Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Operasi Jantung Tertunda, Surya Masih Berjuang Menambah Berat Badan
“Suamiku bahkan rela menjadi tukang kerok dadakan bagi para tetangga, hanya demi mendapatkan sedikit uang tambahan untuk biaya pengobatan anak kami. Begitulah kami berjuang demi anak, dengan cara apa pun yang bisa kami lakukan.”“Pernah pula aku menahan lapar sampai tubuh gemetar, uang terakhir tersisa Rp20 ribu, dan digunakan untuk membayar materai ambulan yang membawa anak kami ke rumah sakit. Namun, setelah itu aku muntah-muntah karena sudah terlalu mual. Dalam pikiranku saat itu, asal anakku selamat, aku rela menanggung apapun…” -Endang Sri, Orang tua Surya-Hari-hari sempat aku lalui hanya dengan bengong dan memberontak. Hatiku hancur ketika anakku, Surya Jakarta Piningit (6 bln), didiagnosa jantung bocor. Aku selalu menyalahkan diri sendiri, bahkan bertengkar dengan suami karena sulit menerima kenyataan pahit ini.Setiap hari aku juga menangis, melihat anakku batuk sampai muntah-muntah. Hingga suatu hari, dalam kondisi mental tertekan, aku bertemu dengan ibu-ibu lain yang juga berjuang demi kesembuhan anak di rumah sakit. Melihat semangat mereka, pandanganku mulai berubah.Perlahan, sambil menatap anakku, aku mencoba menumbuhkan kembali semangatku. Dalam isak tangis, aku berbisik lirih, “Ayo, Nak, kita berjuang sama-sama, ya.” Ajaibnya, saat itu anakku tersenyum dan menyentuh pipiku, seolah sedang mengusap air mataku. Detik itu juga, tujuan hidupku hanya untuk kesembuhan anak. Kondisi anakku saat ini sangat kurus akibat muntah dan BAB. Ia juga kerap sesak napas hingga harus menggunakan alat bantu oksigen.Tapi terkadang, ada momen kecil yang membuat anakku bahagia, ketika ia tampak aktif, berusaha tengkurap, dan membalikkan badan.Anakku harus menjalani operasi, tapi berat badannya masih kurang. Sementara aku tidak punya biaya untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Suamiku bekerja sebagai menghitung dan mengemas benang di konveksi, penghasilannya terbatas untuk sehari-hari.Sedangkan aku dulunya bekerja sebagai tukang urut, tapi sudah berhenti karena fokus merawat anak. Sesekali, aku masih membantu mengerok punggung ibu-ibu pasien di rumah sakit demi mendapat sedikit uang tambahan.Aku dan suami sudah berupaya menghemat, makan juga sering sebungkus berdua. Tapi itupun aku masih kesulitan untuk memenuhi ongkos untuk bolak-balik ke rumah sakit, obat dan alat medis yang tidak dicover BPJS, membeli tabung oksigen, susu, dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Surya tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Surya!
Dana terkumpul
Rp 25.423.004
5 hari lagi
Dari Rp 19.289.000
Donasi
Anak
Derita Kelainan Jantung, Kondisi Anak Petani Kopi Ini Tak Stabil dan Sering Drop
Galang (2 tahun) merupakan anak petani kopi yang sudah sejak lahir berjuang sembuh dari penyakit kelainan jantung bawaan.Seperti penderita lainnya, Galang jadi mudah lelah dan pertumbuhannya pun terhambat. Galang sempat dilarikan ke RSUD Dr. H. Abdul Moeloek di Bandar Lampung karena kondisinya tersebut.Meskipun sejak lahir sudah menderita kelainan jantung, namun Galang masih dalam perawatan dan pengobatan. Saat ini kondisi saturasi oksigennya sering turun dan tidak stabil di RS Harapan Kita.Anak petani kopi ini akan mengalami dehidrasi berat serta drop apabila tidak segera ditangani. Berbagai upaya dilakukan orang tua demi bisa menyelamatkan Galang. Walaupun dengan biaya seadanya untuk tinggal di Jakarta.TemanBaik, Galang terbaring lemah di RS Harapan Kita. Ia akan menjalani operasi BCPS. Orang tua berharap kesembuhan Galang agar mereka bisa segera pulang ke daerah mengingat kebutuhan mereka sangat banyak selama berada di Jakarta.Maukah TemanBaik membantu mereka? Ada biaya kos, kebutuhan operasional dan obat-obatan di luar BPJS yang harus mereka penuhi.Bantuan TemanBaik dapat disalurkan dengan cara klik Donasi Sekarang
