Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Keagamaan
Atap Mushola Al Hidayah Hancur, Hujan Membasahi Tempat Sujud Kami
“Setiap kali hujan turun, hati para jamaah yang beribadah ikut diliputi rasa cemas. Bukan hanya karena derasnya hujan, tapi juga karena genteng mushola yang retak dan bisa runtuh kapan saja. Belum lagi air yang masuk melalui celah atap dan pintu mushola yang sejajar dengan jalanan, membuat lantai mushola akan tergenang!”“Namun, di tengah kekhawatiran itu, para jemaah tetap datang untuk beribadah. Mereka tetap menggelar sajadah di tempat yang lembab dan basah. Bukan karena tak peduli, tapi karena mereka benar-benar tak memiliki biaya untuk memperbaiki rumah Allah itu.”Sejak tahun 2017, Mushola Al Hidayah berdiri sederhana di Desa Teluk Jaya, Pakis Jaya, Karawang. Bangunannya lahir dari hasil swadaya masyarakat dan sumbangan orang-orang di jalanan, karena besar sekali kerinduan warga untuk memiliki tempat mereka bisa bersujud bersama.Kini, sekitar 50 jamaah masih setia beribadah di mushola kecil itu. Di sinilah mereka menunaikan salat berjamaah, mengikuti majelis ta’lim mingguan, membagikan zakat fitrah, hingga menyembelih hewan kurban setiap Idul Adha.Namun, bertahun-tahun berdiri, bangunan mushola juga termakan usia. Atap rapuh dan kayu penopangnya keropos, sementara warga sekitar yang mayoritas bekerja sebagai buruh tani kesulitan mengumpulkan biaya untuk merenovasi.Saat cuaca panas, suasana mushola terasa gerah dan pengap. Tapi ketika hujan turun, keadaannya jauh lebih memprihatinkan. Air mengalir dari celah genteng dan nyiprat masuk ke dalam mushola. Pengurus bahkan harus menutup bagian samping mushola dengan terpal seadanya, agar jamaah masih bisa beribadah tanpa basah kuyup.Meski begitu, semangat dan keikhlasan tak pernah padam. Karmin Abdurohim (42 tahun), sang pengurus mushola, setiap hari tetap menyapu, mengepel, dan menyemprotkan pewangi agar mushola tetap nyaman. Ia tak ingin para jamaah enggan datang hanya karena kondisi bangunan yang memprihatinkan.Bersama warga, Karmin berusaha keras mengumpulkan dana. Mereka menabung sedikit demi sedikit, mencari donasi di pinggir jalan, bahkan mengirim proposal ke kantor dan media sosial, namun hasilnya belum membuahkan harapan.Tak jarang, Karmin harus mengeluarkan uang pribadinya dari hasil berdagang dan mengajar di PAUD, sekadar untuk membayar token listrik, memperbaiki lampu, mesin air, atau pengeras suara. Semua dilakukan demi satu hal, agar rumah Allah ini tetap hidup dan menjadi tempat sujud yang hangat bagi semua jamaahnya.#TemanBaik, Rp100 ribu kita bisa membantu Jemaah Mushola Al Hidayah bisa tetap beribadah dengan tenang. Yuk, klik Donasi Sekarang di bawah ini untuk alurkan tanganmu!
