Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Kemanusiaan
Ambulans Siaga Gratis untuk wilayah Rawan Bencana di Gunungkidul
Kondisi wilayah daerah Gunungkidul , Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan rawan bencana seperti banjir dan longsor. Perlu adanya fasilitas ambulans siaga yang dapat mengantarkan penduduk sekitar apabila sewaktu-waktu diperlukan.Nantinya ambulans siaga akan digunakan untuk menjemput dan mengantarkan pasien hingga dukungan kesehatan bagi masyarakat Gunungkidul. Semuanya gratis agar masyarakat Gunungkidul bisa merasakan peran ambulans siaga tersebut.Sementara itu, pengelolaan operasional ambulans siaga akan diserahkan Posko Kodim 0730/Gunungkidul.Ada beberapa lokasi rawan bencana di Kabupaten Gunungkidul yaitu daerah utara dari Patuk, Gedangsari, Ngawen, Nglipar, Semin, dan Ponjong bagian atas merupakan daerah rawan longsor. Kemudian daerah lain seperti Wonosari, Semanu, Girisubo, Tanjungsari, Saptosari, Purwosari merupakan daerah rawan banjir dan genangan.SASARAN- Target wilayah dan penerima manfaat program ambulans siaga adalah masyarakat di wilayah Kabupaten Gunungkidul- Diprioritaskan masyarakat kurang mampu/dhuafa, masyarakat yang mendapatkan musibah atau menjadi korban bencana alam/non alam, Masyarakat yang sulit mendapatkan akses layanan terutama kesehatan.TemanBaik, ayo wujudkan ambulans siaga gratis bagi masyarakat Gunungkidul.
Dana terkumpul
Rp 3.960.570
12 hari lagi
Dari Rp 150.000.000
Donasi
Anak
Tak Hanya Merenggut Penglihatannya, Kanker Otak Membuat Ukkasya Tak Bisa Berjalan
“Tak pernah ku sangka, benturan di ujung pintu lemari itu membuat anakku mengalami kanker otak! Sel ganas itu sampai menekan matanya hingga Ia kesulitan melihat. Setiap detiknya nyawanya menjadi taruhan, karena tulang kepalanya pun mulai digerogoti penyakit kejam ini.”“Ya Allah, bagaimana caraku bisa menyembuhkan anakku? Suamiku baru diberhentikan dari pekerjaannya, penghasilanku sebagai tulang punggung keluarga satu-satunya sangat terbatas. Sementara, hatiku remuk menyaksikan anakku menderita setiap hari.” -Kiki, Orang tua Ukkasya-Tangisan pilu anakku, Ukkasya Ulinnuha Bilfaqih (3 thn), hari itu tak akan pernah ku lupakan. Bermula ketika aku sedang merapikan pakaian di rak plastik, Ukkasya tak sengaja terbentur ujung pintu rak plastik yang terbuka. Teriakannya pun memecah keceriaannya hari itu.Ubun-ubun kanan kepala anakku langsung benjol! Aku sudah membawanya berobat, tapi benjolnya malah semakin besar dan Ia demam berkepanjangan. Aku sampai berpindah klinik untuk mencari jawaban atas kondisi anakku, ada dokter yang mengatakan anakku demam reumatik hingga ada yang menduga hidrosefalus akibat benturan.Hingga suatu hari, duniaku benar-benar runtuh! Anakku tiba-tiba tak bisa berdiri, tak mampu berjalan karena tubuhnya nyeri. Akhirnya anakku dirujuk ke rumah sakit besar, saat itulah semua terjawab! Anakku didiagnosa neuroblastoma, kanker ganas yang menyerang saraf di kepalanya. Sejak itu, emosi anakku tidak terkontrol. Ia sering menangis dan berteriak jika aku tak di sampingnya. Mungkin karena sekarang kanker ini mulai merenggut penglihatannya, Ia jadi seperti ketakutan pada pandangannya yang gelap.“Ma, pijitin kaki adek,” permintaan sederhana itu selalu membuat hatiku terhantam. Tak terbayangkan, rasa nyeri pada seluruh sendi di tubuhnya yang tanpa jeda. Ia juga sering demam, lemas, kehilangan nafsu makan sampai berat badannya turun, dan mudah lelah.Kini, kemoterapi menjadi bagian hari-hari anakku saat ini. Syukurlah, Ia selalu semangat untuk sembuh dan selalu patuh apa kata dokter. Aku juga selalu menggenggam erat harapan kelak anakku bisa sembuh dan melewati semua cobaan ini.Namun, kendala biaya menjadi penghalang besar perjuangan anakku untuk sembuh. Suamiku belum mendapatkan pekerjaan lagi, dan penghasilanku sebagai buruh pabrik sangat terbatas. Aku pun sering tak bisa masuk kerja karena anakku selalu tak sanggup ditinggal. Saat ini anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, vitamin, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ukkasya tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ukkasya!
Dana terkumpul
Rp 12.517.500
1 hari lagi
Dari Rp 12.000.000
Donasi
Keagamaan
Al Qur’an Braille untuk Teman Tunanetra di Indonesia
Jumlah penyandang tunanetra di Indonesia masih cukup banyak. Data Sensus Ekonomi Indonesia tahun 2018 mengungkapkan 14% dari jumlah total total populasi Indonesia atau sekitar 4,2 juta adalah penyandang tunanetra. Apabila ditarik lagi dari data tersebut, Menurut data Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia, mayoritas tunanetra muslim di Indonesia masih buta aksara Al Qur'an. Salah satu penyebabnya adalah karena mahalnya harga Al Qur'an Braille di Indonesia yang bisa mencapai jutaan rupiah.Hingga saat ini, baru sekitar 20.000 Al Qur'an Braille yang sudah disebar ke berbagai daerah di Indonesia. Padahal, kebutuhan Al Qur'an Braille di seluruh Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 2 jutaan. (Sumber: Panti Sosial Bina Netra (PSBN), 2019).Melihat masalah tersebut, Komunitas We Love Others berusaha untuk memfasilitasi pemberian Al Qur'an Braille untuk para penyandang tunanetra di Indonesia yang memiliki hak yang sama untuk dapat membaca bahkan menghafalkan Al Qur'an. Untuk tahap pertama, jangkauan pemberian Al Qur'an Braille ditujukan kepada para penyandang tunanetra yaitu siswa dan pengajar Al Qur’an di daerah Lumajang, Jember, dan Magetan (Jawa Timur). Kemudian pembagian akan semakin luas jangkauannya ke penerima manfaat di seluruh Indonesia. TemanBaik, yuk dukung program pemberian Al Qur'an Braille bagi teman-teman tunanetra di Indonesia yang digagas Komunitas We Love Others dengan cara:Klik “Donasi Sekarang”.Isi nominal donasiBoleh memilih donasi lewat mana saja, bisa dengan OVO, DANA, LinkAja, ShopeePay, GoPay, Sakuku, BRI E-Pay dan BCA Klik-Pay. Bisa juga lewat transfer antarbank (BRI, Mandiri, BCA, BNI).
Dana terkumpul
Rp 4.944.015
12 hari lagi
Dari Rp 165.000.000
Donasi