Panggilan Mendesak

camp
Pendidikan

Perjuangan Anak Tukang Ojek Menyelesaikan Pendidikan Demi Mimpi Jadi Content Creator

Di dalam hatinya, Aisa menyimpan mimpi besar, yaitu menjadi seorang content creator profesional yang mampu berkarya dan memberikan dampak positif bagi banyak orang. Ia terus belajar, mengikuti perkembangan dunia digital, dan mengasah kemampuan kreatifnya, meski sering kali harus berjalan tanpa kepastian finansial yang cukup.Saat ini, Aisya Cahya Nurlita (20 thn) sedang menjalani hari-harinya sebagai mahasiswa Akutansi di Universitas Dian Nusantara. Di tengah perjuangannya mengejar mimpi untuk menyelesaikan kuliah, Ia juga dibayang-bayangi beratnya biaya sekolah.Kondisi keuangan keluarganya tidak mudah. Di sela waktu luangnya, Aisya berupaya mencari pekerjaan agar dapat memenuhi kebutuhan hidup dan biaya kuliahnya. Ayahnya merupakan pengemudi ojek yang penghasilannya tidak tetap, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sulit.Namun di tengah keterbatasan itu, kedua orang tuanya tidak pernah berhenti memberikan dukungan. Mereka selalu berkata dengan penuh harap, “Mama dan Bapak ingin melihat kamu menjadi sarjana dan sukses di masa depan.”Ada satu hal yang selalu melekat kuat di pikiran Aisya, yang tak pernah benar-benar bisa Ia lupakan. Ibunya pernah mengambil pekerjaan sebagai buruh cuci baju meski sedang sakit, semua hanya demi mendapatkan nafkah tambahan agar Aisya bisa terus bersekolah dan melanjutkan pendidikannya.Kini, di tengah keterbatasan dan keraguan yang kadang datang dari lingkungan, Aisa memilih untuk tetap bertahan. Ia tidak ingin menyerah, karena di setiap langkahnya ada harapan orang tua yang terus ia jaga.Aisya hanya ingin lulus kuliah, menjadi pribadi yang mandiri, sukses, dan kelak mampu mengangkat derajat keluarga. Ia juga berharap dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anaknya nanti, tanpa kekurangan, tanpa hinaan, dan tanpa rasa takut akan masa depan.Namun, saat ini Ia terkendala biaya kuliah semester dan perlengkapan untuk belajar. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Aisya tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Aisya! 
Dana terkumpul Rp 175.000
15 hari lagi Dari Rp 5.925.000
Donasi
camp
Anak

Bertaruh Harapan ke Jakarta, Demi Jantung Kecil Naziya yang Terus Berjuang

“Tanpa kepastian biaya hidup, aku membawa anakku berobat ke Jakarta dengan bermodal keberanian dan harapan. Namun, ujian kembali menghempasku. Siapa sangka, ditengah perjuangan itu, tiba-tiba aku mengalami sakit pada organ hati!”“Namun, dibalik semua kesulitan pasti ada kemudahan. Syukurlah Tuhan masih memberi kekuatan dan kesembuhan agar saya bisa kembali berjuang untuk anakku. Hanya satu hal yang membuatku tetap bertahan, keinginan untuk melihat anakku tumbuh sehat, bermain, dan menikmati masa kecilnya seperti anak-anak lainnya.” -Verawati, Orang tua Naziya-Duniaku terasa berhenti sejenak di hari kelahiran anakku, Naziya Chaerunnisa Kanza (1 thn). Tiba-tiba saja dokter datang dengan wajah serius dan mengatakan anakku mengalami kelainan jantung bawaan. Perasaan bersalah langsung menyergapku, apalagi karena ku melahirkannya secara prematur di usia kandungan 8 bulan.Tidak ada yang lebih menyakitkan, selain melihat anakku harus berjuang untuk tetap hidup. Sekedar bernapas saja, Ia terengah-engah. Tubuhnya tampak lemah dan mungil karena susah naik berat badan. Belum lagi, wajahnya akan berubah warna kebiruan setiap sakitnya kambuh.Anakku harus menjalani pengobatan dari Medan ke Jakarta.Perjalanan ini bukan hanya soal jarak, tetapi juga tentang tenaga, waktu dan biaya yang terus aku usahakan meski dengan segala keterbatasan. Aku akhirnya berhutang dan menjual barang yang bisa dijual agar anakku bisa terus berobat. Hingga saat ini, anakku sudah menjalani 2 kali kateterisasi jantung, CT scan, rontgen hingga echo jantung. Saat ini, anakku masih menanti tindakan lanjutan dari dokter. Aku yakin, setiap pengobatan yang melelahkan ini, akan membawa anakku menuju kesembuhan yang aku impikan. Namun, pengobatannya masih panjang dan aku harus terus mengeluarkan biaya yang besar. Suamiku hanya bekerja sebagai pengemudi taksi online, penghasilannya tak menentu. Ia juga tidak bisa bekerja selama mendampingi anak kami berobat ke Jakarta.Anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp 100.000 saja, kita bisa jadi alasan Naziya tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Naziya!  
Dana terkumpul Rp 2.650.002
8 hari lagi Dari Rp 50.000.000
Donasi
camp
Kesehatan

