Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Kemanusiaan
Sembako untuk Para Difabel di Pelosok Nusa Tenggara Timur!
“Saat melakukan kunjungan pada difabel yang mengalami cerebral palsy dan hidrosefalus, yang aku dapatkan malah kepedihan hati. Aku menyaksikan difabel itu tidur tak berdaya di atas kain tipis, Ia hanya diberikan air gula karena keluarganya tak sanggup membelikan susu.”“Seketika dadaku terasa sesak, air mataku seketika jatuh. Betapa pilunya melihat kenyataan tak ada beras yang tersisa, dan tak ada lauk untuk dimakan. Keluarganya yang lumpuh tak mampu mencari nafkah, hanya bisa berharap belas kasihan tetangga untuk makan. Itulah awal mula aku terketuk untuk menolong para keluarga difabel.”Perkenalkan, aku Nona Mas’ad (34 thn), seorang perawat di sebuah puskesmas kecil di Watu Alo Desa Ndehes, Kecamatan Wae ri’i, Kabupaten Manggarai, Flores Nusa Tenggara Timur. Sejak 2021 lalu, aku membantu para difabel yang hidup dalam keterbatasan. Aku mencoba datang dari rumah satu ke rumah lainnya, mendata semua difabel serta mencatat kebutuhan mereka. Banyak dari difabel tersebut tidak memiliki KTP. Akhirnya aku membantu mereka mengurus KTP dan KK, agar setidaknya mereka bisa mendapatkan BPJS gratis dan memiliki harapan untuk berobat.Selain itu, ternyata banyak dari mereka yang tinggal di rumah tak layak huni dan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Keluarga mereka rata-rata bekerja di kebun milik orang lain, dengan penghasilan tak menentu.Bahkan, aku pernah menemukan difabel yang tidak bisa berjalan, tinggal bersama seorang anak berusia 10 tahun. Anak itu seharusnya berada di bangku sekolah, tapi memilih berhenti demi merawat ibunya. Mereka pernah tidak makan selama dua hari. Tak ada beras, hanya jagung yang dipetik dari halaman rumah, itu pun jika ada.Hati ini rasanya tak sanggup hanya melihat. Aku mulai mengumpulkan sumbangan dari teman-teman terdekat. Meski terkadang setiap orang hanya bisa memberikan Rp5 ribu, tapi bantuan itu tetap berarti untuk menyelamatkan seseorang dari lapar hari itu.Namun, dana yang terbatas ternyata juga pernah menjadi masalah serius. anyak dari mereka yang akhirnya tidak bisa berobat karena tidak ada biaya. Aku pernah mengantarkan seorang difabel pulang berobat dengan kursi roda yang kuikat di belakang motorku. Pernah juga ada pasien difabel sekaligus hidrosefalus yang harus menjalani operasi di luar kota. Harapannya begitu besar, tapi kenyataan berkata lain. Biaya transportasi yang dibutuhkan terlalu tinggi, sementara dana yang kukumpulkan tak pernah cukup. Akhirnya, pasien tersebut hanya bisa menangis setiap malam, rasanya aku gagal menjadi relawan. Aku pernah menggunakan gajiku untuk membantu mereka, tapi bantuanku sering tidak cukup untuk beberapa difabel. Aku hanya berharap bantuanku untuk memberikan sembako pada para difabel bisa terus berjalan, agar mereka terus punya alasan untuk bertahan hidup.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan para difabel tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup para difabel!
Dana terkumpul
Rp 8.785.000
15 hari lagi
Dari Rp 22.365.000
Donasi
Anak
Ada 3 Lubang di Jantungnya! Anak Tukang Ojol Harus Operasi Bedah di Jakarta
“Dokter bilang terdapat 3 lubang di jantung anakku! Air mataku tak berhenti mengalir sepanjang perjalanan di atas motor, sambil menggendong anakku untuk pindah rumah sakit. Sementara suamiku mengendarai motor dengan pandangan kosong, sama linglung dan hancurnya.”“Kepalaku penuh ketakutan, bagaimana jika tubuh kecil anakku tak sanggup bertahan? Aku tak pernah siap kehilangannya. Di tengah kecemasan itu, aku juga dihantam biaya pengobatannya yang besar. Suamiku berbulan-bulan tak dapat upah di tempat kerja sebelumnya, karena mengantar anak berobat. Ia terpaksa banting setir menjadi pengemudi ojek online, yang penghasilannya pun tak menentu.” -Reni Misnawati, Orang tua Reynand-Akibat penyakit, kini tubuh anakku, Reynand Margogo Sinurat (3 thn), semakin hari semakin kurus, hingga tulang rusuknya kelihatan sangat jelas dari balik kulitnya. Ia tidak bisa tidur dengan tenang, karena sesak napasnya akan semakin menyiksa setiap malam hari hingga membuat bagian dadanya cekung.Setiap menangis, wajah anakku akan pucat dan membiru. Tak jarang Ia sampai