Panggilan Mendesak

camp
Anak

Alami Pembengkakan Otak, Erza Harus Pengobatan Rutin!

“Dulu anak saya begitu ceria dan bisa beraktivitas normal seperti anak lainnya. Hingga suatu hari Ia tiba-tiba hilang kesadaran dan mengalami koma. Saat sadar, Ia tidak lagi bisa berjalan maupun bicara. Hal yang semakin membuat saya lebih terpukul adalah anak saya tak lagi mengenali saya orang tuanya,” -Khadziquddin, Ayah Erza-Saat usianya 3 tahun, anak saya, Muhammad Erza Kevin Albiansyah (4 thn), tiba-tiba tak kunjung bangun dari tidurnya bahkan hingga sore hari, bahkan Erza mengalami kejang dan tak sadarkan diri.Setelah diperiksa, ternyata anak saya didiagnosa pembengkakan otak. Anak saya pun menjalani MRI hingga suntik tulang belakang, tapi belum dioperasi karena kejangnya berkurang dan bisa ditangani dengan obat.Saat ini kondisi anak saya tidak bisa merespon, tidak bisa bicara, tidak bisa jalan, tumbuh kembangnya terhambat, dan masih mengalami kejang. Bahkan untuk makan saja, anak saya harus dibantu selang yang dimasukkan ke hidungnya sebagai jalur makannya.Rasanya hancur dan sedih sekali, bahkan rasanya saya tidak memiliki perasaan senang lagi melihat kondisi anak saya. Tapi saya tidak putus asa untuk kesembuhan anak saya, setiap hari saya lebih giat bekerja. Saya juga rela cari pinjaman demi bawa anak saya berobat.Anak saya masih harus rutin kontrol tiap minggu ke rumah sakit. Tapi saya terkendala biaya karena pengobatan anak saya cukup panjang. Pekerjaan saya sebagai buruh pembuat kue basah dan istri sebagai guru honorer tidak cukup untuk pengobatan anak kami.Saya sangat berharap Erza segera sehat, bisa berjalan, dan bisa bicara lagi seperti sebelum dia sakit. Saya juga berharap kelak melihatnya tumbuh besar dan menggapai cita-citanya sebagai polisi.#TemanBaik, mari bantu Erza berjuang agar bisa mendapatkan kesehatannya kembali dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 24.263.008
11 hari lagi Dari Rp 43.500.000
Donasi
camp
Anak

Alami Sakit Jantung Langka! Alfi Sering Terkejut Saat Tidur Hingga Sesak Napas

“Aku beri Ia nama Alfi Syahr (2 bln), artinya seribu bulan, harapanku agar hidupnya seindah cahaya bulan.  Tapi kenyataannya tak seindah itu, hari-hari anakku justru  diisi dengan tangisan kesakitan karena napasnya yang sering tersengal.”“Setiap malam, aku dan suamiku tidak pernah tidur nyenyak. Putra kecilku itu sering tiba-tiba terkejut di tengah tidurnya, hingga membuat Ia menangis dan berakhir dengan sesak napas. Inilah rasa sakit luar biasa dalam hidup yang pernah aku alami, yaitu menyaksikan anakku menderita tanpa tahu cara menyembuhkannya…” -Lovita, Orang tua Alfi-Kehidupanku berubah drastis, ketika Alfi lahir dengan penyakit jantung langka! Baru saja aku berjuang manahan sakit melahirkannya, tapi selanjutnya aku harus mendengar anakku divonis penyakit mematikan. Dokter mengatakan anakku harus segera menjalani operasi di Jakarta. Bagaimana mungkin aku membawanya dari Bengkulu ke Jakarta? Aku hanya seorang guru honorer, sedangkan suamiku bekerja sebagai satpam. Penghasilan kami bahkan sering kali hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Tapi aku tidak boleh menyerah. Demi Alfi, aku berjuang mencari bantuan ke mana pun.Siapa sangka, Tuhan menjawab doa itu, ternyata masih banyak yang peduli pada anakku. Kami mendapat bantuan dana dari pemerintah untuk berangkat ke Jakarta. Aku percaya, ini adalah bentuk kasih Tuhan yang dikirim melalui orang-orang berhati mulia.Dalam kondisi tubuh yang masih lemah usai operasi caesar, aku tetap membawa Alfi yang baru berusia 17 hari menempuh perjalanan jauh ke Jakarta. Tapi sesampainya di sana, cobaan belum berhenti. Tubuh mungil Alfi tiba-tiba menguning dan mengalami diare, hingga harus segera dirawat di rumah sakit.Kini, setiap hari aku harus menyaksikan anakku berjuang. Napasnya sering tersengal, ia sulit menyusu, dan kerap menangis kesakitan karena sembelit. Setelah menjalani pemeriksaan echo jantung, dokter memutuskan bahwa Alfi harus menjalani operasi jantung pada Desember 2025 mendatang.Namun, masalah biaya kembali menjadi beban yang begitu berat. Selama di perantauan, pengeluaran sangat besar. Sementara aku dan suami tidak bisa bekerja sementara, karena harus mendampingi anak pengobatan.Aku membutuhkan biaya untuk ongkos ke rumah sakit, penginapan selama di Jakarta, obat yang tidak dicover BPJS, susu anak dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Alfi  tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Alfi!
Dana terkumpul Rp 14.795.500
13 hari lagi Dari Rp 14.290.000
Donasi
camp
Anak

