Panggilan Mendesak

camp
Kemanusiaan

Perjuangan Anak Yatim Disabilitas Agar Bisa Hidup Lebih Mandiri

“Di sebuah bangunan sederhana di Garut, terdengar tawa kecil dan hangat anak-anak disabilitas. Mereka tinggal di Yayasan Karya Bhakti, tempat yang menjadi rumah bagi anak-anak dengan tunarungu, tunagrahita, hingga cerebral palsy. Di balik senyum mereka yang lembut, tersimpan cerita perjuangan yang tidak pernah kita lihat.”“Ada hari-hari ketika mereka hanya bisa makan lauk tahu dengan sedikit garam. Ada pula saat mereka mengenakan pakaian yang sudah sempit karena keterbatasan kebutuhan. Bantuan yang datang terbatas, membuat para pengurus terus berusaha keras agar setiap anak tetap hidup dengan layak.”Yayasan Karya Bhakti Garut berdiri pada 1975, dibangun oleh para mantan pejabat Pemda Garut yang tergerak melihat banyaknya anak-anak dengan disabilitas yang membutuhkan pendidikan dan harapan hidup di masa depan.Bermula dari niat tulus itulah, lahir sebuah tempat yang menjadi rumah kedua bagi anak-anak istimewa ini, tempat mereka belajar, tumbuh, dan bermimpi. Di yayasan ini, 30 anak menjalani hari-harinya melalui pendidikan Sekolah Luar Biasa. Anak-anak terdiri dari dari 12 anak tunagrahita (keterbatasan intelektual dan adaptif) dan 18 anak tuna netra (tidak bisa mendengar). Sebagian dari mereka adalah yatim, berasal dari keluarga kurang mampu, atau tinggal jauh dari orang tua. Namun, keterbatasan itu tidak pernah memadamkan semangat mereka.Setiap pagi, mereka menyambut pelajaran dengan mata berbinar. Mereka belajar mengenal huruf, menggambar, memilih warna, hingga membantu teman yang kesulitan belajar. Mereka tak hanya belajar untuk diri sendiri, tapi juga belajar untuk saling menguatkan.Di luar jam sekolah, mereka tetap produktif. Ada yang berkebun, ada yang memelihara ikan, ada pula yang membuat telur asin. Apa yang mereka panen, itulah yang mereka makan. Dengan usaha sederhana, mereka berjuang untuk hidup mandiri.Namun, sekeras apapun perjuangan anak panti untuk bertahan hidup dan menjadi mandiri seperti orang pada umumnya, cobaan di depan mata tak dapat dihindari. ayasan kini kesulitan biaya, bahkan untuk sekedar menyediakan makan sehari-hari.Para pengurus terus berusaha, saling patungan untuk membeli beras agar anak-anak ini tidak kelaparan. Bantuan dari pemerintah datang tak menentu, tidak bisa menjadi sandaran penuh. Saat ini anak panti membutuhkan beras, bahan dasar lauk pauk, dan kebutuhan lainnya untuk sehari-hari. #TemanBaik, Rp100 ribu kita bisa menjadi harapan bagi para anak disabilitas di Yayasan Karya Bhakti  agar bisa mewujudkan impian agar bisa lebih hidup mandiri. Yuk, klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 1.528.000
5 hari lagi Dari Rp 16.985.000
Donasi
camp
Kesehatan

Kesakitan Sepanjang Hidup, Alif Infeksi Saluran Kencing Hingga Terancam Lumpuh!

