Panggilan Mendesak

camp
Anak

Perjuangan Hidup Khalisa yang Kehilangan Ginjal Kanan dan Tumor di Ginjal Kiri

“Ginjal kanan Khalisa sudah diangkat dan ginjal kirinya terkena tumor! Saat saudara kembarnya tumbuh sehat menikmati masa kecil, berlari bebas, dan rambutnya semakin panjang, sementara Khalisa hanya bisa duduk diam dengan kepala botak bekas kemoterapi.”“Hatiku hancur melihat sorot matanya yang seolah bertanya, mengapa nasibnya tak sebaik kembarannya. Sedangkan Ia sering tiba-tiba drop dan menjalani hari-hari dengan melawan masa kritis. Namun, aku memilih terus percaya, kelak Khalisa bisa sembuh, itulah impian sederhana yang kupegang agar tak berhenti untuk kesembuhannya.” -Ria Utami, Orang tua Khalisa-Anakku, Khalisa Aghnia Bahira (3 thn), harus mengenal kata kanker ginjal sejak usianya baru 1 tahun! Semua terjadi secara tiba-tiba, aku mendapati ada benjolan di perut kanannya. Hatiku gelisah, hasil USG menunjukkan ada sesuatu yang tumbuh pada ginjal anakku.Khalisa dirujuk ke rumah sakit besar. Saat itulah semua terungkap, kondisi ginjalnya sudah sangat parah. Demi menyelamatkan nyawanya, dokter memutuskan untuk mengangkat ginjal kanan Khalisa. Aku berharap setelah operasi penderitaan anakku berakhir, namun ternyata kabar yang lebih buruk kembali menghantamku.Dokter mengatakan di ginjal kiri Khalisa bersarang tumor ganas stadium 4. Duniaku rasanya runtuh! Apalagi dokter mengatakan hanya transplantasi ginjal dan kemoterapi seumur hidup yang bisa memberi Khalisa harapan untuk sembuh.Saat ini,perut Khalisa masih bengkak dan keras, dengan jahitan panjang bekas operasi. Kepalanya tak bisa tegak dan Ia kesulitan berjalan. Ucapannya belum jelas, tapi ia kerap mengeluh sakit di perut dan kepalanya. Setiap rintihannya, membuat hatiku teriris.Namun, dibalik semua penderitaannya, Khalisa tetap berusaha ceria meski jarum infus menusuk tubuhnya. Ia masih cerewet, suka bernyanyi dan bermain di ruang kemoterapi. Ia juga menyampaikan, ‘Ma, aku mau sekolah sama Yaya (kembarannya),’ itulah impian yang membuat perasaanku terenyuh.Perjuangan Khalisa masih sangat panjang. Penghasilan suamiku sebagai teknisi tak sebanding dengan besarnya biaya pengobatan. Demi anaknya, ia rela mengambil pekerjaan tambahan sebagai tukang ojek. Aku pun berusaha membantu sebisaku, menjual dagangan tetangga jika ada kesempatan, hanya untuk menambah ongkos ke rumah sakit. Kehabisan beras dan token listrik sudah menjadi hal biasa bagi keluarga kami. Barang berharga telah kujual demi pengobatan Khalisa.Saat ini, Khalisa masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, serta kebutuhan penunjang lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Khalisa tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Khalisa!
Dana terkumpul Rp 15.972.000
10 hari lagi Dari Rp 12.609.000
Donasi
camp
Kemanusiaan