Anak Tukang Pijat Alami Sakit Jantung Hingga Gizi Buruk, Harus Segera Operasi

“Anakku didiagnosa penyakit jantung, sementara istriku berjuang melawan tiroid! Rasanya terlalu berat untuk keluarga kecil seperti kami. Terlebih lagi, anakku harus berobat di rumah sakit besar, biaya pengobatannya jauh melampaui kemampuan kami.”“Penghasilanku sebagai tukang pijat terapis tak menentu. Penghasilan yang pas-pasan membuatku tak berdaya, hingga anakku harus menanggung gizi buruk karena kami benar-benar kekurangan. Tidak ada yang lebih menyakitkan bagi seorang ayah selain melihat istri dan anaknya menderita.” -Nur Oktaffianto, Orang tua Hafizah-Sejak lahir, Hafizah Aprilia Nurfianto (2 thn) harus menjalani hidup yang tak mudah. Di usianya yang baru 4 hari, anakku sudah didiagnosa down syndrome (kelainan genetik), jantung bocor, hingga hipotiroid. Kelahiran Hafizah yang selalu kunantikan, berganti jadi rasa terpukul dan duka. Kondisi keuanganku juga tidak siap menghadapi cobaan ini. Aku terlilit utang karena pinjam uang sana-sini, karena pengobatan Hafizah harus berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Mulai dari rumah sakit Makassar, Surabaya, hingga Jakarta, telah menjadi saksi perjuangan hidup anakku.Selama hampir 2 tahun 6 bulan, Hafizah menjalani berbagai pemeriksaan, diantaranya echo, mantoux, nebulisasi, NGT, hingga bilas lambung. Anakku tidak bisa dioperasi karena mengalami gizi buruk. Berat badannya baru 6 kg, sementara syarat operasi minimal 10 kg. Setiap Hafizah kambuh, tubuhnya melemah, jari dan bibirnya sampai membiru. Hatiku selalu dipenuhi rasa takut melihatnya terus tersiksa. Namun di balik semua itu, Hafizah tetap menjadi anak yang kuat, sabar, dan penuh semangat. Ia seolah mengajarkanku arti perjuangan sebenarnya.Dalam kesulitan ekonomi, aku dan istriku hidup seadanya selama pengobatan anak di Jakarta. Sekedar kontrol rutin saja, kami harus menempuh jaral 40 Km ke rumah sakit. Aku  sering kebingungan mencari biaya.Belum lagi, aku harus memenuhi kebutuhan dasar anakku, seperti susu, pampers, dan kebutuhan lainnya selama di perantauan. Aku harus meminjam sana-sini, gali lubang tutup lubang, demi anakku tetap bisa bertahan.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Hafizah tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Hafizah!“Anakku didiagnosa penyakit jantung, sementara istriku berjuang melawan tiroid! Rasanya terlalu berat untuk keluarga kecil seperti kami. Terlebih lagi, anakku harus berobat di rumah sakit besar, biaya pengobatannya jauh melampaui kemampuan kami.”“Penghasilanku sebagai tukang pijat terapis tak menentu. Penghasilan yang pas-pasan membuatku tak berdaya, hingga anakku harus menanggung gizi buruk karena kami benar-benar kekurangan. Tidak ada yang lebih menyakitkan bagi seorang ayah selain melihat istri dan anaknya menderita.” -Nur Oktaffianto, Orang tua Hafizah-Sejak lahir, Hafizah Aprilia Nurfianto (2 thn) harus menjalani hidup yang tak mudah. Di usianya yang baru 4 hari, anakku sudah didiagnosa down syndrome (kelainan genetik), jantung bocor, hingga hipotiroid. Kelahiran Hafizah yang selalu kunantikan, berganti jadi rasa terpukul dan duka. Kondisi keuanganku juga tidak siap menghadapi cobaan ini. Aku terlilit utang karena pinjam uang sana-sini, karena pengobatan Hafizah harus berpindah dari satu rumah sakit ke rumah sakit lainnya. Mulai dari rumah sakit Makassar, Surabaya, hingga Jakarta, telah menjadi saksi perjuangan hidup anakku.Selama hampir 2 tahun 6 bulan, Hafizah menjalani berbagai pemeriksaan, diantaranya echo, mantoux, nebulisasi, NGT, hingga bilas lambung. Anakku tidak bisa dioperasi karena mengalami gizi buruk. Berat badannya baru 6 kg, sementara syarat operasi minimal 10 kg. Setiap Hafizah kambuh, tubuhnya melemah, jari dan bibirnya sampai membiru. Hatiku selalu dipenuhi rasa takut melihatnya terus tersiksa. Namun di balik semua itu, Hafizah tetap menjadi anak yang kuat, sabar, dan penuh semangat. Ia seolah mengajarkanku arti perjuangan sebenarnya.Dalam kesulitan ekonomi, aku dan istriku hidup seadanya selama pengobatan anak di Jakarta. Sekedar kontrol rutin saja, kami harus menempuh jaral 40 Km ke rumah sakit. Aku  sering kebingungan mencari biaya.Belum lagi, aku harus memenuhi kebutuhan dasar anakku, seperti susu, pampers, dan kebutuhan lainnya selama di perantauan. Aku harus meminjam sana-sini, gali lubang tutup lubang, demi anakku tetap bisa bertahan.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Hafizah tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Hafizah!
Dana terkumpul Rp 776.001
2 hari lagi Dari Rp 4.325.000
Donasi

Pilihan Campaign