Panggilan Mendesak

camp
Kesehatan

Tak Lagi Kuat Mengais Barang Bekas, Pak Nur Tetap Berjuang Sembuh dari TB Paru

“Demi bisa pergi ke rumah sakit, aku mencoba mengumpulkan barang-barang bekas untuk dijual. Namun, tubuhku semakin hari semakin lemah, sampai akhirnya aku harus menyerah karena tak sanggup lagi berdiri lama.”“Sekedar mengangkat galon saja aku tak mampu. Bahkan, sekedar berjalan ke kamar mandi bisa membuat napasaku sesak. Di titik ini, aku benar-benar buntu. Aku tak tahu lagi bagaimana aku harus mencari biaya untuk bertahan hidup, apalagi untuk pengobatanku.”Perkenalkan, aku Nur Pryambodo (41 thn). Sebelum penyakit ini menjadi mimpi buruk hidupku, aku bekerja sebagai pengemudi ojek online. Meski penghasilanku hanya Rp150 sehari, aku tetap bersyukur karena bisa pulang membawa uang untuk sehari-hari. Tapi kini, jangankan mencari nafkah, motor sewaan yang selama ini kupakai bekerja pun sudah ditarik oleh aplikasi ojek online. Kondisiku tak lagi memungkinkan untuk bekerja, bahkan berdiri saja sudah tak sanggup.Penyakit ini datang tiba-tiba saat aku sedang mengantar penumpang, dadaku terasa nyeri hebat yang menjalar sampai ke punggung. Setelah itu, aku mulai batuk tanpa henti, sangat menyiksa siang dan malam. Aku mencoba berobat ke puskesmas, ternyata aku didiagnosa TB Paru. Sejak itu, tubuhku tidak bisa bangkit dari posisi tidur selama 2 minggu. Bahkan, sekedar ke kamar mandi pun aku harus ngesot perlahan. Melihat kondisiku, tetanggaku langsung panik dan membawaku ke rumah sakit. Seminggu dirawat di rumah sakit, dokter juga menemukan aku punya asam lambung. Sejak itu, sesak napasku semakin menjadi-jadi hingga aku harus menggunakan oksigen untuk bisa bernapas. Kepalaku juga terasa sering berputar dan menggelap.  Keadaanku saat ini, biaya menjadi ujian terbesar. Dompetku kosong, ada hari ketika aku tidak makan sama sekali, bahkan membeli air minum pun tak sanggup.  Listrik rumahku padam karena tak mampu bayar, dan aku hanya bisa berdiam diri dalam gelap, menatap langit-langit kamar sambil menahan sakit.Selama ini aku bisa bertahan karena ketulusan tetangga-tetanggaku yang sesekali datang membawa sembako atau memberi ongkos untuk pergi berobat. Aku merasa sangat bersyukur, seolah Tuhan menggerakkan hati mereka untuk menolongku.Pengobatanku masih panjang dan biaya semakin besar. Saat ini aku membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, membeli tabung oksigen dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Pak Nuh tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Pak Nuh!
Dana terkumpul Rp 5.949.000
15 hari lagi Dari Rp 11.778.966
Donasi
camp
Anak

Bantu Asyieqa agar Bisa Mendengar

Namanya Khairuna Asyieqa atau yang akrab dipanggil Asyieqa. Usianya baru 5 tahun. Ia merupakan anak yang terlahir dengan kondisi istimewa, begitulah sang ibu menceritakannya.Siapapun yang pertama kali melihat gadis kecil yang ceria ini tak akan menyangka kalau ia mengalami gangguan syaraf pendengaran dengan kategori tuli sangat berat untuk kedua telinganya.Di usia 2 tahun lah Asyieqa mulai diketahui menderita gangguan pendengaran setelah menjalani tes di RS Ulin Banjarmasin. Diagnosis dokter tentunya membuat hati orang tua Asyieqa hancur dan sedih.Dokter menyarankan pemasangan implan koklea untuk Asyieqa, namun biayanya sungguh fantastis yang membuat orang tua tak menyanggupinya. Selama ini, mereka hanya mampu memberikan alat bantu dengan kualitas standar yang itupun belum bisa mengcover kebutuhan pendengarannya.Akibatnya, sampai sekarang Asyieqa masih belum bisa respons kalau dipanggil atau bicara. Kondisinya tentu sangat memprihatinkan, karena apabila tidak ditindak lanjut akan menghambat pertumbuhannya dan cara bersosialisasi Asyieqa dengan lingkungannya.TemanBaik, perjalanan Asyieqa masih panjang. Ia masih harus sekolah, namun kondisi pendengarannya bisa menghambat prosesnya nanti. Maukah TemanBaik membantu?Sedikit bantuanmu bisa membantu Asyieqa menjalani pemasangan implan koklea. TemanBaik yang ingin membantu dapat menyalurkan bantuan dengan cara klik Donasi Sekarang
Dana terkumpul Rp 11.076.202
1 hari lagi Dari Rp 19.930.000
Donasi
camp
Anak