muntah hebat. Jika kambuh, Ia bisa batuk-batuk sampai tubuhnya lemas dan dilarikan ke IGD rumah sakit. Tak seperti anak-anak seusianya, Ia hanya bisa minum susu untuk makan, itupun susu khusus yang harganya sangat mahal.Aku dan suami sering kewalahan, karena dalam sebulan anakku bisa menghabiskan jutaan rupiah untuk susunya. Bahkan pernah, untuk sekadar makan sehari-hari, aku harus membongkar celengan kaleng dan membeli beras kiloan dari uang logam yang tersisa.Sejak lahir, Reynand selalu menangis jika tak digendong. Aku tak bisa meninggalkannya, tak bisa keluar rumah untuk mencari pekerjaan. Meski begitu, aku terus berusaha. Dari rumah, aku mencoba berjualan produk orang lain secara online, berharap ada sedikit tambahan untuk bertahan.Semua emas dan barang berharga yang kami miliki sudah kujual demi pengobatan anakku. Saat benar-benar buntu, aku hanya bisa menelepon orang tua dan rekan-rekan, memohon pinjaman. Aku keliling kota Pekanbaru, mencari bantuan ke sana kemari, demi satu harapan, dan anakku bisa terus hidup.Kini Reynand dirujuk untuk menjalani operasi bedah jantung di Jakarta. Aku semakin tak tahu harus mencari uang ke mana lagi. Biaya transportasi dari Pekanbaru ke Jakarta saja sudah sangat besar. Belum lagi obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, serta biaya hidup selama kami harus berjuang di tanah perantauan.Sebagai orang tua, aku hanya ingin satu hal, melihat anakku bernapas tanpa rasa sakit, dan hidup seperti anak-anak lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Reynand tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Reynand!
Dana terkumpul
Rp 23.640.554
13 hari lagi
Dari Rp 23.619.555
Donasi
Kesehatan
Nuh Alami Penyakit Langka Sampai Kehilangan Penglihatannya
“Tak pernah terbangkan bagiku, anakku mengidap penyakit langka yang hanya terjadi pada 3 anak di Indonesia di tahun ini! Semua terungkap setelah saat menakutkan itu, ketika aku hampir kehilangannya yang mengalami henti napas.”Dokter mengirimkan sampel darah anakku ke Jerman dan Hongkong untuk diteliti, ternyata anakku mengalami mutasi genetik Maple Syrup Urine Disease (MSUD). Ia terpaksa minum air dan gula, karena aku tak sanggup membeli susu khusus yang harganya sangat mahal. Sementara semua susu biasa adalah racun bagi anakku!” -Arisha Trisna, Orang tua Nuh-Seminggu setelah lahir, Nuh Tsabit Qies Sinulingga (2 thn) mendadak sering memejamkan matanya dan menolak minum susu. Aku terus berusaha meminumkannya karena berat badannya turun drastis, tapi justru membuatnya tersedak.Dokter mengatakan anakku mengalami dehidrasi dan infeksi paru-paru. Ia harus menggunakan alat medis karena sempat henti napas secara tiba-tiba. Dua minggu berlalu di ruang perawatan, anakku masih tetap tak membuka matanya.Tapi ketika dicubit, Ia tetap merespon meski lambat, tanda Ia masih berjuang.Sebulan kemudian, hasil tes keluar. Air mataku langsung jatuh. Di urin anakku ditemukan penumpukan zat beracun yang bisa merusak otak, menyebabkan pembengkakan, kejang, bahkan koma dan kematian. Aku serasa kehilangan napas. Dokter mengatakan, jika kondisinya membaik, Nuh perlu menjalani transplantasi hati.Biaya pengobatan yang ada saja sudah begitu berat, lalu bagaimana selanjutnya? Bahkan anakku sampai dipulangkan dari rumah sakit karena kami tak kehabisan uang. Suamiku hanya bekerja sebagai staf administrasi honorer di pemerintahan dengan penghasilan terbatas. Namun, demi keselamatannya, aku menjual semua harta yang kami punya dan menggalang dana bersama teman-teman. Dari situlah kami bisa membawa Nuh berobat ke Malaysia, tempat yang katanya memiliki fasilitas lebih baik untuk penyakitnya.Kini, kondisi anakku hanya bisa berbaring ke kanan dan ke kiri. Terkadang, Ia mengalami kejang hingga tubuhnya kaku, lupa menelan dan kehilangan penglihatannya. Meski begitu, aku tetap yakin suatu hari nanti anakku bisa tersenyum dan tumbuh sehat seperti anak-anak lain.Aku percaya, selalu ada jalan bagi mereka yang berusaha dan bertawakal. Saat ini, anakku membutuhkan biaya untuk membeli susu khusus, transportasi ke rumah sakit, obat dan vitamin yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Nuh tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Nuh!
Dana terkumpul
Rp 8.515.001
12 hari lagi
Dari Rp 62.128.000
Donasi