Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Kemanusiaan
Ketika Lapar Jadi Doa, Mari Berbagi Harapan Bagi Masyarakat Prasejahtera
“Di luar sana, ada ibu yang menahan lapar agar anaknya bisa makan, ada kakek yang tiap hari bekerja di bawah terik matahari meski tubuh sudah renta, ada ayah yang menunduk lelah di pinggir jalan, menggenggam sisa tenaga demi mencari nafkah.”Bagi sebagian orang, sesuap nasi bukan sekedar makanan, tetapi harapan. Kita sering lupa bahwa dibalik tawa dan kesibukan kita, ada masyarakat prasejahtera yang diam-diam berjuang di dalam kesunyian hanya demi selembar uang seribu. Masyarakat prasejahtera ini hidup di antara dinding-dinding rapuh, di lantai tanah yang dingin, dengan perut kosong yang tak selalu terisi setiap hari. Mereka tidak meminta banyak, hanya ingin hidup dengan layak, makan tanpa harus mengorbankan tidur, dan tersenyum tanpa harus menahan rasa lapar.Banyak dari mereka yang berdoa setiap malam bukan untuk kemewahan, tapi untuk sesuap nasi. Dan di situlah arti kemanusiaan sesungguhnya, ketika kita berhenti sejenak, melihat ke sekeliling, dan sadar bahwa hidup bukan hanya tentang diri sendiri.Satu uluran tangan mungkin tak bisa mengubah dunia, tapi bisa mengubah dunia seseorang. Satu donasi kecil dari #TemanBaik bisa menjadi makanan bagi keluarga yang kelaparan, yang sakit tapi tak mampu berobat.Memberi bukan soal seberapa banyak yang kita miliki, tapi seberapa besar hati kita peduli. Karena nilai terbesar dari kemanusiaan adalah saat kita mampu merasakan perih orang lain, lalu memilih untuk berbuat sesuatu. Oleh karena itu, BenihBaik.com dan Indosat ingin mengajak #TemanBaik semua untuk menjadi alasan seseorang kembali tersenyum dan kembali percaya bahwa kebaikan belum hilang dari dunia ini.#TemanBaik, dunia ini tidak akan berubah dengan belas kasihan semata, tapi dengan tindakan nyata dari mereka yang hatinya tergerak. Yuk, klik Donasi Sekarang di bawah ini untuk berbagi kebahagiaan bagi keluarga prasejahtera!
Dana terkumpul
Rp 6.174.009
5 hari lagi
Dari Rp 150.000.000
Donasi
Anak
Diare Berdarah Tanpa Henti, Faith Berjuang dari Radang Usus dan Sakit jantung
“Anakku diare mengeluarkan darah! Tangisnya pecah, seolah ingin mengungkapkan sakit tak terhingga yang Ia rasakan. Dokter bilang ada masalah pada ususnya. Namun, Penyakit jantung memperparah segalanya, Ia harus operasi dengan alat bantu napas.”“Aku sendiri merasa bersalah karena ketidakmampuan. Dua jam setelah dioperasi, aku terpaksa langsung membawa pulang anakku karena tak kuat dengan biaya yang harus kutanggung. Hingga kini, anakku masih terus mengalami pendarahan…” -Ika Ivo, Orang Tua Faith-Faith Ester Queen Favor Immanuela (2 thn), lahir dengan kondisi jantung yang lemah dan napas yang sesak. Tubuh mungilnya juga digerogoti radang usus kronis yang tak kunjung membaik. Setiap hari, tangisnya pecah karena menahan sakit yang tak terkatakan karena Ia belum bisa bicara.Ia makan dan minum dengan bantuan selang NGT, sehingga Ia sering kehilangan nafsu makan dan tubuhnya sering lemas. Dokter merujuk Faith untuk pengobatan ke Jakarta, tapi kondisi ekonomi keluarganya sangat sederhana, sulit untuk membawanya ke Jakarta.Cobaan bagai datang dari segala arah, Ayah Faith yang bekerja sebagai supir tiba-tiba jatuh sakit dan tak bisa mencari nafkah lagi. Ibunya, dengan hati remuk harus menggantikan sang Ayah mencari nafkah dengan berjualan kue.Satu per satu barang di rumah harus dijual, demi membawa Faith berobat dari Surakarta ke rumah sakit di Jakarta. Faith sudah menjalani berbagai tindakan untuk jantung dan ususnya, namun kondisinya tak kunjung membaik. Tabungan pun akhirnya habis selama di luar kota. Bahkan, Ibunya pernah nekat membawa Faith tetap berobat meski dompet kosong. Jika bukan karena dokter yang saat itu membantu membelikan obat, mungkin Faith tak bisa bertahan.Kini sang ibu bekerja sebagai Asisten Rumah Tangga di sela-sela rawat jalan Faith, berharap bisa cukup untuk sekadar makan dan berteduh. Tapi biaya pengobatan Faith jauh lebih besar dibanding pendapatan Ibunya.Faith membutuhkan biaya untuk tindakan medis dan obat yang tidak dicover BPJS, mengganti selang NGT secara rutin dan kebutuhan lainnya selama di Jakarta. #TemanBaik, Faith butuh kita sekarang. Ayo bantu lanjutkan pengobatannya, klik Donasi Sekarang sebelum terlambat!