Dana terkumpul
Rp 16.864.000
8 hari lagi
Dari Rp 36.000.000
Donasi
Hewan
54 Ekor Anjing di Hello Dogs Bali Perlu Perhatian Kita Semua!
“Aku pernah menemukan seekor anjing malang dengan kondisi tanpa rahang bawah dan tanpa mata. Ia kesulitan untuk makan, tubuhnya ringkih, bahkan Ia menabrak apapun yang ada di hadapannya karena tak mampu melihat arah. Tapi Ia tetap terus berjuang dan bertahan hidup.”“Sejak saat itu aku percaya, setiap anjing terlantar juga berhak merasakan hidup yang layak, tanpa rasa lapar dan takut. Namun kenyataannya, merawat anjing liar bukanlah hal mudah. Jumlah mereka terus bertambah, mereka membutuhkan makan setiap hari, obat, vaksin dan biaya perawatan yang terus meningkat…”Perkenalkan, aku I Ketut Suarnata, pengurus shelter hewan Hello Dogs, yang berlokasi di kawasan Jalan Permata, Mumbul, Benoa, Badung Bali. Shelter ini telah menjadi rumah bagi 54 ekor anjing terlantar. Di sini, mereka tidak hanya diberi makan, tapi juga diperlakukan layaknya keluarga sendiri.Awalnya, aku tak pernah menyangka hidupku akan begitu dekat dengan anjing. Bermula ketika aku yang saat itu telah menikah sekitar 5 tahun, tapi tak kunjung dikaruniai buah hati. Hingga rekan kerjaku menyarankan agar aku memelihara anjing dahulu, untuk membuat rumah semakin hangat. Anjing pertamaku datang dalam kondisi mengenaskan, kulitnya rusak dan hampir tak ada harapan. Tapi aku merawatnya dengan penuh kasih, setiap hari kuberi obat hingga Ia jadi anjing yang cantik. Sejak itu, setiap aku melihat anjing yang terlantar, aku berpikir mereka bisa cantik kembali jika disayangi.Sejak itu, aku mulai menolong anjing sakit yang aku temui di jalanan sepi, tumpukan sampah, pasar, hingga kuburan. Banyak dari mereka datang dengan luka parah, bahkan ada yang matanya lepas karena diserang anjing lain.Lama-kelamaan, aku pun jadi menyayangi anjing terlantar ini dan tak tega untuk mengembalikannya ke jalanan. Aku sudah berupaya mencarikan rumah, tapi tak ada yang mengadopsi anjing tersebut. Akhirnya, aku memutuskan untuk menampung anjing terlantar ini.Saat ini, anjing yang berada di shelter 80% dalam kondisi sehat. Namun, kebutuhan anabul terus meningkat, apalagi istriku baru saja lahiran. Pekerjaanku sehari-hari pengemudi mobil online, segala kebutuhan anjing biasanya dari gajiku selama ini.Kadang ada donatur atau influencer yang membantu, tapi tidak selalu. Sementara anjing di shelter saat ini masih membutuhkan biaya untuk makan, membeli vitamin, obat-obatan, vaksin dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, yuk bantu anjing terlantar di Hello Dogs Bali agar bisa hidup dengan layak dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 8.122.051
11 hari lagi
Dari Rp 21.360.000
Donasi