Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Anak Satpam Berjuang Sembuh dari Sakit Jantung
“Begitu anak saya dirujuk pengobatan ke Jakarta, sebagai ibu saya langsung sigap mencari bantuan biaya. Tapi sayangnya, meski saya sudah berhasil membawa anak ke Jakarta, Ia tak kunjung dapat penanganan karena harus menunggu antrian rumah sakit. Akhirnya saya hanya bisa menangis pasrah kehabisan biaya dan terpaksa bawa anak kembali pulang ke Jambi tanpa hasil.” -Desi Susanti, Orang Tua Aisyah-Pertumbuhan anak saya, Aisyah Zahrotusyita (4 thn), memang terhambat sejak kecil. Pihak bidan sempat menduga anak saya terkena stunting karena berat badan dan tinggi badannya tidak normal seperti anak seusianya. Sejak itu, saya selalu mengikuti acara stunting untuk mempelajari nutrisi yang cukup untuk anak saya.Namun, anak saya kian hari sering menangis rewel dan susah makan hingga kondisi kesehatannya menurun. Saya pun membawanya ke rumah sakit dan dokter mendiagnosa jantung anak saya sudah bengkak. Bahkan, anak saya sempat mengalami henti nafas.Jantung saya langsung berdegup kencang ketika mendengar anak didiagnosa penyakit mematikan. Saya ketakutan sampai menangis, terlebih ketika mengingat Ia mudah kelelahan padahal aktivitasnya minim. Bisa saja saat itu kondisinya beresiko terhadap hidupnya.Sejak itu anak saya harus menjalani pengobatan rutin hingga akhirnya dirujuk melanjutkan pengobatan di Jakarta. Saat itu saya bingung, penghasilan suami saya yang bekerja sebagai satpam tidak mencukupi untuk ongkos berobat anak dari Jambi ke Jakarta.Tapi saya tidak menyerah, apalagi ketika melihat anak saya yang semangat untuk sembuh. Anak saya sering bilang, ‘Adek Aisyah harus rajin berobat biar cepat sehat dan biar bisa main sama teman.’ Saya sendiri juga mengambil pekerjaan tambahan dengan mendagangkan produk di acara-acara untuk menambah biaya pengobatan anak. Walau sempat berhasil membawa anak ke Jakarta, tapi kendala biaya ini tidak berkesudahan karena proses pengobatan anak sangat panjang. Anak saya masih belum mendapatkan tindakan, sementara saya masih butuh biaya untuk transportasi ke Jakarta, sewa tempat tinggal selama di Jakarta, membeli obat yang tidak tercover BPJS, susu anak, dan kebutuhan anak lainnya.#TemanBaik, mari bantu Aisyah untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 28.451.001
9 hari lagi
Dari Rp 36.555.000
Donasi
Hewan
Tidak Ada Shelter Hewan, Mahasiswi ini Berjuang Selamatkan Kucing Terlantar
“Banyak kucing harus menanggung derita, hanya karena masuk ke rumah orang demi mencari sesuap makan. Ada yang diusir, bahkan ada yang disakiti. Makanya saya berinisiatif merawat kucing terlantar, mulai dari korban tabrak lari, malnutrisi, jamuran, hingga yang terjebak trauma.”“Anak-anak di sekitar rumah pun sering mengetuk pintu, membawa kucing korban kecelakaan, karena mereka tahu saya tak pernah menutup hati untuk hewan-hewan ini. Namun, semakin banyak kucing yang saya rawat, semakin berat pula beban biaya yang harus saya tanggung.”Saya Winda Sugiarti, seorang mahasiswi dan konten kreator khusus affiliate yang berjuang untuk kehidupan kucing terlantar. Sudah empat tahun hidup saya dipenuhi oleh suara meong yang meminta kasih sayang. Saat ini, ada sekitar 40 kucing terlantar yang saya tampung di rumah.Di daerah saya, Dusun Wangkal Ronyok, Langkaplancar, Pangandaran, tak ada satupun shelter kucing. Shelter terdekat berada di luar kota, terlalu jauh, butuh biaya dan waktu yang tak sanggup saya tempuh. Itulah mengapa kondisi kucing liar di sini begitu memprihatinkan.Sebagian