Panggilan Mendesak

camp
Anak

Perutnya Bengkak dan Tubuhnya Kuning. Khairi Butuh Cangkok Hati

“Saat itu anakku muntah-muntah parah dan malam itu juga dengan situasi laut gelombang tinggi disertai angin, aku membawanya menggunakan kapal  kayu ke rumah sakit. Selama 10 hari anakku dirawat dan harus transfusi darah, Ia sempat kejang saat itu. Siapa sangka, ternyata dokter bilang anakku harus transplantasi hati.” -Nadia Oktafina, orang tua Al Khairi-Perubahan yang terjadi pada anakku, Muhammad Al Khairi Dewangsa Pratama (11 bln), bermula saat usianya 2 bulan. Tiba-tiba matanya menjadi kuning, aku kira karena kurang terkena sinar matahari. Aku pun mulai rajin menjemur anakku, tapi hampir 1 bulan tetap tidak ada perubahan.Aku mulai merasa ketakutan, tapi saat itu aku juga tidak punya biaya dan BPJS Khairi sedang dalam pengurusan. Tak lama setelah itu, tiba-tiba Al Khairi muntah-muntah disertai dengan percikan darah. Aku sangat panik dan langsung melarikan anak ke rumah sakit. Air mataku tak henti-hentinya jatuh, apalagi dokter langsung merujuk anakku untuk pengobatan ke Jakarta. Aku langsung meminjam dana dan membawa anakku pengobatan dari Batam menuju Jakarta. Setelah diperiksa, anakku didiagnosa sakit atresia bilier. Sakit itu membuat saluran empedu anakku tersumbat hingga organ hatinya rusak. Dokter mengatakan kesembuhan anakku harus dilakukan transplantasi hati. Rasanya sesak sekali perasaan ini, berat sekali penderitaan yang dirasakan anakku. Aku juga sulit berpikir, bagaimana biaya operasi anakku?Kondisi anakku saat ini seluruh badan dan matanya kuning, perutnya sedikit besar, berat badannya menurun, badannya gatal-gatal, BAB-nya berwarna pucat dan sedikit sesak. Anakku juga harus kontrol rutin 2 kali seminggu di rumah sakit Jakarta.Aku sudah kehabisan biaya untuk pengobatan anak, suami bekerja hanya sebagai helper las yang penghasilannya tak cukup untuk pengobatan anak. Anakku masih butuh operasi, transportasi ke rumah sakit, obat yang tidak tercover BPJS, tempat tinggal dan biaya hidup selama pengobatan di Jakarta, serta kebutuhan anak lainnya.#TemanBaik, mari bantu Al Khairi agar bisa menjalani transplantasi hati dengan cara klik Donasi Sekarang di bawah ini!
Dana terkumpul Rp 9.396.000
2 hari lagi Dari Rp 100.000.000
Donasi
camp
Kemanusiaan

Berbagi Beras Gratis untuk 50 Lansia di Daerah Pekanbaru

Adanya pembatasan import dan fenomena El Nino berkepanjangan, berdampak pada menurunnya produksi beras sejak Agustus 2023. Situasi ini menyulitkan lansia duafa, yang untuk makan sehari-hari saja mereka masih kesusahan. Hai TemanBaik,Beras yang menjadi makanan pokok kita, nyatanya nggak bisa didapatkan dengan mudah. Khususnya bagi TemanKita yang hidup dalam himpitan ekonomi. Siapakah yang paling terdampak dari kelangkaan dan kenaikan harga beras ini? Tentu mereka adalah lansia duafa yang hidup serba kekurangan, bahkan dalam kondisi normal untuk makan sekalipun sangat sulit.Mereka nggak pernah bingung dan bertanya “enaknya pesan makanan apa?”. Yang mereka pikirkan adalah “Besok ada beras atau tidak ya?” Kondisi ini tentu menyedihkan untuk kita yang masih bisa mendapatkan makanan dengan mudah. Maka dari itu, kami Berbagi Takkan Rugi sebagai komunitas ingin menunjukkan kepedulian kepada sesama terutama kepada orang-orang yang membutuhkan bantuan.Kali ini, kamu akan membagikan beras gratis untuk lansia duafa sebanyak kurang lebih 50 orang di daerah Pekanbaru. Gerakan kebaikan ini tentunya nggak bisa berjalan dengan baik tanpa adanya bantuan dan dukungan dari TemanBaik. Semakin banyak yang mendukung kegiatan ini, akan semakin banyak pula lansia duafa yang terbantu. Untuk TemanBaik yang mau membantu pengadaan beras dapat menyalurkannya dengan cara klik Donasi Sekarang ya! 
Dana terkumpul Rp 13.032.008
6 hari lagi Dari Rp 16.000.000
Donasi
camp
Anak

