Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Anak Petani Karet Tak Berdaya, Ingin Melanjutkan Pengobatan Epilepsi
“Kondisi anakku semakin memburuk, Ia bisa mengalami 20 kali kejang dalam sehari. Napasnya kadang sampai sesak sampai dipakaikan alat oksigen. Sudah setahun Ia tidak fisioterapi, bukan karena kesengajaan, tapi karena terkendala biaya. “Aku sendiri hanya bisa menyaksikan anakku terkulai lemah di dalam pelukanku. Sejuta doa sudah dipanjatkan, tapi harapanku berhadapan dengan keputusasaan.” -Armawansyah Selian, Orang tua Salsa-Rizky Salsabila Selian (3 thn) lahir dari keluarga yang kurang berkecukupan. Ayahnya merupakan seorang petani karet yang harus menghidupi istri dan dua anaknya. Penghasilan ayahnya terbatas, jauh dari kata cukup bahkan untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara kakaknya Salsa masih duduk di bangku Sekolah Dasar, butuh biaya yang tidak sedikit. Ditambah lagi harus membiayai pengobatan Salsa, yang sedang berjuang menghadapi sakit epilepsi, pengeluaran keluarga terus membengkak. Salsa, anak yang cantik dan periang itu akhirnya harus menjalani hidup yang begitu pahit. Ia hanya terbaring tanpa bisa melakukan aktivitas apapun. Selang NGT tampak tertanam di dalam hidungnya, untuk membantu menyalurkan makanan ke tubuh Salsa yang kurus.Tiada hari yang dilalui orang tuanya dengan perasaan terpukul. Mereka tetap menggantungkan harapan sembuh untuk Salsa meski tidak tahu nanti kenyataan yang akan menghantam. “Saya sangat sedih melihat keadaan Salsa seperti ini, tapi apa boleh buat, ini sudah takdir dan saya harus menjalaninya. Saya harus tetap semangat untuk kesembuhan Salsa, walaupun itu tidak mungkin kata dokter,” ungkap Armawansyah Selian.Dokter menganjurkan Ia agar minum obat rutin selama 2 tahun dan dilanjutkan fisioterapi. Namun, orang tuanya terkendala biaya untuk melanjutkan pengobatan. Sementara kondisi kejang-kejang yang dialami Salsa semakin parah, bahkan hingga kaki dan tangannya sangat kaku.Saat ini Salsa membutuhkan biaya untuk transportasi dari tempat tinggalnya di Aceh ke rumah sakit di Medan, obat yang tidak dicover BPJS, oksigen untuk pernapasannya, dan kebutuhan lainnya. Semua aset dan barang berharga sudah dijual, sertifikat rumah juga sudah digadaikan untuk pengobatan Salsa selama ini.#TemanBaik, mari bantu Salsa untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 30.023.000
11 hari lagi
Dari Rp 46.695.999
Donasi
Keagamaan
Wujudkan Pembangunan Asrama Yatim Panti Babussalam
Ada 89 anak yang kami asuh di sini, namun sayangnya kami kurang ruangan untuk bisa memberikan yang terbaik bagi mereka. Untuk sekian puluh anak, kami hanya punya tiga ruangan tidur yang ukurannya sangat terbatas. Kegiatan anak-anak banyak namun kami terbatas untuk bisa memfasilitasinya.Assalamualaikum, TemanBaik kami dari Panti Asuhan Babussalam, Cisalak, Kecamatan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, yang bermaksud untuk mengajak semua di sini memberikan bantuannya bagi anak-anak asuh kami.Total ada 89 anak asuh yang tinggal bersama kami di sini, terdiri dari yatim, piatu, dhuafa, dan anak-anak terlantar. Begitu banyaknya anak-anak di sini namun kami hanya memiliki satu ruangan untuk berkegiatan, 1 ruang kelas, dan 3 kamar tidur dengan ukuran yang tidak terlalu luas.Kami ingin mereka bisa belajar lebih nyaman lagi di ruangan yang lebih baik, selain itu juga anak-anak perempuan ini di sini membutuhkan ruangan yang lebih untuk kegiatan mereka. Panti kami sekarang memang menjadi sentral belajar agama bagi warga sekitar. Posisinya yang strategis bersebelahan dengan masjid membuat banyak yang datang untuk bersama-sama berkumpul. Rencananya bantuan dari TemanBaik akan kami gunakan untuk membangun ruang kelas dan menambah sarana MCK supaya semakin nyaman lagi anak-anak tinggal di sini. TemanBaik, anak-anak di Panti Asuhan Babussalam membutuhkan kita semua untuk bisa mendapatkan ruangan kelas, supaya mereka semakin nyaman belajar dan menjalankan kesehariannya. Yuk, kita bantu dengan cara: Klik “Donasi Sekarang”Isi nominal donasiPilih metode pembayaran, kalau ingin lebih praktis kamu bisa berdonasi dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay, atau kamu juga bisa berdonasi dengan cara transfer antar bank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).
