Panggilan Mendesak

camp
Kesehatan

Ayahku Dibacok Orang Tak Dikenal! Tangan dan Kepalanya Luka Parah

“Ayahku dibacok orang tak dikenal! Akibat penganiayaan itu, beliau mengalami luka parah pada tangan dan kepalanya. Namun, di tengah rasa sakitnya, ayahku mengatakan, ‘tangan yang luka ini harus bisa dipakai lagi, biar bisa bekerja lagi.’ Kata-kata itu seperti menamparku, tak sedikitpun ayah menyerah pada nasib”“Justru aku khawatir, karena dokter bilang Ayah bisa cacat permanen jika pengobatannya terhenti. Sementara aku terkendala biaya karena proses pengobatannya cukup panjang. Tuhan, Ayahku adalah orang baik, beri kami jalan untuk menyelamatkannya..” -Imafatun Khasanah, anak Bapak Sukarno-Kejadian mencekam itu terjadi pada 21 Juli 2025, sekitar pukul 01.00 dini hari. Ayahku, Sukarno (49 thn), sedang mengecek blower yang tiba-tiba mati di kandang ayam yang lokasinya gelap dan jauh dari pemukiman.Kemudian Ayah menemukan kabel blower sudah dipotong oleh seseorang. Penasaran, Ayah pun langsung mendekati orang tersebut untuk memastikan. Tapi tak disangka, Ayah langsung dibacok secara membabi buta oleh orang tak dikenal itu.Dalam kondisi tak berdaya dan hampir pingsan, Ayah berupaya menelepon ke bos kandang ayam dan keluarga. Namun, bantuan baru datang 1 jam kemudian, karena sudah tengah malam dan lokasinya jauh. Selama 1 jam itu, ayahku hanya bisa pasrah dan berdoa sambil menahan sakit.Air mata keluargaku tak berhenti mengalir melihat kondisi ayah saat itu. Apalagi dokter mengatakan otot dan tendon pergelangan tangan ayah putus, 5 tulang jarinya patah, ligamen pergelangan tangannya robek, otot jari tangannya putus, luka terbuka di kepala dan lengan.Saat kami tiba di rumah sakit, air mata kami tak berhenti jatuh. Dokter mengatakan bahwa otot dan tendon pergelangan tangan Ayah putus, lima tulang jarinya patah, ligamen pergelangan tangan robek, otot jari putus, serta luka terbuka di kepala dan lengan.Kini, tangan Ayah mengalami gangguan gerak dan nyeri hebat! Ia mencoba menggerakkan jarinya, terlihat jelas rasa sakit yang tak tertahankan di wajahnya. Tapi Ayah selalu berupaya sembuh, beliau selalu berupaya menggerakkan tangannya agar tidak kaku.Perlahan, dengan keteguhan dan doa, Ayah sudah mulai makan sendiri, meski dengan bersusah payah. Namun, Ayah belum bisa kembali bekerja di kandang ayam seperti dulu, dan belum bisa beraktivitas menggunakan kekuatan tangan.Melihat kondisi Ayah tentu sangat berat bagi keluargaku, tapi kami masih bersyukur ayah masih diberikan keselamatan. Aku juga belajar tentang arti bertahan, apalagi setiap kali Ayah mulai menggerakkan tangannya, rasanya seperti menyaksikan keajaiban kecil.Ayah masih harus terus di bawah pengawasan dokter, namun keluargaku terkendala biaya untuk pengobatannya. Ayah masih harus kontrol ke dokter, makan makanan bernutrisi untuk perbaikan tulangnya, obat yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Sukarno tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Sukarno!
Dana terkumpul Rp 3.861.001
3 hari lagi Dari Rp 3.000.000
Donasi
camp
Hewan