Dana terkumpul
Rp 4.420.000
6 hari lagi
Dari Rp 51.250.000
Donasi
Kemanusiaan
Membangun Kemandirian, Pemberdayaan Wanita Disabilitas melalui Pelatihan Menjahit
Sebagai wujud nyata kasih yang tidak berhenti pada kata-kata, GKI Pondok Indah bersama para jemaat tergerak untuk menghadirkan terang harapan bagi mereka yang berjuang dalam keterbatasan. Program bantuan ini ditujukan bagi Yayasan Irma Agusti, lembaga yang membantu pemberdayaan perempuan disabilitas dan masyarakat rentan agar lebih mandiri. Kasih dihadirkan dalam tindakan nyata,yang memulihkan, menguatkan, dan menghidupkan kembali semangat hidup.Program ini difokuskan untuk pengembangan pelatihan menjahit bagi para penerima manfaat di bawah binaan Yayasan Irma Agusti. Bantuan ini akan digunakan untuk penyediaan peralatan menjahit, bahan praktik, serta dukungan operasional kegiatan pelatihan.Inisiatif ini lebih dari sekadar bantuan materi, tapi juga wujud kasih yang memberi ruang bagi setiap individu untuk bangkit, belajar, dan menemukan kembali makna hidup melalui karya tangan mereka sendiri.Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi, membuka peluang usaha mandiri, serta menapaki jalan menuju kehidupan yang lebih sejahtera. Bagi jemaat GKI Pondok Indah, program ini juga menjadi ajakan untuk menumbuhkan semangat kepedulian sosial, bahwa setiap bentuk kasih yang diberikan, sekecil apapun, dapat menjadi berkat yang mengubah kehidupan sesama.Lebih dari itu, inisiatif ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendorong kolaborasi dan pemberdayaan berkelanjutan antara gereja, lembaga sosial, dan komunitas lokal. Karena kasih sejati adalah ketika kita berjalan bersama, saling menopang, dan menghadirkan keadilan sosial yang memberi ruang bagi semua untuk bertumbuh.#TemanBaik, Rp100 ribu kita bisa menyalakan harapan dan masa depan yang lebih cerah bagi sesama. Yuk klik Donasi Sekarang di bawah ini untuk ikut berpartisipasi!
Dana terkumpul
Rp 37.331.003
8 hari lagi
Dari Rp 120.000.000
Donasi
Kesehatan
Pak Harsono Kehilangan Penglihatannya Setelah Bertahun-tahun Sakit Kepala Hebat!
“Sakit di kepalaku begitu hebat hingga aku sering membenturkan kepala ke tembok! Itulah upayaku untuk mengalihkan rasa nyeri kepalaku yang bagaikan ditonjok secara membabi-buta. Sembilan tahun lamanya aku mencoba bertahan dalam penderitaan ini.”“Semua berawal ketika aku bekerja di kebun kelapa sawit di Pulau Kalimantan. Aku berangkat dengan harapan bisa menafkahi keluarga. Namun, ternyata aku pulang dengan penyakit yang merenggut penglihatanku. Kini, dunia bagiku hanyalah kegelapan..” -Pak Harsono-Sejak 2017 lalu, Pak Harsono (50 thn) sudah mulai sering merasakan pusing ringan. Awalnya Ia tetap berusaha menahan sakit dan terus bekerja demi keluarga. Namun, seiring waktu, rasa pusing itu semakin parah hingga Ia memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Sleman, Yogyakarta, untuk fokus pengobatan.Sayangnya, kepulangan itu justru menjadi awal dari ujian berat. Nyeri di kepalanya semakin menjadi-jadi. Bahkan, penglihatannya sedikit demi sedikit mulai menurun dan akhirnya Ia benar-benar tak bisa melihat. Tak hanya itu, Ia juga sering sesak napas disertai batuk berdahak yang tak kunjung sembuh. Hasil pemeriksaan dokter membuat hatinya hancur, Pak Harsono didiagnosa menderita Chronic Obstructive Pulmonary Disease (penyakit paru-paru kronis) yang sudah masuk tahap akut.Sejak saat itu, hidupnya berubah total. Ia tak lagi mampu bekerja, bahkan tak bisa melakukan aktivitas apapun. Di tengah kondisi yang kian melemah, sang istri memilih pergi meninggalkannya bersama dua anaknya. Kini, satu-satunya harapan dan tempat bersandarnya hanyalah sang kakak, yang dengan penuh kasih merawatnya meski hidup mereka pun pas-pasan. Ia sudah pasrah, setiap hari lebih banyak menghabiskan waktu untuk bersujud dan berdoa di masjid, berharap ada keajaiban yang bisa memulihkan hidupnya.Saat ini, Pak Harsono sangat membutuhkan bantuan untuk biaya transportasi ke rumah sakit yang jaraknya 50 km, serta membeli vitamin dan obat-obatan yang tidak ditanggung oleh BPJS.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Pak Harsono tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Pak Harsono!
Dana terkumpul
Rp 908.000
9 hari lagi
Dari Rp 9.930.000
Donasi