Panggilan Mendesak

camp
Kemanusiaan

Ambulans Siaga Gratis untuk wilayah Rawan Bencana di Gunungkidul

Kondisi wilayah daerah Gunungkidul , Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan rawan bencana seperti banjir dan longsor. Perlu adanya fasilitas ambulans siaga yang dapat mengantarkan penduduk sekitar apabila sewaktu-waktu diperlukan.Nantinya ambulans siaga akan digunakan untuk menjemput dan mengantarkan pasien hingga dukungan kesehatan bagi masyarakat Gunungkidul. Semuanya gratis agar masyarakat Gunungkidul bisa merasakan peran ambulans siaga tersebut.Sementara itu, pengelolaan operasional ambulans siaga akan diserahkan Posko Kodim 0730/Gunungkidul.Ada beberapa lokasi rawan bencana di Kabupaten Gunungkidul yaitu daerah utara dari Patuk, Gedangsari, Ngawen, Nglipar, Semin, dan Ponjong bagian atas merupakan daerah rawan longsor. Kemudian daerah lain seperti Wonosari, Semanu, Girisubo, Tanjungsari, Saptosari, Purwosari merupakan daerah rawan banjir dan genangan.SASARAN- Target wilayah dan penerima manfaat program ambulans siaga adalah masyarakat di wilayah Kabupaten Gunungkidul- Diprioritaskan masyarakat kurang mampu/dhuafa, masyarakat yang  mendapatkan musibah atau menjadi korban bencana alam/non alam,  Masyarakat yang sulit mendapatkan akses layanan terutama  kesehatan.TemanBaik, ayo wujudkan ambulans siaga gratis bagi masyarakat Gunungkidul. 
Dana terkumpul Rp 3.960.570
14 hari lagi Dari Rp 150.000.000
Donasi
camp
Anak

Perutnya Nyeri Tak Tertahankan, Ammar Berjuang dari Autoimun

“Seperti terkena stroke! Hidup anakku berubah dalam sekejap, pagi itu tiba-tiba Ia bangun tidur dengan kaki dan tangan membengkak. Sendi-sendinya nyeri tak tertahankan, bahkan Ia sampai tak mampu untuk berjalan.”“‘Ma, sakit Ma, nggak kuat,’ itulah rintihan anakku setiap Ia akan dilarikan ke IGD. Sejak itu, anakku yang sebelumnya selalu aktif dan ceria, lebih banyak diam. Sejak hari itu, tawa dan keceriaannya perlahan menghilang. Anak yang dulu selalu aktif kini lebih banyak diam. Sepak bola yang begitu ia cintai kini hanya bisa ia pandangi.  Hatiku terpukul, anakku tak bisa melakukan apapun demi kesalamatan nyawanya.” -Desi Dahlia, Orang tua Ammar-Tak lama setelah pengobatan paru-parunya selesai, dunia kami kembali diuji. Anakku, Muhammad Ammar Rizki (9 tahun), didiagnosis menderita autoimun HSP purpura, penyakit yang menyebabkan peradangan pembuluh darah dan menyerang usus serta ginjalnya.Awalnya, anakku mengalami nyeri perut. Aku berjuang membawanya berobat hingga Ia harus menjalani operasi usus, berharap rasa sakitnya berhenti. Namun harapan itu belum terwujud. Setiap hari, Ammar masih merasakan nyeri yang begitu hebat hingga berkali-kali harus dilarikan ke IGD. Sejak itu, tubuhnya sering dipenuhi lebam-lebam, disertai demam yang datang hampir setiap malam. Meski menahan sakit, anakku sering bilang, “Aku ingin sembuh, biar bisa terus sama ibu dan ayah.” Kalimat sederhana itu menghangatkan hatiku. Di tengah penderitaannya, Ia masih ingin bertahan, masih ingin berjuang untuk hidup.Namun, biaya pengobatan juga menjadi salah satu masalah serius untuk pengobatan anakku. Suamiku bekerja sebagai pengemudi ojek online, berangkat pagi dan pulang larut malam demi anakku bisa terus berobat. Sayangnya, penghasilan harian suami paling banyak hanya Rp80 ribu, itupun sering habis untuk kebutuhan sehari-hari. Pernah suatu hari, dengan menahan malu, aku meminjam uang ke sana kemari karena Ammar harus kembali dilarikan ke IGD. Semakin terpukul lagi karena tidak ada yang bisa meminjamkan dana.Di saat itulah, aku melihat kasih sayang Tuhan. Warga sekitar yang tak tega melihat kondisiku, berinisiatif berkeliling kampung untuk menggalang dana bantuan. Air mataku jatuh menyaksikan kepedulian mereka. Saat itu aku mendapatkan kekuatan, aku harus terus memperjuangkan kesembuhan anak.Anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, susu dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Arjuna tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Arjuna!
Dana terkumpul Rp 10.149.000
8 hari lagi Dari Rp 5.353.000
Donasi
camp
Anak

