Panggilan Mendesak

camp
Keagamaan

Belum Punya Gereja, Kami Terpaksa Ibadah di Bangunan Bekas Posyandu

Untuk sementara, ibadah dilangsungkan di bangunan bekas posyandu yang diperluas dengan material swadaya dan seng bekas sumbangan warga. Tentunya ini sudah mendapat izin pemerintah desa.Hai TemanBaik, Inilah penampakan tempat ibadah bagi kami jemaat di Dusun Wairhubing, Desa Watuliwung, Kecamatan. Kangae, Kabupaten. Sikka - Nusa Tenggara Timur. Sekilas,  Gereja Stasi Santo Agustinus Wairhubing ini mungkin terlihat seperti bukan tempat ibadah pada umumnya bukan? Ya memang, karena ini bangunan bekas posyandu yang diperluas dengan material swadaya dan seng bekas sumbangan warga. Bahkan kalau jemaatnya banyak, kami harus pasang terpal di luar supaya nggak kepanasan. Sangat sederhana, bahkan jauh dari kata mewah, tapi di sinilah kami memanjatkan doaSelama ini, jemaat masih bergotong royong untuk pembebasan tanah guna pembangunan gereja dengan cara lelang lagu, patungan,  penjualan kaos berlogo Stasi St. Agustinus dan usaha kreatif. Meskipun dari segi ekonomi sangat kurang, namun kami tetap antusias dan nggak menurunkan sedikit pun semangat kami untuk segera memiliki gereja sendiri. Dengan total 258 KK atau 947 jiwa, kami bergotong royong membagi tugas dalam pembangunan gereja ini. Pelan-pelan kami usahakan agar kebutuhan gereja terpenuhi walaupun sebenarnya sulit. Sebab gereja masih membutuhkan kelengkapan bangku, sound system, meja dan lainnya. Semoga kerja keras kami ini membuahkan hasil, dan nantinya kami bisa segera memiliki gereja sendiri. Untuk TemanBaik yang mau membantu pembangunan Gereja Stasi Santo Agustinus Wairhubing, dapat menyalurkannya dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini ya!
Dana terkumpul Rp 69.235.101
10 hari lagi Dari Rp 200.000.000
Donasi
camp
Kemanusiaan

Investasi Hidup, Nutrisi untuk Harapan Anak Pejuang Kanker

Setiap anak seharusnya bisa tumbuh sehat, berlarian bebas, dan mengejar mimpi tanpa batas. Namun, bagi anak-anak pejuang kanker di Yayasan Pita Kuning, hari-hari mereka diisi dengan perjuangan panjang melawan rasa sakit, obat-obatan, dan perawatan intensif yang tak mudah.Di balik senyum kecil mereka, ada tubuh rapuh yang berjuang keras melawan sel kanker. Di balik mata yang berbinar, ada doa sederhana agar esok masih bisa bangun dengan kekuatan baru. Untuk bisa bertahan, mereka tak hanya membutuhkan perawatan medis, tetapi juga dukungan nutrisi dan vitamin yang sangat penting menjaga daya tahan tubuh mereka.Bayangkan, di usia mereka yang masih begitu belia, harus melewati kemoterapi dan terapi medis yang melelahkan. Tubuh kecil itu sangat membutuhkan asupan vitamin agar tidak mudah drop, agar tetap kuat, agar tetap bisa tersenyum di tengah rasa sakit.Melalui kolaborasi Panin Sekuritas dan Panin Asset Management bersama BenihBaik dan Pita Kuning, kami mengajak Anda untuk ikut mendampingi mereka. Setiap donasi yang terkumpul akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan nutrisi anak-anak pejuang kanker ini.Kebaikan Anda, sekecil apa pun, akan menjadi energi besar bagi mereka untuk terus bertahan, melawan, dan tumbuh dengan penuh harapan.Mari kita wujudkan doa sederhana mereka: tetap sehat, tetap kuat, dan tetap tersenyum. Klik “Donasi Sekarang” dan jadilah bagian dari perjuangan mereka hari ini.
Dana terkumpul Rp 23.320.007
7 hari lagi Dari Rp 100.000.000
Donasi
camp
Anak

Setelah Vaksin, Anakku Ketahuan Alami Cerebral Palsy

“Aku pernah berada di titik terendah sebagai seorang Ibu, ku terpaksa menghentikan pengobatan anakku selama 6 bulan! Itu semua karena aku benar-benar tidak ada biaya. Sementara tubuh anakku semakin  hari semakin kaku akibat kejang parah.”“Penghasilanku pas-pasan. Aku hanyalah tukang cuci, gosok dan beres-beres rumah orang.  Itu pun tidak selalu ada panggilan. Kadang ada, kadang tidak. Meski aku harus mati-matian mencari pekerjaan demi pengobatannya, aku tidak pernah lelah demi kesembuhan anakku.” -Nur Koerunisa, Orang tua Rafaizan-Muhamad Rafaizan Maulana Sidik (5 thn), anakku yang seharusnya tumbuh ceria, kini harus berjuang melawan kerasnya takdir. Padahal, anakku tumbuh sehat dan ceria, setiap hari tawanya menghiasi rumah. Namun, hidupnya berubah saat penyakit gangguan otak itu datang saat usianya 2 tahun.  Awalnya anakku menjalani vaksin polio, tapi pulangnya Ia mengalami kejang hebat disertai demam. Aku begitu terkejut dan langsung membawanya ke rumah sakit. Dokter saat itu mengatakan Rafaizan mengalami cerebral palsy dan epilepsi. Sejak itu, hidup anakku berubah kelam.    Sudah lebih dari 2 tahun aku berjuang demi anakku, Bolak-balik rumah sakit menjadi rutinitas. Mulai dari pemeriksaan EEG, MRI, hingga terapi fisioterapi yang harus dijalani 8 kali dalam sebulan.Namun, tak banyak perubahan. Otot-ototnya kaku hebat akibat kejang setiap hari, berat badannya terus menurun. Ia hanya bisa menangis, menahan sakit yang tak mampu diungkapkan. Hatiku hancur melihat anakku tak berdaya.            Di sisi lain, aku kesulitan memenuhi pengobatannya. Dalam sebulan, penghasilanku bahkan tak cukup memenuhi semua kebutuhan pengobatan anakku. Banyak obat yang tidak ditanggung BPJS, belum lagi kebutuhan susu khusus dan popok yang harus selalu tersedia.Aku sudah berupaya menjual apa yang kami miliki karena kesembuhan anakku adalah segalanya. Hatiku sering bertanya, apakah suatu saat anakku bisa sembuh dan kembali tertawa? Apakah Ia bisa bermain seperti anak-anak lainnya? Bisa berlari, berjalan, dan merasakan masa bahagianya menjadi anak-anak?Selain obat-obatan, anakku membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, vitamin, dan kebutuhan lainnya yang sulit aku penuhi.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Rafaizan tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Rafaizan!
Dana terkumpul Rp 4.745.000
2 hari lagi Dari Rp 4.635.000
Donasi

Pilihan Campaign