Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Kateterisasi Gagal, Fathan Gagal Akibat Kebocoran Jantungnya Meluas
“Operasi kateterisasi jantung anakku dinyatakan gagal! Semua akibat kebocoran jantung anakku sudah meluas hingga 8 mm. Selama seminggu di ruang ICU, anakku juga sempat tak merespon, hingga dokter berkata bahwa anakku mengalami gejala stroke!”“Namun, aku memohon dokter untuk menemui anakku. Saat itu, aku mendekati telinganya dan membisikkan, ‘semangat lawan penyakitnya Nak, mama di depan nungguin kamu.’’ Seketika keajaiban muncul, lidah anakku bergerak, seperti berkata sesuatu. Detik itu juga, mukjizat itu nyata dan aku percaya anakku bisa sembuh.” -Ambar sari, Orang tua Fathan-“Ma sakit,” ucapan sederhana itu terasa seperti pukulan yang menghantam hatiku. Anakku, Muhammad Fathan Al Hanan (2 thn), mengatakan itu sambil memegangi dadanya. Ia bahkan sering minta minum obat, karena Ia ingin cepat sembuh. Hidup penuh rasa sakit itu dirasakan anakku tak lama setelah Ia lahir. Anakku mendadak diserang demam tinggi yang tak kunjung turun. Saat buang air kecil pun, ia menangis dan menjerit karena kesakitan. Dalam kepanikan, aku membawanya ke klinik, namun seketika ia dirujuk ke rumah sakit besar.Hatiku terasa runtuh ketika dokter mendiagnosa anakku mengalami kebocoran jantung. Terlebih lagi, ketika aku diberi tahu bahwa ia harus menjalani operasi di Jakarta. Dari mana harus kami mencari biayanya? Suamiku hanya buruh tani, sedangkan aku bekerja mencuci dan menyetrika baju demi menambah penghasilan.Namun demi keselamatan anakku, aku memilih untuk berjuang, sekalipun harus terlilit utang. Syukurlah, operasi penutupan kebocoran jantungnya berjalan lancar. Tapi perjuangan kami belum selesai. Kini anakku masih sering sesak napas, tidurnya gelisah, batuk tak henti, dan napasnya tersengal-sengal.Ia masih harus rutin kontrol ke Jakarta dan menjalani operasi lanjutan. Sementara itu, aku terus berusaha mencari biaya, menghemat apa pun yang bisa dihemat. Sampai beras yang kami miliki terpaksa aku jadikan bubur agar lebih mengenyangkan. Terkadang aku menjual kue dan gorengan demi menambah uang makan sehari-hari.Di luar biaya transportasi ke rumah sakit, anakku juga membutuhkan obat yang tidak ditanggung BPJS, alat bantu pernapasan, susu, dan berbagai kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Fathan tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Fathan!
Dana terkumpul
Rp 2.030.002
3 hari lagi
Dari Rp 18.850.000
Donasi
Anak
Alami Pembengkakan Otak, Erza Harus Pengobatan Rutin!
“Dulu anak saya begitu ceria dan bisa beraktivitas normal seperti anak lainnya. Hingga suatu hari Ia tiba-tiba hilang kesadaran dan mengalami koma. Saat sadar, Ia tidak lagi bisa berjalan maupun bicara. Hal yang semakin membuat saya lebih terpukul adalah anak saya tak lagi mengenali saya orang tuanya,” -Khadziquddin, Ayah Erza-Saat usianya 3 tahun, anak saya, Muhammad Erza Kevin Albiansyah (4 thn), tiba-tiba tak kunjung bangun dari tidurnya bahkan hingga sore hari, bahkan Erza mengalami kejang dan tak sadarkan diri.Setelah diperiksa, ternyata anak saya didiagnosa pembengkakan otak. Anak saya pun menjalani MRI hingga suntik tulang belakang, tapi belum dioperasi karena kejangnya berkurang dan bisa ditangani dengan obat.Saat ini kondisi anak saya tidak bisa merespon, tidak bisa bicara, tidak bisa jalan, tumbuh kembangnya terhambat, dan masih mengalami kejang. Bahkan untuk makan saja, anak saya harus dibantu selang yang dimasukkan ke hidungnya sebagai jalur makannya.Rasanya hancur dan sedih sekali, bahkan rasanya saya tidak memiliki perasaan senang lagi melihat kondisi anak saya. Tapi saya tidak