Panggilan Mendesak

camp
Anak

Berawal dari Jatuh Main Bola, Anak Tukang Bengkel Alami Kanker Nasofaring!

“Semua gara-gara jatuh kecil saat bermain bola, dokter justru menemukan anakku mengalami kanker nasofaring! Dunia seketika runtuh di hadapanku.” “Hari-harinya kini penuh rasa sakit. Ia menahan sakit kepala hebat yang tak pernah reda, siang dan malam tanpa jeda. Lehernya tidak bisa menoleh ke kiri dan kanan, mulutnya tidak bisa mangap, penglihatannya mulai rabun, dan badannya kaku hingga tak bisa berjalan. Hatiku terasa hancur setiap detik tiap melihatnya…” -Sopiah, Orang tua Fariq-Muhammad Al Fariq Komarudin (14 thn) pulang ke rumah sambil memegangi kepalanya, mengeluh kesakitan. Dengan suara lirih, Ia berkata bahwa ia terjatuh saat bermain bola. Aku sangat cemas dengan apa yang dia alami dan langsung membawanya ke tukang pijat.Namun, sudah 5 kali dipijat dan 3 kali ke pengobatan alternatif, tapi tak ada perubahan. Sementara itu, anakku terus menangis menahan sakit di seluruh tubuhnya. Aku ingin sekali membawanya ke rumah sakit, tapi kami tidak punya uang.Setiap kali melihatnya meringis, aku merasa seperti seorang ibu yang gagal melindungi anaknya. Hari demi hari, kekhawatiranku semakin menjadi. Apa pun akan aku lakukan demi membawanya berobat. Dengan sisa keberanian yang kupunya, aku meminta bantuan pada kader desa. Syukurlah, anakku mendapat bantuan sehingga bisa dibawa ke rumah sakit.3 minggu dirawat di rumah sakit, kenyataan pahit itu akhirnya terungkap. Ternyata semua rasa sakit itu berasal dari kanker yang tumbuh di belakang rongga hidungnya! Hatiku bagai diterjang ombak besar. Mengapa anakku? Mengapa keluarga kecil kami yang serba kekurangan harus menghadapi cobaan seberat ini?Sejak saat itu, hidup anakku penuh dengan perjuangan. Ia bolak-balik rumah sakit, menjalani operasi, 16 kali kemoterapi, 33 kali radiasi, lalu 24 kali kemoterapi singkat. Meski kondisinya kini lebih baik, tapi Ia masih sering demam, sakit kepala, nyeri sendi, dan batuk.Anakku terpaksa kehilangan masa remajanya. Ia tidak bisa sekolah seperti teman-temannya. Padahal, Ia punya mimpi besar untuk masuk pesantren, ingin menjadi anak yang sukses dan membahagiakan orang tuanya. Tapi penyakit ini mencuri impiannya.Aku selalu memberinya semangat, bahwa kelak Ia bisa sekolah pesantren jika sembuh.  Tapi jauh di dalam hati, aku pun sedang berjuang menahan air mata, karena kondisi ekonomi kami sudah di ambang batas untuk terus membiayai pengobatannya.Suamiku bekerja sebagai buruh bengkel, mengambil pekerjaan apa pun yang ada demi menambah pemasukan. Tapi gajinya hanya cukup untuk makan sehari-hari, sementara kami harus menghidupi empat orang anak. sekadar ongkos ke rumah sakit saja, aku sering meminjam uang dari saudara atau makan seadanya. Di luar itu, anakku masih membutuhkan obat yang tak ditanggung BPJS, susu, vitamin, dan kebutuhan lain yang tidak bisa kami abaikan.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Fariq tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup  Fariq!
Dana terkumpul Rp 9.991.496
5 hari lagi Dari Rp 17.292.000
Donasi
camp
Anak

