Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Kesehatan
Buruh Las Menjadi Tak Berdaya Akibat Melawan Epilepsi Akut Selama 3 Tahun
Aku Rapiah, sedangkan Jaja adalah adikku yang sedang menjalani kehidupan yang berat selama 3 tahun terakhir. Sebelumnya Ia sehat dan menjalani hari-hari seperti biasanya, hingga suatu hari Ia mengalami kejang-kejang kecil. Aku terkejut dan mulai curiga bahwa kejadian itu merupakan pertanda besar.Saat aku membawanya berobat, adikku hanya diberikan obat. Aku kira setelah itu adikku akan sembuh, tapi harapanku mulai memudar ketika jaja mengalami kejang berulang yang semakin sering dan semakin hebat. Setelah dibawa ke rumah sakit, Jaja didiagnosa epilepsi akut. Sejak itu, kejang-kejang menjadi bagian dari kesehariannya. Bahkan, di saat-saat tertentu Jaja terlihat komat-kamit sendiri, seolah sedang mengungkapkan rasa sakitnya yang tak tertahankan.Di usia 41 tahun, tubuhnya semakin melemah. Jaja yang dulu dikenal sebagai buruh las keliling yang giat bekerja, perlahan kehilangan kemampuannya untuk berdiri, berjalan, bahkan mengurus dirinya sendiri.Jaja sering terjatuh setiap Ia mencoba untuk berdiri, tangannya sering tremor, hingga suaranya semakin jarang terdengar. Sekedar untuk makan pun, Ia harus dibantu. Bahkan, untuk sekedar buang air, Ia lakukan di tempat tidur.Di sela-sela kondisinya yang lemah, Jaja sering mengungkapkan harapannya ingin sembuh, ingin kembali bekerja dan ingin menikah. Keinginananya sederhana, tapi betul-betul mengiris hatiku. Aku harus menempuh jarak tujuh kilometer setiap akan membawa Jaja ke rumah sakit. Bagi sebagian orang, itu terdengar cukup dekat, tapi bagiku itu perjalanan yang berat. Pekerjaanku hanyalah tukang cuci gosok, biaya transportasi saja sudah menjadi beban yang tak ringan.Terkadang, aku harus berhutang ke tetangga untuk memenuhi biaya pengobatannya. Jaja saat ini masih membutuhkan biaya untuk transportasi ke rumah sakit, membeli kursi roda, susu, pampers dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Jaja tetap punya harapan. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Jaja!
Dana terkumpul
Rp 665.001
14 hari lagi
Dari Rp 6.320.000
Donasi
Kesehatan
Ma, Aku Ingin Bisa Berjalan dan Sekolah Lagi
Kondisi kaki Kiki ( 12 tahun ) sejak lahir memang sudah berbeda, tidak seperti anak normal lainnya. Bisa dibilang itu awal mula ia mengidap Osteogenesis imperfecta. Penyakit genetik langka yang ditandai dengan tulang rapuh dan lemah, sehingga menyebabkan mudah patah.Sempat dilakukan penambahan urat di kedua kakinya di RSUD Arifin Achmad supaya kondisi kaki bisa lurus. Walaupun sempat bisa berjalan sampai usianya 2 tahun, namun kondisinya kembali memburuk setelah ia terjatuh dan kakinya mengalami patah tulang. Sudah dilakukan belasan operasi di RS Eka Hospital dan RSCM Jakarta, namun belum ada perubahan maksimal untuk Kiki. Ia harus terus menjalani pengobatan untuk menghindari kerapuhan tulang yang nantinya dapat membuatnya tak bisa berjalan.Akibat osteogenesis imperfecta yang dideritanya, Kiki kini tak bisa sekolah, hanya bisa berobat dan minum obat serta susu tulang dengan rutin.Orang tua berharap ada keajaiban untuk Kiki bisa sembuh. Karena dokter mengatakan alat yang dibutuhkan untuk kaki Kiki hanya bisa dipesan dari luar negeri dengan biaya yang sangat mahal. Sedangkan ibunya hanya bekerja sebagai tukang urut dengan penghasilan pas-pasan. Perjalanan Kiki masih panjang. Ia ingin bisa berjalan dan meraih cita-citanya menjadi penghafal Al-Qur'an.Yang bisa kita bantu saat ini ialah memenuhi kebutuhan obat yang tidak ditanggung BPJS serta kebutuhan lainnya selama masa pengobatan Kiki. TemanBaik, jangan biarkan tulangnya rapuh, bangkitkan semangatnya dengan bantuanmu.Bantuan TemanBaik dapat disalurkan dengan cara klik Donasi Sekarang
Dana terkumpul
Rp 19.330.589
15 hari lagi
Dari Rp 70.355.000
Donasi
Kemanusiaan
Bantuan Sembako untuk Yatim, Duafa, dan Lansia di Panti Babussalam Cisalak
Panti Babussalam Cisalak berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, setiap anak berhak untuk hidup dan tumbuh kembang berdasar pada kasih sayang.Hai TemanBaik, Aku memutuskan untuk mendirikan Yayasan Babussalam Cisalak pada tahun 2017 di Kota Depok, atas keprihatinanku dalam melihat banyaknya anak menjadi pekerja serabutan dan terlantar. Panti ini kemudian bergerak di bidang penyantunan anak yatim, duafa, dan lansia. Sudah 80 anak yang terdiri dari anak yatim, piatu dan duafa, yang kami tampung. Banyak dari mereka yang tidak mampu secara ekonomi, sehingga mereka tidak terlalu memperhatikan pendidikan dan makanannya. Salah satunya, Satria. Anak yang ditelantarkan ayahnya sejak masih kecil. Sementara, ibunya bekerja sebagai satpam dan jarang pulang. Ia lalu dititipkan ke Panti Babussalam Cisalak. Alhamdulillah, selama di sini Satria mendapatkan perhatian dan bantuan untuk sekolah. Maka dari itu, aku ingin tetap bisa menjaga mereka, mencukupi kebutuhan sehari-hari anak binaan. Supaya selain pendidikan, gizi dan asupan mereka pun terpenuhi dengan baik. Untuk TemanBaik yang ingin turut membantu anak-anak di sini, boleh dengan meng-klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 14.194.446
10 hari lagi
Dari Rp 23.500.000
Donasi