Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Selain Penyakit Langka, Hanna Juga Menderita Sakit Jantung Hingga Virus CMV!
“Rasanya bagai disambar petir, ketika dokter mengatakan anakku terkena virus CMV yang tertular dariku saat di dalam kandungan! Lebih perih lagi hatiku, karena penyakit ini akan menetap seumur hidup di tubuh anakku!”“Tangisku tak berhenti sampai disitu, anakku juga mengalami kelainan langka yang disebut ring kromosom 18! Kelainan ini menyebabkan gangguan pada telinga, penglihatan, tenggorokan tumbuh dan kembang anakku.” -Almi Selvia, Orang tua Hanna-Saat usianya masih 3 bulan, aku merasa ada yang berbeda pada Hanna Meiska Humaira (1 thn). Kulitnya sering merah, kering dan gatal. Tapi, justru dari situlah kenyataan pahit terungkap, dokter menemukan anakku mengalami kelainan jantung dan down syndrom.Seiring pemeriksaan lanjutan, muncul diagnosa baru, Hanna juga mengalami kelainan pada otaknya. Kini, di usianya yang seharusnya ceria bermain, Hanna belum bisa tengkurap, berjalan, atau berbicara. Setiap minggu, ia langganan demam, dengan kulit yang kasar dan kemerahan.Dokter bilang tidak ada tindakan operasi untuk Hanna, hanya fisioterapi agar tumbuh kembangnya semakin tidak tertinggal. Sejak itu, rumah sakit sebagai rumah kedua bagiku dan anakku. Setiap minggu, aku bolak-balik ke rumah sakit sambil menggendong Hanna menempuh perjalan jauh dari Lampung ke Jakarta, hanya berdua. Sementara itu, suamiku berjuang mencari nafkah sebagai petani untuk pengobatan anak yang kian membengkak. Terkadang, aku juga ikut membantu berjualan makanan demi menambah dana untuk biaya pengobatan anak.Meski hidup di tengah keterbatasan, tapi aku tak pernah berhenti berharap keajaiban bagi anakku. Setiap kali Hanna menunjukkan perkembangan kecil, seperti pertama kali bisa tengkurap, rasanya harapanku untuk kesembuhannya semakin memuncak.Syukurlah, sesekali ada orang baik di rumah sakit yang membantu biaya pengobatan anakku. Namun, seringkali aku harus menahan perih karena kesulitan membayar transportasi ke Jakarta, membeli obat yang tak ditanggung BPJS, dan memenuhi kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Hanna tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Hanna!
Dana terkumpul
Rp 4.067.000
6 hari lagi
Dari Rp 20.789.000
Donasi
Kesehatan
8 Tahun Alami Hipertiroid, Pedagang Kue Sempat Alami Kelumpuhan sementara
“8 tahun lamanya aku menderita hipertiroid! Aku tidak punya biaya untuk berobat, karena aku hanyalah seorang pedagang kue keliling yang penghasilannya pas-pasan.”“Akibatnya, tubuhku semakin lemah dan akhirnya aku mengalami kelumpuhan semantara pada kaki dan kanan. Aku tak lagi bisa mencari nafkah dan juga tidak bisa lagi berobat karena tidak memiliki biaya.”Aku Febi Wahyudi (36 thn), kondisiku sempat memburuk hingga harus dilarikan ke IGD. Saat itu, tubuhku tak mampu digerakkan, jantung berdebar begitu kencang, keringat dingin mengucur, dan saya hanya bisa terbaring lemah. Aku hanya bisa terus berdoa sepanjang waktu, jangan sampai ini menjadi akhir dari hidupku.Dokter memberikan penanganan, termasuk pemberian kalium untuk mengatasi kelumpuhan, serta obat-obatan yang kini harus aku konsumsi secara rutin. Aku juga harus menjalani fisioterapi dan mengkonsumsi vitamin yang tidak semuanya ditanggung BPJS.Syukurlah, kondisiku berangsur membaik meski perjuanganku dengan penyakit ini belum selesai. Aku masih harus minum obat dan masih kesulitan melakukan aktivitas berat. Saat penyakit ini kambuh, aku hanya bisa terbaring di tempat tidur, menahan pusing akibat vertigo hingga telingaku terasa berdengung.Di tengah kondisi ini, aku tetap berusaha bertahan. Aku mulai berjualan kue kembali meski dalam jumlah kecil. Penghasilanku terbatas, bahkan untuk kebutuhan sehari-hari. Aku berupaya meminjam uang pada orang-orang terdekat demi pengobatanku.Aku ingin sembuh, karena tidak ingin melihat ibuku terus menangis karena melihat kondisiku yang memprihatinkan. Namun, aku kesulitan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Febi tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Febi!