Dana terkumpul
Rp 54.710.003
9 hari lagi
Dari Rp 73.041.171
Donasi
Anak
Nyawanya Terancam! Dareen Harus Segera Operasi Jantung ke Jakarta
“Belum sembuh rasa traumaku karena kehilangan nyawa anakku, tapi kini aku harus menghadapi ketakutan yang sama. Bayi yang baru saja aku lahirkan mengalami mengalami penyakit yang sama seperti kakaknya yang telah lebih dulu berpulang akibat kelainan jantung bawaan.”“Teringat lagi aku perjuangan dulu, saat aku harus tidur 14 hari di ruang tunggu rumah sakit karena tak punya cukup uang untuk sewa tempat tinggal. Kini kondisinya sama, aku harus tergesa meminjam uang sana-sini untuk membeli tabung oksigen untuk anakku yang sesak napas. Hatiku terus berdoa, semoga Tuhan kali ini memberi akhir yang berbeda.” -Vera Anggraini, Ibunda Dareen-Sejak lahir, sesak napas sudah menyerang anakku, Muhammad Dareen Arrayyan Taysir (21 hari). Awalnya dokter bilang ada masalah pada paru-paru anakku, sehingga anakku harus menginap di dalam inkubator rumah sakit. Aku bahkan belum sempat menyentuh wajah mungilnya, tapi anak yang baru kudengar tangisnya ini hanya bisa ku pandang dari luar kotak kaca dengan selang di hidungnya untuk bisa bernapas. Aku hanya bisa berdiri menatapnya dan terus berdoa agar Tuhan memberi keajaiban untuknya.Namun, harapanku berubah menjadi pahit ketika dokter mendapati jantung anakku terdengar bising. Ia juga harus menjalani transfusi darah karena protein dalam sel darah merahnya menurun. Bahkan, anakku harus pindah ke rumah sakit yang lebih besar untuk pemeriksaan lanjutan. Hingga akhirnya diagnosa kelainan jantung itu datang pada anakku, rasanya bagai disambar petir! Tubuhku gemetar, air mataku tak terbendung. Ingatan tentang anakku yang telah tiada dulu kembali berputar di kepala, membuat dadaku sesak. Tapi kali ini, aku tak boleh menyerah demi Dareen.Dokter bilang Dareen harus segera dioperasi di Jakarta. Tapi bagaimana caranya? Aku bahkan tak punya cukup uang untuk biaya keberangkatan dari Pekanbaru, apalagi biaya selama di sana. Semua tabungan selama ini sudah habis untuk pengobatan anakku sebelumnya yang telah berpulang.Kini, aku bahkan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan anakku yang bergantung dengan 3 tabung oksigen sehari dan selang NGT sebagai jalur makannya. Suamiku bekerja sebagai buruh bongkar barang, penghasilannya terbatas dan juga digunakan untuk menghidupi 6 anggota keluarga.Itupun suamiku tak bisa bekerja karena juga harus ikut mendampingi anak kami yang kami pengobatan. Sementara anakku membutuhkan biaya untuk berangkat ke Jakarta, membeli obat dan alat medis yang tidak dicover BPJS, dan kebutuhan lainnya selama di perantauan.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Dareen tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Dareen!
Dana terkumpul
Rp 3.523.002
12 hari lagi
Dari Rp 34.957.000
Donasi