Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Derita Kelainan Jantung, Kondisi Anak Petani Kopi Ini Tak Stabil dan Sering Drop
Galang (2 tahun) merupakan anak petani kopi yang sudah sejak lahir berjuang sembuh dari penyakit kelainan jantung bawaan.Seperti penderita lainnya, Galang jadi mudah lelah dan pertumbuhannya pun terhambat. Galang sempat dilarikan ke RSUD Dr. H. Abdul Moeloek di Bandar Lampung karena kondisinya tersebut.Meskipun sejak lahir sudah menderita kelainan jantung, namun Galang masih dalam perawatan dan pengobatan. Saat ini kondisi saturasi oksigennya sering turun dan tidak stabil di RS Harapan Kita.Anak petani kopi ini akan mengalami dehidrasi berat serta drop apabila tidak segera ditangani. Berbagai upaya dilakukan orang tua demi bisa menyelamatkan Galang. Walaupun dengan biaya seadanya untuk tinggal di Jakarta.TemanBaik, Galang terbaring lemah di RS Harapan Kita. Ia akan menjalani operasi BCPS. Orang tua berharap kesembuhan Galang agar mereka bisa segera pulang ke daerah mengingat kebutuhan mereka sangat banyak selama berada di Jakarta.Maukah TemanBaik membantu mereka? Ada biaya kos, kebutuhan operasional dan obat-obatan di luar BPJS yang harus mereka penuhi.Bantuan TemanBaik dapat disalurkan dengan cara klik Donasi Sekarang
Dana terkumpul
Rp 18.908.000
6 hari lagi
Dari Rp 36.000.000
Donasi
Kesehatan
Leher Nida Menonjol Akibat Tumor Ganas, Menoleh pun Tak Bisa!
“Sembilan tahun aku hidup dengan tumor ganas di leherku! Masa remajaku yang seharusnya indah dan penuh keceriaan, harus kulewati dengan rasa sakit. Ada hariku hanya bisa menunduk, cukup minder karena kondisiku berbeda, leherku bengkak sebelah.”“Dokter bilang aku harus kemoterapi dan radioterapi. Namun, Ibuku yang bekerja hanya sebagai penyapu jalan, tampak lemas ketika mendengar pengobatan cukup besar. Sementara itu, nyawaku bisa terancam jika aku tak pengobatan.”Perkenalkan, Aku Nida Alya Nur (24 thn). Penyakit ini mulai menghantui hidupku sejak aku masih 17 tahun. Awalnya hanya nyeri dan pegal di sekujur tubuh yang aku dianggap biasa. Namun lama-kelamaan rasa sakit itu makin menjadi hingga leherku terasa seperti tertusuk.Orang tuaku langsung membawaku ke rumah sakit karena aku terus menangis kesakitan. Setelah pemeriksaan, aku didiagnosa tumor ganas! Ibuku nyaris pingsan mendengar kabar itu. Aku berasal dari keluarga sederhana, untuk memenuhi biaya pengobatanku, rasanya jauh sekali dari kata mungkin. Sejak itu, hari-hariku dipenuhi obat-obatan dan perjalanan bolak-balik ke rumah sakit. Selebihnya, aku lebih sering terbaring di kamar karena tubuhku sangat lemah. Seluruh badanku masih terasa sakit, terutama bagian leher. Bahkan berjalan agak jauh saja membuatku sesak napas.Aku harus segera menjalani operasi. Sedangkan untuk ke rumah sakit saja aku butuh biaya besar, karena menempuh perjalanan dari Subang, Jawa Barat, ke Jakarta. Belum lagi, untuk obat-obatan yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya. Ibuku berusaha sekuat tenaga. Ia mencari pekerjaan tambahan, berdagang kecil-kecilan kebutuhan sehari-hari dari pagi hingga malam. Tapi hasilnya tetap belum mampu menutupi seluruh biaya pengobatanku, hanya cukup untuk kebutuhan harian kami.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Nida tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Nida!
Dana terkumpul
Rp 7.295.005
3 hari lagi
Dari Rp 10.950.000
Donasi
Anak
Nyawa Rizky Terancam Akibat Infeksi Paru-paru!
“Anakku kini berjuang melawan infeksi paru-paru! Salah satu penyakit yang menyebabkan kematian utama pada anak di bawah usia 5 tahun. Ketakutan menggerayangiku di setiap tarikan napasnya. Sementara biaya pengobatan terus membayang sebagai beban yang berat.”“Tanpa sadar, aku jadi sering melamun memikirkan nasib anakku hingga aku kehilangan fokus. Bahkan, pernah kakiku terlindas ban mobil karena pikiranku sepenuhnya tertuju padanya. Namun, perlahan aku mencoba menerima keadaan, dan bertekad melakukan yang terbaik untuk anakku.” -Yanti Mardiana, Orang tua Rizky-Anakku, Rizky Moch Ramdan (1 thn), mengalami bronkopneumonia! Setiap napasnya terasa seolah Ia sedang tenggelam, hingga Ia harus berjuang keras untuk sekedar meraih udara. Dadanya naik turun dengan susah payah, disertai batuk yang menyakitkan.Tak jarang anakku menangis, seolah ingin mengadukan kesulitan yang Ia rasakan. Alat bantu napas menjadi sandarannya untuk terus bertahan hidup. Sementara aku selalu berusaha menguatkan diri, meski setiap hari menitikkan air mata melihat anakku yang tidak bisa hidup tenang.Sudah 7 bulan lamanya penyakit ini ada di tubuh anakku. Berat badannya menurun drastis, nafsu makannya hilang karena ia kesulitan minum susu sambil bernapas. Ia sering rewel, menangis saat beraktivitas, dan tak tahan terhadap udara dingin.Perjalanan pengobatannya masih panjang, sementara kemampuan keuanganku sangat terbatas. Suamiku bekerja sebagai kuli bangunan dengan upah sekitar Rp70 ribu per hari, itu pun sering terhenti karena harus mengantar Rizky berobat ke rumah sakit.Seluruh harta berharga yang kami miliki telah dijual demi pengobatan anak kami. Saat ini, anakku masih membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, pembelian alat bantu napas atau nebulizer, obat-obatan yang tidak ditanggung BPJS, serta kebutuhan medis lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Rizky tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Rizky!
Dana terkumpul
Rp 10.118.500
3 hari lagi
Dari Rp 10.133.000
Donasi