“Sudah 12 tahun lamanya Anak saya menahan laut penderitaan! Ia harus menahan sakit pada kemaluannya tiap buang air kecil. Belum lagi Ia beresiko kehilangan kebebasannya, kakinya terancam lumpuh!” “Impian saya hanya satu Tuhan, Saya ingin lihat Ia tumbuh besar dan bisa berjalan bergandengan tangan dengan adiknya dengan senyuman.” -Yulyanti, orang tua Alif.-Sejak lahir, Alif Apriyadi Irawan (12 thn) sudah menanggung beban yang tak terlihat. Diagnosa infeksi saluran kencing itu menyebabkan kelainan pada perkembangan tulang belakangnya. Akibatnya, setiap buang air kecil dan buang air besar bisa keluar dengan sendirinya tanpa bisa Ia kendalikan, mengalir begitu saja. Selama 24 jam, pampers menjadi penolongnya.Kondisi ginjalnya juga mengecil! Tubuhnya berjuang melawan waktu. Rutin cuci darah menambah deritanya yang tiada akhir. Bahkan langkah kakinya tertahan akibat saraf kakinya bermasalah, jempol kakinya sampai sakit dan Ia kesulitan berjalan.Alif yang seharusnya menikmati masa sekolah dan bermain, tapi harus menjalani harinya dengan pusing, muntah, sakit perut dan sakit tulang belakang. Ibunya terperangkap dalam tekanan emosional tak terbayangkan, hancur perasaannya menyaksikan anaknya kesakitan. Namun, meski beban begitu berat, rasa sakit tak merampas optimis dan senyum ceria Alif dalam menanti keajaiban untuk sembuh. Sayangnya, Ibunya tak punya penghasilan dan tak lagi bisa bekerja karena mengurus Alif. Upaya menjual harta yang dimiliki sudah dilakukan, pinjaman sana-sini juga tak terhindarkan, tapi biaya pengobatan Alif justru tak tertutupi. Sering kali dalam diam tangisan ibunya pecah, takut harapan sembuh sang anak terkubur karena biaya. “Pernah saya menangis karena sedih tak punya uang untuk biaya pengobatan anak saya, saya takut anak saya tidak bisa cuci darah. Bersamaan itu sempat saya tidak bisa membeli beras dan sampai pinjam sana-sini tidak ada yang membantu karena saya tidak punya jaminan,” ungkap Yulyanti. Alif masih harus menjalani operasi dan kontrol rutin ke rumah sakit. Ia masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, vitamin, pampers dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, mari bantu Alif untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 14.923.055
11 hari lagi Dari Rp 17.930.000
Donasi
camp
Anak

Kelenjar Getah Bening Menggerogoti Leher Anak Tukang Sapu Jalan!

Halo TemanBaik,Nama saya Asgar Rukmana (36 tahun), orang tua dari Arka Fadhil Albaihaki (5 tahun). Dengan hati yang berat, saya ingin berbagi cerita tentang perjalanan kecil kami yang sedang berjuang melawan penyakit kelenjar.Beberapa waktu lalu, Arka mulai sering mengeluh lemas, demam naik-turun, dan pembengkakan di area lehernya. Awalnya kami pikir itu hanya gejala ringan seperti kurang istirahat atau flu biasa. Namun, setelah pemeriksaan lebih lanjut, dokter menyampaikan bahwa Arka mengalami gangguan pada kelenjar yang membutuhkan penanganan serius dan berkelanjutan.Mendengar itu, dunia serasa runtuh bagi kami. Melihat anak kecil yang biasanya ceria, kini harus bolak-balik rumah sakit, menjalani tes, suntikan, dan pemeriksaan membuat hati kami remuk. Arka sering bertanya, “Ayah, kapan sembuh? Aku mau main lagi…” dan setiap kali itu terucap, rasanya dada ini sesak karena belum bisa memberi jawaban pasti.Kami sebagai orang tua tentu ingin memberikan pengobatan terbaik. Namun biaya yang terus bertambah—mulai dari rawat jalan, obat-obatan, hingga pemeriksaan laboratorium—sering kali jauh melampaui kemampuan kami. Meski begitu, kami tetap berusaha bertahan demi kesembuhan Arka.Hari ini, dengan segala kerendahan hati, kami memohon bantuan dan doa dari TemanBaik, agar Arka dapat melanjutkan pengobatannya tanpa terhenti. Sekecil apa pun dukungan yang diberikan sangat berarti bagi kami. Bagi Arka, setiap bantuan adalah harapan baru agar ia bisa kembali berlarian, tertawa, dan menikmati masa kecilnya seperti anak-anak lain.Terima kasih sudah meluangkan waktu membaca cerita kami. Semoga kebaikan Teman baik menjadi jalan kesembuhan bagi Arka.Salam hormat,Asgar Rukmana & keluarga
Dana terkumpul Rp 2.207.500
13 hari lagi Dari Rp 2.205.000
Donasi

Pilihan Campaign