Panggilan Mendesak

camp
Anak

Tidak Bisa Berlari, Anak Tukang Bawang Keliling Berjuang dari Sakit Jantung

“‘Bapak…kenapa Gendhis enggak bisa lari kencang seperti teman-teman?’ Tanyanya dengan napas tersengal setelah berjalan sedikit beberapa langkah saja. Pertanyaan polos itu terasa seperti menancap langsung di hatiku. Saat itu aku sadar, anak kecilku mulai mengerti bahwa dirinya berbeda dari anak-anak lain seusianya.”“Setiap hari,aku sering memergoki istriku diam-diam menyeka air matanya sambil menatap Gendhis. Namun dibalik semua rasa sakit itu, anakku selalu semangat untuk menjemput jantung sehatnya.  Ia senang bertemu dokter, meski tahu jarum suntik akan kembali menusuk tubuhnya. Melihat keberaniannya, aku optimis mendukung kesembuhannya meski harus berhadapan dengan keterbatasan keuangan.” -Hartono, Orang tua Meyka-Meyka Gendhis Ramadhani (5 thn) kini menghabiskan sebagian besar masa kecilnya bukan untuk berlari atau bermain, tapi untuk dengan melawan penyakit jantung.  Padahal dulu, ia lahir dan tumbuh seperti anak-anak sehat lainnya. Nun ketika usianya menginjak 4 tahun, kehidupan anakku berubah menyakitkan.Tiba-tiba Ia mengalami demam yang tak kunjung sembuh. Perasaan khawatir merasukiku ketika seorang bidan mengatakan detak jantung anakku tidak berirama. Aku benar-bener tak mengerti apa maksudnya? Tapi sebagai orang tua aku tau ada yang tidak beres pada anakku.Anakku dirujuk ke di rumah sakit yang lebih besar untuk pemeriksaan. Di sanalah duniaku runtuh, anakku didiagnosa kelainan jantung! Lalu, dengan hati yang penuh harap, aku membawanya berpindah rumah sakit dari Blora ke Semarang demi mencari pengobatan terbaik.Setelah menjalani kateterisasi jantung pertamanya, anakku dirujuk ke rumah sakit Jakarta. Harapan itu ada, tapi bersamaan dengan kenyataan pahit tentang kesulitan biaya yang harus aku hadapi. aku hanyalah pedagang bawang merah keliling, penghasilanku tak menentu. Akhirnya, demi kesembuhan anakku, aku menjual motor satu-satunya, menjual perhiasan bahkan meminjam dana ke bank. Selama di Jakarta, kami menumpang di rumah singgah agar bisa menghemat biaya hidup di perantauan.Kini kondisi Gendhis masih membuat hatiku sering terluka. Ia cepat sekali lelah, sering sesak napas, bahkan tubuh kecilnya terkadang membiru. Ada hari-hari di mana aku memilih menahan lapar agar sedikit uang yang tersisa bisa dipakai untuk kebutuhan anakku. Bahkan untuk membeli vitamin yang ia butuhkan pun kadang aku tak mampu.Saat ini, anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Meyka tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Meyka!
Dana terkumpul Rp 3.704.002
6 hari lagi Dari Rp 29.378.861
Donasi
camp
Kemanusiaan

Berbagi Beras Gratis untuk 50 Lansia di Daerah Pekanbaru

Adanya pembatasan import dan fenomena El Nino berkepanjangan, berdampak pada menurunnya produksi beras sejak Agustus 2023. Situasi ini menyulitkan lansia duafa, yang untuk makan sehari-hari saja mereka masih kesusahan. Hai TemanBaik,Beras yang menjadi makanan pokok kita, nyatanya nggak bisa didapatkan dengan mudah. Khususnya bagi TemanKita yang hidup dalam himpitan ekonomi. Siapakah yang paling terdampak dari kelangkaan dan kenaikan harga beras ini? Tentu mereka adalah lansia duafa yang hidup serba kekurangan, bahkan dalam kondisi normal untuk makan sekalipun sangat sulit.Mereka nggak pernah bingung dan bertanya “enaknya pesan makanan apa?”. Yang mereka pikirkan adalah “Besok ada beras atau tidak ya?” Kondisi ini tentu menyedihkan untuk kita yang masih bisa mendapatkan makanan dengan mudah. Maka dari itu, kami Berbagi Takkan Rugi sebagai komunitas ingin menunjukkan kepedulian kepada sesama terutama kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan.Kali ini, kamu akan membagikan beras gratis untuk lansia duafa sebanyak kurang lebih 50 orang di daerah Pekanbaru. Gerakan kebaikan ini tentunya nggak bisa berjalan dengan baik tanpa adanya bantuan dan dukungan dari TemanBaik. Semakin banyak yang mendukung kegiatan ini, akan semakin banyak pula lansia duafa yang terbantu. Untuk TemanBaik yang mau membantu pengadaan beras dapat menyalurkannya dengan cara klik Donasi Sekarang ya! 
Dana terkumpul Rp 16.376.012
5 hari lagi Dari Rp 16.000.000
Donasi
camp
Anak

Nyawa Sarfaraz Bergantung Pada Transplantasi Hati

“Perut anak saya kian membesar hingga Ia tidak bisa duduk, Kondisinya saat ini memprihatinkan, sering diare berulang, demam, muntah darah, keluar darah dari hidung dan BAB darah. Nyawa anak saya bisa diselamatkan dengan  transplantasi hati, tapi saya tidak ada biaya. Apalagi anak saat itu sempat kritis, keuangan sangat menipis selama anak pengobatan di Jakarta.” -Kardina Rafsayani, orang tua Sarfaraz-Awalnya saya tidak tahu jika ciri-ciri yang ditunjukkan anak saya, Sarfaraz Rafsa Utama (1 thn), merupakan sakit serius. Matanya terlihat kuning dan BAB-nya berwarna putih. Seperti anak mengalami dehidrasi.Namun setelah diperiksa, Sarfaraz menderita atresia bilier atau saluran empedunya bermasalah. Perutnya semakin membesar akibat cairan menumpuk di hati. Di dalam perutnya tersebut penuh kandungan racun yang tiap hari bisa bertambah dan membuat perutnya semakin membesar. Akhirnya kondisi tubuhnya semakin lemah membuatnya terpaksa harus terkulai lemah di rumah sakit.Akhirnya Sarfaraz dirujuk pengobatan ke Jakarta. Rasanya sedih, khawatir dan terpukul jadi satu, tapi saya harus kuat karena anak masih membutuhkan saya. Tanpa pikir panjang, saya menguras semua tabungan demi membawa anak pengobatan dari Kalimantan ke Jakarta.Sejauh ini Sarfaraz sudah mendapat tindakan biopsi dan masih harus kontrol rutin menjelang transplantasi hati. Tindakan ini harus dilakukan, sebab nyawa Sarfaraz jadi taruhannya. Saya yakin anak saya semangat sembuh, karena ketika sakitnya tidak kambuh, anak saya selalu ceria dan sering tersenyum kepada orang tuanya. Tapi saat ini saya kesulitan biaya, suami bekerja hanya sebagai karyawan swasta dan biaya pengobatan anak sangat besar.Saat ini saya membutuhkan biaya untuk operasi transplantasi hati anak, jika tak segera mendapatkan tersebut, racun yang ada di perutnya akan menyebar ke organ tubuhnya yang lain dan melemahkan fungsinya.#TemanBaik, mari selamatkan nyawa Sarfaraz agar bisa melakukan transplantasi hati dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 64.303.220
2 hari lagi Dari Rp 150.000.000
Donasi

Pilihan Campaign