Berharap Mukjizat Tak Disangka, Zhafran Harus Segera Operasi Kelainan Jantung Bawaan di Jakarta

“Zhafran selalu mengalami demam sesak nafas dan kuku serta bibirnya biru. Bermodalkan Bismillah, kami pun ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Dokter mendiagnosa bahwa Zhafran harus segera ditindaklanjuti atau operasi jantung. Kami cuma bisa berharap mukjizat …” -Febriani, Ibu Zhafran.Perkenalkan, saya Febriani Rohma Rizania asal Tulungagung, Jawa Timur. Saya merupakan ibu kandung dari anak laki-laki tercinta kami yang selalu ceria dan melukiskan tawa di keluarga kami, yaitu Zhafran Muzammil Ammar.Namun, senyum Zhafran (3 tahun) tersebut tidak bisa kami lihat Ketika Zhafran mengalami demam, sesak nafas, hingga kuku serta bibirnya membiru. Hal tersebut dikarenakan Zhafran didiagnosa menderita kelainan jantung bawaan (PA VSD subaortic).Sejauh ini, kami hanya membawa Zhafran melakukan pengobatan dan perawatan di puskesmas hingga RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Namun, upaya pengobatan tersebut belum menemukan titik terang dan belum ada perubahan kondisi pada kesehatan Zhafran.Kondisi tersebut pun membuat Zhafran akhirnya dirujuk untuk menjalani pengobatan lebih lanjut ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Kami hanya bekerja sebagai buruh lepas yang hanya memiliki penghasilan hanya cukup untuk makan sehari-hari. Kami juga tinggal di rumah mertua karena belum memiliki rumah.Kami kebingungan luar biasa saat itu, bagaimana caranya kami mendapatkan uang puluhan juta untuk biaya pengobatan buah hati tercinta kami di Jakarta? Pasti biaya pengobatan dan biaya hidup sangat jauh dari pendapatan ayah Zhafran selama ini. Namun, demi melihat lagi senyum Zhafran, senyum yang membuat kami semangat menanti fajar dan menjalani hari-hari, kami nekat.Kami pun membawa Zhafran ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta berbekal tabungan yang diusahakan untuk disisihkan dari pendapatan suami saya bulan lalu. Kami menolak untuk putus asa jika itu berhubungan dengan Zhafran.Ternyata, setelah melihat kondisi anak kami, dokter poli jantung anak mendiagnosa bahwa Zhafran harus segera ditindaklanjuti atau operasi jantung. Kami tahu betul bahwa pengobatan dan biaya hidup di Jakarta membutuhkan biaya yang besar. “Dengan itu kami pun berharap kesembuhan Zhafran dan berharap ada donatur dermawan serta dermawati agar sudi kiranya menyisihkan sebagian rezekinya buat Zhafran mendapatkan jantung sehatnya, atas perhatian dan bantuannya kami mengucapkan banyak terimakasih.” kata Febriani.Untuk TemanBaik yang mau membantu Adik Zhafran dapat menyalurkannya dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 4.310.005
8 hari lagi Dari Rp 25.000.000
Donasi

Pilihan Campaign