Panggilan Mendesak

camp
Kesehatan

Jadi Korban Tabrak Lari, Pengemudi Ojek Online Berjuang Sembuh dari Patah Kaki dan Betis Rusak

“Memasuki usia 55 tahun, aku mengalami kecelakaan ketika bekerja. Motor yang aku kendarai diserempet mobil yang melaju kencang, lalu pengendaranya pergi begitu saja tanpa rasa tanggung jawab. Tubuhku terhempas ke jalan, kaki kananku patah, dan betis bagian bawahku hancur terseret aspal.” “Sudah 7 bulan aku hanya bisa terbaring menahan sakit. Aku tak lagi mampu bekerja, tak punya penghasilan sepeser pun untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga maupun biaya berobat. Setiap hari aku hanya bisa berharap pada bantuan saudara, namun aku sadar mereka pun memiliki keterbatasan.”Aku, Bangun Swido Sutarko, seorang pengemudi ojek online yang dulu setiap hari menghabiskan waktu di jalan demi mencari nafkah untuk keluarga. Kini hanya bisa terbaring lemah di tempat tidur sambil menahan rasa sakit dan berharap bisa kembali sembuh.Sudah 4 kali aku menjalani operasi pada kaki kananku karena kerusakannya sangat parah. Namun hingga sekarang, luka di kakiku masih menganga dan belum bisa ditambal kulit. Setiap hari rasa nyeri itu terus datang tanpa henti. Telapak kakiku terasa panas seperti terbakar, membuatku sulit beristirahat dengan tenang. Operasi lanjutan mungkin akan aku jalani karena luka pada kakiku masih menganga dan belum ditambal kulit. Namun, jangankan untuk pengobatan lanjutan, untuk makan sehari-hari saja aku kesulitan biaya. Rasa nyeri tak hanya datang dari luka di kakiku, tapi juga dari perutku yang harus menahan lapar karena makan satu kali sehari demi berhemat. Semua pengorbanan ini tak lepas dari rasa cinta yang sangat besar pada anak-anakku.Sebagai seorang ayah, aku hanya ingin anak-anakku tetap bisa sekolah dan makan dengan layak. Semua yang kumiliki selalu kuutamakan untuk mereka, karena aku ingin mereka memiliki masa depan yang lebih baik dibanding kehidupan ayahnya yang penuh perjuangan.Sedikit demi sedikit harta di rumah sudah aku jual demi bertahan hidup dan biaya pengobatan. Tapi semua itu hanya cukup untuk sementara waktu, sementara proses kesembuhanku masih panjang. Aku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Pak Bangun tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Pak Bangun!  
Dana terkumpul Rp 1.230.000
11 hari lagi Dari Rp 5.000.000
Donasi
camp
Kemanusiaan

Aksi Berbagi Nasi Bungkus

Berbagi nasi bungkus dan santunan adalah sebuah gerakan sosial yang bertujuan untuk menumbuhkan semangat berbagi kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan. Hal ini yang rutin dilakukan Denny Reksa.Bukan tokoh masyarakat bukan pula pejabat, Denny Reksa juga tidak memiliki yayasan sosial. Namun, jiwa sosialnya begitu tinggi. Nasi bungkus tersebut dibawa keliling, mulai dari Kota Surabaya hingga Terminal Purbaya.Denny Reksa yang merupakan mantan pewarta mengatakan, rutinitas membagikan nasi bungkus setiap Jumat sejatinya sudah lama dilakukan. Terhitung sudah 10 tahun dia membagikan nasi bungkus dan santunan untuk orang yang membutuhkan. Dia tidak lelah mencari tunawisma, lansia, penyandang disabilitas, hingga kaum duafa di Kota Surabaya. Berkembangnya waktu, kini aktivitas sosialnya tidak hanya dilakukan di Surabaya, tetapi juga di Mojokerto, Malang, hingga Semarang. Denny Reksa mengajak berbagai komunitas.TemanBaik, yuk dukung terus semangat berbagi Denny Reksa. TemanBaik juga bisa ikut serta dengan cara: Klik “Donasi Sekarang”Isi nominal donasiBoleh memilih donasi lewat mana saja, bisa dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antarbank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).
Dana terkumpul Rp 35.169.075
6 hari lagi Dari Rp 52.000.000
Donasi
camp
Anak

Sesak Napas Akibat Sakit Jantung, Arshaka Kesulitan Minum Susu Hingga Kurang Gizi

“Anakku harus operasi jantung di usianya yang baru 2 bulan! Tubuhnya yang begitu kecil dan rapuh, tapi harus menghadapi dinginnya peralatan medis yang mengerikan. Aku sendiri tak kuasa menahan ketakutanku, apalagi setelah itu anakku justru masuk PICU akibat infeksi paru-paru!”“Kini anakku masih sering mengalami sesak napas hingga Ia kesulitan untuk minum susu. Tubuhnya kian kurus, bahkan anakku sampai mengalami kekurangan gizi! Tak ada yang lebih menyakitkan bagiku, selain melihat anak berjuang keras hanya untuk bertahan hidup.” -Siti Maryani, Orang tua Arshaka-Puta pertamaku satu-satunya, Arshaka Gaffi Kiandra (5 bln), tiba-tiba mengalami sesak napas di usianya yang baru 3 minggu. Aku semakin panik ketika Ia masuk ke IGD dan dokter datang dengan wajah serius, katanya anakku mengalami kelainan jantung!Seketika tubuhku gemetar hebat, hatiku hancur berkeping-keping. Kenapa harus anakku? Belum sempat pulih dari keterkejutan itu, anakku harus masuk NICU. Aku hanya bisa menatap tubuh mungilnya yang dipenuhi selang, sementara air mataku terus mengalir tanpa henti.Dengan sisa tenaga dan harapan, aku membawa Arshaka dari Purwakarta ke Jakarta untuk menjalani operasi jantung pertamanya. Namun ternyata, itu bukan akhir dari perjuangan kami, karena dokter berkata, Arshaka masih harus menjalani beberapa kali operasi lanjutan.Saat ini anakku mudah lelah dan sakit. Ia tidak boleh beraktivitas di luar rumah, karena kondisinya terlalu rentan. Terkadang, napas tiba-tiba sesak hingga harus menggunakan alat bantu napas oksigen atau buru-buru kami bawa ke rumah sakit.Melihat kondisi anakku yang terus menderita, tentu saja membuatku begitu sedih dan rasanya nyaris menyerah. Apalagi beban itu semakin berat karena biaya pengobatan yang besar, sementara penghasilan suamiku sebagai kuli bangunan sangat terbatas.Bahkan, setelah operasi, aku harus memutuskan pulang kampung karena kehabisan uang selama hidup di Jakarta. Padahal, anakku masih harus kontrol rutin. Setelah mendapat pinjaman uang di kampung, baru aku kembali ke Jakarta membawa Arshaka berobat lagi.Meski hidup terasa di ujung kekuatan, tapi anakku terus bertahan. Ia dengan senyum kecilnya membuatku sadar, Tuhan tidak salah menitipkan ujian ini kepadaku. Mungkin aku memang ibu pilihan, yang dipercaya untuk menjaga seorang anak istimewa.Arshaka kembali harus menjalani operasi jantung lanjutan, tapi kendala biaya kembali menghadang. Anakku membutuhkan ongkos ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Arshaka tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Arshaka!
Dana terkumpul Rp 6.020.000
9 hari lagi Dari Rp 11.550.000
Donasi

Pilihan Campaign