Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Komplikasi Penyakit Serius Merenggut Masa Kecil Intan
Pak Rohiman dan Bu Sulyati. Mereka adalah orang tua dari tiga anak yang penuh semangat. Namun, di antara tawa dan kebahagiaan itu, ada satu sosok yang menyimpan cerita yang berbeda, Intan Nirmala, putri kedua mereka.Sejak lahir, Intan telah menghadapi berbagai tantangan yang tak terbayangkan oleh orang tua manapun. Diagnosa yang mengerikan datang silih berganti: jantung, epilepsi, speech delay, tunawicara, dan tunarungu. Di usianya yang kini menginjak enam tahun, tubuhnya masih seperti bayi, tidak dapat beraktivitas seperti anak-anak seusianya. Setiap kali kejang menyerang, Pak Rohiman dan Bu Sulyati hanya bisa berdoa dan merawatnya seadanya, dengan mengompresnya menggunakan air hangat.Satu-satunya harapan bagi Intan untuk bisa beraktivitas lebih baik adalah sepatu AFO (Ankle-Foot Orthosis) yang dapat membantunya berdiri dan berjalan. Namun, untuk mendapatkan sepatu tersebut, Pak Rohiman dan Bu Sulyati harus menghadapi kenyataan pahit, mereka tidak memiliki biaya untuk berobat, apalagi untuk membeli alat bantu yang sangat dibutuhkan oleh putri mereka.Setiap hari, Pak Rohiman berangkat kerja dengan harapan dapat mengumpulkan sedikit uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sementara itu, Bu Sulyati merawat kedua anaknya yang lain dan berjuang untuk memberikan perhatian ekstra kepada Intan. Keluarga ini bukan hanya berjuang melawan penyakit, tetapi juga melawan ketidakpastian dan kesedihan yang menyelimuti setiap harinya. Intan, dengan senyumnya, selalu menunggu hari di mana ia bisa merasakan kebahagiaan seperti anak-anak lainnya. #TemanBaik, setiap donasi yang diberikan akan sangat berarti bagi Intan. Dengan sepatu AFO, bukan hanya fisiknya yang akan terbantu, tetapi juga harapan dan kebahagiaan keluarganya.Yuk, bantu dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 4.700.000
5 hari lagi
Dari Rp 8.320.000
Donasi
Anak
Napas Ayesha Terus Tersendat Akibat Jantung Bocor!
“23 bulan anakku berjuang dengan kondisi tubuh yang sering tiba-tiba menurun drastis! Ia harus bertahan dengan selang yang menempel pada tubuh mungilnya agar bisa terus hidup.”“Ibu mana yang kuat melihat anaknya berjuang di antara rasa sakit dan napas tersendat? Sering kali aku berbisik di telinganya, ‘Nak, bertahanlah, Ibu di sini, Ibu tidak akan berhenti berusaha untukmu.’ Aku tahu Ia mengerti dan terus berupaya untuk hidupnya.” -Maharani Widyasari, Orang tua Ayesha-Sejak awal tahun 2024, hidup kami berubah. Anakku, Ayesha Khadijah Azzahra (2 thn), mulai menunjukkan gejala sesak napas yang membuat dadanya naik turun begitu cepat, berat badannya turun drastis, sampai membuat tubuh kecilnya semakin tampak rapuh. Aku curiga ada sesuatu yang terjadi pada anakku.Saat aku membawanya ke puskesmas, dokter juga menduga ada yang janggal pada anakku. Bahkan, kondisi Ayesha tak kunjung membaik seminggu setelah minum obat. Namun setelah satu minggu berlalu, Ayesha tidak kunjung membaik. Sesaknya tetap sama, bahkan Ia semakin terlihat melelahkan sekedar untuk bernapas. Akhirnya Ayesha dirujuk ke rumah sakit. Saat itulah semua terungkap, dokter mendengar suara bising pada jantung anakku. Setelah pemeriksaan mendalam, anakku didiagnosa beberapa penyakit yang membuat duniaku terasa runtuh, yaitu jantung bocor, bronchopneumonia, TBC, dan stunting. Ia sering keluar masuk rumah sakit akibat napasnya yang sering tiba-tiba sesak, tubuhnya lemas, rewel, menolak makan maupun minum susu. Badannya kurus dan sangat kecil, belum sanggup berjalan. Pengobatannya masih panjang, biayanya membuatku tercekik.Suamiku bekerja sebagai buruh pabrik lepas dengan penghasilan tidak tetap. Sedangkan aku kadang mengambil pekerjaan antar-jemput anak sekolah dan menjadi kurir pesanan makanan. Penghasilanku dan suami hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari dan sekolah anakku yang lain.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Sabrina tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Sabrina!
Dana terkumpul
Rp 18.703.500
4 hari lagi
Dari Rp 18.670.000
Donasi
Anak
Aku Hanya Pedagang Sayur yang Berjuang Demi Anak Sakit Jantung
“Meski penghasilanku hanya Rp50 ribu per-hari, tapi dari hasil jualan sayurku lah yang menjadi satu-satunya harapan keluargaku bisa makan. Tapi semua berubah saat anakku jatuh sakit, semua aku tinggalkan demi membawa anakku ke Jakarta.”“Itu pun kami sempat terancam tak bisa pulang ke kampung halaman di Lampung, karena kehabisan ongkos. Dering telepon berubah menjadi suara penuh harap sekaligus ketakutan. Kami hanya bisa berdoa, semoga ada saudara yang menjawab dan sudi meminjamkan sedikit uang.” -Heri Iswanto, Orang tua Danish-Alhamdulillah! Tak henti aku bersyukur saat ada keluarga yang bersedia meminjamkan uang, hingga akhirnya kami bisa pulang ke kampung. Pikiran dan hatiku seperti bercabang saat itu, karena selama membawa berobat Danish Ramadhan (1 thn), ada dua anakku yang lain terpaksa kutinggalkan di rumah.Namun, perasaan lega seperti hanya sepintas di hidupku. Setibanya di rumah, aku kembali harus berkeliling menjajakan sayur. Tak ada lagi istri yang membantuku berdagang, Ia harus sepenuhnya merawat Danish yang sakit jantung. Danish memang anakku yang paling spesial, Ia lahir prematur di sebuah klinik kecil di desaku. Hening sekali ketika Ia hadir di dunia, tidak ada tangisan. Dokter langsung meminta agar anakku dibawa ke rumah sakit, itulah pertama kali kecemasan kami dimulai.Penyakit jantung ini membuat tubuh anakku membiru, Ia sering batuk dan flu. Tapi yang membuatku sangat terpukul adalah menyaksikannya sesak napas. Ia tampak sangat menderita, tapi aku hanya bisa diam sambil menggendongnya. Perkembangannya juga terhambat, tak seperti anak pada umumnya. Danish sudah menjalani operasi jantung pertamanya, tapi itu tak serta merta membuatnya seketika sembuh. Masih ada beberapa kali pertarungan antara hidup dan mati di meja operasi. Namun, tantangan keuangan membuat situasi semakin berat.Aku pernah menjual satu-satunya sapi kami demi membawanya ke Jakarta untuk berobat. Tapi sekarang, aku benar-benar buntu. Bagaimana bisa membawanya kembali ke Jakarta untuk operasi lanjutan? Biaya hidup di sana sangat tinggi. Selain ongkos, kami juga harus menyiapkan susu, pampers, dan kebutuhan harian lainnya untuk membawanya berobat.#TemanBaik, mari bantu Danish untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 7.969.000
10 hari lagi
Dari Rp 14.500.000
Donasi