Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
13 Tahun Anakku Sakit Jantung Tanpa Sepengetahuanku!
Selama 13 tahun aku tak pernah tahu anakku terlahir dengan penyakit jantung! Saat Muhammad Tajuddin Nur (13 thn) lahir, tubuhnya membiru dan ia tidak menangis. Dokter saat itu menduga karena ia menelan air ketuban. Aku pun berusaha percaya bahwa semuanya baik-baik saja.Seiring waktu, perkembangan anakku terasa berbeda. Ia baru bisa berjalan di usia 2 tahun, setiap kali berjalan, bibir, tangan, dan kakinya membiru. Aku sudah membawanya periksa, tetapi dokter mengatakan jantung dan paru-parunya sehat. Hati ini sempat lega mendengar itu, meski sebenarnya aku selalu melihat betapa mudahnya Ia lelah, sering jongkok, kadang sesak napas, demam, bahkan jarinya membiru. Ia tidak bisa bebas olahraga seperti teman-temannya, padahal anakku ingin sekali main sepak bola.Hingga usianya menginjak 13 tahun, aku membawanya periksa di posko kesehatan saat ada acara di kota. Saat itulah kenyataan pahit terungkap: saturasi anakku sangat rendah dan dokter mencurigai adanya kebocoran jantung.Rasanya aku begitu terkejut sampai badanku lemas mendengar di tubuh anakku ada penyakit mematikan. Parahnya lagi, rumah sakit di kota terbatas alat medis dan anakku harus melanjutkan pengobatan di Jakarta. Tabunganku jelas tak cukup, tapi aku tidak bisa menyerah. Akhirnya aku ikut membantu suami mencari nafkah tambahan, dengan jualan ikan di pasar hingga berbagi satu mie instan berdua. Bahkan, aku meminjam uang pada keluarga dan kerabat dekat.Syukur tak terhingga! Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil, aku membawa anakku berobat dari Kalimantan ke Jakarta. Operasi anakku juga berjalan dengan lancar. Kini, kondisinya berangsur pulih dan aku bisa melihat kembali senyum di wajahnya. Namun perjuangan kami belum selesai. Ia masih harus rutin kontrol, membutuhkan biaya untuk transportasi bolak-balik dari Kalimantan ke Jakarta, obat yang tidak dicover BPJS, peralatan medis untuk membersihkan bekas operasi, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Tajuddin tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Tajuddin!
Dana terkumpul
Rp 14.303.054
1 hari lagi
Dari Rp 13.035.000
Donasi
Kemanusiaan
Membangun Kemandirian, Pemberdayaan Wanita Disabilitas melalui Pelatihan Menjahit
Sebagai wujud nyata kasih yang tidak berhenti pada kata-kata, GKI Pondok Indah bersama para jemaat tergerak untuk menghadirkan terang harapan bagi mereka yang berjuang dalam keterbatasan. Program bantuan ini ditujukan bagi Yayasan Irma Agusti, lembaga yang membantu pemberdayaan perempuan disabilitas dan masyarakat rentan agar lebih mandiri. Kasih dihadirkan dalam tindakan nyata,yang memulihkan, menguatkan, dan menghidupkan kembali semangat hidup.Program ini difokuskan untuk pengembangan pelatihan menjahit bagi para penerima manfaat di bawah binaan Yayasan Irma Agusti. Bantuan ini akan digunakan untuk penyediaan peralatan menjahit, bahan praktik, serta dukungan operasional kegiatan pelatihan.Inisiatif ini lebih dari sekadar bantuan materi, tapi juga wujud kasih yang memberi ruang bagi setiap individu untuk bangkit, belajar, dan menemukan kembali makna hidup melalui karya tangan mereka sendiri.Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi, membuka peluang usaha mandiri, serta menapaki jalan menuju kehidupan yang lebih sejahtera. Bagi jemaat GKI Pondok Indah, program ini juga menjadi ajakan untuk menumbuhkan semangat kepedulian sosial, bahwa setiap bentuk kasih yang diberikan, sekecil apapun, dapat menjadi berkat yang mengubah kehidupan sesama.Lebih dari itu, inisiatif ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong kolaborasi dan pemberdayaan berkelanjutan antara gereja, lembaga sosial, dan komunitas lokal. Karena kasih sejati adalah ketika kita berjalan bersama, saling menopang, dan menghadirkan keadilan sosial yang memberi ruang bagi semua untuk bertumbuh.#TemanBaik, Rp100 ribu kita bisa menyalakan harapan dan masa depan yang lebih cerah bagi sesama. Yuk klik Donasi Sekarang di bawah ini untuk ikut berpartisipasi!
Dana terkumpul
Rp 38.781.003
1 hari lagi
Dari Rp 120.000.000
Donasi
Kesehatan
Pak Harsono Kehilangan Penglihatannya Setelah Bertahun-tahun Sakit Kepala Hebat!
“Sakit di kepalaku begitu hebat hingga aku sering membenturkan kepala ke tembok! Itulah upayaku untuk mengalihkan rasa nyeri kepalaku yang bagaikan ditonjok secara membabi-buta. Sembilan tahun lamanya aku mencoba bertahan dalam penderitaan ini.”“Semua berawal ketika aku bekerja di kebun kelapa sawit di Pulau Kalimantan. Aku berangkat dengan harapan bisa menafkahi keluarga. Namun, ternyata aku pulang dengan penyakit yang merenggut penglihatanku. Kini, dunia bagiku hanyalah kegelapan..” -Pak Harsono-Sejak 2017 lalu, Pak Harsono (50 thn) sudah mulai sering merasakan pusing ringan. Awalnya Ia tetap berusaha menahan sakit dan terus bekerja demi keluarga. Namun, seiring waktu, rasa pusing itu semakin parah hingga Ia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Sleman, Yogyakarta, untuk fokus pengobatan.Sayangnya, kepulangan itu justru menjadi awal dari ujian berat. Nyeri di kepalanya semakin menjadi-jadi. Bahkan, penglihatannya sedikit demi sedikit mulai menurun dan akhirnya Ia benar-benar tak bisa melihat. Tak hanya itu, Ia juga sering sesak napas disertai batuk berdahak yang tak kunjung sembuh. Hasil pemeriksaan dokter membuat hatinya hancur, Pak Harsono didiagnosa menderita Chronic Obstructive Pulmonary Disease (penyakit paru-paru kronis) yang sudah masuk tahap akut.Sejak saat itu, hidupnya berubah total. Ia tak lagi mampu bekerja, bahkan tak bisa melakukan aktivitas apapun. Di tengah kondisi yang kian melemah, sang istri memilih pergi meninggalkannya bersama dua anaknya. Kini, satu-satunya harapan dan tempat bersandarnya hanyalah sang kakak, yang dengan penuh kasih merawatnya meski hidup mereka pun pas-pasan. Ia sudah pasrah, setiap hari lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersujud dan berdoa di masjid, berharap ada keajaiban yang bisa memulihkan hidupnya.Saat ini, Pak Harsono sangat membutuhkan bantuan untuk biaya transportasi ke rumah sakit yang jaraknya 50 km, serta membeli vitamin dan obat-obatan yang tidak ditanggung oleh BPJS.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Pak Harsono tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Pak Harsono!
Dana terkumpul
Rp 1.173.000
2 hari lagi
Dari Rp 9.930.000
Donasi