Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Kesehatan
5 tahun Tak Tahu Alami Kanker Otak, Oktapiani Kini Terancam Buta!
“Diam-diam kanker otak tumbuh di kepala istriku selama 5 tahun! Awalnya, istriku mengalami nyeri di kepala dan matanya. Keterbatasan biaya membuat istriku tidak bisa berobat, sehingga kami tak pernah tau penyakitnya. Hanya obat murah dari warung yang menjadi satu-satunya menjadi pereda rasa sakitnya.”“Kini, penyakit itu mulai merenggut penglihatannya! Dunia yang Ia lihat hanya hitam dan putih, jarak pandangnya hanya bisa 1 meter, setiap langkah yang Ia tempuh harus sambil meraba dinding. Aku merasa bersalah, karena istri yang ku cintai harus menanggung penderitaan panjang dalam diam, dan aku tak bisa berbuat banyak.” -Jafar, Suami dari Oktapiani-Istriku, Oktapiani (33 thn), seolah kehilangan hidupnya yang dulu Ia miliki. Hari-harinya sekarang lebih banyak dihabiskan dengan berbaring atau duduk diam di bale, akibat penglihatannya terbatas. Terkadang sakitnya kambuh, nyeri hebat akan menyerang kepala dan matanya.Sekedar berjalan ke kamar mandi, istriku harus dituntun atau meraba dinding. Lantai kamar mandi yang masih berupa tanah licin yang belum dikeramik, menjadi rintangan yang membuat setiap langkah terasa berbahaya. Hari-hari yang dijalani istriku tak lagi mudah, bahkan untuk kebutuhan paling sederhana. Namun, di tengah kesulitan itu, anak-anak kami menjadi sumber kekuatan untuk istriku. Tawa dan perhatian kecil dari mereka kerap menghibur ibunya, menumbuhkan semangat untuk terus bertahan dan berharap sembuh.Istriku telah menjalani operasi di kepalanya. Namun, operasi itu bukan akhir dari perjuangan. Ia masih membutuhkan pengobatan lanjutan agar luka bekas operasi tidak terinfeksi dan tidak semakin merusak penglihatannya.Sementara itu, penghasilanku sebagai tukang bubur jauh dari cukup untuk menanggung biaya pengobatan yang besar. Aku juga harus memikirkan dua anak kami yang masih sekolah. Tak jarang, aku mengetuk pintu rumah saudara atau tetangga, meminjam uang hanya untuk ongkos mengantar istriku ke rumah sakit.Kondisi ekonomi kami semakin terpuruk saat aku harus berhenti bekerja demi mendampingi istriku berobat. Pernah suatu hari, ketika istriku harus masuk ICU, uang terakhir yang kumiliki hanya cukup untuk membeli pampers untuknya. Sementara perutku sendiri perih menahan lapar, aku hanya bisa meneguk air putih agar tetap bertahan. Saat ini, istriku masih sangat membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, pampers, serta kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Oktapiani tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Oktapiani!
Dana terkumpul
Rp 4.350.001
9 hari lagi
Dari Rp 17.313.000
Donasi
Anak
Sakit Meningitis TB, Tubuh Zeyhan Kaku Setelah Operasi Kepala
“Setelah operasi, anakku malah tak sadarkan diri lebih dari satu bulan! Aku menunggu dengan harapan dan doa, menanti sedikit keajaiban. Tapi ketika akhirnya Ia membuka mata, seluruh tubuhnya kaku, tak bisa bergerak sedikit pun.”“Ia hanya bisa mengedipkan matanya saja, menatap kosong ke arahku. Setiap kali melihatnya seperti itu, hatiku hancur berkeping-keping. Tuhan, aku rela menukar apapun, asal Kau beri ia kesempatan untuk sembuh dan merasakan hidupnya kembali.” -Maulidia Yati, Orang tua Zeyhan-Benjolan seperti bisul tiba-tiba muncul di ketiak anakku, Zeyhan Afif (25 bln)! Saat itu tubuhnya juga demam hingga aku membawanya ke Puskesmas. Dokter hanya memberikan anakku obat bisul, tapi hari demi hari tak ada tanda-tanda kesembuhan.Hingga akhirnya benjolan di ketiak anakku pecah, tapi kondisi anakku justru malah makin lemah sampai hilang kesadaran. Aku panik memanggil-manggil nama anakku sambil membawanya ke rumah sakit, tapi tak kunjung ada respon sama sekali. Anakku mengalami koma! Hasil pemeriksaan membuat dunia seolah runtuh, Ia dinyatakan sakit meningitis TB dan harus menjalani operasi kepala. Aku tak sanggup menahan air mata saat tahu, selama ini anakku menahan sakit pada kepalanya tanpa bisa mengeluh.Namun, operasi ternyata tak membawa perubahan berarti pada anakku. Ia hanya bisa terbaring kaku tak berdaya, seperti tanpa kesadaran. Terkadang wajahnya meringis, seolah menahan rasa sakit yang tak sanggup diungkapkan.Aku takut sekali kondisi anakku semakin memburuk. Tapi tak ada lagi yang bisa ku lakukan selain berjuang membawanya berobat. Biayanya sangat besar, sementara suamiku hanya seorang petani dengan penghasilan pas-pasan.Sekedar ke rumah sakit saja, kami harus menempuh total 8 jam perjalanan pulang-pergi dari Payakumbuh ke Padang dengan ongkos dengan ongkos yang tidak sedikit. Belum lagi obat yang tidak dicover BPJS, susu dan kebutuhan lain selama pengobatan. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Zeyhan tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Zeyhan!
Dana terkumpul
Rp 20.805.001
10 hari lagi
Dari Rp 20.760.000
Donasi
Kemanusiaan
Ambulans Siaga Gratis untuk wilayah Rawan Bencana di Gunungkidul
Kondisi wilayah daerah Gunungkidul , Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan rawan bencana seperti banjir dan longsor. Perlu adanya fasilitas ambulans siaga yang dapat mengantarkan penduduk sekitar apabila sewaktu-waktu diperlukan.Nantinya ambulans siaga akan digunakan untuk menjemput dan mengantarkan pasien hingga dukungan kesehatan bagi masyarakat Gunungkidul. Semuanya gratis agar masyarakat Gunungkidul bisa merasakan peran ambulans siaga tersebut.Sementara itu, pengelolaan operasional ambulans siaga akan diserahkan Posko Kodim 0730/Gunungkidul.Ada beberapa lokasi rawan bencana di Kabupaten Gunungkidul yaitu daerah utara dari Patuk, Gedangsari, Ngawen, Nglipar, Semin, dan Ponjong bagian atas merupakan daerah rawan longsor. Kemudian daerah lain seperti Wonosari, Semanu, Girisubo, Tanjungsari, Saptosari, Purwosari merupakan daerah rawan banjir dan genangan.SASARAN- Target wilayah dan penerima manfaat program ambulans siaga adalah masyarakat di wilayah Kabupaten Gunungkidul- Diprioritaskan masyarakat kurang mampu/dhuafa, masyarakat yang mendapatkan musibah atau menjadi korban bencana alam/non alam, Masyarakat yang sulit mendapatkan akses layanan terutama kesehatan.TemanBaik, ayo wujudkan ambulans siaga gratis bagi masyarakat Gunungkidul.
Dana terkumpul
Rp 4.003.570
8 hari lagi
Dari Rp 150.000.000
Donasi