Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Kesehatan
Alami Autoimun yang Menyerang Saraf, Iqbal Sampai Tak Bisa Berjalan
“Aku sangat putus asa setiap kali hujan turun dengan deras, karena aku hanya mampu meringkuk di atas kasur sambil menahan sakit. Kakiku tak bisa berdiri lama akibat mengalami autoimun langka yang menyerang saraf dan menyebabkan kelemahan otot.”“Sementara itu, biaya menyewa mobil terasa sangat berat. Namun, tanpa pengobatan, aku bisa terancam lumpuh! Pada akhirnya, aku hanya bisa pasrah menanti keajaiban dan pertolongan dari situasiku yang tak berdaya ini.”Perkenalkan, aku Muhammad Iqbal (31 thn). Hidupku berubah sejak penyakit yang menggerogoti tubuhku ini muncul saat aku merantau dan bekerja di Malaysia. Awalnya tubuhku terasa lemas, pinggang dan pahaku sering nyeri, kaki sering kesemutan.Sempat aku mengira semua gejala sakit yang aku alami hanya kelelahan biasa. Namun hari demi hari, kondisiku semakin memburuk.Tiba-tiba kaki dan tubuhku kehilangan kekuatan! Sekedar berdiri saja, aku harus berjuang keras. Sedangkan berjalan jauh, sangat mustahil rasanya. Akhirnya aku berobat ke dokter, tapi kemampuan biayaku sangat terbatas di negara orang. Akhirnya, dengan hati yang berat, aku dipulangkan ke kampung halamanku di Aceh oleh Persatuan Anak Aceh di Malaysia,agar bisa melanjutkan pengobatan di tanah air.Sekarang aku sedang fokus menjalani terapi dan pengobatan rutin. Tapi penyakit ini sering kambuh, membuatku sulit untuk beraktivitas. Satu-satunya keinginanku adalah kembali sehat, agar bisa bekerja lagi, tapi biaya pengobatan membuatku kesulitan.Sebelumnya saya bekerja di tempat spa di Malaysia, selama ini pengobatanku dari tabungan hasil bekerja dan sudah habis hanya dengan beberapa bulan pengobatan. Sementara aku masih butuh biaya transportasi ke rumah sakit, membeli obat dan vitamin yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Iqbal tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Iqbal!
Dana terkumpul
Rp 870.001
12 hari lagi
Dari Rp 1.400.000
Donasi
Pendidikan
Hidup dengan Ayahnya yang Sakit-sakitan, Antonius Terancam Putus Sekolah!
“Sekolah terus, Nak, jangan pikirkan Bapak, suatu hari nanti hidupmu akan lebih baik.” Antonius Harefa (14 thn) terancam putus sekolah! Sejak ibunya meninggal, Ia hanya hidup berdua dengan ayahnya yang kini sakit-sakitan. Setiap hati Ayahnya harus membuat pilihan menyakitkan, antara membeli obat, atau membiayai uang sekolah Antonius yang lama menunggak.Tentu, beban hidup itu pernah sesekali mematahkan hati dan semangat Antonius. Bayangkan saja, Ia berangkat sekolah dengan seragam robek dan sepatu bolong. Belum lagi, Ia sangat malu karena tunggakan sekolahnya semakin menumpuk. Namun ia tetap datang, meski hatinya selalu dihantui rasa takut dipanggil pihak sekolah. Saat ini Antonius duduk di bangku kelas 3 SMP Swasta Rido Balaekha Cemerlang, Nias Selatan, Sumatera Utara. Setiap hari, berjalan kaki sejauh 3 kilometer untuk sampai ke sekolah. Bahkan, saat hujan deras pun, Ia terjang dengan sandal jepitnya yang sudah tipis, demi tidak menyia-nyiakan hari sekolahnya. Segala keterbatasannya tidak pernah membuat Antonius berhenti mencetak prestasi. Ia pernah juara 1 lomba solo vocal dan menjadi juara 2 membaca puisi. Di sekolah, ia dikenal sebagai anak yang jujur, rajin, dan selalu membantu teman-temannya yang kesulitan belajar.Sejak kecil, Antonius memang suka mengajari orang lain. Ia selalu mengingat pesan almarhum ibunya yang bermimpi melihat putranya menjadi seorang guru suatu hari nanti. Setiap kali ia membantu temannya memahami pelajaran, semangat itu seperti kembali hidup.Namun, kondisi penyakit Ayahnya semakin parah hingga tak bisa lagi bekerja. Dulu, ayahnya membanting tulang sebagai pencetak batu bata dan mencari tambahan dengan mengumpulkan biji pinang dari kebun untuk dijual. Kini, Ayahnya hanya mengandalkan uluran tangan tetangga untuk sekedar bertahan hidup. Sedangkan uang sekolah Antonius terus menumpuk, Ia juga butuh membeli peralatan untuk menunjangnya sekolah.#TemanBaik, Rp100 ribu kita bisa membantu Antonius untuk melanjutkan sekolah dan mengejar cita-citanya menjadi guru. Yuk, Klik Donasi Sekarang di bawah ini untuk membantu Antonius!