Di Ambang Kematian karena Tumor di Jantung, Ibu Erni Tak Ingin Menyerah

“Dokter mendiagnosis aku mengidap tumor jantung jenis myxoma. Penyakit ini sangat berbahaya, jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan stroke atau bahkan kematian mendadak. Selain sesak napas berat, penyakit ini mebuatku sering muntah, jantung terasa sangat berat, serta dada terasa panas dan nyeri.” - Aku Erni Fitriani Lestari (46 thn)Tanpa aba-aba, penyakit ini tiba-tiba datang dan membuatku merasakan sesak napas hebat! Bahkan, aku sampai tak bisa beraktivitas sampai akhirnya harus rawat inap di rumah sakit selama satu minggu. Saat itu, belum ada kepastian perihal penyakit apa yang ada di dalam tubuhku.Setelah itu, aku menjalani pemeriksaan lanjutan. Saat itulah penyakit yang tak pernah terpikirkan olehku itu ternyata ada di dalam tubuhku. Dokter menyatakan ada tumor dalam jantungku, kini penyakit itu sudah mengganas hingga menutup katup jantungku. Duniaku rasanya runtuh seketika! Hari demi hari, kondisiku kian memburuk. Aku sering tiba-tiba drop hingga bolak-balik dilarikan ke ICU rumah sakit. Tubuhku mulai membengkak karena terlalu banyak cairan obat yang masuk. Sayangnya, obat itu pun bukan untuk membuatku sembuh, tapi untuk meredakan nyeri dari sakitku.Satu-satunya cara untukku terus bisa bertahan hidup adalah dengan operasi, karena ukuran tumor itu terus membesar dan sangat berbahaya. Namun, tindakan itu hanya bisa dilakukan di Jakarta. Kondisi keuanganku yang terbatas, membuatku menjual aset apapun yang aku punya.Akhirnya aku pergi dari kampung halaman di Kalimantan ke Jakarta. Aku sudah menjalani operasi bedah jantung dan pembukaan tulang rusuk untuk pengangkatan tumor. Syukurlah, operasi itu berjalan lancar meski aku sempat drop dua kali hingga harus masuk ICU rumah sakit.Perjuanganku belum selesai, aku masih dalam masa pemulihan dan masih harus menjalani kontrol rutin setiap minggu. Masalah biaya lagi-lagi menjadi kendala pengobatanku, apalagi biaya hidup di Jakarta sangat besar. Aku merupakan single parent, pekerjaanku ketika masih sehat adalah seorang terapis. Sejak sakit ini datang, seluruh aktivitas saya benar-benar berhenti termasuk bekerja. Setiap gerakan mempengaruhi detak jantung dan membuat sesak semakin parah. Saat ini, aku ingin sekali kondisiku segera membaik agar bisa kembali pada anak-anakku yang terpaksa aku tinggalkan di kampung halaman. Aku sangat membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Erni tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup  Erni!
Dana terkumpul Rp 4.028.005
11 hari lagi Dari Rp 31.422.800
Donasi

Pilihan Campaign