Dana terkumpul
Rp 1.180.000
12 hari lagi
Dari Rp 4.600.000
Donasi
Anak
Nyaris Tak Selamat, 7 Tahun Jordan Berjuang dari Meningitis Hingga Hidrosefalus!
“Anakku pernah dinyatakan meninggal dunia! Saat itu aku menangis histeris sampai tubuhku gemetar, dan dengan sisa harapan yang kupunya, aku memohon kepada dokter agar tidak melepas selang-selang medis penopang hidup anakku. Jangan ambil dia dariku, aku belum siap kehilangan buah hatiku.”“Di tengah keputusasaan itu, aku berdoa tanpa henti. Dan di saat terduga, mukjizat itu datang. Tuhan menjawab dengan cara tak terbayangkan, napas anakku tiba-tiba kembali, Ia hidup! Tak ku sangka, pujian kepada Sang Juru Selamat yang selalu aku lakukan untuk terapi jiwaku yang kalut, ternyata begitu magis dan luar biasa.” -Hotlan Sipangkir, Orang tua Jordan-Pada 2020 lalu, malapetaka datang pada tubuhku kecil anakku, Jordan Kristian Lumban Batu (7 thn). Tiba-tiba Ia mengalami muntah hebat dan kejang berkepanjangan hingga tak sadarkan diri. Saat dirawat di rumah sakit, anakku dinyatakan koma!Lututku lemas, dunia terasa berhenti berputar, aku nyaris jatuh pingsan. Belum sempat aku menerima kenyataan pahit itu, cobaan lainnya datang. Nasib anakku kian tragis, karena hasil pemeriksaan dokter menunjukkan ada bakteri menyebar melalui aliran darah dan merusak organ tubuhnya.Anakku harus menelan takdir getir, Ia didiagnosa penumpukan cairan di otak (hidrosefalus), meningitis, epilepsi, hingga cerebral palsy. Ia harus menjalani operasi pemasangan selang dari kepala menuju perut, untuk mengurangi kelebihan cairan di otaknya.Sejak itu, tidak ada jeda bagi anakku untuk berjuang. Sudah 6 tahun dilewati dengan kepasrahan dan doa, mengharapkan mukjizat Bapa di surga untuk anakku. Hingga kini, Ia belum juga bisa bicara, berdiri, bahkan makan sendiri. Tubuh bagian kanannya melemah akibat kejang hebat, Ia harus minum obat seumur hidupnya. Setiap kambuh, anakku akan memukul dan membenturkan tubuhnya sendiri. Saat itu terjadi, aku hanya bisa memeluknya erat sambil menangis, berharap rasa sakitnya bisa berpindah padaku.Meski begitu, aku tidak pernah berhenti berjuang. Dalam keterbatasan, aku tetap melakukan apa pun demi kesembuhannya. Aku rela meminjam uang ke sana-sini, asalkan anakku bisa terus berobat dan menjalani terapi.Setiap perjuangan, Tuhan selalu memberikan secercah harapan. Sebelumnya anakku tidak bisa apapun, kini sudah bisa duduk. Hal sederhana bagi orang lain, tapi bagiku itu adalah keajaiban yang menguatkan langkahku. Aku bangga dan semakin yakin untuk terus mendampinginya, apapun yang terjadi.Namun, biaya pengobatannya terus berlanjut. Suamiku hanya bekerja sebagai kurir antar paket dan terkadang bekerja kuli bangunan. Penghasilannya terbatas untuk anakku yang membutuhkan biaya transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak ditanggung BPJS, dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Jordan tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Jordan!
Dana terkumpul
Rp 2.868.002
14 hari lagi
Dari Rp 35.340.000
Donasi