Penyakit Langka Menggerogoti Lambung dan Kerongkongan Balkis

“Begitu banyak anak yang terlahir di Indonesia, tapi hanya anakku satu-satunya yang mengalami penyakit langka ini! Duniaku terasa berhenti, ketika dokter mengatakan penyakit itu menggerogoti lambung dan kerongkongan anakku.”“Dadaku sesak melihatnya tak berdaya. Tatapannya ke langit-langit rumah sakit itu seperti jeritan tanpa suara, seolah memohon pertolongan dari rasa sakit yang tak sanggup Ia ucapkan. Harapan yang kupeluk erat setelah anakku operasi seakan pupus. Bukannya membaik, anakku malah semakin sulit menelan.” -Hartini, Orang tua Balkis-Hatiku hancur berkeping-keping! Anakku, Balkis Mukarramah Arabia (15 thn), tak lagi bisa makan dengan normal melalui mulut seperti dulu lagi. Kini, setiap tegukan minuman dan suapan makanan harus melewati selang NGT yang masuk melalui hidungnya.Sepanjang hidupnya anakku tidak pernah lepas dari rasa sakit. Tak lama setelah lahir, Ia selalu diare setiap kali minum susu dan berat badannya tidak pernah naik. Saat dibawa ke rumah sakit, dokter mengatakan sesuatu yang membuat lututku lemas, anakku mengalami jantung bocor.Anakku pernah menjalani operasi jantung, tapi gagal akibat tekanan di paru-parunya tinggi. Penderitaan anakku bertambah panjang. Mimpi buruknya tak pernah berhenti, penyakit lain mulai menggerogoti tubuh anakku. Di usia ke-5 tahun, Ia sering nyeri perut dan muntah. Perlahan, Ia mengalami cegukan panjang, radang tenggorokan seperti ada yang mengganjal, dan nafsu makannya hilang tak bersisa. Dokter menyimpulkan ada masalah serius pada kerongkongannya, dan Ia harus menjalani operasi. Namun, anakku akhirnya dirujuk untuk pengobatan di Jakarta, karena kondisinya semakin parah setelah operasi.Ternyata Ia didiagnosa esofagitis grade C (kriteria LA), Gastroduodenitis + gastroduodenopati + ulkus Forrest III amtrumn (katup pilorus) gerd kronis, divertikulum esofagus. Seketika aku membisu, kenyataan ini begitu pahit.Di tengah kesulitan itu, titik terang muncul. Atas izin Allah, dokter profesional menawarkan untuk melakukan operasi jantung pada anakku dan titik terang mulai terlihat. Syukurlah, operasinya berhasil! Kini, dokter sedang mencari cara mengatasi penyakit lambung dan kerongkongan anakku. Namun semakin lama kami berada di Jakarta, keuangan kami semakin menipis. Setiap kali nyeri perutnya kambuh, aku tak berdaya karena tak ada biaya membawanya ke rumah sakit. Aku sudah berupaya makan 1 kali sehari, demi menghemat biaya pengobatan anakku selama di perantauan. Aku hanyalah seorang buruh tani dari Sulawesi, dengan penghasilan yang sangat terbatas. Sementara Balkis masih membutuhkan biaya untuk obat yang tidak ditanggung BPJS, susu khusus, vitamin, penggantian selang NGT, serta kebutuhan lainnya.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Balkis tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Balkis!
Dana terkumpul Rp 2.178.000
15 hari lagi Dari Rp 62.184.000
Donasi
camp
Anak

Tubuh Lemah Kayla Bertahan dari Infeksi Hati dan Kurang Gizi

“Perjuangan dan tangis mewarnai perjalanan saya sebagai seorang ibu tunggal yang mencari nafkah dengan berjualan gorengan milik orang lain. Satu dari tiga anak saya sedang berjuang hidup dari penyakit infeksi hati.”“Setiap minggu saya harus menebus obat dengan nominal Rp400 ribu. Sudah sebulan lamanya, saya terpaksa meminjam uang agar pengobatan anak tidak terputus. Hari-hari saya penuh kecemasan.” -Jelita, Orang tua Kayla-Tak lama setelah lahir, demam tinggi menyergap tubuh kecil Kayla Zahra Qamela (5 bln). Puskesmas hanya menyarankan kompres untuk menurunkan demamnya, mengingat Kayla lahir prematur, tanpa memberikan obat yang diperlukan. Namun, 3 hari Kayla tak ada perubahan. Diwarnai dengan perasaan khawatir, Ibunya membawa Kayla ke rumah sakit. Naluri seorang ibu terbukti benar, Kayla langsung dilarikan ke IGD, dipasangi selang oksigen dan NGT karena napasnya yang semakin lemah.Beberapa hari dirawat, Kayla dirujuk pindah rumah sakit yang lebih besar karena kondisinya cukup parah. Tubuhnya sangat lemah karena Ia juga didiagnosa kekurangan gizi. Entah sudah berapa kali Ibunya meninggalkan anaknya yang lain di rumah, demi merawat Kayla.Jika bisa membelah diri, itu yang akan dilakukan Ibunya. Tidak ada uang masuk selama Ibunya harus merawat Kayla, sementara kebutuhan pengobatan membengkak. Susu khusus gizinya saja mencapai Rp400 ribu, itupun habis dalam 4 hari saja.Mereka sudah berupaya hidup berhemat, sehari hanya makan 2 kali sehari, dengan nasi dan telur berukuan kecil akibat dibagi-bagi. Perasaan bersalah dan kesedihan menghantui Ibunya karena ketidakmampuan memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.Pengobatannya masih panjang, Ia masih membutuhkan dana untuk transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak dicover BPJS, mengganti selang NGT, serta kebutuhan lainnya.#TemanBaik, mari bantu Kayla untuk melanjutkan pengobatan dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 8.985.003
4 hari lagi Dari Rp 20.740.000
Donasi

Pilihan Campaign