Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Mengidap Epilepsi. Bantu Azmi Melanjutkan Pengobatan
"Setiap hari, aku duduk di samping anakku yang terbaring lemah, mata kecilnya hanya bisa menatap kosong ke langit-langit. Aku menatapnya dengan hati yang remuk, karena pengobatannya terancam berhenti kapan saja karena kendala biaya.""Suamiku bekerja sebagai tukang cuci motor dengan upah yang bahkan tak cukup untuk menghidupiku dan 3 anak kami lainnya. Ia rela menyusuri kampung, memberi makan sapi milik tetangga untuk tambahan uang agar bisa beli obat anak.” -Mulyati, Orang tua Azmi-Aku masih ingat betul hari itu, ketika anakku, Azmi (4 thn), tiba-tiba mengalami kejang hebat setelah demam tinggi. Tubuh kecilnya terus bergetar, matanya kosong, aku memeluknya sambil menangis ketakutan. Ia sempat masuk PICU, hingga akhir didiagnosa epilepsi.Hati ini semakin terpukul ketika dokter berkata tumbuh kembang anakku akan terhambat. Di saat anak lain bisa berlari bebas, tertawa riang, bermain, sedangkan anakku menghabiskan usia emasnya dengan fisioterapi dan berobat jalan.Kejang-kejang itu masih menghantui hingga sekarang, kadang Ia bisa berteriak kesakitan karena badannya yang kaku. Tapi syukurlah, Ia anak yang kuat, masih semangat untuk minum obat dan tak pernah memuntahkannya sama sekali. Pengobatan Azmi memang tidak memerlukan operasi, tapi perjuangannya tetap berat. Setiap 2 minggu sekali aku harus membawanya kontrol rutin ke rumah sakit di kota Sukabumi, menempuh perjalanan jauh dari kampung. Sementara anakku masih membutuhkan biaya untuk ongkos ke rumah sakit, susu untuk kebutuhan gizinya dan kebutuhan lainnya. Aku selalu berdoa dan selalu berharap agar anakku suatu saat bisa sembuh seperti anak-anak sehat lainnya yang punya banyak mimpi. #TemanBaik, mari bantu Azmi untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 6.215.000
1 hari lagi
Dari Rp 14.810.000
Donasi
Anak
Tubuhnya Kaku! Heni Berjuang dari Perkembangannya yang Terhambat
“Saya sudah membawa anak saya ke empat tukang urut berbeda, akibat lehernya tak bisa tegak! Putus asa hampir menyeret saya, sampai akhirnya saya nekat, dengan tabungan yang menipis, saya beranikan membawanya ke rumah sakit. "“Ternyata anak saya didiagnosa motorik delay, yaitu keterlambatan dalam bergerak. Ya Tuhan, hancur sekali hati saya, Seandainya saya lebih cepat membawanya ke dokter, mungkin kondisinya bisa lebih baik. Namun, sebagai ibu tunggal dengan kemampuan terbatas, koini saya hanya harus berjuang lebih kerasa lagi demi kesembuhannya.” -Yurniawati, Orang tua Heni-Kejanggalan yang terjadi pada anak saya, Heni Amaira Ashavin (4 thn), dimulai saat usianya 4 bulan. Ia tak seperti anak-anak seusianya, lehernya belum bisa ditegakkan dan lemah sekali akibat perkembangan motoriknya yang terhambat.Saat itu dokter hanya memberikan Henni vitamin otak, karena usianya saat itu belum bisa menjalani terapi. Namun, saat usia anak Heni sudah 1 tahun dan aku kembali membawanya berobat, dokter justru mencurigai ada penyakit lain di tubuh anak Heni.Ternyata ada flek di paru-paru Heni! Dokter menyatakan hal ini menjadi salah satu faktor tumbuh kembangnya terhambat. Akhirnya Heni harus mengkonsumsi obat Tb Paru selama 6 bulan dan merekomendasikannya untuk fisioterapi. Namun, Heni justru berkali-kali terancam tak bisa melanjutkan fisioterapinya! Saya keterbatasan biaya, dan hanya sanggup beberapa bulan saja membawanya terapi. Tapi bukan berarti saya menyerah, saya terus berupaya untuk kesembuhannya.Saya mengambil pekerjaan sebagai apa saja, menjadi buruh setrika di toko laundry. Tapi penghasilannya hanya cukup untuk membeli pampers dan susu Heni. Itupun Heni tidak bisa ditinggal-tinggal, saya pun coba pekerjaan lain dengan menjualkan bubur hanya di pagi hari. Namun penghasilannya tak cukup bahkan untuk membeli susu.Aku akhirnya nekat meminjam uang untuk buka usaha laundry kecil-kecilan di rumah. Alhamdulillah, saya mulai membawa Heni terapi lagi. Perjuangan seolah tak sia-sia, anak saya menunjukkan perkembangan! Ia sudah bisa menegakkan kepala hingga belajar tengkurap.Saat ini Heni lebih banyak tiduran, kaki dan tangannya seperti bengkok dan kaku. Sayangnya, kondisi keuangan yang terbatas terus menghantui. Saya juga harus membayar cicilan pinjaman uang, sehingga kelanjutan pengobatan Heni kembali terancam. Heni membutuhkan ongkos untuk bolak-balik rumah sakit, vitamin yang tidak dicover BPJS, susu, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Heni tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Heni!
Dana terkumpul
Rp 3.200.001
2 hari lagi
Dari Rp 3.150.000
Donasi
Anak
Sedekah Makanan Bergizi bagi Yatim Penghafal Qur'an
Seiring berjalannya waktu, anak-anak binaan di yayasan semakin bertambah usianya. Kebutuhan mereka semakin bertambah dan biaya yang dibutuhkan semakin banyak. Sementara di luar sama anak-anak yang belum di bina juga banyak.Yayasan Senyum Yatim terbentuk karena fenomena kesenjangan sosial-ekonomi di tengah masyarakat. Banyak anak yang ditinggalkan dan dibiarkan terlantar oleh orang tuanya hingga tak memiliki kehidupan yang layak. Oleh karena itu, dengan adanya yayasan ini, diharapkan anak yatim bisa mendapatkan kasih sayang yang sama seperti anak-anak lain seusianya.Lokasi yayasan berada di kawasan Villa Bandung Indah, Cileunyi, Kabupaten Bandung. Kegiatan yayasan ini meliputi kegiatan sekolah formal dan non-formal. Diantaranya pengajian, olahraga, piknik, bermain dan mengikuti acara tertentu yang diagendakan yayasan.Saat ini anak-anak yang berada dalam binaan ada 50 orang dan data anak yang belum dibina tercatat ada 211 anak. Namun, yayasan kesulitan biaya untuk menyediakan fasilitas terbaik untuk anak-anak, apalagi jumlah anak terus bertambah.Dalam aktivitas non- formal seperti pengajian sejauh ini bisa berjalan lancar. Apalagi ada pengajar yang rela tak dibayar demi anak-anak bisa mendapat pendidikan terbaik, yaitu Ustad Yakub. Namun, untuk hal lainnya seperti makan, perlengkapan mandi, infrastruktur, hingga transportasi yayasan kesulitan biaya.Pengelola yayasan sudah berupaya untuk melakukan iuran pada pembina, pengurus, pengawas yayasan secara sukarela. Namun apa daya, iuran tersebut masih jauh dari kata cukup.#TemanBaik, mari bantu anak di Yayasan Senyum Panti agar terpenuhi kebutuhannya dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 4.755.004
6 hari lagi
Dari Rp 250.000.000
Donasi