Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Kemanusiaan
Belum Memiliki Donatur Tetap, Yayasan Kesulitan Memenuhi Kebutuhan Anak Yatim
“Kami hanya ingin anak-anak ini punya harapan! Sejak pertama kali berdiri, yayasan ini berjalan dengan penuh perjuangan, belum pernah mendapatkan dukungan dari pemerintah maupun donatur tetap.”“Kami berusaha sekuat tenaga untuk memenuhi kebutuhan anak-anak, agar mereka bisa belajar, mengaji, dan tumbuh dalam lingkungan yang layak. Sarana belajar tak memadai, fasilitas mengaji pun seadanya. Semoga perjuangan kecil ini bisa membantu mereka kelak di masa depan.” -Sukamto, Pengurus Panti Yayasan Cahaya Mutiara Cinta-Yayasan Cahaya Mutiara Sejahtera lahir dari kepedulian untuk memberi harapan baru bagi anak-anak yang kehilangan orang tuanya, dan kini kebingungan menapaki hidup. Yayasan berfokus pada pendidikan dan bantuan sosial pada yang membutuhkan. Usia yayasan masih seumur jagung, yaitu berdiri tahun 2024 di Taman Tridaya Indah, Tambun Selatan, Bekasi. Namun, saat ini sudah ada 202 anak yang tinggal di bawah naungan yayasan. Mereka belajar dengan penuh semangat baik formal nonformal, sekolah, bimbingan belajar, pelatihan komputer, mengaji olahraga dan tata boga. Meski keterbatasan biaya, yayasan selalu bertekad memberikan yang terbaik agar masa depan anak-anak tidak pupus. Namun, kenyataan di balik perjuangan pengurus yayasan sungguh memilukan. Yayasan kami belum memiliki donatur tetap. Dana operasional masih berasal dari iuran para pengurus, sumbangan keluarga anak-anak, dan sedikit uluran tangan dari orang baik. Itu pun seringkali tak mencukupi.Anak-anak harus rela makan menu yang sama setiap hari, yaitu nasi, sayur, telur, dan tempe. Itupun kami sering kesulitan, tak jarang, pengurus panti harus menahan tangis dan memutar otak, dari mana lagi kami bisa memberi makan anak-anak hari ini?Yayasan ini mungkin masih seumur jagung, tapi bagi anak-anak ini, panti ini adalah segalanya, rumah, harapan, dan satu-satunya tempat mereka bisa merasa aman dan dicintai. Yayasan sangat membutuhkan dana untuk sekedar membeli beras, susu, dan kebutuhan pokok harian pun kami sering kebingungan. #TemanBaik, mari bantu anak-anak Panti Yayasan Cahaya Mutiara Cinta agar terpenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 5.952.000
15 hari lagi
Dari Rp 32.970.000
Donasi
Kesehatan
Berjuang di Sisa Usia, Pak Mugni Berjuang Melawan Kanker Usus Stadium 4
“Saat ini aku sedang bertarung melawan kanker stadium empat! Namun, perjuangan ini bukan hanya milikku seorang, tapi juga ada istriku, wanita yang tak pernah pergi meski setiap hari menyaksikanku menahan sakit. Di usia kami yang tak lagi muda, kami hanya hidup berdua, tanpa anak, dan saling menguatkan.”“Setiap hari perutku melilit hebat, membuatku merintih. Di sisi tempat tidur, istriku hanya bisa menangis, tak berdaya karena sering tak punya biaya untuk membawaku berobat. Ia hanya bisa mengusap perutku berulang kali, berharap sentuhannya bisa meredakan rasa sakit yang menggerogoti tubuhku.”Aku Mugni (57 thn). Dulu aku seorang petani, pekerjaan yang membuatku merasa hidup, karena membuatku menafkahi diriku dan istriku. Namun, penyakit ini merenggut segalanya, tak hanya tubuhku, tapi juga penghasilanku. Kini, hidupku semakin sulit karena tak bisa bekerja lagi. Perut sebelah kiriku bengkak