Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Terbaring Lemah Tak Berdaya, 7 Penyakit Mengintai Nyawa Anak Buruh Tani
Ada 7 penyakit serius yang mengintai nyawa anakku! Ia menderita jantung bocor, pneumonia, down syndrom, gerd, mikrosefali, bronkiolitis, dan laringomalasia.Biaya pengobatannya sangat besar bagiku yang bekerja hanya sebagai buruh tani yang harus menghidupi istri dan 4 anakku yang lain.Aku lebih banyak melihat Aimanzha Barrackzaugi (7 bln) menangis dan terbaring lemas sepanjang hidupnya. Tubuhnya sangat kurus, kesulitan bernapas akibat sakit paru-paru. Selang medis menempel di hidungnya demi membantunya bertahan hidup.Sejak lahir, masalah kesehatannya tak pernah berhenti. Ia tiba-tiba mengalami dehidrasi bahkan mimisan, tubuhnya juga berwarna kuning dan beberapa bagian tubuhnya berwarna biru.Namun, aku terkejut saat rumah sakit dekat rumahku di Lampung Selatan tidak bisa menangani anakku. Kemudian, anakku dirujuk ke rumah sakit di Bandar Lampung, dan hasil pemeriksaannya mengungkapkan kenyataan yang jauh lebih buruk dari yang kubayangkan. Ketika dokter memberitahuku bahwa anakku harus menjalani pengobatan ke Jakarta, duniaku seolah runtuh. Semua yang kumiliki, harta yang bekerja keras kudapatkan, aku jual demi mengantarkan anakku untuk mendapatkan pengobatan yang lebih baik.Akhirnya anakku sudah bisa menjalani kontrol rutin di Jakarta dan menunggu tindakan dari dokter. Biaya yang ditanggung sangat besar, seperti transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, sewa tempat tinggal dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, mari bantu Aimanzha untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 23.493.503
15 hari lagi
Dari Rp 24.642.000
Donasi
Kesehatan
Anak Kuli Bangunan Tak Ada Biaya untuk Operasi Jantung
Kirana (1 tahun) saya lahirkan di RS Hermina Pasteur Bandung. Sejak lahir ia memang sudah memiliki kelainan jantung bawaan. Posisi jantungnya berada di sebelah kanan, tentu ini bukan letak seharusnya jantung berada.Salurannya yang seharusnya ke jantung justru milik Kirana ke paru-paru yang mengakibatkan terjadinya komplikasi jantung. Tubuhnya membiru dan saturasinya di angka 60. Karena kondisi Kirana termasuk yang mengkhawatirkan, maka ia dirujuk ke RSCM untuk dapat menjalani operasi karena alat di rumah sakit sebelumnya kurang lengkap.Sampai saat ini, kami terus membawa Kirana berobat bolak-balik dari Bandung-Jakarta. Karena kami sebagai orang tua akan melakukan berbagai cara agar ia bisa sembuh. Sayangnya, sampai detik ini Kirana belum bisa dioperasi karena terkendala biaya.Jujur, saya tidak ingin kehilangan anak untuk kedua kalinya. Maka dari itu ikhtiar terus menerus dilakukan demi kesembuhan Kirana. Namun apa daya, ayahnya hanya bekerja sebagai kuli bangunan, penghasilannya cukup untuk kebutuhan sehari-hari saja.Kalau tak ada biaya, kami terpaksa tidak berangkat ke Jakarta, dan mau tidak mau echo CT Scan Kirana tertunda lagi yang bisa berakibat pada kondisi serta mundurnya jadwal operasi. Kami ingin Kirana bisa segera mendapatkan tindakan operasi karena kalau tidak ada tindakan medis maka pernapasannya akan terganggu.TemanBaik, kami membutuhkan bantuannya untuk biaya transportasi agar Kirana bisa berobat rutin ke RSCM serta kebutuhan dan operasional selama di sana.Kabar baiknya kami sudah mendapatkan titik terang dari pihak rumah sakit terkait penjadwalan operasi jantung Kirana. Hanya saja kami tak memiliki biaya untuk berangkat ke Jakarta.TemanBaik, maukah bantu Kirana agar bisa operasi jantung dan sembuh dari penyakitnya? Bantuan TemanBaik dapat disalurkan dengan cara klik Donasi Sekarang
Dana terkumpul
Rp 49.068.901
4 hari lagi
Dari Rp 48.000.000
Donasi
Anak
Kejang Hingga 18 Kali Sehari, Gafi Harus Minum Obat Seumur Hidup
“Dalam sehari, aku bisa menyaksikan anakku kejang hingga 15-18 kali. Tubuhnya sampai lemas tak berdaya setelahnya, sementara batinku juga tersiksa karena biaya membeli obatnya tak selalu ada.”“Apalagi saat anakku dirawat di rumah sakit, suamiku akan bekerja dari pagi hingga malam mengojek demi sebuah harapan yang tinggi. Sedangkan aku membuat dagangan yang dititipkan ke warung-warung untuk dapat biaya tambahan. Kami lelah, tapi tak pernah menyerah demi anak.” -Desi Mahalia, Orang tua Gafi-Saat pertama kali anakku, Gafi Hadaya Tedesya (3 thn), dirawat di rumah sakit akibat kejang 2 jam tanpa henti, kondisi justru teru memburuk. Ketakutanku memuncak, ketika suamiku panik dan membawa paksa anak keluar rumah sakit usai suster mengatakan ada pasien tak tertolong akibat kasus serupa.Dengan tubuh gemetar, aku menggendong anakku di atas motor menyusuri jalan mencari rumah sakit lain. Seminggu anakku tak sadarkan diri, Ia mendapatkan perawatan intensif. Hingga akhirnya Ia membuka mata, aku terasa seperti bisa bernapas kembali.Meski diperbolehkan pulang, anakku tidak merespon. Ia tak bisa mendengar, tak bisa makan tanpa bantuan selang yang masuk lewat hidungnya. Dokter mendiagnosa anakku epilepsi dan hidrosefalus, bagai kenyataan pahit yang menghantam hatiku.Kini, Ghafi harus fisioterapi agar tubuhnya tidak kaku dan bisa mengejar ketertinggalannya anak seusianya. Namun, ongkosnya cukup berat, apalagi harus membeli obat dan vitamin yang tidak dicover BPJS untuk membantu pertumbuhannya.Di tengah semua ini, anak kami yang lain justru divonis TB Paru, aku dan suami semakin kewalahan. Suami mencari tambahan dengan memperbaiki barang-barang rusak, tapi itu masih belum cukup. Akhirnya kami terpaksa meminjam dana sana-sini untuk menutupi pengobatan anak. Kami berharap Gafi bisa terus mendapatkan pengobatan yang layak.#TemanBaik, mari bantu Gafi untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 9.436.000
4 hari lagi
Dari Rp 20.892.000
Donasi