Panggilan Mendesak

camp
Hewan

Dukung Aksi Andreas Nainggolan, Driver Ojol yang Jadi Pahlawan Penyelamat bagi Kucing Terlantar

Di dunia ini, hidup manusia berdampingan dengan habitat kehidupan para kucing. Apabila ada dari mereka yang kelaparan atau menderita luka, tak sedikit pula manusia yang peduli menolong. Itulah yang dilakukan oleh Andreas Nainggolan.Pria asal Magelang, Jawa Tengah yang berprofesi sebagai driver ojek online (ojol) itu sehari-hari hidup dengan merawat kucing-kucing sakit dan terlantar. Dia pun mendirikan shelter rescue sederhana yang diberi nama Shelter Miau Miau Cats Rescue sejak 2017.Saat ini, Andreas merawat 65 kucing di shelternya. Kegiatan yang rutin dilakukan selama ini adalah memberikan pakan, vitamin serta obat-obatan pada kucing yang sedang sakit ringan. Apabila ada kucing yang sakit berat, dia membawanya ke dokter hewan. Semua biaya tersebut dia tanggung sendiri dan ada juga beberapa sumbangan dari para donatur. Sehari-hari, dia juga menerima kucing-kucing terlantar yang dititipkan dari orang lain. Andreas juga bergerak cepat apabila ada panggilan atau pesan yang dikirim kepadanya untuk menyelamatkan kucing terlantar di jalan atau pasar. Namun kendalanya sekarang adalah banyaknya jumlah kucing yang ditampung juga memperbesar biaya operasional yang harus dia keluarkan. Kondisi ekonomi saat ini tidak dalam keadaan baik, sehingga donatur banyak yang mengundurkan diri karena kondisi finansial mereka yang terpuruk.TemanBaik, Andreas Nainggolan butuh bantuan kamu untuk bisa menyelamatkan kucing-kucing yang terlantar di jalan. Yuk kita bantu Andreas agar tetap menjadi pahlawan penyelamat kucing terlantar dengan cara:Klik “Donasi Sekarang”Isi nominal donasiPilih metode pembayaran, bisa dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antar bank (BRI, Mandiri, BCA, BNI). 
Dana terkumpul Rp 8.662.023
14 hari lagi Dari Rp 12.220.000
Donasi
camp
Anak

Nyawa Sarfaraz Bergantung Pada Transplantasi Hati

“Perut anak saya kian membesar hingga Ia tidak bisa duduk, Kondisinya saat ini memprihatinkan, sering diare berulang, demam, muntah darah, keluar darah dari hidung dan BAB darah. Nyawa anak saya bisa diselamatkan dengan  transplantasi hati, tapi saya tidak ada biaya. Apalagi anak saat itu sempat kritis, keuangan sangat menipis selama anak pengobatan di Jakarta.” -Kardina Rafsayani, orang tua Sarfaraz-Awalnya saya tidak tahu jika ciri-ciri yang ditunjukkan anak saya, Sarfaraz Rafsa Utama (1 thn), merupakan sakit serius. Matanya terlihat kuning dan BAB-nya berwarna putih. Seperti anak mengalami dehidrasi.Namun setelah diperiksa, Sarfaraz menderita atresia bilier atau saluran empedunya bermasalah. Perutnya semakin membesar akibat cairan menumpuk di hati. Di dalam perutnya tersebut penuh kandungan racun yang tiap hari bisa bertambah dan membuat perutnya semakin membesar. Akhirnya kondisi tubuhnya semakin lemah membuatnya terpaksa harus terkulai lemah di rumah sakit.Akhirnya Sarfaraz dirujuk pengobatan ke Jakarta. Rasanya sedih, khawatir dan terpukul jadi satu, tapi saya harus kuat karena anak masih membutuhkan saya. Tanpa pikir panjang, saya menguras semua tabungan demi membawa anak pengobatan dari Kalimantan ke Jakarta.Sejauh ini Sarfaraz sudah mendapat tindakan biopsi dan masih harus kontrol rutin menjelang transplantasi hati. Tindakan ini harus dilakukan, sebab nyawa Sarfaraz jadi taruhannya. Saya yakin anak saya semangat sembuh, karena ketika sakitnya tidak kambuh, anak saya selalu ceria dan sering tersenyum kepada orang tuanya. Tapi saat ini saya kesulitan biaya, suami bekerja hanya sebagai karyawan swasta dan biaya pengobatan anak sangat besar.Saat ini saya membutuhkan biaya untuk operasi transplantasi hati anak, jika tak segera mendapatkan tersebut, racun yang ada di perutnya akan menyebar ke organ tubuhnya yang lain dan melemahkan fungsinya.#TemanBaik, mari selamatkan nyawa Sarfaraz agar bisa melakukan transplantasi hati dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 52.740.210
14 hari lagi Dari Rp 150.000.000
Donasi
camp
Kemanusiaan

Central Park #TanggapBencanaSumatera

Curah hujan yang ekstrem memicu bencana ini, namun para ahli dan organisasi masyarakat sipil menilai tingkat kehancuran yang masif merupakan hasil dari kombinasi cuaca buruk dengan kerentanan ekologis akibat degradasi hutan di wilayah hulu. Penyebabnya adalah cuaca ekstrem (Bibit Siklon Tropis Senyar) yang melanda Sumatera sejak Selasa (25/11).Setidaknya 1.059 orang tewas dan 192 orang lainnya masih hilang. Banyaknya jumlah korban jiwa akibat bencana ini menjadikannya sebagai, bencana alam paling mematikan di Indonesia sejak Gempa bumi dan tsunami Sulawesi 2018, yang menewaskan 4.340 orang.  Menurut data BNPB per hari Rabu, 3 Desember 2025 wilayah penduduk yang terdampak serta butuh pertolongan adalah Sumatera Utara sebanyak 1,7 juta penduduk, Aceh sebanyak 1,4 juta penduduk, serta Sumatera Barat sebanyak 140,5rb penduduk. Sementara ribuan rumah terendam, fasilitas umum rusak, dan banyak keluarga terpaksa mengungsi. Sejumlah jalan desa hingga jalan nasional Sumbar-Bengkulu dilaporkan terputus akibat genangan air di Pesisir Selatan. Situasi semakin berat karena warga menghadapi kehilangan, keterbatasan logistik, dan meningkatnya risiko kesehatan, terutama bagi anak-anak, ibu hamil, dan lansia. Kondisi ini menuntut respons cepat dan penuh kepedulian untuk memastikan masyarakat terdampak memperoleh bantuan darurat, perlindungan, serta dukungan yang mampu memulihkan harapan di tengah masa sulit akhir tahun.Mari kita bersolidaritas bantu saudara-saudara kita yang terdampak dengan berdonasi. Bantuan darimu sangat berarti untuk mereka. Tak hanya mendoakan dan berdonasi, kalian juga bisa membagikan halaman galang dana ini agar semakin banyak yang turut menemani perjuangan mereka. Yuk ikut berkontribusi dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 83.227.022
9 hari lagi Dari Rp 100.000.000
Donasi

Pilihan Campaign