Kategori Campaign
Panggilan Mendesak
Anak
Berharap Mukjizat Tak Disangka, Zhafran Harus Segera Operasi Kelainan Jantung Bawaan di Jakarta
“Zhafran selalu mengalami demam sesak nafas dan kuku serta bibirnya biru. Bermodalkan Bismillah, kami pun ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Dokter mendiagnosa bahwa Zhafran harus segera ditindaklanjuti atau operasi jantung. Kami cuma bisa berharap mukjizat …” -Febriani, Ibu Zhafran.Perkenalkan, saya Febriani Rohma Rizania asal Tulungagung, Jawa Timur. Saya merupakan ibu kandung dari anak laki-laki tercinta kami yang selalu ceria dan melukiskan tawa di keluarga kami, yaitu Zhafran Muzammil Ammar.Namun, senyum Zhafran (3 tahun) tersebut tidak bisa kami lihat Ketika Zhafran mengalami demam, sesak nafas, hingga kuku serta bibirnya membiru. Hal tersebut dikarenakan Zhafran didiagnosa menderita kelainan jantung bawaan (PA VSD subaortic).Sejauh ini, kami hanya membawa Zhafran melakukan pengobatan dan perawatan di puskesmas hingga RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Namun, upaya pengobatan tersebut belum menemukan titik terang dan belum ada perubahan kondisi pada kesehatan Zhafran.Kondisi tersebut pun membuat Zhafran akhirnya dirujuk untuk menjalani pengobatan lebih lanjut ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta. Kami hanya bekerja sebagai buruh lepas yang hanya memiliki penghasilan hanya cukup untuk makan sehari-hari. Kami juga tinggal di rumah mertua karena belum memiliki rumah.Kami kebingungan luar biasa saat itu, bagaimana caranya kami mendapatkan uang puluhan juta untuk biaya pengobatan buah hati tercinta kami di Jakarta? Pasti biaya pengobatan dan biaya hidup sangat jauh dari pendapatan ayah Zhafran selama ini. Namun, demi melihat lagi senyum Zhafran, senyum yang membuat kami semangat menanti fajar dan menjalani hari-hari, kami nekat.Kami pun membawa Zhafran ke Rumah Sakit Harapan Kita Jakarta berbekal tabungan yang diusahakan untuk disisihkan dari pendapatan suami saya bulan lalu. Kami menolak untuk putus asa jika itu berhubungan dengan Zhafran.Ternyata, setelah melihat kondisi anak kami, dokter poli jantung anak mendiagnosa bahwa Zhafran harus segera ditindaklanjuti atau operasi jantung. Kami tahu betul bahwa pengobatan dan biaya hidup di Jakarta membutuhkan biaya yang besar. “Dengan itu kami pun berharap kesembuhan Zhafran dan berharap ada donatur dermawan serta dermawati agar sudi kiranya menyisihkan sebagian rezekinya buat Zhafran mendapatkan jantung sehatnya, atas perhatian dan bantuannya kami mengucapkan banyak terimakasih.” kata Febriani.Untuk TemanBaik yang mau membantu Adik Zhafran dapat menyalurkannya dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul
Rp 4.140.005
13 hari lagi
Dari Rp 25.000.000
Donasi
Anak
Kepalanya Terbentur Hingga 7 Kali! Daljiro Alami Pembengkakan Otak
