Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
4 Kali Operasi Otak dalam 2 Tahun, TB Meningitis Hingga Hidrosefalus Menyerang Nabila
Sakit sekali ya Nak, kamu harus menjalani 4 kali operasi dalam kurun waktu 2 tahun? Kamu pasti bingung dan tak nyaman dengan semua selang yang menempel di kepalamu. Hati Ibu hancur setiap kali melihat tatapanmu yang sayu, seolah memohon pertolongan.Ibu ingin mencari pekerjaan agar bisa terus membiayai pengobatanmu, tapi siapa yang akan merawatmu? Penghasilan Ayah sebagai kuli bangunan sering kali membuat kami tersendat-sendat, untuk membayar harga kesembuhanmu. -Santi Wulandari, Orang tua Nabila-Anakku koma selama sebulan! Demam tinggi disertai kejang berulang saat usianya 2 tahun itu ternyata menjadi awal penderitaan anakku, Nabila Putri Arisanti (4 thn). Dokter mendiagnosanya mengalami TB Meningitis (Infeksi selaput otak), kejang, penumpukan cairan di otak, cerebral palsy (kerusakan otak). Bertubi-tubi penyakit menyerang otaknya, hingga akhirnya kesadaran anakku perlahan menurun, ia harus mengandalkan selang yang ditancapkan di hidungnya. Ia tak mengerti perintah dan belum bisa bicara, hanya rintihan dan tangisan yang Ia lakukan untuk mengungkapkan segala penderitaannya. Seolah belum cukup, penglihatannya juga perlahan menghilang. Betapa Ibu ingin menghapus semua rasa sakitmu, tapi Ibu hanya bisa memandangmu dan berdoa.Meskipun dokter berkata harapan Nabila untuk sembuh sangat kecil, tapi anakku kuat dan bisa bertahan hingga sekarang. Harapan sekecil apapun itu selalu tertanam di hatiku untuk kesembuhannya, karena awalnya Nabila memang anak yang sehat.Namun, harapanku yang besar untuk kesembuhan anakku bertabrakan dengan kenyataan pahit. Aku kesulitan biaya untuk pengobatannya yang panjang, untuk membawanya ke rumah sakit dari Bogor dan ke Jakarta saja butuh biaya besar. Belum lagi, masih ada obat yang tidak dicover BPJS, susu dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, mari bantu Nabila untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 18.039.003
8 hari lagi
Dari Rp 18.370.000
Donasi
Anak
Lambungnya Terancam Bolong! Anak Tukang Ojek Berjuang dari Berbagai Penyakit
“Dokter mengatakan lambung anakku terancam bolong jika pengobatannya terhenti! Cairan asam lambung yang terus meningkat, dikhawatirkan menetes ke usus dan menggerogoti tubuh kecilnya. Jika itu terjadi, Ia juga bisa kehilangan nyawanya.”“Aku terpaku, tak mampu berkata apa pun melihat kondisi anakku yang memprihatinkan. Tubuhnya lemas dan kurus, sampai tulangnya kian menonjol dari balik kulitnya. Sementara aku kesulitan biaya untuk melanjutkan pengobatannya…” -Dian Rustami, Orang tua Salman-Muhammad Salman Alfarizi (10 bln) tidak tumbuh seperti anak-anak lain ketika usianya menginjak 6 bulan. Saat kusuapkan makanan, Ia sama sekali tidak mau membuka mulutnya. Awalnya, aku hanya mengira Ia sedang tumbuh gigi. Namun setelah bertemu dokter, kenyataan pahit justru menamparku.Ada benjolan di belakang telinga anakku! Setelah diperiksa lebih lanjut, anakku dinyatakan positif TB Paru. Sejak itu, kondisi anakku semakin drop dan sering keluar masuk rumah sakit. Bahkan, Ia nyaris kehilangan nyawanya akibat sesak napas hebat.Seiring berjalannya waktu, penyakit anakku justru bertambah. Anakku divonis gizi buruk karena tubuhnya yang lemah selalu disertai demam, muntah, dan dehidrasi. Ia harus makan dan minum melalui selang NGT yang dimasukkan dari hidungnya, karena setiap makanan yang masuk selalu Ia tolak.Cobaan tak berhenti di situ, setelah dipasang NGT, muntahnya justru semakin parah. Aku sempat memberinya susu alergi, berharap ada perubahan. Tapi anakku tetap tersiksa oleh muntah yang tak kunjung reda.Setelah kembali periksa ke rumah sakit, anakku membawa diagnosa baru, yaitu gerd akut, kelainan lubang kencing (hipospadia), hingga amandel. Tuhan, masih pantaskah tubuh sekecil itu menanggung beban sebanyak ini? Ia terlihat begitu kelelahan, Ia masih menanti mukjizat-Mu. Tidur anakku tak pernah tenang sampai matanya sayu. Ia sering terbangun karena muntah atau perut yang bergejolak. Dalam sebulan, Ia bisa 12 kali periksa ke dokter. Namun, Ia masih menunjukkan semangatnya untuk terus hidup melalui senyuman mungilnya.Anakku harus menjalani operasi, namun biaya menjadi kendala besarku. Motor, emas, dan barang berharga lainnya sudah habis dijual untuk pengobatan anak selama ini. Suamiku hanyalah pengemudi ojek online. Meski Ia sudah bekerja dari gelap pagi ketemu gelap malam, penghasilannya tetap tak menutupi biaya pengobatan anakku.Saat ini, anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi bolak-balik ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, susu khusus, dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Salman tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Salman!