Dana terkumpul
Rp 8.559.062
10 hari lagi
Dari Rp 200.000.000
Donasi
Anak
Sudah menjalani Operasi 7 Kali! Leher Haziq dilubangi Akibat Penyakit Jantung
“Usianya baru 3 tahun, tapi tubuh kecil anakku sudah melalui 7 kali operasi! Aku hampir mengira sudah tidak ada lagi harapan hidup anakku, saat Ia sempat koma 1 bulan. Tapi, seperti keajaiban dari Tuhan, ia tetap bertahan dan berjuang hidup.”“Dokter sebenarnya menyarankan agar anakku dioperasi ke Malaysia, tapi aku hanya bisa pasrah karena terkendala biaya. Akhirnya, aku memilih jalan lain, yaitu anakku menjalani operasi pembuatan lubang pada lehernya sebagai jalan napasnya. Itu pun aku juga kesulitan, karena harus membeli alat medis yang mahal…” -Sarmina, Orang tua Haziq-Meski sudah operasi berkali-kali, tetapi anakku, Haziq Al Ghifari (3 thn), masih sering mengalami sesak napas hingga dilarikan ke ICU. Ia tidak pernah tidur nyenyak, sejak penyakit kelainan jantung dan kelainan darah mulai menggerogoti hidupnya.Waktu itu usianya masih 2 bulan, Haziq tiba-tiba sering menangis tak terkendali hingga badannya membiru. Tapi aku semakin terkejut ketika Ia kejang hingga tak sadarkan diri. Dunia terasa runtuh di depan mata, tapi aku juga harus buru-buru membawanya ke rumah sakit.Tapi rumah sakit menolak menangani karena aku tak mampu membayar biaya Rp10 juta per malam! Tangisku histeris, kemana saya cari biaya sebanyak itu? Sementara aku takut kehilangan nyawa anakku. Hingga akhirnya, anakku dirujuk untuk berobat ke rumah sakit umum.Dua bulan lamanya anakku mengalami kritis! Selama itu, aku berjuang sekuat tenaga, mulai dari meminjam uang sampai menggadaikan rumah demi pengobatannya. Syukurlah, anakku juga sangat berjuang untuk hidupnya, Ia perlahan membuka mata dan pulih.Kian hari, anakku semakin semangat untuk sembuh. Ia tak pernah menangis ketika ditusuk jarum infus. Bahkan, Haziq selalu bilang, “sembuh Haziq,” atau “Haziq sayang ibu,” hatiku rasanya pecah oleh haru dan bahagia.Namun, pengobatan anakku masih panjang dan biaya yang dibutuhkan juga terus membengkak. Suamiku bekerja keras sebagai penyadap karet dan pelayan di rumah makan, tapi penghasilannya tetap tak mencukupi. Bahkan, pernah suatu kali, aku hanya punya Rp17 ribu hasil pinjaman tetangga, itu pun hanya cukup untuk bensin dan membeli pampers eceran. Untuk susu, suamiku harus meminjam lagi ke rekan kerjanya.Anakku masih butuh biaya untuk bolak-balik ke rumah sakit, tiket pesawat untuk berobat dari Riau ke Jakarta, obat yang tidak dicover BPJS uang sewa rumah selama berobat anak di Jakarta, susu, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Haziq tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Haziq!
Dana terkumpul
Rp 15.607.001
3 hari lagi
Dari Rp 25.948.000
Donasi