Dana terkumpul
Rp 2.012.001
9 hari lagi
Dari Rp 7.000.000
Donasi
Kesehatan
Pak Harsono Kehilangan Penglihatannya Setelah Bertahun-tahun Sakit Kepala Hebat!
“Sakit di kepalaku begitu hebat hingga aku sering membenturkan kepala ke tembok! Itulah upayaku untuk mengalihkan rasa nyeri kepalaku yang bagaikan ditonjok secara membabi-buta. Sembilan tahun lamanya aku mencoba bertahan dalam penderitaan ini.”“Semua berawal ketika aku bekerja di kebun kelapa sawit di Pulau Kalimantan. Aku berangkat dengan harapan bisa menafkahi keluarga. Namun, ternyata aku pulang dengan penyakit yang merenggut penglihatanku. Kini, dunia bagiku hanyalah kegelapan..” -Pak Harsono-Sejak 2017 lalu, Pak Harsono (50 thn) sudah mulai sering merasakan pusing ringan. Awalnya Ia tetap berusaha menahan sakit dan terus bekerja demi keluarga. Namun, seiring waktu, rasa pusing itu semakin parah hingga Ia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Sleman, Yogyakarta, untuk fokus pengobatan.Sayangnya, kepulangan itu justru menjadi awal dari ujian berat. Nyeri di kepalanya semakin menjadi-jadi. Bahkan, penglihatannya sedikit demi sedikit mulai menurun dan akhirnya Ia benar-benar tak bisa melihat. Tak hanya itu, Ia juga sering sesak napas disertai batuk berdahak yang tak kunjung sembuh. Hasil pemeriksaan dokter membuat hatinya hancur, Pak Harsono didiagnosa menderita Chronic Obstructive Pulmonary Disease (penyakit paru-paru kronis) yang sudah masuk tahap akut.Sejak saat itu, hidupnya berubah total. Ia tak lagi mampu bekerja, bahkan tak bisa melakukan aktivitas apapun. Di tengah kondisi yang kian melemah, sang istri memilih pergi meninggalkannya bersama dua anaknya. Kini, satu-satunya harapan dan tempat bersandarnya hanyalah sang kakak, yang dengan penuh kasih merawatnya meski hidup mereka pun pas-pasan. Ia sudah pasrah, setiap hari lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersujud dan berdoa di masjid, berharap ada keajaiban yang bisa memulihkan hidupnya.Saat ini, Pak Harsono sangat membutuhkan bantuan untuk biaya transportasi ke rumah sakit yang jaraknya 50 km, serta membeli vitamin dan obat-obatan yang tidak ditanggung oleh BPJS.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Pak Harsono tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Pak Harsono!
Dana terkumpul
Rp 1.098.000
5 hari lagi
Dari Rp 9.930.000
Donasi