Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Kemanusiaan
Gerakan Cegah Generasi Stunting dengan Intervensi Pemberian Makanan Tambahan
Di Indonesia diperkirakan ada 37,2 persen dari anak usia 0-59 bulan atau sekitar 9 juta anak dengan kondisi stunting.Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek untuk usianya. Balita yang mengalami stunting disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Balita yang mengalami stunting di masa yang akan datang akan mengalami kesulitan dalam mencapai perkembangan fisik dan kognitif yang optimal. Sampai dengan 2018 di Indonesia diperkirakan ada 37,2 persen dari anak usia 0-59 bulan atau sekitar 9 juta anak dengan kondisi stunting, yang berlanjut sampai usia sekolah 6-18 tahun. Pada 2019 tercapai penurunan pada angka 27,67 persen (Kemenkes, 2020). Anak stunting mempunyai Intelligence Quotient (IQ) lebih rendah dibandingkan rata-rata IQ anak normal.Melihat masalah tersebut, komunitas We Love Others berusaha untuk mencegah stunting sedini mungkin pada balita. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah, dengan melakukan intervensi gizi spesifik dengan sasaran ibu hamil dan anak berusia di bawa 2 tahun. Intervensi ini meliputi kegiatan memberikan makanan tambahan (PMT) pada ibu hamil untuk mengatasi kekurangan energi dan protein kronis, mengatasi kekurangan zat besi dan asam folat, hingga mengatasi kekurangan iodium.Untuk tahap pertama, jangkauan pemberian intervensi gizi spesifik dengan sasaran 96 orang di Kabupaten Jember, Jawa Timur dengan rincian 63 orang di Kecamatan Mayang dan 33 orang di Kecamatan Bangsal. TemanBaik, yuk dukung program intervensi gizi spesifik bagi anak dan ibu hamil untuk mencegah stunting di Indonesia yang digagas komunitas We Love Others! Caranya sebagai berikut:Klik “Donasi Sekarang”. Isi nominal donasiBoleh memilih donasi lewat mana saja, bisa dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antarbank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).
Dana terkumpul
Rp 3.391.016
14 hari lagi
Dari Rp 30.000.000
Donasi
Kesehatan
Derita Osteogenesis Imperfecta, Tika Sampai 8 Kali Patah Tulang dan Panggul Bergeser
Dokter bilang panggulku bergeser, jadi aku disarankan untuk ganti panggul 10 tahun sekali. Sampai sekarang aku masih nyeri, sampai infeksi 3 kali.Hai TemanBaik, Aku Tika (31th) dari Pekanbaru, Riau. Sejak usiaku 2 tahun, aku sering mengalami patah tulang paha kanan dan kiri. Sudah 8 kali patah dan dokter mendiagnosis dengan osteogenesis imperfecta (tulang rapuh). Dulu, waktu umurku 6 tahun sudah sempat operasi panggul, tapi sayang sekali operasinya gagal. Lalu, aku dirujuk ke RSCM. Namun, orang tua ku tak ada biaya, jadi aku tidak bisa operasi secepatnya. Efeknya baru terasa ketika aku 25 tahun, di mana panggulku nyerinya bukan main. Aku baru bisa operasi panggul di tahun 2017. Sampai sekarang, aku masih merasakan nyeri dan infeksi sampai 3 kali. Dokter di daerah sampai merujukku ke Jakarta, karena mereka tak sanggup. Kondisiku semakin lemah, kalau kecapekan sedikit saja aku demam. Kaki juga ngilu dan nyeri kalau berjalan jauh, jadi harus pakai tongkat. Dokter bilang panggulku bergeser. Dokter menyarankan, aku harus ganti panggul 10 tahun sekali. Tapi gimana ya, TemanBaik? Dananya saja tak ada. Penghasilan kotor dari suami yang bekerja sebagai driver ojek online, cuma Rp 70-80 ribu. Kalo terus-terusan infeksi, aku bisa lumpuh total. Maka dari itu besar harapanku bisa ke Jakarta untuk berobat lagi. Dukungan dari TemanBaik sangat aku butuhkan selama masa pengobatan ini, terutama untuk obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, kursi roda, dan kebutuhan gizi. Kalau TemanBaik mau membantuku bisa menyalurkannya dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini ya!
Dana terkumpul
Rp 10.262.691
7 hari lagi
Dari Rp 22.440.000
Donasi
Pendidikan
Sempat Juara Kelas! Bantu Anak Penjual Kacang Goreng Melanjutkan Sekolah Agar Bisa Jadi Dokter
“Aku ingin jadi dokter, karena aku sempat melihat adikku sakit. Aku jadi ingin menyembuhkan orang sakit. Aku sangat semangat belajar dan sekolah, serta ke masjid untuk mengaji,” ungkap Najwa.Hai Kak!Perkenalkan namaku Najwa Nur Fazila (9 tahun), aku merupakan murid kelas 3 di SD 47 Parit Panjang, Lubuk Basung, Sumatera Barat. Oh ya, baru-baru ini aku baru saja membuat bangga ibuku loh. Aku juara 3 pada semester 1 kali ini.Aku memang punya semangat belajar dan sekolah yang sangat tinggi supaya bisa mewujudkan cita-citaku. Sebagai anak pertama dari 3 bersaudara, aku selalu ingin jadi panutan bagi adik-adikku. Tentu saja keberhasilan yang baru saja kuraih tak lepas dari peran orang tuaku yang selalu berdoa agar bisa jadi anak yang pintar.Makanya selain pintar di sekolah, aku juga paling rajin membantu ibu. Walau aku masih kecil, tapi aku sudah bisa bantu ibu menyapu, mencuci piring dan membantu ibu di rumah. Orang tuaku selalu berupaya agar aku bisa terus sekolah. Ibuku bekerja sebagai penjual kacang goreng di warung dan ayah sambungku kerja serabutan yang penghasilannya tak menentu. Selain itu orang tuaku akan bekerja apapun agar bisa membelikanku buku, baju sekolah, dan jajan. Ibuku bilang aku harus semangat dan rajin sekolah meski kami sekarang hidup kekurangan. Saat ini juga orang tuaku sedang kesulitan membiayaiku sekolah.Tapi harapanku dan ibuku agar aku bisa sekolah ke jenjang yang lebih tinggi sangatlah besar. Aku ingin jadi orang sukses hingga bisa membahagiakan orang tuaku dan adik-adikku kelak.#TemanBaik, mari bantu Najwa agar bisa sekolah lebih tinggi dan melanjutkan prestasi yang telah diraihnya saat ini dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 3.338.778
7 hari lagi
Dari Rp 20.000.000
Donasi