya sangat lemah karena Ia juga didiagnosa kekurangan gizi. Entah sudah berapa kali Ibunya meninggalkan anaknya yang lain di rumah, demi merawat Kayla.Jika bisa membelah diri, itu yang akan dilakukan Ibunya. Tidak ada uang masuk selama Ibunya harus merawat Kayla, sementara kebutuhan pengobatan membengkak. Susu khusus gizinya saja mencapai Rp400 ribu, itupun habis dalam 4 hari saja.Mereka sudah berupaya hidup berhemat, sehari hanya makan 2 kali sehari, dengan nasi dan telur berukuan kecil akibat dibagi-bagi. Perasaan bersalah dan kesedihan menghantui Ibunya karena ketidakmampuan memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.Pengobatannya masih panjang, Ia masih membutuhkan dana untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, mengganti selang NGT, serta kebutuhan lainnya.#TemanBaik, mari bantu Kayla untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 9.085.003
3 hari lagi
Dari Rp 20.740.000
Donasi