“Kepala anakku terbentur sebanyak 7 kali akibat jatuh! Akhirnya Ia mengalami epilepsi GTC dan trauma kepala.”“Hatiku sudah hancur, tapi lebih hancur lagi saat aku terpaksa membawanya pulang diam-diam tanpa sepengetahuan rumah sakit. Aku benar-benar sudah tak sanggup membayar tagihan rumah sakit. Ya Allah, semoga ini terakhir kalinya anakku tak bisa mendapat pengobatan yang seharusnya....” -Wahyu, Ayah Daljiro-Saat usia 1,5 tahun, Daljiro El Jaler Anditya (3 thn) terjatuh hingga kepalanya terbentur 2 kali. Selang 2 jam setelahnya, Ia tidak bisa berjalan normal, langkahnya oleng, tubuhnya tak stabil, hingga Ia lagi-lagi kembali terjatuh dan kepalanya terbentur berulang kali. Aku panik dan ketakutan, apalagi setelah itu anakku mengalami kejang-kejang tiap setengah jam. Dokter bilang ada pembengkakan di otak anakku dan kemungkinan harus dioperasi. Seketika tubuhku lemas mendengar kabar buruk itu, tapi aku juga tak berdaya. Sempat aku bersyukur, anakku tak perlu melakukan operasi karena pembengkakan di kepala anakku mereda berkat minum obat. Tapi ternyata, obat yang menyembuhkan otaknya sangat keras hingga merusak organ hati dan ginjalnya.Sejak itu, anakku hidup dalam kondisi rentan dan harus dalam pengawasan. Ia bisa kejang sewaktu-waktu dan emosinya menjadi tidak stabil. Ia juga tidak boleh kelelahan dan tidak bisa beraktivitas seperti anak lainnya. Prihatin sekali melihat kondisi anak.Meski begitu, anakku tak pernah menyerah. Ia selalu hafal jam minum obatnya, bahkan Ia sering mengingatkanku untuk minum obat. Tapi biaya pengobatannya terus membengkak, bahkan kami terpaksa mengundur saat anak butuh cek saraf. Aku hanya seorang buruh bangunan dengan penghasilan Rp70 ribu perhari. Kadang aku juga membantu membersihkan tempat ibadah dan jaga malam, demi bisa sekedar bisa beli beras. Bahkan, aku pernah menjual baju yang kupakai demi pengobatan anak.Sementara anak harus berobat rutin ke rutin dari Pacitan ke rumah sakit di Yogyakarta, minum obat rutin, obat yang tidak dicover, dan kebutuhan lainnya.#TemanBaik, Daljiro butuh kita sekarang. Ayo bantu lanjutkan pengobatannya, klik Donasi Sekarang sebelum terlambat!
Dana terkumpul
Rp 18.166.005
4 hari lagi
Dari Rp 27.132.000
Donasi
Kemanusiaan
Berbagi Beras Gratis untuk 50 Lansia di Daerah Pekanbaru
Adanya pembatasan import dan fenomena El Nino berkepanjangan, berdampak pada menurunnya produksi beras sejak Agustus 2023. Situasi ini menyulitkan lansia duafa, yang untuk makan sehari-hari saja mereka masih kesusahan. Hai TemanBaik,Beras yang menjadi makanan pokok kita, nyatanya nggak bisa didapatkan dengan mudah. Khususnya bagi TemanKita yang hidup dalam himpitan ekonomi. Siapakah yang paling terdampak dari kelangkaan dan kenaikan harga beras ini? Tentu mereka adalah lansia duafa yang hidup serba kekurangan, bahkan dalam kondisi normal untuk makan sekalipun sangat sulit.Mereka nggak pernah bingung dan bertanya “enaknya pesan makanan apa?”. Yang mereka pikirkan adalah “Besok ada beras atau tidak ya?” Kondisi ini tentu menyedihkan untuk kita yang masih bisa mendapatkan makanan dengan mudah. Maka dari itu, kami Berbagi Takkan Rugi sebagai komunitas ingin menunjukkan kepedulian kepada sesama terutama kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan.Kali ini, kamu akan membagikan beras gratis untuk lansia duafa sebanyak kurang lebih 50 orang di daerah Pekanbaru. Gerakan kebaikan ini tentunya nggak bisa berjalan dengan baik tanpa adanya bantuan dan dukungan dari TemanBaik. Semakin banyak yang mendukung kegiatan ini, akan semakin banyak pula lansia duafa yang terbantu. Untuk TemanBaik yang mau membantu pengadaan beras dapat menyalurkannya dengan cara klik Donasi Sekarang ya!
Dana terkumpul
Rp 12.880.008
9 hari lagi
Dari Rp 16.000.000
Donasi