Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Kemanusiaan
Membangun Kemandirian, Pemberdayaan Wanita Disabilitas melalui Pelatihan Menjahit
Sebagai wujud nyata kasih yang tidak berhenti pada kata-kata, GKI Pondok Indah bersama para jemaat tergerak untuk menghadirkan terang harapan bagi mereka yang berjuang dalam keterbatasan. Program bantuan ini ditujukan bagi Yayasan Irma Agusti, lembaga yang membantu pemberdayaan perempuan disabilitas dan masyarakat rentan agar lebih mandiri. Kasih dihadirkan dalam tindakan nyata,yang memulihkan, menguatkan, dan menghidupkan kembali semangat hidup.Program ini difokuskan untuk pengembangan pelatihan menjahit bagi para penerima manfaat di bawah binaan Yayasan Irma Agusti. Bantuan ini akan digunakan untuk penyediaan peralatan menjahit, bahan praktik, serta dukungan operasional kegiatan pelatihan.Inisiatif ini lebih dari sekadar bantuan materi, tapi juga wujud kasih yang memberi ruang bagi setiap individu untuk bangkit, belajar, dan menemukan kembali makna hidup melalui karya tangan mereka sendiri.Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi, membuka peluang usaha mandiri, serta menapaki jalan menuju kehidupan yang lebih sejahtera. Bagi jemaat GKI Pondok Indah, program ini juga menjadi ajakan untuk menumbuhkan semangat kepedulian sosial, bahwa setiap bentuk kasih yang diberikan, sekecil apapun, dapat menjadi berkat yang mengubah kehidupan sesama.Lebih dari itu, inisiatif ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong kolaborasi dan pemberdayaan berkelanjutan antara gereja, lembaga sosial, dan komunitas lokal. Karena kasih sejati adalah ketika kita berjalan bersama, saling menopang, dan menghadirkan keadilan sosial yang memberi ruang bagi semua untuk bertumbuh.#TemanBaik, Rp100 ribu kita bisa menyalakan harapan dan masa depan yang lebih cerah bagi sesama. Yuk klik Donasi Sekarang di bawah ini untuk ikut berpartisipasi!
Dana terkumpul
Rp 35.981.000
10 hari lagi
Dari Rp 120.000.000
Donasi
Anak
Derita yang Datang Dua Kali, Kanker Payudara Ganas Istriku Kambuh Lagi
“Payudara istriku mengeluarkan nanah dan bau busuk yang menyengat! Dokter mendiagnosa istriku terkena kanker payudara ganas. Suasana hati kami tak karuan saat itu, sambil menangis istriku berbisik, ‘aku titipkan anak-anak padamu Pak.’”“Kini, aku tidak tahu harus bergantung kemana akibat terkendala biaya. Bahkan, aku membawa istri kontrol rutin dengan menumpang angkutan umum yang searah rumah sakit. Anak-anak kami ikut merasakan beratnya perjuangan ini, yang paling kecil terpaksa dititipkan ke tetangga karena aku fokus merawat istri..” -Leonardus, Suami dari Romayana-Semua bermula dari benjolan kecil yang muncul di ketiak kiri istriku, Romayana H Sinaga (44 thn). Awalnya kami tidak menganggap serius benjolan itu, ‘ah, paling hanya masuk angin saja bengkaknya.’ Tapi dalam dua bulan, benjolan itu makin membesar.Berat badan istriku juga menurun drastis! Saat itu rasa cemas luar biasa menghantui setiap hari, apalagi ketika benjolan itu juga mulai mengelilingi payudara istri. Aku belum bisa membawa istri ke rumah sakit karena BPJS-nya menunggak dan anakku juga baru masuk sekolah.Disaat kami sudah pasrah, saat itu pertolongan datang dari keluarga dan saudara hingga aku bisa membawa istri untuk berobat. Tapi siapa sangka, dokter datang membawa kabar buruk penyakit kanker itu kepada istriku. Dunia kami seketika runtuh!Aku dan istri sempat linglung setelah mendengar diagnosa