Ayo Bantu Kaki Palsu untuk Saudara-saudara Kita

Semua orang terlahir dengan keistimewaannya masing-masing, salah satunya ada TemanKita yang lahir dengan kondisi tidak memiliki anggota tubuh yang lengkap. Kondisi ini bisa sejak lahir atau karena satu kejadian, seperti kecelakaan yang membuat orang tersebut harus rela kehilangan anggota tubuhnya.Kehilangan anggota tubuh, seperti kaki misalnya bisa membuat seseorang kesulitan dalam melakukan kegiatan, dalam bergerak. Tentu saja mereka membutuhkan bantuan orang lain untuk bisa menjalankan aktivitasnya.Oleh karena itu BenihBaik.com bekerjasama dengan Kick Andy Foundation menggalang dana untuk program “Gerakan Seribu Kaki Palsu Gratis” bagi penyandang disabilitas yang membutuhkan kaki palsu.Untuk satu kaki palsu di bawah lutut  Rp1,5 juta dan di atas lutut Rp2,5 juta.TemanBaik, teman-teman penyandang disabilitas ini butuh kamu untuk bisa mendapatkan kaki palsu, gerakan ini juga bisa berjalan kalau kamu ikut ambil bagian. Yuk, ikut bergerak dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 401.595.562
11 hari lagi Dari Rp 500.000.000
Donasi
camp
Anak

“Aku Janji Jadi Anak Baik Kalau Sembuh,” Anak Petani dari Sumba Berjuang Melawan Penyakit Jantung

“‘Kalau aku sembuh, aku mau jadi anak yang baik.’ Kalimat polos itu keluar dari mulut anakku, membuat hatiku menghangat sekaligus basah oleh air mata. Tanpa berusaha pun, ia telah menjadi anak yang baik di mataku. Kehadirannya merupakan anugerah terindah di hidupku.”“Namun, kenyataan akan penyakit ganas yang menggerogoti tubuhnya seakan menghantamku. Meski begitu, aku berjanji pada diriku sendiri, aku tak akan pernah menyerah. Aku akan terus mendampinginya, hingga suatu hari nanti ia bisa sehat, tertawa bebas, dan hidup seperti anak-anak seusianya.” -Louru Peda, Orang tua Noel-Begitu berat ujian yang harus dijalani anakku, Noel Saputra Limu (4 thn), sejak usianya 2 tahun. Napasnya tiba-tiba sering tersengal dan kukunya tampak kebiruan. Ia jadi mudah lelah ketika beraktivitas dan sering duduk jongkok karena kehabisan tenaga.Saat itu, dokter menduga bahwa anakku ada masalah paru-paru. Namun, harapan akan kesembuhan itu tak kunjung muncul. Dua tahun Ia minum obat, tapi kondisinya tak membaik. Setelah dirujuk ke rumah sakit, ternyata ketahuan anakku selama ini jantung bocor.Penyakit itu tak hanya mengguncang hatiku, tapi juga membuat hidup keluarga kami berubah. Aku mulai membawa anakku bahkan dari Sumba, Nusa Tenggara Timur, ke Bali agar Ia bisa kateterisasi jantung. Namun, itu semua ternyata masih kurang, anakku harus operasi bedah ke Jakarta. Dokter bilang kalau anakku tidak ditangani dengan serius, bisa terjadi hal-hal yang tak kami inginkan. Rasanya aku ketakutan sekali kehilangan anakku, apalagi kalau jantungnya tiba-tiba berdebar kencang, bibir dan kuku tangan serta kakinya membiru. Kami hanyalah keluarga sederhana. Saya bekerja sebagai petani, sementara istri saya mengurus rumah tangga. Kondisi ekonomi kami sangat terbatas, tapi suamiku berupaya bekerja keras dan meminta bantuan keluarga agar anakku bisa operasi. Puji Tuhan, anakku telah menjalani operasi lanjutan BCPS. Saat ini Ia masih menjalani masa pemulihan di rumah sakit. Namun, anakku masih harus menjalani kontrol rutin dan pengobatan selama di Jakarta. Tentunya, anakku membutuhkan biaya untuk membeli obat yang tidak dicover BPJS, susu, dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Noel tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Noel!
Dana terkumpul Rp 2.843.022
13 hari lagi Dari Rp 8.910.000
Donasi

Pilihan Campaign