Dana terkumpul
Rp 27.650.501
2 hari lagi
Dari Rp 27.350.000
Donasi
Anak
Tumor Ganas Menggerogoti Perut Nadia, Perutnya Terus Membengkak!
“Penyakit langka membuat perut anakku, Nadia Syafira (1 thn), terus membengkak! Awalnya kukira hanya kembung biasa, tapi kian hari perutnya semakin membesar dan menakutkan.”“Nadia mulai kehilangan selera makan, hingga tiba-tiba aku mendapati ada benjolan di sisi kiri perutnya. Saat aku bawa periksa ke rumah sakit, dokter mengatakan ada tumor ganas yang berasal dari sel benih menggerogoti perut anakku! Hatiku hancur hancur berkeping-keping.” -Sri Ayu, Orang tua Nadia-Belum selesai hatiku terguncang menerima vonis penyakit anakku, dokter menyampaikan Nadia harus secepatnya dioperasi. Namun, operasi tersebut hanya bisa dilakukan di rumah sakit luar kota. Aku membisu, aku harus cari biaya kemana?Suamiku baru saja habis masa kontrak kerjanya, kami tidak ada pemasukan uang sepeserpun. Ada rasa nyeri menembus hatiku, kenapa ujian hidupku terlalu berat begini? Tapi menyerah juga aku tidak sanggup, karena aku tidak mau kehilangan putriku tercinta.Aku pun menjual emas yang aku punya, dan nekat membawa anakku pengobatan ke luar kota. Namun, perjalanan itu seperti ujian yang tak kunjung selesai. Dua hari berturut-turut aku datang ke rumah sakit, mengantri berjam-jam, tapi hanya diberitahu bahwa dokternya tak datang.Setelah itu, ketika aku mengambil antrian operasi, ternyata jadwalnya harus menunggu hingga 2 bulan. Hatiku terasa seperti dihantam, Ibu mana yang tidak sakit hatinya, menyaksikan perut anaknya terus menonjol oleh tumor sambil menunggu? Akhirnya aku mencari cara agar anakku dirujuk ke rumah sakit lain. Syukurlah, perjuanganku menunjukkan titik terang. Setelah pindah rumah sakit, Nadia langsung dijadwalkan operasi! Saat ini anakku sedang dalam masa pemulihan. Perlahan senyumnya kembali, ia mulai cerewet dan ceria lagi. Namun, terkadang Ia bisa tiba-tiba murung dan menangis, mungkin karena sakit yang masih datang sesekali. Ia juga sudah mulai bisa berjalan, walau kadang-kadang terjatuh.Namun, kelegaanku itu belum sepenuhnya. Dokter mengatakan sisa tumor anakku masih ada, sehingga pengobatannya masih panjang. Sementara itu, aku terkendala biaya untuk melanjutkan pengobatannya, apalagi tiap bulan harus konsultasi ke rumah sakit di luar kota.Selain transportasi, anakku juga membutuhkan biaya obat yang tidak ditanggung BPJS, susu, dan kebutuhan lainnya. Suamiku berupaya siang dan malam mengerjakan apapun ikut keluarga. Namun, upahnya juga tidak seberapa, itu pun pas-pasan untuk kebutuhan sehari-hari. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Nadia tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Nadia!
Dana terkumpul
Rp 8.481.501
3 hari lagi
Dari Rp 8.268.000
Donasi