Anak Kuli Bangunan Sampai Kejang Akibat Penyakit Jantung

“Sesak napas dan kejang-kejang itu sudah menjadi bagian hidup anakku. Tubuhnya yang kecil itu begitu rapuh akibat menanggung derita. Tatapan matanya penuh harap dan keteguhan, itulah yang menguatkanku, aku belajar artinya sebenarnya bertahan dan berjuang.”“Tak usah ditanya bagaimana perjuanganku. Demi anakku, aku rela melakukan apapun, bahkan sampai meminjam uang pada rentenir, hanya agar bisa membawanya berobat dari Lampung ke Jakarta. Saat Ia dirawat di rumah sakit, aku berjuang bukan hanya karena rasa takut kehilangan, tapi juga karena uangku semakin menipis. Aku tidak tahu harus mencari ke mana lagi.” -Jamala Sari, orang tua Aisyah-Ada yang terasa janggal ketika berat badan anakku, Aisyah Humairah (3 thn), mulai menurun saat usianya baru 6 bulan. Ia sering batuk dan flu yang tak kunjung sembuh, kadang juga napasnya terdengar sesak. Tapi aku berusaha menenangkan diri, mencoba berpikir bahwa semuanya akan baik-baik saja.Namun, ketenangan itu hancur ketika Aisyah tiba-tiba demam tinggi dan kejang-kejang. Saat melihat tubuh kecilnya menegang dan wajahnya memucat, aku panik luar biasa. Aku langsung menggendongnya ke rumah sakit dengan air mataku yang terus mengalir. Dalam hati, aku tahu ada sesuatu yang tidak beres.Dan benar saja. Saat dokter mengatakan anakku mengalami jantung bocor, rasanya hidupku bagai diterjang badai. Anakku yang selama ini kupikir hanya flu biasa, ternyata harus berjuang melawan penyakit mematikan.Anakku harus dirawat inap di rumah sakit. Setiap hari aku hanya bisa menangis, memandangi wajah mungilnya yang lemah sambil berdoa agar Tuhan memberinya kekuatan.  Namun, 9 bulan dirawat, tak ada tindakan berarti karena rumah sakit di daerah kami tidak memiliki peralatan untuk operasi jantung.Akhirnya, dengan sisa tenaga dan keberanian, aku meminjam uang ke sana-sini demi membawa Aisyah berobat ke Jakarta. Aku yang pergi membawa harapan, tapi setelah di Jakarta, aku harus menerima kabar buruk lagi. anakku didiagnosa lambung (gerd berat) dan penyakit THT.Kini, anakku masih dirawat di rumah sakit. Ia sering demam dan sesak napas, hidupnya bergantung pada tabung oksigen. Setiap kali jarum suntik menembus kulitnya, aku hanya bisa membelai kepalanya dan berbisik lembut, “sabar ya, Nak, Ibu di sini.”Anakku sedang menunggu jadwal operasi. Namun, aku terkendala biaya selama di Jakarta. Suamiku hanya bekerja sebagai buruh babat rumput dan kuli bangunan harian, penghasilannya sangat terbatas untuk kebutuhan sehari-hari.Sementara itu, anakku membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, alat medis, stroller, susu dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Aisyah tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Aisyah!
Dana terkumpul Rp 1.989.000
12 hari lagi Dari Rp 20.377.000
Donasi

Pilihan Campaign