Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Berawal dari Diare, Ahmad Diketahui Sakit Jantung dan Harus Operasi di Jakarta
“Pupus sudah harapanku ketika dokter mengatakan salah satu tindakan operasi jantung lanjutan anakku tidak ditanggung BPJS. Seolah semua doa dan usahaku terhenti di titik itu. Padahal, dengan penuh harap anakku sudah menjalani persiapan berat untuk operasi, seperti pengobatan gigi, THT, hingga pemeriksaan darah.”“Sementara itu, sudah tiga bulan lamanya aku bertahan di Jakarta, setia mendampingi anakku berjuang melawan sakitnya. Hari-hari kami lalui dengan keuangan yang semakin menipis, bahkan pinjaman uang yang aku ambil demi pengobatan pun belum mampu aku kembalikan. Tuhan, bagaimana anakku bisa melanjutkan operasinya?” -Sudaryanto, Orang tua Ahmad-Semuanya bermula dari diare berkepanjangan yang dialami anakku, Ahmad Ibrahim Ramadhan (2 tahun). Tak pernah terlintas di benakku, dari sakit itu dokter justru menemukan penyakit jantung di tubuhnya. Jantungnya membengkak, tapi rumah sakit di daerah juga tak bisa menanganinya. Anakku dirujuk dari Kalimantan ke rumah sakit di Jakarta. Hatiku bagai dihantam badai! Namun aku tak punya waktu untuk larut dalam kesedihan karena harus fokus pengobatan anak.Membayangkan besarnya biaya yang aku punya untuk ke Jakarta, rasanya seperti tak mungkin. Aku hanyalah buruh lepas kelapa sawit, dengan penghasilan pas-pasan yang bahkan sering tak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Namun, aku berusaha keras demi anakku. Mulai dari mengambil jam kerja lebih banyak demi upah tambahan meski lelah tak bisa disangkal. Meminjam uang ke saudara dan tetangga pun tak bisa dihindari, karena dengan upah sekecil itu, entah sampai kapan uang untuk ke Jakarta bisa terkumpul.Akhirnya, aku bisa membawa anakku ke Jakarta menjalani operasi.Kondisinya perlahan membaik. Namun perjuangannya belum selesai. Ia kini mudah lelah, pertumbuhannya terhambat, dan kesulitan mencerna makanan sehingga asupan gizinya sangat kurang.Meski tubuhnya tampak kecil dan rapuh, semangat hidup anakku sungguh luar biasa. Ia terus bertahan, meski jarum suntik itu menyakiti tubuhnya. Ia tak pernah mengeluh saat harus menelan pahitnya obat, seolah sudah belajar menerima rasa sakit di usia yang begitu dini.Suatu hari, dengan suara terbata-bata, ia berkata, “Aku pengen sembuh, main sama teman-teman.” Kalimat sederhana itu menghancurkan hatiku. Aku terharu sekaligus merasa bersalah, karena anak sekecil ini harus menanggung penderitaan yang seharusnya belum Ia kenal.Pengobatan anakku masih terus berlanjut, biaya pengobatan anakku semakin besar. Anakku masih butuh biaya transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS dan biaya lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ahmad tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ahmad!
