Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Di Balik Senyumnya, Raihanah Menahan Sesak Akibat Jantung Bocor
“Kondisi anakku perlahan membaik setelah operasi jantung pertamanya. Aku merasa Ia adalah mukjizat, karena tidak pernah sekalipun Ia mengeluh tentang sakit yang dialaminya. Sebaliknya, kekhawatiranku selalu Ia sambut dengan senyuman.”“Meski suamiku hanya pedagang sayur yang penghasilannya pas-pasan, aku tidak akan menyerah demi kesembuhan anakku. Aku tidak sanggup terus-menerus melihatnya menderita setiap detik, hanya untuk sekedar bernapas…” -Selvia, Orang tua Raihanah-Jika dilihat sekilas, anakku, Raihanah Yuriko (6 thn), terlihat seperti anak yang sehat dan sangat ceria. Ya, Ia bermain dan tertawa dengan teman-temannya. Namun, setelah itu, hanya aku yang melihat betapa tersiksanya Ia menahan sesak napas hingga kejang tak terkendali.Penyakit ini mulai menghantui hidup anakku sejak usia 1 tahun. Ia tiba-tiba sering batuk tanpa henti. Saat kubawa ke puskesmas, dokter menemukan jantung anakku sangat berisik seperti kelainan jantung. Ucapan itu seolah menghantamku, rasa takut menguasaiku.Sejak itu, aku tak pernah berhenti memperhatikannya. Setiap hari, berulang kali kutempelkan tanganku ke dadanya, berharap apa yang dikatakan dokter keliru. Namun yang kurasakan justru detak jantungnya terasa lebih cepat dari normal. Perlahan, kuku anakku juga mulai tampak kebiruan.Aku akhirnya membawanya ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dokter mengatakan anakku jantung bocor dan operasi jantung ke Jakarta. Seluruh isi kepalaku langsung penuh kekhawatiran, bukan hanya tentang kondisinya, tetapi juga biaya pengobatannya.Segala barang berharga aku jual. Tabunganku yang jumlahnya tak seberapa, aku relakan demi bawa anak berobat dari Sumatera Utara ke Jakarta. Itulah awal mula anakku menjalani operasi pertamanya, dan kini Ia sudah menjalani operasi bedah jantung.Kini, anakku tidak bisa banyak beraktivitas dan terlalu lelah. Jantungnya sering berdebar kencang, telapak tangan dan kakinya basah oleh keringat dingin. Kondisinya membuatku ketakutan setiap kali Ia akan ke bersekolah. Pengobatan anakku masih harus terus berlanjut, anakku masih butuh biaya untuk transportasi ke rumah sakit di luar kota, obat yang tidak dicover BPJS, susu, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Raihanah tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Raihanah!
Dana terkumpul
Rp 6.846.000
1 hari lagi
Dari Rp 6.700.000
Donasi
Anak
3 Tahun Zivana Berjuang Sembuh dari Sakit Jantung
‘Sampai kapan Adek harus sesak nafas Pak?’Matanya yang tampak lelah menatap kosong langit-langit kamar dengan rumah sakit. Ia hanya bisa pasrah ketika tubuhnya yang lemah dipasangi selang medis. Masker oksigen menjadi harapan satu-satunya untuk hidup saat sesak nafas itu muncul.Hari ulang tahunnya berubah menjadi mimpi buruk! Kondisi kesehatan anak saya, Zivana Ratu Maulidya, tiba-tiba menurun drastis hingga harus diopname. Kuku hingga bibirnya terlihat membiru, ternyata dokter mengatakan Ia mengalami jantung bocor kompleks.Zivana sudah melakukan kateterisasi jantung, namun yang pertama gagal. Akhirnya Ia kembali melakukan kateterisasi jantung lagi dan langsung dirujuk operasi ke Jakarta. Kami sekeluarga begitu terpukul, tak