dan mengeras saat pertama kali penyakit ini datang. Aku sampai tidak bisa BAB, bahkan buang angin pun tidak. Dengan harapan sembuh, aku bergegas ke rumah sakit. Tapi kenyataannya, perutku malah makin membengkak hanya dalam waktu 1 malam.Dokter mengungkapkan kenyataan yang begitu kejam, aku didiagnosa kanker usus. Duniaku runtuh, sejak itu hidupku tak mudah. Aku buang air melalui perutku yang dilubangi, dengan ususku berada diluar perut setelah 2 kali menjalani operasi. Tubuhku semakin kurus dihabisi penyakit, bagai tulang dibalut kulit.Selama ini, kebutuhan sehari-hari dan pengobatan, aku hanya bisa menunggu bantuan dari keluarga dan tetangga. Kadang ada, kadang tidak sama sekali. Pernah kondisi tubuhku memburuk karena pengobatan terputus karena tak ada biaya.Di tengah semua kesulitan itu, istriku setiap hari merawatku, mengantarkanku bolak-balik ke rumah sakit dengan tubuhnya yang juga mulai renta. Kesabarannya menjadi kekuatan yang sering kali membuatku menahan air mata.Aku masih ingin sembuh. Aku ingin bisa bekerja lagi, berdiri di atas kaki sendiri, dan tidak merepotkan siapa pun. Namun jalanku masih panjang. Aku masih harus menjalani kemoterapi dan berbagai pengobatan lainnya.Saat ini aku sangat membutuhkan biaya transportasi dari Banten ke rumah sakit di Jakarta, obat yang tidak dicover BPJS, kantong kolostomi untuk menampung kotoran buang air, alat medis, dan kebutuhan lainnya.
Dana terkumpul
Rp 7.434.004
3 hari lagi
Dari Rp 31.005.000
Donasi
Anak
Kelenjar Getah Bening Menggerogoti Leher Anak Tukang Sapu Jalan!
Halo TemanBaik,Nama saya Asgar Rukmana (36 tahun), orang tua dari Arka Fadhil Albaihaki (5 tahun). Dengan hati yang berat, saya ingin berbagi cerita tentang perjalanan kecil kami yang sedang berjuang melawan penyakit kelenjar.Beberapa waktu lalu, Arka mulai sering mengeluh lemas, demam naik-turun, dan pembengkakan di area lehernya. Awalnya kami pikir itu hanya gejala ringan seperti kurang istirahat atau flu biasa. Namun, setelah pemeriksaan lebih lanjut, dokter menyampaikan bahwa Arka mengalami gangguan pada kelenjar yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.Mendengar itu, dunia serasa runtuh bagi kami. Melihat anak kecil yang biasanya ceria, kini harus bolak-balik rumah sakit, menjalani tes, suntikan, dan pemeriksaan membuat hati kami remuk. Arka sering bertanya, “Ayah, kapan sembuh? Aku mau main lagi…” dan setiap kali itu terucap, rasanya dada ini sesak karena belum bisa memberi jawaban pasti.Kami sebagai orang tua tentu ingin memberikan pengobatan terbaik. Namun biaya yang terus bertambah—mulai dari rawat jalan, obat-obatan, hingga pemeriksaan laboratorium—sering kali jauh melampaui kemampuan kami. Meski begitu, kami tetap berusaha bertahan demi kesembuhan Arka.Hari ini, dengan segala kerendahan hati, kami memohon bantuan dan doa dari TemanBaik, agar Arka dapat melanjutkan pengobatannya tanpa terhenti. Sekecil apa pun dukungan yang diberikan sangat berarti bagi kami. Bagi Arka, setiap bantuan adalah harapan baru agar ia bisa kembali berlarian, tertawa, dan menikmati masa kecilnya seperti anak-anak lain.Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca cerita kami. Semoga kebaikan Teman baik menjadi jalan kesembuhan bagi Arka.Salam hormat,Asgar Rukmana & keluarga
Dana terkumpul
Rp 2.307.500
10 hari lagi
Dari Rp 2.205.000
Donasi