penyakit mematikan itu, apalagi kondisi ekonomi tidak memadai karena penghasilanku terbatas sebagai kuli. Tapi syukurlah, Tuhan masih menunjukkan banyak orang baik pada keluarga kami. Tak hanya keluarga, bahkan tetangga juga ikut patungan untuk pengobatan istriku. Aku juga terus memberi dukungan dan selalu menemani istri menjalani kemoterapi rutin. Dan ya, perlahan kondisi istriku membaik, Ia bisa melalui penderitaannya, Ia sembuh!Rasanya bahagia sekali perjuangan kami tak sia-sia. Namun, kelegaan itu ternyata hanya sebentar saja, sepuluh bulan kemudian, kanker itu datang lagi, dan kali ini jauh lebih ganas. Istriku sampai terkulai lemas di kasur akibat seluruh tubuhnya kaku, sebelah tangan istriku 3 kali lebih bengkak! Setiap malam, istriku akan menjerit dan meringis menahan nyeri luar biasa pada tangannya. Ia bahkan tidak bisa untuk sekedar bangun untuk buang air besar. Ia kembali menjalani rutinitas kemoterapi. kondisi ekonomi kami kembali terguncang, kondisi ini membuat semangat istriku untuk sembuh menjadi tidak stabil. Saat ini istriku membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, pampers dewasa, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ibu Romayana tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ibu Romayana!
Dana terkumpul
Rp 2.443.001
2 hari lagi
Dari Rp 14.859.000
Donasi
Anak
Nyawa Sarfaraz Bergantung Pada Transplantasi Hati
“Perut anak saya kian membesar hingga Ia tidak bisa duduk, Kondisinya saat ini memprihatinkan, sering diare berulang, demam, muntah darah, keluar darah dari hidung dan BAB darah. Nyawa anak saya bisa diselamatkan dengan transplantasi hati, tapi saya tidak ada biaya. Apalagi anak saat itu sempat kritis, keuangan sangat menipis selama anak pengobatan di Jakarta.” -Kardina Rafsayani, orang tua Sarfaraz-Awalnya saya tidak tahu jika ciri-ciri yang ditunjukkan anak saya, Sarfaraz Rafsa Utama (1 thn), merupakan sakit serius. Matanya terlihat kuning dan BAB-nya berwarna putih. Seperti anak mengalami dehidrasi.Namun setelah diperiksa, Sarfaraz menderita atresia bilier atau saluran empedunya bermasalah. Perutnya semakin membesar akibat cairan menumpuk di hati. Di dalam perutnya tersebut penuh kandungan racun yang tiap hari bisa bertambah dan membuat perutnya semakin membesar. Akhirnya kondisi tubuhnya semakin lemah membuatnya terpaksa harus terkulai lemah di rumah sakit.Akhirnya Sarfaraz dirujuk pengobatan ke Jakarta. Rasanya sedih, khawatir dan terpukul jadi satu, tapi saya harus kuat karena anak masih membutuhkan saya. Tanpa pikir panjang, saya menguras semua tabungan demi membawa anak pengobatan dari Kalimantan ke Jakarta.Sejauh ini Sarfaraz sudah mendapat tindakan biopsi dan masih harus kontrol rutin menjelang transplantasi hati. Tindakan ini harus dilakukan, sebab nyawa Sarfaraz jadi taruhannya. Saya yakin anak saya semangat sembuh, karena ketika sakitnya tidak kambuh, anak saya selalu ceria dan sering tersenyum kepada orang tuanya. Tapi saat ini saya kesulitan biaya, suami bekerja hanya sebagai karyawan swasta dan biaya pengobatan anak sangat besar.Saat ini saya membutuhkan biaya untuk operasi transplantasi hati anak, jika tak segera mendapatkan tersebut, racun yang ada di perutnya akan menyebar ke organ tubuhnya yang lain dan melemahkan fungsinya.#TemanBaik, mari selamatkan nyawa Sarfaraz agar bisa melakukan transplantasi hati dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 53.733.210
2 hari lagi
Dari Rp 150.000.000
Donasi