menyangka Zivana memiliki sakit mengerikan ini. Neneknya yang terlalu memikirkan kondisi Zivana jadi ikutan jatuh sakit dan akhirnya meninggalkan kami selamanya. Tak hanya itu, kakeknya juga ikut meninggal ketika saya dan istri membawa ZIvana berobat ke Jakarta. Melalui telepon kami diberi kabar duka, istri saya menangis sejadi-jadinya. Kondisi keluarga kami bagai diterpa badai maut. Tiga tahun Ia pengobatan, tapi kondisi Zivana masih sering ngos-ngosan, demam, batuk dan tidak bisa aktivitas berat. Namun, saya tidak mau kehilangan keluarga saya lagi, saya ingin Zivana sembuh dan mendapatkan jantung sehatnya. Sementara pikiran saya lebih rumit lagi karena harus memikirkan biaya pengobatan anak yang diintai penyakit mematikan. Saya merupakan guru di sekolah swasta yang honornya Rp600 ribu perbulan. Kebutuhan sehari-hari saja sulit untuk dipenuhi.Berat sekali memikirkan biaya karena Zivana harus bolak-balik berobat ke Jakarta dari tempat tinggal kami di Mojokerto, Jawa Timur. Belum lagi biaya obat yang tidak dicover BPJS, susu, hingga kebutuhan lain selama pengobatan anak di perantauan. #TemanBaik, mari bantu Zivana untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 3.375.003
13 hari lagi
Dari Rp 23.760.000
Donasi
Anak
4 Kali Operasi Otak dalam 2 Tahun, TB Meningitis Hingga Hidrosefalus Menyerang Nabila
Sakit sekali ya Nak, kamu harus menjalani 4 kali operasi dalam kurun waktu 2 tahun? Kamu pasti bingung dan tak nyaman dengan semua selang yang menempel di kepalamu. Hati Ibu hancur setiap kali melihat tatapanmu yang sayu, seolah memohon pertolongan.Ibu ingin mencari pekerjaan agar bisa terus membiayai pengobatanmu, tapi siapa yang akan merawatmu? Penghasilan Ayah sebagai kuli bangunan sering kali membuat kami tersendat-sendat, untuk membayar harga kesembuhanmu. -Santi Wulandari, Orang tua Nabila-Anakku koma selama sebulan! Demam tinggi disertai kejang berulang saat usianya 2 tahun itu ternyata menjadi awal penderitaan anakku, Nabila Putri Arisanti (4 thn). Dokter mendiagnosanya mengalami TB Meningitis (Infeksi selaput otak), kejang, penumpukan cairan di otak, cerebral palsy (kerusakan otak). Bertubi-tubi penyakit menyerang otaknya, hingga akhirnya kesadaran anakku perlahan menurun, ia harus mengandalkan selang yang ditancapkan di hidungnya. Ia tak mengerti perintah dan belum bisa bicara, hanya rintihan dan tangisan yang Ia lakukan untuk mengungkapkan segala penderitaannya. Seolah belum cukup, penglihatannya juga perlahan menghilang. Betapa Ibu ingin menghapus semua rasa sakitmu, tapi Ibu hanya bisa memandangmu dan berdoa.Meskipun dokter berkata harapan Nabila untuk sembuh sangat kecil, tapi anakku kuat dan bisa bertahan hingga sekarang. Harapan sekecil apapun itu selalu tertanam di hatiku untuk kesembuhannya, karena awalnya Nabila memang anak yang sehat.Namun, harapanku yang besar untuk kesembuhan anakku bertabrakan dengan kenyataan pahit. Aku kesulitan biaya untuk pengobatannya yang panjang, untuk membawanya ke rumah sakit dari Bogor dan ke Jakarta saja butuh biaya besar. Belum lagi, masih ada obat yang tidak dicover BPJS, susu dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, mari bantu Nabila untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 18.089.003
5 hari lagi
Dari Rp 18.370.000
Donasi