Dana terkumpul
Rp 9.042.500
7 hari lagi
Dari Rp 8.850.000
Donasi
Kemanusiaan
Wujudkan Rumah Sakit Apung Nusa Waluya II (RSA 3)
Rumah Sakit Nusa Waluya II merupakan Rumah Sakit Apung ketiga doctorSHARE yang mana rumah sakit berbentuk tongkang pertama di dunia dan menjadi fasilitas perawatan kesehatan tingkat lanjut di seluruh kepulauan Indonesia salah satunya Kepulauan Papua di tahun 2024.Rumah sakit ini dapat merawat pasien yang membutuhkan perhatian medis khusus yang dirujuk ke rumah sakit apung oleh Puskesmas setempat. Hal ini akan terkoordinasi dengan baik dengan sistem kesehatan lokal dengan memanfaatkan fasilitas RSA Nusa Waluya II yang lebih lengkap.RSA Nusa Waluya II dirancang dengan tujuan program pelayanan jangka panjang, bisa menyediakan layanan kesehatan primer serta lanjutan, dan melaksanakan program pemberdayaan masyarakat serta tenaga medis setempat. Dengan fasilitas setara rumah sakit Tipe C di darat, masyarakat setempat dapat mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan dekat dengan tempat wilayah merekaPada pelayanan medis selanjutnya RSA Nusa Waluya II akan mendukung fasilitas kesehatan milik pemerintah di daerah yaitu Kepulauan Yapen Papua. Akses perawatan lanjutan semakin mudah dan perawatan primer seperti Puskesmas akan diperkuat perannya dengan keberadaan RSA Nusa Waluya II.Bantuan dan perhatian anda akan sangat berdampak bagi 6.000 pasien wilayah tersebut melalui implementasi RSA Nusa Waluya II untuk menyediakan:1. Peralatan Medis dan Fasilitas : Pemeliharaan dan perbaharuan peralatan medis, termasuk peralatan diagnostik, alat bedah, dan perlengkapan medis lainnya.2. Tenaga Medis dan Pelatihan : Pelayanan medis 6000 pasien, 100 operasi mayor, 200 operasi minor, 100 pemeriksaan USG dan antenatal. Serta pelatihan dokter kecil dan tenaga kesehatan di setiap lokasi.3. Operasional Lapangan : Biaya operasional seperti transportasi laut, logistik medis, dan administrasi harian untuk memastikan Rumah Sakit Apung dapat beroperasi dengan efisien dan responsif terhadap kebutuhan mendesak komunitas dilayani#TemanBaik bisa ikut kontribusi membangun RSA dr Lie Dharmawan II, dengan cara Donasi Sekarang di bawah ini
Dana terkumpul
Rp 14.388.019
4 hari lagi
Dari Rp 9.551.272.500
Donasi
Keagamaan
Sedekah Al - Qur’an untuk Santri Yatim dan Dhuafa
Sedekah Al-Qur’an: Temani Santri Yatim & Dhuafa Menghafal Kalamullah Di sudut-sudut pesantren sederhana, masih banyak santri yatim dan dhuafa yang semangat menghafal Al-Qur’an — meski tanpa mushaf pribadi, atau dengan mushaf lama yang lusuh dan sobek. Bayangkan jika mereka memiliki Al-Qur’an baru, lengkap dengan tajwid yang jelas, halaman yang bersih, dan bisa dibawa ke mana-mana. Betapa bahagianya mereka… dan betapa besarnya pahala yang mengalir untuk Anda. Hari ini, Anda bisa menjadi jalan cahaya bagi mereka. Mulai dari Rp50.000, Anda sudah bisa membelikan 1 mushaf Al-Qur’an untuk 1 santri penghafal. Setiap mushaf yang Anda sedekahkan bukan hanya akan dibaca, tapi juga dihafal, diajarkan, dan diamalkan — menjadikannya amal jariyah yang tak terputus, bahkan setelah kita tiada. Mereka adalah anak-anak pilihan, yang meski hidup dalam keterbatasan, tetap menggenggam kuat cita-cita menjadi penghafal Qur’an. Namun, tanpa mushaf pribadi, perjalanan mereka menjadi lebih berat.Dengan sedekah Anda,Mereka bisa mengulang hafalan dengan lebih tenang.Bisa membawa Al-Qur’an saat belajar bersama ustadz.Bisa menjaga dan merawat mushafnya sendiri — menjadikannya teman hidup dalam menjemput keberkahan.Yuk, kirim 1 mushaf, panen pahala tanpa henti
Dana terkumpul
Rp 1.140.000
8 hari lagi
Dari Rp 50.000.000
Donasi