Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Terbaring Lemah Tak Berdaya, 7 Penyakit Mengintai Nyawa Anak Buruh Tani
Ada 7 penyakit serius yang mengintai nyawa anakku! Ia menderita jantung bocor, pneumonia, down syndrom, gerd, mikrosefali, bronkiolitis, dan laringomalasia.Biaya pengobatannya sangat besar bagiku yang bekerja hanya sebagai buruh tani yang harus menghidupi istri dan 4 anakku yang lain.Aku lebih banyak melihat Aimanzha Barrackzaugi (7 bln) menangis dan terbaring lemas sepanjang hidupnya. Tubuhnya sangat kurus, kesulitan bernapas akibat sakit paru-paru. Selang medis menempel di hidungnya demi membantunya bertahan hidup.Sejak lahir, masalah kesehatannya tak pernah berhenti. Ia tiba-tiba mengalami dehidrasi bahkan mimisan, tubuhnya juga berwarna kuning dan beberapa bagian tubuhnya berwarna biru.Namun, aku terkejut saat rumah sakit dekat rumahku di Lampung Selatan tidak bisa menangani anakku. Kemudian, anakku dirujuk ke rumah sakit di Bandar Lampung, dan hasil pemeriksaannya mengungkapkan kenyataan yang jauh lebih buruk dari yang kubayangkan. Ketika dokter memberitahuku bahwa anakku harus menjalani pengobatan ke Jakarta, duniaku seolah runtuh. Semua yang kumiliki, harta yang bekerja keras kudapatkan, aku jual demi mengantarkan anakku untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik.Akhirnya anakku sudah bisa menjalani kontrol rutin di Jakarta dan menunggu tindakan dari dokter. Biaya yang ditanggung sangat besar, seperti transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, sewa tempat tinggal dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, mari bantu Aimanzha untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 23.623.503
7 hari lagi
Dari Rp 24.642.000
Donasi
Kemanusiaan
Berbagi Beras Gratis untuk 50 Lansia di Daerah Pekanbaru
Adanya pembatasan import dan fenomena El Nino berkepanjangan, berdampak pada menurunnya produksi beras sejak Agustus 2023. Situasi ini menyulitkan lansia duafa, yang untuk makan sehari-hari saja mereka masih kesusahan. Hai TemanBaik,Beras yang menjadi makanan pokok kita, nyatanya nggak bisa didapatkan dengan mudah. Khususnya bagi TemanKita yang hidup dalam himpitan ekonomi. Siapakah yang paling terdampak dari kelangkaan dan kenaikan harga beras ini? Tentu mereka adalah lansia duafa yang hidup serba kekurangan, bahkan dalam kondisi normal untuk makan sekalipun sangat sulit.Mereka nggak pernah bingung dan bertanya “enaknya pesan makanan apa?”. Yang mereka pikirkan adalah “Besok ada beras atau tidak ya?” Kondisi ini tentu menyedihkan untuk kita yang masih bisa mendapatkan makanan dengan mudah. Maka dari itu, kami Berbagi Takkan Rugi sebagai komunitas ingin menunjukkan kepedulian kepada sesama terutama kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan.Kali ini, kamu akan membagikan beras gratis untuk lansia duafa sebanyak kurang lebih 50 orang di daerah Pekanbaru. Gerakan kebaikan ini tentunya nggak bisa berjalan dengan baik tanpa adanya bantuan dan dukungan dari TemanBaik. Semakin banyak yang mendukung kegiatan ini, akan semakin banyak pula lansia duafa yang terbantu. Untuk TemanBaik yang mau membantu pengadaan beras dapat menyalurkannya dengan cara klik Donasi Sekarang ya!
Dana terkumpul
Rp 13.128.008
1 hari lagi
Dari Rp 16.000.000
Donasi
Kesehatan
Derita Osteogenesis Imperfecta, Tika Sampai 8 Kali Patah Tulang dan Panggul Bergeser
Dokter bilang panggulku bergeser, jadi aku disarankan untuk ganti panggul 10 tahun sekali. Sampai sekarang aku masih nyeri, sampai infeksi 3 kali.Hai TemanBaik, Aku Tika (31th) dari Pekanbaru, Riau. Sejak usiaku 2 tahun, aku sering mengalami patah tulang paha kanan dan kiri. Sudah 8 kali patah dan dokter mendiagnosis dengan osteogenesis imperfecta (tulang rapuh). Dulu, waktu umurku 6 tahun sudah sempat operasi panggul, tapi sayang sekali operasinya gagal. Lalu, aku dirujuk ke RSCM. Namun, orang tua ku tak ada biaya, jadi aku tidak bisa operasi secepatnya. Efeknya baru terasa ketika aku 25 tahun, di mana panggulku nyerinya bukan main. Aku baru bisa operasi panggul di tahun 2017. Sampai sekarang, aku masih merasakan nyeri dan infeksi sampai 3 kali. Dokter di daerah sampai merujukku ke Jakarta, karena mereka tak sanggup. Kondisiku semakin lemah, kalau kecapekan sedikit saja aku demam. Kaki juga ngilu dan nyeri kalau berjalan jauh, jadi harus pakai tongkat. Dokter bilang panggulku bergeser. Dokter menyarankan, aku harus ganti panggul 10 tahun sekali. Tapi gimana ya, TemanBaik? Dananya saja tak ada. Penghasilan kotor dari suami yang bekerja sebagai driver ojek online, cuma Rp 70-80 ribu. Kalo terus-terusan infeksi, aku bisa lumpuh total. Maka dari itu besar harapanku bisa ke Jakarta untuk berobat lagi. Dukungan dari TemanBaik sangat aku butuhkan selama masa pengobatan ini, terutama untuk obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, kursi roda, dan kebutuhan gizi. Kalau TemanBaik mau membantuku bisa menyalurkannya dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini ya!
Dana terkumpul
Rp 10.603.691
4 hari lagi
Dari Rp 22.440.000
Donasi