Panggilan Mendesak

camp
Kesehatan

Bertahun-tahun Utik Bertahan Beberapa Infeksi, Diabetes, Hingga Kista!

“Demi keselamatanku, dokter terpaksa membelah kepalaku tanpa obat bius! Nanah yang sudah menumpuk di kepalaku akibat bakteri, harus dikeluarkan. Tubuhku sampai gemetar, teriakan dan tangisanku menggema akibat sakit yang begitu menyiksa.”“Sebelum operasi itu, aku sempat naik ojek ke rumah sakit akibat keterbatasan biaya. Tapi, helm yang ku pakai saat itu justru menjadi sumber penderitaan, kepalaku yang bengkak malah jadi nyeri seperti tertusuk jarum. Sepanjang perjalanan aku muntah berkali-kali dan napasku tersengal, akhirnya aku melanjutkan perjalanan dengan ambulans.”Aku Utik Supartiyem (42 thn). Sebagian besar hidupku tak pernah lepas dari sakit. Kista, diabetes melitus, hipertensi, infeksi bakteri, infeksi saluran kemih, hingga komplikasi darah silih berganti menggerogoti tubuhku.Kini aku hanya hidup berdua dengan Ayahku yang telah berusia 77 tahun. Di usianya yang renta, Ayah masih harus bekerja mencari kelapa dan mengumpulkan kayu demi kami bisa bertahan hidup. Padahal, Ayah juga sakit-sakitan, infeksi paru-paru, kista, pembengkakan saluran prostat dan batu ginjal.Tentu saja penghasilan Ayahku bahkan sering tak cukup untuk makan, apalagi untuk biaya pengobatanku yang tak kunjung usai. Bayangkan saja, sejak 2011 penyakit mulai menggerayangi tubuhku. Saat itu, aku masih bekerja sebagai pengasuh lansia.Suatu hari, tiba-tiba aku mengalami kram perut hebat hingga tak bisa tidur telentang. Melihat kondisiku, Bosku membawaku ke rumah sakit. Dokter mengatakan ada kista di ovarium sebelah kiri. Aku terdiam dan lemas, tak pernah menyangka penyakit mengerikan itu datang kepadaku.Aku menjalani operasi, dan sempat membaik. Aku kembali bekerja, mencoba bangkit. Namun harapan itu hanya singgah sebentar. Beberapa tahun kemudian, sesak napas mulai menyerang. Selain infeksi paru-paru, gula darahku juga melonjak tinggi.Tubuhku semakin rapuh, hingga akhirnya aku tak sanggup lagi bekerja. Aku berhenti, dan mencoba bertahan hidup dengan berjualan sosis bakar di depan sekolah. Tapi sesak napasku semakin tak terkendali, hingga aku kembali diopname di rumah sakit.Penyakitku seolah tak ada habisnya, seiring waktu malah makin bertambah. Bahkan suatu hari, aku ditemukan nyaris meninggal oleh teman dan tetangga. Tubuhku mendadak lemas, aku tak bisa bangkit dari tempat tidur. Tangan dan kakiku membengkak, napasku tersengal.Aku juga sempat mengalami pendarahan hebat, hingga harus dikuret berulang kali akibat pembengkakan rahim. Semua barang berharga dan perabotan di rumah sudah terjual habis untuk pengobatan. Aku juga terpaksa berutang karena sudah tidak ada jalan lagi. Segala cara aku lakukan agar bisa makan dan berobat. Aku membuat kerajinan tangan, meski hasilnya sangat kecil. Setiap hari aku bertanya pada diriku sendiri, sampai kapan tubuh ini sanggup bertahan. Hidupku terasa seperti jalan buntu tanpa ujung.Hingga saat ini, aku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, pampers dewasa, dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Utik tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Utik!
Dana terkumpul Rp 3.307.000
11 hari lagi Dari Rp 12.516.900
Donasi
camp
Anak

Bermula Kejang 2 Jam, Kini 4 Tahun Anakku Tak Bisa Apapun Akibat Gangguan Otak!