54 Ekor Anjing di Hello Dogs Bali Perlu Perhatian Kita Semua!

“Aku pernah menemukan seekor anjing malang dengan kondisi tanpa rahang bawah dan tanpa mata. Ia kesulitan untuk makan, tubuhnya ringkih, bahkan Ia menabrak apapun yang ada di hadapannya karena tak mampu melihat arah. Tapi Ia tetap terus berjuang dan bertahan hidup.”“Sejak saat itu aku percaya, setiap anjing terlantar juga berhak merasakan hidup yang layak, tanpa rasa lapar dan takut. Namun kenyataannya, merawat anjing liar bukanlah hal mudah. Jumlah mereka terus bertambah, mereka membutuhkan makan setiap hari, obat, vaksin dan biaya perawatan yang terus meningkat…”Perkenalkan, aku I Ketut Suarnata, pengurus shelter hewan Hello Dogs, yang berlokasi di kawasan Jalan Permata, Mumbul, Benoa, Badung Bali. Shelter ini telah menjadi rumah bagi 54 ekor anjing terlantar. Di sini, mereka tidak hanya diberi makan, tapi juga diperlakukan layaknya keluarga sendiri.Awalnya, aku tak pernah menyangka hidupku akan begitu dekat dengan anjing. Bermula ketika aku yang saat itu telah menikah sekitar 5 tahun, tapi tak kunjung dikaruniai buah hati. Hingga rekan kerjaku menyarankan agar aku memelihara anjing dahulu, untuk membuat rumah semakin hangat. Anjing pertamaku datang dalam kondisi mengenaskan, kulitnya rusak dan hampir tak ada harapan. Tapi aku merawatnya dengan penuh kasih, setiap hari kuberi obat hingga Ia jadi anjing yang cantik. Sejak itu, setiap aku melihat anjing yang terlantar, aku berpikir mereka bisa cantik kembali jika disayangi.Sejak itu, aku mulai menolong anjing sakit yang aku temui di jalanan sepi, tumpukan sampah, pasar, hingga kuburan. Banyak dari mereka datang dengan luka parah, bahkan ada yang matanya lepas karena diserang anjing lain.Lama-kelamaan, aku pun jadi menyayangi anjing terlantar ini dan tak tega untuk mengembalikannya ke jalanan. Aku sudah berupaya mencarikan rumah, tapi tak ada yang mengadopsi anjing tersebut. Akhirnya, aku memutuskan untuk menampung anjing terlantar ini.Saat ini, anjing yang berada di shelter 80% dalam kondisi sehat. Namun, kebutuhan anabul terus meningkat, apalagi istriku baru saja lahiran. Pekerjaanku sehari-hari pengemudi mobil online, segala kebutuhan anjing biasanya dari gajiku selama ini.Kadang ada donatur atau influencer yang membantu, tapi tidak selalu. Sementara anjing di shelter saat ini masih membutuhkan biaya untuk makan, membeli vitamin, obat-obatan, vaksin dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, yuk bantu anjing terlantar di Hello Dogs Bali agar bisa hidup dengan layak dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 7.597.051
12 hari lagi Dari Rp 21.360.000
Donasi
camp
Kesehatan

Kisah Pilu Driver Ojol Sembuh dari Penyakit Jantung

“Penyakit jantung suamiku semakin parah! Sejak itu, aku tak punya pilihan selain  aku menggantikannya jadi tulang punggung keluarga. Dengan langkah penuh harap, aku mengetuk pintu tiap rumah tetangga, menawarkan jasa cuci dan gosok baju.”“Tak hanya itu, bahkan, ketika mataku menangkap tumpukan rongsongkan di jalan, aku melihatnya seperti harapan. Aku akan mengumpulkan dan menjualnya, semua demi kesembuhan suami dan anakku bisa makan.” -Siti Fatonah, Istri Syamsul-Suamiku, Syamsul Fuad (41 thn), baru mengetahui bahwa dirinya sakit jantung bawaan lahir saat berusia  26 tahun. Meski harus rutin pengobatan selama 14 tahun, tapi ia tetap berjuang dan perlahan bangkit berupaya hidup normal. Bahkan, Ia bekerja sebagai tukang ojek online.Namun, takdir kembali menguji. Suatu hari, setelah seharian mengantarkan penumpang ke berbagai titik demi kami sekeluarga bisa makan hari itu, akhirnya tubuhnya tak sanggup lagi. Ia pulang mengeluhkan nyeri luar biasa di sekitaran jantungnya, napasnya sesak, dan tubuhnya panas dingin. Dokter menyampaikan hal yang mengguncang, suamiku harus operasi ke Jakarta. Cobaan ini bergitu berat, kami tak punya uang banyak untuk ke Jakarta. Akhirnya semua harta kai jual, bahkan, motor yang digunakan sebagai sumber penghasilan juga terpaksa dijual.Syukurlah, keluarga dan teman-teman sesama ojek menyisihkan rezeki untuk membantu suamiku operasi di Jakarta. Sayangnya, pengobatan masih panjang dan biayanya terus membengkak. Sementara aku tidak bisa bekerja demi mendampingi suami berobat.  Saat ini suamiku sangat membutuhkan biaya transportasi dari Lampung ke Jakarta untuk kontrol rutin, biaya tempat tinggal selama di Jakarta, makan, obat yang tidak dicover BPJS dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, mari bantu Syamsul untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 4.008.000
4 hari lagi Dari Rp 23.600.000
Donasi

Pilihan Campaign