Panggilan Mendesak

camp
Pendidikan

Sempat Juara Kelas! Bantu Anak Penjual Kacang Goreng Melanjutkan Sekolah Agar Bisa Jadi Dokter

“Aku ingin jadi dokter, karena aku sempat melihat adikku sakit. Aku jadi ingin menyembuhkan orang sakit. Aku sangat semangat belajar dan sekolah, serta ke masjid untuk mengaji,” ungkap Najwa.Hai Kak!Perkenalkan namaku Najwa Nur Fazila (9 tahun), aku merupakan murid kelas 3 di SD 47 Parit Panjang, Lubuk Basung, Sumatera Barat. Oh ya, baru-baru ini aku baru saja membuat bangga ibuku loh. Aku juara 3 pada semester 1 kali ini.Aku memang punya semangat belajar dan sekolah yang sangat tinggi supaya bisa mewujudkan cita-citaku. Sebagai anak  pertama dari 3 bersaudara, aku selalu ingin jadi panutan bagi adik-adikku. Tentu saja keberhasilan yang baru saja kuraih tak lepas dari peran orang tuaku yang selalu berdoa agar bisa jadi anak yang pintar.Makanya selain pintar di sekolah, aku juga paling rajin membantu ibu. Walau aku masih kecil, tapi aku sudah bisa bantu ibu menyapu, mencuci piring dan membantu ibu di rumah. Orang tuaku selalu berupaya agar aku bisa terus sekolah. Ibuku bekerja sebagai penjual kacang goreng di warung dan ayah sambungku kerja serabutan yang penghasilannya tak menentu. Selain itu orang tuaku akan bekerja apapun agar bisa membelikanku buku, baju sekolah, dan jajan. Ibuku bilang aku harus semangat dan rajin sekolah meski kami sekarang hidup kekurangan. Saat ini juga orang tuaku sedang kesulitan membiayaiku sekolah.Tapi harapanku dan ibuku agar aku bisa sekolah ke jenjang yang lebih tinggi sangatlah besar. Aku ingin jadi orang sukses hingga bisa membahagiakan orang tuaku dan adik-adikku kelak.#TemanBaik, mari bantu Najwa agar bisa sekolah lebih tinggi dan melanjutkan prestasi yang telah diraihnya saat ini dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 3.338.778
14 hari lagi Dari Rp 20.000.000
Donasi
camp
Anak

Sudah 6 kali Operasi! Alvarendra Alami Usus Buntu Hingga Paru-paru Tak Berkembang

“3 kali anakku harus dirawat inap, bahkan masuk PICU hingga 2 bulan! Kondisi kesehatanku juga sempat drop, karena emosi terkuras akibat ketakutan kehilangan anakku dan kelelahan fisik. Di saat terberat itu, suamiku justru memilih pergi, meninggalkan aku dan anak kami yang tengah berjuang melawan sakitnya.”“Untuk bertahan hidup, aku terpaksa mengandalkan uang pemberian dari Ibuku yang sudah renta. Aku juga mencoba mengais rezeki dengan berjualan minuman, tapi sering kali harus kutinggalkan karena harus mendampingi anakku.” -Novrida, orang tua Alvarendra-Alvarendra Arroyyan (2 thn), adalah penyejuk hatiku, buah hati yang seharusnya tumbuh dalam pelukan dan tawa. Namun, sejak masih dalam kandungan, hidupnya justru telah diuji. Ia mengalami usus buntu dan ketika lahir secara prematur, paru-parunya belum berkembang sempurna.Tak ada hangatnya rumah, tak ada pelukan dariku di awal hidupnya. Sejak lahir, anakku harus tinggal di rumah sakit. Enam bulan lamanya, hari-harinya dihabiskan di balik dinding ruang perawatan, menghirup aroma obat-obatan, jauh dari kasih sayang seorang ibu yang hanya bisa menatapnya dengan doa.Tubuh mungil anakku telah menanggung banyak luka. Enak kali operasi sudah Ia lalui, mulai dari tindakan mengeluarkan cairan yang terus menumpuk di paru-parunya hingga operasi pada ususnya. Tapi anakku luar biasa, Ia mampu bertahan dari semua rasa sakit yang tak bisa Ia ucapkan.Saat ini, kondisi anakku lebih banyak diam karena belum lancar berbicara. Namun,  setiap menjalani terapi motorik dan belajar berjalan, senyum cerianya selalu hadir, walau batuk-batuk masih datang karena masalah paru-parunya. Ia juga mengalami gizi buruk karena hanya mampu menerima asupan susuPengobatan harus terus dijalani, tapi aku mulai terhimpit oleh keterbatasan biaya. Dalam seminggu, bisa empat kali aku harus membawanya ke rumah sakit yang berjarak 30 menit dari rumah kami di Pulogadung, Jakarta Timur. Biaya transportasi menjadi beban berat bagiku yang tak memiliki penghasilan tetap. Belum lagi, ada juga obat yang tidak dicover BPJS, susu, dan kebutuhan lainnya untuk anakku.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Alvarendra tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Alvarendra!
Dana terkumpul Rp 10.459.000
9 hari lagi Dari Rp 10.440.000
Donasi
camp
Anak

Kejang Hingga 18 Kali Sehari, Gafi Harus Minum Obat Seumur Hidup

“Dalam sehari, aku bisa menyaksikan anakku kejang hingga 15-18 kali. Tubuhnya sampai lemas tak berdaya setelahnya, sementara batinku juga tersiksa karena biaya membeli obatnya tak selalu ada.”“Apalagi saat anakku dirawat di rumah sakit, suamiku akan bekerja dari pagi hingga malam mengojek demi sebuah harapan yang tinggi. Sedangkan aku membuat dagangan yang dititipkan ke warung-warung untuk dapat biaya tambahan. Kami lelah, tapi tak pernah menyerah demi anak.” -Desi Mahalia, Orang tua Gafi-Saat pertama kali anakku, Gafi Hadaya Tedesya (3 thn), dirawat di rumah sakit akibat kejang 2 jam tanpa henti, kondisi justru teru memburuk. Ketakutanku memuncak, ketika suamiku panik dan membawa paksa anak keluar rumah sakit usai suster mengatakan ada pasien tak tertolong akibat kasus serupa.Dengan tubuh gemetar, aku menggendong anakku di atas motor menyusuri jalan mencari rumah sakit lain. Seminggu anakku tak sadarkan diri, Ia mendapatkan perawatan intensif. Hingga akhirnya Ia membuka mata, aku terasa seperti bisa bernapas kembali.Meski diperbolehkan pulang, anakku tidak merespon. Ia tak bisa mendengar, tak bisa makan tanpa bantuan selang yang masuk lewat hidungnya. Dokter mendiagnosa anakku epilepsi dan hidrosefalus, bagai kenyataan pahit yang menghantam hatiku.Kini, Ghafi harus fisioterapi agar tubuhnya tidak kaku dan bisa mengejar ketertinggalannya anak seusianya. Namun, ongkosnya cukup berat, apalagi harus membeli obat dan vitamin yang tidak dicover BPJS untuk membantu pertumbuhannya.Di tengah semua ini, anak kami yang lain justru divonis TB Paru, aku dan suami semakin kewalahan. Suami mencari tambahan dengan memperbaiki barang-barang rusak, tapi itu masih belum cukup. Akhirnya kami terpaksa meminjam dana sana-sini untuk menutupi pengobatan anak. Kami berharap Gafi bisa terus mendapatkan pengobatan yang layak.#TemanBaik, mari bantu Gafi untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 9.306.000
6 hari lagi Dari Rp 20.892.000
Donasi

Pilihan Campaign