“Berawal dari kejang selama 2 jam pada hari itu, kini anakku sudah hampir 4 tahun tak bisa apa-apa. Kejang panjang itu membuat oksigen tak sempat mengalir ke otaknya, hingga Ia harus menanggung lumpuh otak seumur hidupnya!”“Setiap hari aku meratapi dengan tangis, hari-harinya hanya bisa terbaring tak berdaya. Namun, di matanya pula aku menemukan sepercik harapan, seolah berkata ingin terus berjuang. Ia selalu tersenyum dengan hangat, itulah yang menjadi alasanku berupaya demi kesembuhannya…” -Siti Nurhayati, Orangtua Hadi-Rasa syukurku begitu dalam hanya dengan melihat anakku, Muhammad Hadi Ramdani (4 tahun), masih bisa bernapas hingga hari ini. Setiap helaan napasnya terasa seperti anugerah yang begitu berharga.Masih hangat ingatanku yang sempat melalui hari-hari mengerikan itu, ketika anakku seminggu tak sadarkan diri di ruang PICU. Ia didiagnosa epilepsi (gangguan saraf otak), meningitis dan mikrosefali (ukuran otak lebih kecil dari ukuran normal).Padahal anakku lahir sehat dan tumbuh normal, tapi ternyata hanya sampai usia 1 tahun. Selanjutnya, penyakit itu datang menjadi mimpi buruknya. Ia mengalami demam tinggi, muntah-muntah, kejang-kejang hebat hingga akhirnya tak sadarkan diri. Kini, tubuhnya kaku dan lemah. Ia masih mengalami kejang 2-3 kali setiap hari. Rasanya begitu pilu melihat anakku melewatkan masa kecilnya dengan terbujur di tempat tidur, sementara anak-anak lain seusianya berlari dan tertawa riang di luar sana.Setiap bulan kami harus bolak-balik ke rumah sakit untuk kontrol dan terap. Tapi aku kesulitan sekali menghadapi biaya pengobatannya. Bahkan, aku tak mampu membeli susu khusus untuk nutrisinya hingga Ia mengalami gizi buruk.Aku merasa berdosa sekali anakku harus mengalami semua situasi ini. Apalagi Ia harus menjalani tindakan EEG dan MRI ulang di rumah sakit. Rasanya aku hampir  pasrah, karena bingung, harus mencari kemana lagi ongkos perjalanan dari Cianjur ke rumah sakit Jakarta?Segala perhiasan dan harta benda lainnya sudah ku jual tak bersisa. Suamiku bekerja sebagai kuli bangunan, itu juga dapat upah kalau ada panggilan kerja. Sedangkan aku tak bisa bekerja karena 24 jam harus merawat anakku yang lemah.Saat ini anakku sangat membutuhkan ongkos transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, susu khusus untuk kebutuhan gizinya dan kebutuhan lainnya. #TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Hadi tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Hadi!
Dana terkumpul Rp 10.448.001
11 hari lagi Dari Rp 10.398.000
Donasi
camp
Anak

Perutnya Terus Membuncit, Ada Tumor Ganas Pada Testis Ezhar!

“Kanker ganas itu menyerang alat reproduksi anakku tanpa ampun! Penyakit ini menggerogoti tubuh anakku dalam waktu singkat. Perutnya membuncit, sementara badannya semakin kurus. Setiap kali makan, ia harus lebih dulu menelan obat agar rasa mual tak menyiksanya.”“Demi mendampingi anakku, aku terpaksa berhenti dari pekerjaanku. Hari-hariku habis untuk bolak-balik mengantarkan anak ke rumah sakit dari Bogor ke Jakarta. Kini aku hanya bisa bekerja sebagai kenek truk, pekerjaan yang waktunya lebih fleksibel. Namun, penghasilanku sangat terbatas, bahkan untuk sehari-hari.” -Irpan Hardiansyah, Orang tua Ezhar-Tak pernah terlintas di benakku, penyakit yang berawal dari demam tinggi itu ternyata awal pertanda buruk untuk anakku, Muhammad Ezhar Alfarezi (3 thn). Ia sempat mendapat diagnosa tumor testis. Tapi kenyataannya jauh lebih parah, Ia didiagnosa yolk sac tumor.Hatiku luar biasa terpukul. Tapi di tengah keterpurukan itu, aku seolah tak diberi ruang untuk meratapi kesedihan. Kondisi anakku terus memburuk, testis anakku semakin membengkak tanpa terkendali dan anakku terus meringis kesakitan.  Di usianya yang masih balita, anakku sudah menjalani operasi pada alat reproduksinya. Kepahitan ini tak pernah ingin ku hadapi sebagai orang tua. Syukurlah, kondisinya menunjukkan perkembangan yang lebih baik meski Ia sering tidak nafsu makan dan lemas.Perjalanan pengobatan anakku masih panjang. Saat ini ia masih harus menjalani kemoterapi. Sejak awal dirawat, anakku harus menjalani rawat inap hingga 10 hari di rumah sakit. Di saat yang sama, kondisi keuanganku kian terpuruk. Aku mulai kebingungan, tak tahu lagi bagaimana cara membiayai pengobatannya.Aku jadi sering meminjam uang pada saudara untuk pengobatan anakku. Biasanya aku berupaya membayar cicilan utang kalau sedang ada pekerjaan. Saat ini anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya. Aku terpaksa meminjam uang ke sana kemari, kepada saudara dan kerabat, demi anakku bisa berobat. Setiap ada pekerjaan, aku berusaha mencicil utang itu sedikit demi sedikit. Hingga hari ini, anakku masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat-obatan yang tak ditanggung BPJS, serta kebutuhan lain selama pengobatan.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Ezhar tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Ezhar!
Dana terkumpul Rp 1.668.000
11 hari lagi Dari Rp 13.860.000
Donasi

Pilihan Campaign