Sudah 6 kali Operasi! Alvarendra Alami Usus Buntu Hingga Paru-paru Tak Berkembang

“3 kali anakku harus dirawat inap, bahkan masuk PICU hingga 2 bulan! Kondisi kesehatanku juga sempat drop, karena emosi terkuras akibat ketakutan kehilangan anakku dan kelelahan fisik. Di saat terberat itu, suamiku justru memilih pergi, meninggalkan aku dan anak kami yang tengah berjuang melawan sakitnya.”“Untuk bertahan hidup, aku terpaksa mengandalkan uang pemberian dari Ibuku yang sudah renta. Aku juga mencoba mengais rezeki dengan berjualan minuman, tapi sering kali harus kutinggalkan karena harus mendampingi anakku.” -Novrida, orang tua Alvarendra-Alvarendra Arroyyan (2 thn), adalah penyejuk hatiku, buah hati yang seharusnya tumbuh dalam pelukan dan tawa. Namun, sejak masih dalam kandungan, hidupnya justru telah diuji. Ia mengalami usus buntu dan ketika lahir secara prematur, paru-parunya belum berkembang sempurna.Tak ada hangatnya rumah, tak ada pelukan dariku di awal hidupnya. Sejak lahir, anakku harus tinggal di rumah sakit. Enam bulan lamanya, hari-harinya dihabiskan di balik dinding ruang perawatan, menghirup aroma obat-obatan, jauh dari kasih sayang seorang ibu yang hanya bisa menatapnya dengan doa.Tubuh mungil anakku telah menanggung banyak luka. Enak kali operasi sudah Ia lalui, mulai dari tindakan mengeluarkan cairan yang terus menumpuk di paru-parunya hingga operasi pada ususnya. Tapi anakku luar biasa, Ia mampu bertahan dari semua rasa sakit yang tak bisa Ia ucapkan.Saat ini, kondisi anakku lebih banyak diam karena belum lancar berbicara. Namun,  setiap menjalani terapi motorik dan belajar berjalan, senyum cerianya selalu hadir, walau batuk-batuk masih datang karena masalah paru-parunya. Ia juga mengalami gizi buruk karena hanya mampu menerima asupan susuPengobatan harus terus dijalani, tapi aku mulai terhimpit oleh keterbatasan biaya. Dalam seminggu, bisa empat kali aku harus membawanya ke rumah sakit yang berjarak 30 menit dari rumah kami di Pulogadung, Jakarta Timur. Biaya transportasi menjadi beban berat bagiku yang tak memiliki penghasilan tetap. Belum lagi, ada juga obat yang tidak dicover BPJS, susu, dan kebutuhan lainnya untuk anakku.#TemanBaik, tak ada donasi yang terlalu kecil jika dilakukan bersama-sama. Dengan Rp100.000 saja, kita bisa jadi alasan Alvarendra tetap punya harapan untuk sembuh. Yuk, klik Donasi Sekarang dan bersama kita wujudkan keajaiban bagi hidup Alvarendra!
Dana terkumpul Rp 11.609.000
4 hari lagi Dari Rp 10.440.000
Donasi

Pilihan Campaign