Panggilan Mendesak

camp
Anak

Berbagai Penyakit dan Gizi Buruk Mengintai Queenzha, Ia Harus Operasi

Di usianya yang masih 2 tahun, Queenzha Elshanum Maizurra menanggung diagnosa:Hisprung, penyempitan antara usus dan anus.Virus Toxoplasma, virus yang bisa menyebabkan infeksi pada tubuh.Mikrosefali, pengecilan otak bawaan dari infeksi virus Toxoplasma.Skoliosis, yaitu pembengkokan tulang belakang 52 derajat.Pergeseran tulang panggul kiri dan kanan.Gangguan pendengaran sebelah kanan 90 dB tidak terdeteksi dengan tes bera.Gangguan penglihatan kedua mata di titik tengah retina, kata dokter menyisakan bekas luka infeksi akibat dari infeksi virus Toxoplasma.Kedua kaki yang belum bisa bergerak aktif.Keterlambatan tumbuh kembang.Aku Liza Pimi (32 thn), Ibu dari Queenzha. Sejak lahir, perut anakku sudah membengkak dan napasnya sesak akibat penyakit hisprung. Ia harus menajalani operasi, ususnya harus dipotong hingga 7 cm dan Ia harus BAB melalui perutnya yang dilubangi sementara. Setiap tangisnya selepas operasi seperti torehan luka di hatiku. Namun siapa sangka, justru tangisan itulah yang akhirnya kurindukan. Setelah operasi, anakku kehilangan suara akibat mengalami kelemahan otot. Rumah menjadi sunyi yang begitu pilu. Anakku sudah melewati banyak tindakan medis, mulai dari biopsi, periksa mata dalam bius, EEG, endoskopi dan lainnya. Rasanya terlalu banyak untuk anak sekecil dia. Namun, yang aku syukuri adalah suara anakku mulai terdengar kembali meski belum bisa berbicara.Hanya berbaring saja yang bisa dilakukan anakku, kakinya belum bisa bergerak. Ia mengalami gizi buruk yang berakibat tidak bisa operasi lanjutan penutupan lubang di perutnya, karena berat badannya tak mencukupi. Rasanya aku gagal dan merasa bersalah, karena tidak bisa memberi nutrisi yang cukup.Sementara itu, aku terlilit hutang karena biaya pengobatan anak sangat besar, apalagi aku harus  membawanya berobat dari Bengkulu ke Jakarta. Suamiku hanyalah buruh harian lepas yang penghasilannya tak menentu, bekerja dari pagi hingga malam, bahkan menjadi tukang parkir jika perlu.Ada hari di mana kami hanya bisa menatap alat medis dan susu dari balik etalase, tak mampu membelinya. Aku sudah berupaya menjual kendaraan juga, tapi pengobatan tak bisa berhenti. Anakku juga masih membutuhkan biaya untuk kontrol rutin ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, membeli alat-alat terapi untuk tumbuh kembangnya, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, mari bantu Queenzha untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 4.705.000
8 hari lagi Dari Rp 34.769.000
Donasi
camp
Anak

