Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Kejang Hingga 18 Kali Sehari, Gafi Harus Minum Obat Seumur Hidup
“Dalam sehari, aku bisa menyaksikan anakku kejang hingga 15-18 kali. Tubuhnya sampai lemas tak berdaya setelahnya, sementara batinku juga tersiksa karena biaya membeli obatnya tak selalu ada.”“Apalagi saat anakku dirawat di rumah sakit, suamiku akan bekerja dari pagi hingga malam mengojek demi sebuah harapan yang tinggi. Sedangkan aku membuat dagangan yang dititipkan ke warung-warung untuk dapat biaya tambahan. Kami lelah, tapi tak pernah menyerah demi anak.” -Desi Mahalia, Orang tua Gafi-Saat pertama kali anakku, Gafi Hadaya Tedesya (3 thn), dirawat di rumah sakit akibat kejang 2 jam tanpa henti, kondisi justru teru memburuk. Ketakutanku memuncak, ketika suamiku panik dan membawa paksa anak keluar rumah sakit usai suster mengatakan ada pasien tak tertolong akibat kasus serupa.Dengan tubuh gemetar, aku menggendong anakku di atas motor menyusuri jalan mencari rumah sakit lain. Seminggu anakku tak sadarkan diri, Ia mendapatkan perawatan intensif. Hingga akhirnya Ia membuka mata, aku terasa seperti bisa bernapas kembali.Meski diperbolehkan pulang, anakku tidak merespon. Ia tak bisa mendengar, tak bisa makan tanpa bantuan selang yang masuk lewat hidungnya. Dokter mendiagnosa anakku epilepsi dan hidrosefalus, bagai kenyataan pahit yang menghantam hatiku.Kini, Ghafi harus fisioterapi agar tubuhnya tidak kaku dan bisa mengejar ketertinggalannya anak seusianya. Namun, ongkosnya cukup berat, apalagi harus membeli obat dan vitamin yang tidak dicover BPJS untuk membantu pertumbuhannya.Di tengah semua ini, anak kami yang lain justru divonis TB Paru, aku dan suami semakin kewalahan. Suami mencari tambahan dengan memperbaiki barang-barang rusak, tapi itu masih belum cukup. Akhirnya kami terpaksa meminjam dana sana-sini untuk menutupi pengobatan anak. Kami berharap Gafi bisa terus mendapatkan pengobatan yang layak.#TemanBaik, mari bantu Gafi untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 9.326.000
5 hari lagi
Dari Rp 20.892.000
Donasi
Pendidikan
Sempat Juara Kelas! Bantu Anak Penjual Kacang Goreng Melanjutkan Sekolah Agar Bisa Jadi Dokter
“Aku ingin jadi dokter, karena aku sempat melihat adikku sakit. Aku jadi ingin menyembuhkan orang sakit. Aku sangat semangat belajar dan sekolah, serta ke masjid untuk mengaji,” ungkap Najwa.Hai Kak!Perkenalkan namaku Najwa Nur Fazila (9 tahun), aku merupakan murid kelas 3 di SD 47 Parit Panjang, Lubuk Basung, Sumatera Barat. Oh ya, baru-baru ini aku baru saja membuat bangga ibuku loh. Aku juara 3 pada semester 1 kali ini.Aku memang punya semangat belajar dan sekolah yang sangat tinggi supaya bisa mewujudkan cita-citaku. Sebagai anak pertama dari 3 bersaudara, aku selalu ingin jadi panutan bagi adik-adikku. Tentu saja keberhasilan yang baru saja kuraih tak lepas dari peran orang tuaku yang selalu berdoa agar bisa jadi anak yang pintar.Makanya selain pintar di sekolah, aku juga paling rajin membantu ibu. Walau aku masih kecil, tapi aku sudah bisa bantu ibu menyapu, mencuci piring dan membantu ibu di rumah. Orang tuaku selalu berupaya agar aku bisa terus sekolah. Ibuku bekerja sebagai penjual kacang goreng di warung dan ayah sambungku kerja serabutan yang penghasilannya tak menentu. Selain itu orang tuaku akan bekerja apapun agar bisa membelikanku buku, baju sekolah, dan jajan. Ibuku bilang aku harus semangat dan rajin sekolah meski kami sekarang hidup kekurangan. Saat ini juga orang tuaku sedang kesulitan membiayaiku sekolah.Tapi harapanku dan ibuku agar aku bisa sekolah ke jenjang yang lebih tinggi sangatlah besar. Aku ingin jadi orang sukses hingga bisa membahagiakan orang tuaku dan adik-adikku kelak.#TemanBaik, mari bantu Najwa agar bisa sekolah lebih tinggi dan melanjutkan prestasi yang telah diraihnya saat ini dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 3.338.778
13 hari lagi
Dari Rp 20.000.000
Donasi
Pendidikan
Wujudkan Pendidikan untuk Masyarakat Pedalaman Papua
Kami dari organisasi We Love Others (WLO) saat ini bergerak untuk membantu anak-anak dan adik-adik di pedalaman Papua agar bisa mengeyam pendidikan yang layak dengan peralatan sekolah yang maksimal, terutama buku tulis/bacaan, alat tulis, alas kaki, dll.Keterbatasan ekonomi memaksa mereka untuk berhenti sekolah karena tidak mampu membeli beragam kebutuhan untuk sekolah. Jika kondisi itu berlanjut, mereka nantinya akan sulit mendapatkan pekerjaan sehingga melestarikan jerat kemiskinan dan kebodohan.Uluran tangan dari #TemanBaik akan sangat berarti bagi mereka. Sedikit bantuan yang kita kumpulkan dan salurkan untuk kebutuhan sekolah akan membuat mereka tersenyum bahagia. Menumbuhkan semangat mereka untuk belajar sekalipun harus berjalan kaki jauh di perbukitan yang sering kali kurang bersahabat.Yuk, kita sisihkan rezeki kita untuk memberikan berkah bagi mereka yang kekurangan. Mereka adalah generasi muda yang menjadi harapan orangtua, masyarakat, bangsa dan negara untuk memajukan Papua.
Dana terkumpul
Rp 27.721.252
8 hari lagi
Dari Rp 200.000.000
Donasi