besar dari mereka saya temukan dalam keadaan sakit. Saya hanya bisa memberikan obat seadanya yang ada di rumah, karena membawa mereka ke dokter hewan membutuhkan biaya yang tak mampu saya penuhi. Namun, keterbatasan itu membuat saya harus merelakan beberapa dari mereka wafat, pedih sekali hati saya. Setiap minggu, 20 kg dry food habis untuk mereka, ditambah 3 kg dry food per hari, dan anak-anak kucing memerlukan 1 dus wet food hanya untuk 3 hari. Biaya ini semakin sulit saya penuhi di tengah kondisi keuangan yang menipis. Kalau kepepet, saya mencoba menggalang dana lewat media sosial, namun hasilnya sering tak cukup.Saya bermimpi memiliki rumah khusus untuk mereka, mensterilkan agar tak ada lagi anak-anak kucing lahir dalam kesengsaraan, dan membuat hidup mereka layak serta sejahtera. Saya membutuhkan biaya untuk membeli dry food, wet food, vitamin kucing, obat cacing, pasir kucing dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, Rp100 ribu kita sangat berarti untuk kelangsungan hidup para kucing dan mengeluarkan mereka dari penderitaan. Yuk, klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 1.570.011
15 hari lagi
Dari Rp 1.500.000
Donasi
Anak
Jantung dan Paru Mengalami Kelainan. Sri Harus Operasi Segera
“Selain jantungnya bocor, anak kami harus bertahan hidup dengan satu paru-paru saja. Hidupnya sempat diprediksi tidak akan panjang. Susah payah kami perjuangkan untuk kesembuhan anak kami, ayahnya berdagang nasi goreng sampai subuh untuk kumpulkan biaya. Saat ini anak kami akan menjalani operasi jantung tahap akhir menuju kesembuhannya.” -Hadiyah, Orang tua Sri-Dokter sudah mencurigai anakku, Sri Haulia (6 thn), mengalami jantung bocor sejak dalam kandungan. Aku begitu gelisah hingga tiba setelah aku melahirkannya, pihak bidan meminta untuk membawa anakku periksa karena jantungnya sangat berisik.Selain itu, kondisi fisik anakku juga tampak berbeda, kedua tangannya tidak memiliki ibu jari dan tulang ekornya memanjang. Tapi yang paling membuat hatiku hancur adalah hasil pemeriksaan menunjukkan kebocoran jantungnya tidak sedikit dan paru-parunya tidak berkembang sebelah.Sejak itu aku harus melihat anakku tumbuh dengan kondisi sakit-sakitan, Ia sering sesak nafas, batuk, flu, bibir dan tubuhnya membiru. Tapi aku tidak menjadikan itu beban, anakku ini istimewa dan aku akan terus semangat untuk mendampinginya mendapatkan kesembuhan. Saat ini anakku sudah menjalani 2 kali operasi perbaikan jantungnya. Sudah 5 kali aku bolak-balik Jakarta untuk pengobatan anakku. Bahkan saat itu aku dalam kondisi mengandung anakku yang lain, pusing, mual, hingga badan terasa remuk akibat bawaan hamil aku tahan jika imbalannya kesembuhan anak.Kondisi anakku saat ini membaik meski kadang masih mengalami sesak dan tubuhnya membiru. Tidurnya juga gelisah karena sering batuk dan sulit bernafas. Tapi perjuangan anakku menuju kesembuhannya tinggal 1 langkah lagi, Ia akan menjalani operasi jantung tahap akhir di 2024 ini.Namun kondisi keuangan keluarga kami sudah sangat menipis. Penghasilan suamiku hanya Rp50 ribu perhari tidak menutupi untuk kembali operasi ke Jakarta. Selama ini aku sudah meminjam dana ke bank dan menjual barang berharga yang aku miliki. Anakku membutuhkan biaya untuk transportasi, obat yang tidak dicover BPJS, vitamin, nutrisi, dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, mari bantu Sri agar bisa menjalani operasi jantung tahap akhir di Jakarta dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 15.687.018
15 hari lagi
Dari Rp 50.000.000
Donasi