Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Kondisinya Semakin Lemah, Adlan Harus Segera Operasi
“Tak terbayangkan sebelumnya, anakku didiagnosa penyakit jantung. Tubuhku seketika lemas, apalagi aku tengah hamil besar calon adiknya dan suamiku sedang merantau kerja di Jakarta. Aku menghadapi kepahitan ini sendirian!”“Anakku harus segera operasi, tapi biaya selama anak berobat di Jakarta sangat besar. Ironisnya, suamiku yang bekerja di rumah makan sampai tak bisa beli makan karena tak ada uang sama sekali. Aku berharap bisa melanjutkan pengobatan anakku meski dunia seolah menentang.” -Fira, Orang tua Adlan-Tepat di hari ulang tahunnya yang ke-4 tahun, seharusnya Muhammad Adlan Pratama merayakannya dengan bahagia dan tawa. Namun justru sebaliknya, hari itu anakku malah terbaring lemas dengan batuk menyakitkan terus-menerus. Tubuhnya yang lebih kecil dibanding anak seusianya membuat petugas puskesmas curiga dan menyarankan agar Adlan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dan hasilnya, dokter mengatakan jantungnya sudah bengkak dan bocor, Ia harus melanjutkan pengobatan ke Jakarta.Saat itu aku merasa hancur, tidak tahu harus bagaimana, hingga sempat menunda pengobatan anakku, berusaha mengumpulkan biaya dengan meminjam dari sana-sini. Sementara itu, kondisi anakku semakin memburuk, selalu sesak napas, cepat lelah, dan selalu berkeringat setiap saat. Syukurlah, akhirnya aku bisa membawa anakku pengobatan ke Jakarta, tapi cobaan anakku malah semakin bertambah. Selain sakit jantung, anakku juga didiagnosa infeksi paru-paru. Anakku harus tindakan kateterisasi jantung dan menjalani operasi lanjutan lainnya. Setiap hari, biaya pengobatan yang semakin membengkak dan terus membayangi kepalaku. Padahal anakku selalu antusias untuk sembuh, tak pernah menyerah minum obat dan patuh pada anjuran dokter. Tak ada lagi barang bisa dijual, suami pun sudah bekerja keras mengambil pekerjaan tambahan, namun biaya pengobatannya tetap luar biasa besar. Anak kami masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, kebutuhan susu, dan banyak hal lainnya. Hati ini penuh harap, berharap Adlan bisa merasakan kehidupan yang lebih baik, meski tantangan yang kami hadapi begitu berat.#TemanBaik, mari bantu Adlan untuk melanjutkan pengobatannya dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 6.096.143
8 hari lagi
Dari Rp 9.525.000
Donasi
Anak
Aku Hanya Pedagang Sayur yang Berjuang Demi Anak Sakit Jantung
“Meski penghasilanku hanya Rp50 ribu per-hari, tapi dari hasil jualan sayurku lah yang menjadi satu-satunya harapan keluargaku bisa makan. Tapi semua berubah saat anakku jatuh sakit, semua aku tinggalkan demi membawa anakku ke Jakarta.”“Itu pun kami sempat terancam tak bisa pulang ke kampung halaman di Lampung, karena kehabisan ongkos. Dering telepon berubah menjadi suara penuh harap sekaligus ketakutan. Kami hanya bisa berdoa, semoga ada saudara yang menjawab dan sudi meminjamkan sedikit uang.” -Heri Iswanto, Orang tua Danish-Alhamdulillah! Tak henti aku bersyukur saat ada keluarga yang bersedia meminjamkan uang, hingga akhirnya kami bisa pulang ke kampung. Pikiran dan hatiku seperti bercabang saat itu, karena selama membawa berobat Danish Ramadhan (1 thn), ada dua anakku yang lain terpaksa kutinggalkan di rumah.Namun, perasaan lega seperti hanya sepintas di hidupku. Setibanya di rumah, aku kembali harus berkeliling menjajakan sayur. Tak ada lagi istri yang membantuku berdagang, Ia harus sepenuhnya merawat Danish yang sakit jantung. Danish memang anakku yang paling spesial, Ia lahir prematur di sebuah klinik kecil di desaku. Hening sekali ketika Ia hadir di dunia, tidak ada tangisan. Dokter langsung meminta agar anakku dibawa ke rumah sakit, itulah pertama kali kecemasan kami dimulai.Penyakit jantung ini membuat tubuh anakku membiru, Ia sering batuk dan flu. Tapi yang membuatku sangat terpukul adalah menyaksikannya sesak napas. Ia tampak sangat menderita, tapi aku hanya bisa diam sambil menggendongnya. Perkembangannya juga terhambat, tak seperti anak pada umumnya. Danish sudah menjalani operasi jantung pertamanya, tapi itu tak serta merta membuatnya seketika sembuh. Masih ada beberapa kali pertarungan antara hidup dan mati di meja operasi. Namun, tantangan keuangan membuat situasi semakin berat.Aku pernah menjual satu-satunya sapi kami demi membawanya ke Jakarta untuk berobat. Tapi sekarang, aku benar-benar buntu. Bagaimana bisa membawanya kembali ke Jakarta untuk operasi lanjutan? Biaya hidup di sana sangat tinggi. Selain ongkos, kami juga harus menyiapkan susu, pampers, dan kebutuhan harian lainnya untuk membawanya berobat.#TemanBaik, mari bantu Danish untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 7.989.000
5 hari lagi
Dari Rp 14.500.000
Donasi
Kesehatan
Derita Osteogenesis Imperfecta, Tika Sampai 8 Kali Patah Tulang dan Panggul Bergeser
Dokter bilang panggulku bergeser, jadi aku disarankan untuk ganti panggul 10 tahun sekali. Sampai sekarang aku masih nyeri, sampai infeksi 3 kali.Hai TemanBaik, Aku Tika (31th) dari Pekanbaru, Riau. Sejak usiaku 2 tahun, aku sering mengalami patah tulang paha kanan dan kiri. Sudah 8 kali patah dan dokter mendiagnosis dengan osteogenesis imperfecta (tulang rapuh). Dulu, waktu umurku 6 tahun sudah sempat operasi panggul, tapi sayang sekali operasinya gagal. Lalu, aku dirujuk ke RSCM. Namun, orang tua ku tak ada biaya, jadi aku tidak bisa operasi secepatnya. Efeknya baru terasa ketika aku 25 tahun, di mana panggulku nyerinya bukan main. Aku baru bisa operasi panggul di tahun 2017. Sampai sekarang, aku masih merasakan nyeri dan infeksi sampai 3 kali. Dokter di daerah sampai merujukku ke Jakarta, karena mereka tak sanggup. Kondisiku semakin lemah, kalau kecapekan sedikit saja aku demam. Kaki juga ngilu dan nyeri kalau berjalan jauh, jadi harus pakai tongkat. Dokter bilang panggulku bergeser. Dokter menyarankan, aku harus ganti panggul 10 tahun sekali. Tapi gimana ya, TemanBaik? Dananya saja tak ada. Penghasilan kotor dari suami yang bekerja sebagai driver ojek online, cuma Rp 70-80 ribu. Kalo terus-terusan infeksi, aku bisa lumpuh total. Maka dari itu besar harapanku bisa ke Jakarta untuk berobat lagi. Dukungan dari TemanBaik sangat aku butuhkan selama masa pengobatan ini, terutama untuk obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, kursi roda, dan kebutuhan gizi. Kalau TemanBaik mau membantuku bisa menyalurkannya dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini ya!
Dana terkumpul
Rp 9.792.691
13 hari lagi
Dari Rp 22.440.000
Donasi