putus asa untuk kesembuhan anak saya, setiap hari saya lebih giat bekerja. Saya juga rela cari pinjaman demi bawa anak saya berobat.Anak saya masih harus rutin kontrol tiap minggu ke rumah sakit. Tapi saya terkendala biaya karena pengobatan anak saya cukup panjang. Pekerjaan saya sebagai buruh pembuat kue basah dan istri sebagai guru honorer tidak cukup untuk pengobatan anak kami.Saya sangat berharap Erza segera sehat, bisa berjalan, dan bisa bicara lagi seperti sebelum dia sakit. Saya juga berharap kelak melihatnya tumbuh besar dan menggapai cita-citanya sebagai polisi.#TemanBaik, mari bantu Erza berjuang agar bisa mendapatkan kesehatannya kembali dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 24.168.008
12 hari lagi
Dari Rp 43.500.000
Donasi
Anak
Lumpuh Total! Hayyin Masih Berjuang Melawan Epilepsi dan Cerebral Palsy
“Anakku dinyatakan lumpuh total! Tak ada lagi kata-kata yang bisa Ia ungkapkan tentang rasa sakitnya, Ia hanya terbaring dan membisu. Setiap rintihan yang keluar membuat dadaku sesak, entah Ia sedang merasa lapar atau haus, aku hanya bisa menebak.”“Meski Ia sering bolak-balik masuk ICU, tapi anakku tetap bertahan dan bangkit. Ia seperti menunjukkan semangat dan harapan besar untuk kesembuhannya. Setiap tarikan napasnya adalah bukti bahwa ia masih ingin berjuang menuju sembuh.” -Laila Cahyanti, Orang tua Hayyin-Sepanjang hidupnya, penyakit ini tak pernah memberikan Hayyin Natul Latifa (6 thn) ketenangan. Ketika lahir, Hayyin memang tampak berbeda, kulitnya keriput dan tubuhnya kebiruan. Dan saat usia 2 tahun, Hayyin mengalami kejang pertamanya.Awalnya dokter hanya mengatakan ada infeksi di paru-parunya. Namun waktu berjalan, keadaan anakku justru semakin mengkhawatirkan. Kejangnya datang semakin sering, bisa sampai 5 kali dalam sehari. Bahkan kondisinya sempat menurun drastis hingga harus menjalani transfusi darah.Hingga akhirnya dokter mendiagnosa anakku mengalami gangguan pada saraf otak (epilepsi) dan gangguan perkembangan otak (cerebral palsy). Rasanya aku nyaris pingsan, sulit sekali menerima kenyataan mengerikan itu. Sejak saat itu, hujan, panas, dan jarak jauh menjadi perjalanan rutin anakku menuju rumah sakit. Kami hanya mengandalkan motor, karena tak sanggup menyewa mobil. Namun tubuh Hayyin sering kali tak mampu menahan panasnya jalanan, akhirnya kami pun harus berganti transportasi umum demi keselamatannya.Suamiku hanyalah buruh tani dan mengambil pekerjaan buruh bangunan. Dalam sehari, suamiku mengantongi upah Rp 80 ribu, jumlah yang bahkan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan harian. Makanya, kami selalu kesulitan biaya untuk pengobatan Hayyin.Pernah suatu waktu aku benar-benar tak punya uang membawa Hayyin berobat, Ia sampai tremor dan kesadarannya menurun. Panik dan takut, aku menggendongnya sambil berlari mencari pertolongan. Siapa sangka, Tuhan membantu Hayyin, para tetangga meminjamkan uang, dan bidan desa membantu untuk membawanya ke rumah sakit.Kini, Hayyin masih sering demam dan tremor. Bahkan, mengunyah makanan pun tak bisa karena lumpuh. Hanya selang NGT yang menembus hidungnya yang menjadi satu-satunya cara untuk makan dan minumnya. Hatiku remuk, karena setiap bulan tubuhnya harus ditusuk jarum infus.Apapun sudah aku lakukan untuk kesembuhan Hayyin, bahkan bermodal nekat dan uang seadanya membawanya berobat dari Lampung ke Jakarta. Tapi pengobatan masih sangat panjang, anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, susu dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Hayyin tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Hayyin!
Dana terkumpul
Rp 1.418.000
9 hari lagi
Dari Rp 9.450.000
Donasi