Panggilan Mendesak

camp
Anak

Derita yang Datang Dua Kali, Kanker Payudara Ganas Istriku Kambuh Lagi

“Payudara istriku mengeluarkan nanah dan bau busuk yang menyengat! Dokter mendiagnosa istriku terkena kanker payudara ganas. Suasana hati kami tak karuan saat itu, sambil menangis istriku berbisik, ‘aku titipkan anak-anak padamu Pak.’”“Kini, aku tidak tahu harus bergantung kemana akibat terkendala biaya. Bahkan, aku membawa istri kontrol rutin dengan menumpang angkutan umum yang searah rumah sakit. Anak-anak kami ikut merasakan beratnya perjuangan ini, yang paling kecil terpaksa dititipkan ke tetangga karena aku fokus merawat istri..” -Leonardus, Suami dari Romayana-Semua bermula dari benjolan kecil yang muncul di ketiak kiri istriku, Romayana H Sinaga (44 thn). Awalnya kami tidak menganggap serius benjolan itu, ‘ah, paling hanya masuk angin saja bengkaknya.’ Tapi dalam dua bulan, benjolan itu makin membesar.Berat badan istriku juga menurun drastis! Saat itu rasa cemas luar biasa menghantui setiap hari, apalagi ketika benjolan itu juga mulai mengelilingi payudara istri. Aku belum bisa membawa istri ke rumah sakit karena BPJS-nya menunggak dan anakku juga baru masuk sekolah.Disaat kami sudah pasrah, saat itu pertolongan datang dari keluarga dan saudara hingga aku bisa membawa istri untuk berobat. Tapi siapa sangka, dokter datang membawa kabar buruk penyakit kanker itu kepada istriku. Dunia kami seketika runtuh!Aku dan istri sempat linglung setelah mendengar diagnosa penyakit mematikan itu, apalagi kondisi ekonomi tidak memadai karena penghasilanku terbatas sebagai kuli. Tapi syukurlah, Tuhan masih menunjukkan banyak orang baik pada keluarga kami. Tak hanya keluarga, bahkan tetangga juga ikut patungan untuk pengobatan istriku. Aku juga terus memberi dukungan dan selalu menemani istri menjalani kemoterapi rutin. Dan ya, perlahan kondisi istriku membaik, Ia bisa melalui penderitaannya, Ia sembuh!Rasanya bahagia sekali perjuangan kami tak sia-sia. Namun, kelegaan itu ternyata hanya sebentar saja, sepuluh bulan kemudian, kanker itu datang lagi, dan kali ini jauh lebih ganas. Istriku sampai terkulai lemas di kasur akibat seluruh tubuhnya kaku, sebelah tangan istriku 3 kali lebih bengkak! Setiap malam, istriku akan menjerit dan meringis menahan nyeri luar biasa pada tangannya. Ia bahkan tidak bisa untuk sekedar bangun untuk buang air besar. Ia kembali menjalani rutinitas kemoterapi. kondisi ekonomi kami kembali terguncang, kondisi ini membuat semangat istriku untuk sembuh menjadi tidak stabil. Saat ini istriku membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, pampers dewasa, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ibu Romayana tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ibu Romayana!
Dana terkumpul Rp 2.115.001
15 hari lagi Dari Rp 14.859.000
Donasi
camp
Anak

