Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Suamiku Siap Berikan Organ Hatinya Demi Selamatkan Nyawa Anak Kami
“Tanpa ragu, suamiku melangkah maju. Suaranya bergetar mengatakan bahwa Ia bersedia mendonorkan organ hatinya untuk anak kami! Ya, transplantasi hati menjadi satu-satunya harapan untuk menyelamatkan nyawa anak kami.”“Jika langit memiliki pelangi yang selalu Ia banggakan, maka kami sebagai orang tua memiliki Kiara yang tak pernah lelah kami perjuangkan. Dalam setiap tangis dan rasa sakit yang Ia lalui, kami percaya, Kiara adalah pemenang atas semua rasa sakit yang pernah menghampirinya.” -Murniati, Orang tua Kiara-Kiara Zevania Arrumaisha (11 bln) lahir sehat tanpa kurang apapun. Aku memberinya nama seindah wajahnya yang cantik. Tidak ada kata yang mampu menggambarkan betapa bahagianya aku dan suami saat pertama kali memeluk Kiara. Namun kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Hidupku perlahan berubah menjadi air mata yang tak pernah berhenti. Di usia 2 bulan, Kiara menunjukkan perubahan drastis. Tiba-tiba matanya tampak berwarna kuning, Ia kesulitan BAB hingga perutnya jadi membengkak.Vonis dokter bagai petir yang menghantam dadaku, anakku duduagnosis mengalami gangguan hati kronis (atresia billier). Duniaku rasanya runtuh seketika! Kondisinya sudah sangat parah dan Kiara harus segera menjalani cangkok hati di Jakarta jika ingin bertahan hidup.Tanpa pikir panjang, aku menjual satu-satunya motor yang biasa kami gunakan sehari-hari demi membeli tiket dari Samarinda, Kalimantan ke Jakarta. Itupun aku kebingungan saat sampai di Jakarta, tidak punya siapa-siapa yang membantu.Kini, kondisi Kiara masih sering demam, flu, dan sulit tidur karena gatal hebat di seluruh tubuhnya. Ia lebih banyak menangis dan merintih, seolah sedang mengadu tentang semua rasa sakit yang harus Ia tanggung di usia yang begitu belia.Biaya transplantasi hati bukanlah jumlah yang kecil. Setelah operasi pun, aku harus tinggal di Jakarta selama satu tahun penuh karena Kiara harus terus dipantau dokter. Tempat tinggal harus steril, sebab tubuhnya sangat rentan terhadap virus dan infeksi.Sayangnya, kami terbentur biaya. Suamiku hanyalah buruh sopir dengan penghasilan terbatas. Ia juga tak bisa bekerja karena harus mendampingi Kiara di Jakarta. Sementara kebutuhan terus berjalan, biaya pengobatan, obat-obatan yang tak ditanggung BPJS, transportasi rumah sakit, proses screening donor organ hati dan kebutuhan lainnya.Semoga Kiara bisa segera berbagi organ hati dengan ayahnya dan mendapat kesempatan hidup yang layak. Aku tak ingin kehilangan anakku. Aku hanya ingin melihat Kiara tumbuh, tersenyum, dan merasakan dunia tanpa rasa sakit.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Kiara tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Kiara!
Dana terkumpul
Rp 12.481.000
11 hari lagi
Dari Rp 93.326.000
Donasi
Kemanusiaan
Ambulans Siaga Gratis untuk wilayah Rawan Bencana di Gunungkidul
Kondisi wilayah daerah Gunungkidul , Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan rawan bencana seperti banjir dan longsor. Perlu adanya fasilitas ambulans siaga yang dapat mengantarkan penduduk sekitar apabila sewaktu-waktu diperlukan.Nantinya ambulans siaga akan digunakan untuk menjemput dan mengantarkan pasien hingga dukungan kesehatan bagi masyarakat Gunungkidul. Semuanya gratis agar masyarakat Gunungkidul bisa merasakan peran ambulans siaga tersebut.Sementara itu, pengelolaan operasional ambulans siaga akan diserahkan Posko Kodim 0730/Gunungkidul.Ada beberapa lokasi rawan bencana di Kabupaten Gunungkidul yaitu daerah utara dari Patuk, Gedangsari, Ngawen, Nglipar, Semin, dan Ponjong bagian atas merupakan daerah rawan longsor. Kemudian daerah lain seperti Wonosari, Semanu, Girisubo, Tanjungsari, Saptosari, Purwosari merupakan daerah rawan banjir dan genangan.SASARAN- Target wilayah dan penerima manfaat program ambulans siaga adalah masyarakat di wilayah Kabupaten Gunungkidul- Diprioritaskan masyarakat kurang mampu/dhuafa, masyarakat yang mendapatkan musibah atau menjadi korban bencana alam/non alam, Masyarakat yang sulit mendapatkan akses layanan terutama kesehatan.TemanBaik, ayo wujudkan ambulans siaga gratis bagi masyarakat Gunungkidul.
Dana terkumpul
Rp 4.023.570
3 hari lagi
Dari Rp 150.000.000
Donasi
Anak
Sakit Meningitis TB, Tubuh Zeyhan Kaku Setelah Operasi Kepala
“Setelah operasi, anakku malah tak sadarkan diri lebih dari satu bulan! Aku menunggu dengan harapan dan doa, menanti sedikit keajaiban. Tapi ketika akhirnya Ia membuka mata, seluruh tubuhnya kaku, tak bisa bergerak sedikit pun.”“Ia hanya bisa mengedipkan matanya saja, menatap kosong ke arahku. Setiap kali melihatnya seperti itu, hatiku hancur berkeping-keping. Tuhan, aku rela menukar apapun, asal Kau beri ia kesempatan untuk sembuh dan merasakan hidupnya kembali.” -Maulidia Yati, Orang tua Zeyhan-Benjolan seperti bisul tiba-tiba muncul di ketiak anakku, Zeyhan Afif (25 bln)! Saat itu tubuhnya juga demam hingga aku membawanya ke Puskesmas. Dokter hanya memberikan anakku obat bisul, tapi hari demi hari tak ada tanda-tanda kesembuhan.Hingga akhirnya benjolan di ketiak anakku pecah, tapi kondisi anakku justru malah makin lemah sampai hilang kesadaran. Aku panik memanggil-manggil nama anakku sambil membawanya ke rumah sakit, tapi tak kunjung ada respon sama sekali. Anakku mengalami koma! Hasil pemeriksaan membuat dunia seolah runtuh, Ia dinyatakan sakit meningitis TB dan harus menjalani operasi kepala. Aku tak sanggup menahan air mata saat tahu, selama ini anakku menahan sakit pada kepalanya tanpa bisa mengeluh.Namun, operasi ternyata tak membawa perubahan berarti pada anakku. Ia hanya bisa terbaring kaku tak berdaya, seperti tanpa kesadaran. Terkadang wajahnya meringis, seolah menahan rasa sakit yang tak sanggup diungkapkan.Aku takut sekali kondisi anakku semakin memburuk. Tapi tak ada lagi yang bisa ku lakukan selain berjuang membawanya berobat. Biayanya sangat besar, sementara suamiku hanya seorang petani dengan penghasilan pas-pasan.Sekedar ke rumah sakit saja, kami harus menempuh total 8 jam perjalanan pulang-pergi dari Payakumbuh ke Padang dengan ongkos dengan ongkos yang tidak sedikit. Belum lagi obat yang tidak dicover BPJS, susu dan kebutuhan lain selama pengobatan. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Zeyhan tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Zeyhan!
Dana terkumpul
Rp 20.805.001
5 hari lagi
Dari Rp 20.760.000
Donasi