Menderita Beberapa Kelainan Otak, Adiva Hanya Bisa Terbaring Lemah

“Di usianya yang baru 18 bulan, anak saya sudah menjalani operasi buka ubun-ubun. Sampai sekarang usianya sudah 3 tahun, anak saya belum bisa apa-apa, selain tiduran dan belajar tengkurap.” -Eliana Aprilia Saraswati, Ibunda Adiva-Semua bermula ketika anak saya, Adiva Arsyila Savina (3 thn), sering menangis tidak wajar saat usianya 3 minggu. Tanpa kenal waktu ia terus menangis pagi, siang, malam, seperti kesakitan. Matanya juga mengarah ke atas, badannya kaku, kaki bengkok, dan tangannya mengepal.Setelah diperiksa, dokter bilang anak saya hanya sakit perut kembung. Tapi anehnya anak saya masih menangis tanpa henti meski sudah minum obat. Hingga usianya 3 bulan, tumbuh kembang Adiva terhambat, mata dan pendengarannya juga tidak merespon.  Saya yang semakin curiga pun kembali membawanya periksa, ternyata dokter menemukan ubun-ubun Adiva sudah tertutup (craniosynostosis) hingga membuat otaknya tidak berkembang. Selain itu anak saya juga didiagnosa cerebral palsy (lumpuh otak) dan mikrosefali (lingkar kepalanya kecil).  Setelah menjalani operasi, saya sempat mengira itu merupakan awal kesembuhan anak saya. Kenyataannya saat usia 2 tahun, Adiva mendadak sering kejang dan dokter mendiagnosa anak saya juga sakit epilepsi.Kondisinya anak saya saat ini suka tantrum kalau sedang menangis, sehingga ia mencakar muka, telinga, menjambak rambutnya, dan memukul kepalanya. Biasanya akan saya bedong supaya anak saya tidak menyakiti dirinya sendiri. Anak saya masih harus kontrol rutin ke rumah sakit.Namun saya terkendala biaya pengobatan anak. Saya hanya ibu rumah tangga dan suami saya merupakan pengemudi ojek online yang penghasilannya tidak menentu. Saya sangat berharap Adiva sembuh dan perjuangan saya demi kesehatan anak berbuah manis.#TemanBaik, mari bantu Adiva agar bisa perlahan sembuh dari penyakitnya dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 38.763.004
8 hari lagi Dari Rp 45.875.000
Donasi
camp
Anak

Wajahnya Dipenuhi Selang! Febrian Harus Operasi Bedah Jantung di Jakarta

“Wajah mungil anakku kini dipenuhi selang dan alat medis! Setiap kali aku menatapnya, dadaku sesak. Ia bahkan sulit menggerakkan kepalanya, karena hampir seluruh wajahnya tertutup alat-alat yang membantu napasnya tetap berjalan.”“Seharusnya Ia sedang belajar tersenyum, bukan berjuang untuk bernapas. Aku hanya bisa berdoa sambil memeluk harapan yang sama kuatnya seperti perjuangannya untuk tetap terus hidup.” -Hanif Fahtul, Orang tua Febrian-Sejak hari pertama saya, Febrian Ananda Putra (10 bln),  hadir ke dunia, Ia sudah menanggung ujian besar. Ia mengalami sakit jantung bawaan lahir. Kini usianya baru 7 bulan, dan kami harus bolak-balik berobat ke RS Pusat Jantung Harapan Kita, Jakarta.Penyakit ini baru kami ketahui saat usianya 2,5 bulan, ketika ia dibawa imunisasi. Saat itu napasnya terlihat jauh lebih cepat dari bayi lain. Wajahnya pucat, lalu perlahan tangan, kaki, dan bibirnya mulai membiru. Hati saya seakan runtuh melihat kondisi itu.Dokter menjelaskan bahwa penyakit jantung itu membuat pembuluh darah anak saya tertukar, darah kotor dan darah bersih mengalir terbalik. Sejak lahir tubuh kecilnya berjuang tanpa henti. Penanganan awal berupa operasi BAS sudah dilakukan, namun itu belum cukup.Anak saya masih membutuhkan satu kali operasi bedah jantung besar agar bisa bertahan dan tumbuh seperti anak-anak lainnya. Namun, saat ini kondisinya kembali menurun. Sudah tiga hari Ia demam, tubuhnya sering membiru, dan Ia tidak kuat beraktivitas sedikit pun. Kelelahan kecil saja bisa sangat berbahaya baginya.Saya berharap anak saya mendapat kesempatan untuk hidup lebih lama, bernapas tanpa rasa sesak, dan merasakan masa depan yang layak Ia miliki. Tapi biaya pengobatan yang sering tidak bisa aku sanggupi, bahkan untuk sekedar transportasi dari Pacitan ke rumah sakit di Jakarta, obat yang tidak dicover BPJS dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Febrian tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Febrian!
Dana terkumpul Rp 795.000
9 hari lagi Dari Rp 2.000.000
Donasi

Pilihan Campaign