Pantang Menyerah! 5 Tahun Faqih Berjuang dari TB Meningitis dan Hidrosefalus

“Dengan tangan gemetar, aku nekat memesan taksi online dengan uang tersisa Rp30 ribu demi anakku bisa berobat! Sakit anakku kambuh, tubuhnya kejang dan sudah sangat kaku. Sementara di luar saat itu hujan sangat deras, aku begitu ketakutan!”“Tapi siapa sangka, saat jalan keluar rumah, aku bertemu mertua yang langsung memberikan Rp100 ribu ke genggamanku. Di dalam taksi, aku menangis sejadi-jadinya, antara panik takut kehilangan anak, dan rasa syukur karena pertolongan itu. Sejak itu aku yakin, selalu ada rezeki demi nyawa anakku…” -Vera Astria, Orang tua Faqih-Anakku, Faqih Rafisqy (5 thn), pernah berkali-kali ditolak rumah sakit! Saat itu usianya baru 6 bulan, tubuhnya demam tinggi, dan bola matanya tiba-tiba hilang fokus, menatap ke atas. Namun di tengah kepanikan itu, angka pandemi Covid-19 sedang sangat tinggi, hampir semua rumah sakit menolaknya.Namun aku pantang menyerah, hingga titik terang itu muncul. Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta, dengan cepat tanggap menangani anakku. Aku menangis lega saat itu, tapi ternyata ketenangan itu hanya sesaat hingga dokter membawa kabar yang mengguncang diriku.Dokter mengatakan anakku mengalami peradangan pada selaput otaknya (TB meningitis) dan penumpukan cairan di otaknya (hidrosefalus). Duniaku seolah terhenti mendengarnya, sesak sekali hatiku, bingung, langkah apalagi yang harus aku perbuat ke depannya?Namun, akhirnya aku sadar betapa kuatnya anakku berjuang dan bertahan. Bahkan, saat masuk ICU, anakku dengan setengah kesadarannya masih menggenggam tanganku sambil tersenyum. Ia seolah berupaya menguatkanku yang begitu lemah.Anakku telah menjalani operasi pemasangan selang VP-Shunt, untuk mengurangi kelebihan cairan di kepalanya. Kini, kondisiku lebih baik dari sebelumnya. Ia masih sering kejang hingga 15 menit lamanya, tubuhnya kaku, belum bisa berjalan ataupun berbicara seperti anak seusianya. Setiap malam aku takut melihatnya terkejut di tengah tidur, menangis tanpa suara karena kesakitan. Tapi setiap kali ia membuka mata dan tersenyum, aku tahu, Tuhan masih memberiku kesempatan untuk berjuang bersamanya.Anakku masih harus kontrol rutin ke beberapa poli dan menjalani operasi lanjutan. Namun, tabunganku bahkan yang sudah dikumpulkan dari sebelum nikah sudah habis, demi pengobatan anak selama ini. Suamiku bekerja sebagai pengemudi ojek online, penghasilannya terbatas untuk biaya pengobatan anak yang semakin besar. Aku kesulitan biaya untuk biaya transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, membeli alat terapi karena tubuhnya kaku, susu untuk nutrisinya, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Faqih tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Faqih!
Dana terkumpul Rp 8.608.000
6 hari lagi Dari Rp 8.518.000
Donasi
camp
Anak

Derita Kelainan Jantung, Kondisi Anak Petani Kopi Ini Tak Stabil dan Sering Drop

Galang (2 tahun) merupakan anak petani kopi yang sudah sejak lahir berjuang sembuh dari penyakit kelainan jantung bawaan.Seperti penderita lainnya, Galang jadi mudah lelah dan pertumbuhannya pun terhambat. Galang sempat dilarikan ke RSUD Dr. H. Abdul Moeloek di Bandar Lampung karena kondisinya tersebut.Meskipun sejak lahir sudah menderita kelainan jantung, namun Galang masih dalam perawatan dan pengobatan. Saat ini kondisi saturasi oksigennya sering turun dan tidak stabil di RS Harapan Kita.Anak petani kopi ini akan mengalami dehidrasi berat serta drop apabila tidak segera ditangani. Berbagai upaya dilakukan orang tua demi bisa menyelamatkan Galang. Walaupun dengan biaya seadanya untuk tinggal di Jakarta.TemanBaik, Galang terbaring lemah di RS Harapan Kita. Ia akan menjalani operasi BCPS. Orang tua berharap kesembuhan Galang agar mereka bisa segera pulang ke daerah mengingat kebutuhan mereka sangat banyak selama berada di Jakarta.Maukah TemanBaik membantu mereka? Ada biaya kos, kebutuhan operasional dan obat-obatan di luar BPJS yang harus mereka penuhi.Bantuan TemanBaik dapat disalurkan dengan cara klik Donasi Sekarang
Dana terkumpul Rp 17.164.000
6 hari lagi Dari Rp 36.000.000
Donasi

Pilihan Campaign